
Saat sedang asyik nya bermain dan bercanda tiba tiba mereka di hampiri oleh seekor kucing. Kucing itu melompat ke arah riana dan duduk di pangkuannya, kucing itu terlihat sangat lucu. Lala yang melihat itu mata nya berbinar karna kucing yang di lihat nya, Lalu dia pun merebut nya dari pangkuan riana, dia memainkan kucing itu dengan gemas. lala yang memperhatikan kucing itu merasa tidak asing, seperti nya ia pernah melihat nya tapi di mana ya. Dia pun mengingat ngingat, akhir nya dia sudah tahu dia pernah bertemu kucing ini sewaktu di supermaket dia juga bertemu seorang wanita. Saat dia memandangi wajah kirana yang sedang berada di meja kasir dia langsung mengetahui jika wanita itu adalah kaka riana.
“Na, seperti nya aku pernah bertemu kaka mu dengan kucing ini” ucap lala kepada riana. “Ohh ya, dimana?” sahut nya. “Waktu aku pergi ke mall, aku sedang berbelanja di sana. Kucing ini menghampiri ku aku pun menggendong nya, lalu tak lama kaka mu menyusul nya” ucap lala. “Iya memang kaka ku sering kesana membawa nya ke petshop” ucap riana. Setelah itu mereka bermain lagi bersama kucing itu. jimy hanya memperhatikan kedua nya, dia sangat senang melihat kedua nya.
__ADS_1
*Sementara itu disalah satu ruangan kantor “Bagaimana apa kau sudah melakukan yang ku perintah kan” terdengar suara pria di dalam ruang itu, dia terduduk di kursi kantor nya, dengan bangku yang menghadap ke belakang membuat diri nya tak terlihat. “Sudah pak, kami sudah menyuruh beberapa orang untuk membuat keributan dikantor Yon. kami membayar beberapa orang dalam di dalam kantor nya, bahkan sekarang semua karyawan nya sedang menanyakan tentang gadis itu” sahut laki laki yang berdiri di belakang nya. “Bagus, aku sudah mengirim sisanya pergilah” ucap pria itu. Lalu pria itu pun pergi, “Apa itu kau jesica? Jika benar aku akan melakukan mu seperti yang terjadi Tiga belas tahun lalu” ucap nya sambil melihat seutas foto, yang tak lain terlihat gambar lala.
Seperti yang di ketahui nama asli shiella adalah Jesica Winarta, namun lala sendiri juga tak mengetahui ini. Saat itu jun mengubah nya menjadi Shiella Baskara untuk menjauhi hal hal yang tidak di ingin kan nya. Namun sepertinya memang sudah seharus nya semua tahu tentang kebenaran ini. Tapi sayang nya jun belum juga menemukan jawaban dari semua ini, dia terlihat bingung tak tahu harus berbuat apa. Dia rasa sudah di jalan buntu, bagaimana jika mengatakan yang sebenar nya tentang lala? Mungkin itu akan memancing orang yang mungkin membunuh kedua orang tua nya. Tapi itu pasti akan menyakiti lala, bagaimana jika ia ingin membunuh lala juga? Tapi pada saat itu umur nya masih tiga tahun dia pun jika melihat pasti tak akan mengerti. Pala jun serasa ingin meledak dia tak tahu harus apa dia sudah tidak bisa menyembunyikan ini semua.
__ADS_1
Saat malam meraka melakukan hal yang sama seperti biasa nya. Mereka makan malam di ruang makan nya, jun yang terlihat bingung dan sedih hanya memegang sendok di tangan nya. Dia pun tak tahu apa yang ia lakukan, dia anak pertama di keluarga ini tapi dia tak bisa berbuat apapun. Dia melihat ke arah lala dengan wajah yang sedih dia menatapi lala di depan nya yang sedang menyantap dengan lahap makanan nya. Yon yang tampak memerhatikan jun dia sangat khawatir kepada kaka sulung nya. Tapi dia juga tak tahu apa yang harus di lakukan nya. Tak lama makan malam pun selesai, semua pergi ke ruang keluarga mereka terduduk disana, jun yang masih di meja makan hanya menatapi ke tujuh adik nya. Dengan air mata jatuh di pipi nya.
Jun larut dalam kesedihan nya semua adik nya pun melihat lala dan jun yang tengah berpelukan lalu semua nya ikut memeluk jun dan lala. Mereka tidak tahu apa yang terjadi tapi mereka sangat sedih melihat jun yang sedang menangis. “Sudah lah mau sampai kapan berpelukan seperti ini? Aku sudah tidak apa apa” ucap jun sambil mengelap air matanya. Semua pun ikut melepaskan pelukan nya, dan mereka semua saat ini sedang berkumpul di ruang keluarga. Waktu menunjukan pukul sepuluh malam jun menyuruh semua adik nya untuk segera tidur “Tidur lah ini sudah malam besok kalian harus bersekolah” titah jun lala jimy yang dan jo pun menuruti perintah nya. Sementara kaka yang lebih tua di atas mereka, masih berada disana mereka.
__ADS_1
“Sudah ka jangan terlalu di fikirkan” ucap jake kepada jun. Semua pun masih terduduk mereka hanya diam tak berkutik di tempat nya. Tiga puluh menit berlalu mereka masih terdiam tiba tiba jun mengingat sesuatu. Dia mengingat ada banyak sesuatu yang di lihat nya diruang bawah tanah juga di tempat penyimpanan barang yang juga terdapat perhiasaan dan uang. “Kalian ikut lah dengan ku kita harus memeriksa sesuatu” ucap jun lalau semua mengikuti nya. Dan telah sampai lah mereka di ruang bawah tanah.
“Kalian bantu aku memeriksa di tempat ini mungkin saja kita bisa mendapat beberapa informasi dari sini” ucap nya. Semua pun meneliti ke seluruh ruang itu, hingga mereka terfokus pada sebuah kotak di atas lemari perhiasan, Kotak itu besar bewarna coklat. “Hans ambil lah itu turunkan ke sini” titah yon. Akhir nya kotak itu sudah berhasil di angkat namun banyak sekali debu pada kotak itu. Jun pun membuka kotak itu di dalam nya terlihat banyak foto mamah nya dengan angela yang tak lain adalah ibu lala. Mereka melihat dengan teliti satu persatu, semua hanya berisi foto dan banyak sekali kaset kaset. Hingga mata jun tertuju pada sebuah buku berwarna pink seperti buku diary. Dia pun membuka nya dan membaca isi di dalam nya ternyata itu milik mendiang Liana. Semua nya berisi kan tentang asmara masa muda nya. Hingga saat membalikan halaman buku berikut nya , mata jun terbelalak membaca isi di dalam nya.Tulisan itu di tujukan untuk angela yang tak lain sahabat baik nya. Jun sangat terkejut membaca matanya melotot membaca tulisan itu...
__ADS_1