7+1 Child

7+1 Child
Mengancam Kevin


__ADS_3

Keesokan pagi nya jun terbangun saat melihat jam sudah pukul 10.00 WIB, dia pun menyandarkan badan nya di heardboard kasur nya. “Hfffttt, aku kesiangan, untung sekarang ada nenek yang mengambil tugas ku” gumam nya. Tak lama terdengar suara ketukan pintu


“Tok..tok..tok..”


Jun menoleh ke asal suara itu, lalu dia beranjak dari kasur nya dan membuka pintu kamar nya. Saat pintu sudah terbuka ia melihat nenek membawa nampan yang berisi susu dan roti. Tanpa di persilahkan masuk nenek menerobos masuk meletakan nampan di atas nakas yang ada di sana. Jun yang melihat lalu terduduk di kasur nya, kemudian memperhatikan nenek. “Cepat makan lah ini sudah siang” ucap nenek, jun merasa tersentuh baru kali ini ada yang memerhatikan nya. Dia dengan cepat memakan roti yang di bawa nenek dan meminum segelas susu. “Jangan lupa untuk menemui lala saat sudah pulang” sejak pagi ia terus berdiri di depan kamar mu, sampai ingin pergi kesekolah. Dia menunggu mu bangun” ucap nenek. Jun pun teringat seharus nya malam ini dia meminta maaf pada lala, tapi karena mabuk berat dia belum melakukan nya. Setelah itu nenek keluar dari kamar, sementara jun masih terduduk di ranjang nya sambil mengunyah roti di dalam mulut nya.

__ADS_1


Tak lama, dering handpone jun terdengar. Dia segera mencari ponsel nya yang tak terlihat namun suara nya bisa terdengar. Jun mengacak acak kasur nya dan menemukan handpone nya di bawah bantal, dia mengambil dan melihat nya ternyata panggilan telepon dari adrian. Jun mengangkat nya dan berbicara pada adrian “Kenapa?” ucap nya, “Apa nya yang kenapa? Bukan kah hari ini kita akan ketempat kevin itu” sahut adrian. Jun yang mendengar ucapan adrian dia kembali menjawab nya “Tunggu satu jam lagi aku akan kesana. Aku akan mengirim alamat nya pada mu kau temui aku di sana” ucap jun “Oke, baiklah” sahut adrian, kemudian panggilan mereka berakhir. Jun cepat cepat menghabiskan makanan nya dan segera bersiap siap untuk mandi.


*Di kantor keluarga Putra


Adrian yang sudah sampai terlebih dahulu dia masih menunggu jun datang, dia berdiri di depan mobil nya sambil menebar pesona pada gadi gadis yang lewat. Dia bersama dua anak buah nya, tak lama sebuah mobil mewah berhenti di samping nya. Adrian tersenyum saat melihat mobil itu adalah mobil jun, jun segara turun dan menghampiri adrian. “Huh, lama sekali” gumam adrian, jun hanya diam tak menanggapi “Ayo cepat masuk” ajak jun. Mereka berdua memasuki kantor yang berada di depan nya, yang tak lain adalah milik keluarga Putra bersama dengan dua anak buah adrian.

__ADS_1


Saat telah sampai kevin menyuruh jun dan adrian untuk duduk di sofa tamu, dia juga duduk bersama kedua nya. Kevin langsung menanyakan kepada jun apa tujuan nya kemari “Hmm, kalo saya boleh tau ada hal apa hingga membuat anda datang kesini?” tanya nya. Jun yang mendengar nya segera menjawab “Ku rasa tak perlu basa basi, langsung saja aku akan mengatakan nya” ucap jun dengan tegas. Adrian hanya menatap ke arah kevin, sedang kan kevin hanya tersenyum mendengar ucapan jun. “Saya ingin bertanya apakah anda mengenal nya?” tanya jun sambil memberikan selembar foto dari saku jas nya. Kevin mengambil dan melihat nya, dia sangay terkejut dan matanya terbelalak. Tapi dia dengan tenang menjawab “Oh ya tentu saja, dia adalah chandra tangan kanan mendiang bapak anda” ucap kevin, adrian menatap heran ekspresi nya terlihat biasa saja. Setelah itu jun kembali bertanya pada nya “Kalau begitu apakah anda tahu di mana dia sekarang” tanya jun lagi, kevin yang mendengar nya tak mengerti apa yang di bicarakan oleh jun tapi dia tetap menjawab nya “Seingat ku setelah kejadian itu, dia tidak pernah terlihat. Banyak orang yang mengatakan beliau juga sudah menyusul ayah anda” jawab nya. Adrian memerhatikan kevin lagi lagi dia terheran dengan wajah kevin yang terlihat tenang tidak merasa ketakutan sama sekali. “Tapi ada apa anda menanyakan nya” kevin berbalik tanya kepada jun. “Ahh aku hanya merasa jika aku harus kembali memulai penyelidikan lagi saat melihat pria ini” sahut nya sambil melihat foto yang di genggam nya. Saat mendengar ekspresi itu kevin langsung gemetar ketakutan, adrian yang melihat nya tersenyum di hati nya “Dor, kena kau” gumam nya dalam hati. Sementara jun yang sadar ada perubahan ekspresi pada wajah kevin kembali melanjutkan ucapan nya.


“Jika saja aku menemukan siapa yang memb*nuh mereka aku tidak akan melepas kan nya. Mungkin aku akan menghabisi nya dan melemparkan tubuh nya ke dalam lautan” ucap nya. Ekspresi kevin semakin panik jantung nya berdegup kencang, tapi dia tetap tenang. Pelayan kemudian masuk untuk menyediakan minuman untuk mereka. Jun mengambil gelas di depan meja dan berkata “Apa kau tahu? Aku baru saja menemui sahabat mu, dia mengatakan sesuatu yang tak terduga pada ku” ucap jun sambil menengguk gelas kopi yang di genggam nya. Sementara kevin yang penasaran dengan ucapan jun dia bertanya kepada nya “Apa yang dikatakan nya? Hal apa yang di maksud anda” tanya kevin, “Aku mendengar jika kau menembak nya” sahut jun sambil menunjuk kan foto chandra. Kemudian kevin terheran tak mengerti dengan apa yang di ucapkan jun. “Ahh maaf, seperti nya ada kesalahan di sini” ucap kevin dengan tersenyum. “Hhh, tidak usah tersenyum seperti itu. Aku akan menyelidiki hingga mendapat kan kebenaran tentang ini” ucap jun, “Jika aku menemukan bahwa kau dalang di balik semua ini. Aku akan menghancurkan seluruh perusahaan mu beserta istri dan anak mu” lanjut nya. Kemudian jun berdiri dia berjalan keluar saat sudah sampai di pintu jun membalikan badan nya dan kembali berkata “Oh iya, kudengar anak mu sangat menyukai putri keluarga kami. Aku tidak akan mengizinkan nya bertemu dengan adik ku” ucap nya lalu pergi di ikuti oleh adrian dan kedua anak buah nya. Sementara kevin masih terdiam di tempat duduk nya, dia tak mnegerti mengapa jun mengancam nya. Kevin mengepalkan tangan nya dengan erat dan memukul meja di depan nya


“Cihhh, Si*lan apa yang dikatakan oleh hengki. Hingga membuat jun berkata seperti itu. Lihat saja aku akan menemui mu hengki” gumam nya dengan kesal.

__ADS_1


*Di sekolah


Saat sedang istirahat jo bergegas menghampiri lala, dia mencari keberadaan adik nya. Jo tidak mau jika bram sampai bersama lala, karena dia mengingat ucapan jun yang sangat marah kemarin. Karena jun yang berkata seperti itu jo menjadi percaya diri untuk memisah kan kedua nya. Saat melihat lala hanya dengan riana di taman belakang sekolah jo pun merasa lega, dan mengatur nafas nya yang terengah engah. Dia duduk di samping lala dan riana, sementara lala yang melihat jo sangat kecapean dia terus memperhatikan nya dan bertanya kepada nya. “Jo, kau kenapa?” tanya lala, jo pun menjawab nya “Tidak papa tadi aku berlari kesini untuk menghampiri mu” sahut jo sambil memgang kepala lala yang berada di samping nya. Sementara riana hanya menatap ke arah kedua nya, tak lama bram pun datang. Saat jo melihat ke arah nya dia langsung berdiri dan menahan tubuh bram “Maaf, sebaik nya kau jangan mendekati nya” ucap jo dengan tegas, bram yang mendengar perkataan jo pun terheran “Kenapa aku tak boleh bersama nya? Setiap hari aku bersama mereka tidak ada yang melarang ku” menyauti ucapan jo. “Tidak usah banyak tanya, aku juga tidak tahu kenapa tapi kakak pertama ku memberi perintah untuk menjauhkan mu dari lala” sahut jo. “Sebaik nya kau pergi, jangan sampai aku memukul mu di sini” ucap jo lagi. Riana dan lala yang melihat kedua nya tak mengerti, sementara bram masih terheran dengan ucapan jo. “Sebaik nya aku pergi dari sini sebelum menjadi ramai” gumam nya dalam hati. “Ahh, baiklah tidak usah memukul ku, aku akan pergi” ucap bram. Jo kembali terduduk di samping lala, sementara riana masih terbingung dengan apa yang terjadi. Saat bram sedang menuju kelas nya dia masih memikir kan apa yang di maksud oleh ucapan jo, seharusnya ada alasan kenapa mereka melarang bram untuk mendekati lala. “Apa salah ku? Mengapa keluarga nya seperti itu?” gumam nya dalam hati


__ADS_2