
Matahari mulai terbit, jun yang sudah bangun dia ingin melihat bagai mana keadaan lala. Namun saat jun masuk dia hanya melihat jo yang sedang tertidur pulas dia melihat ke sekeliling kamar lala tapi dia tidak menemukan keberadaan adik perempuan nya. Dia pun membangun kan jo. Dia mengoyang kan badan adik nya yang sedang tertidur pulas tak lama jo akhir nya bangun.
“Ada apa ka, bukan kah ini hari libur” ucap jo dengan mata yang masih mengantuk. “Mengapa kau disini lala di mana dia” tanya nya. Saat membuka mata jo melihat warna kamar yang berwarna lilac ini bukan lah kamar nya . Setelah ia mengingat ngingat semalam lala masuk ke kamar nya dia pun pindah kesini. Lalu dia langsung memberitahu jun di mana lala.
“Dia di kamar ku ka, semalam dia masuk ke kamar ku dan tidur di sana, aku langsung pindah kesini dia masih terlihat mabuk semalam” ucap jo sambil mengucek kedua bola mata nya. Jun yang mendengar itu lalu mencium ujung pala jo, sambil mengatakan “Jika ingin bangun mandi lah setelah itu turun untuk sarapan, jika kau melanjutkan tidur pergilah ke kamar ku, nanti lala akan marah jika melihat mu disini” ucap jun lalu dia pergi ke arah kamar jo.
Jo yang mendengar kan omongan jun langsung segera mencari buku harian yang semalam di baca nya, lalu dia meletakan nya lagi di tempat nya sambil membereskan kasur lala. Tak lama dia keluar dan menyusul jun pergi ke kamar nya, jun terlihat sedang mengelus pala lala. Jo pun masuk kamar nya, “Jangan bangun kan dia biarkan dia bangun sendiri” ucap jun pada nya karna jo yang memang suka usil kepada lala. “Tidak aku ingin pergi mandi” ucap jo lalu keluar dari kamar nya meninggalkan jun dan lala yang masih di sana.
__ADS_1
Satu persatu semua telah bangun mereka pun menyantap sarapan yang sudah di buat jun. Kecuali lala yang masih tertidur, tak lama lala yang terbangun pun langsung turun ke arah bawah dia duduk di kursi nya berkumpul bersama yang lain nya. Dia hanya terdiam melamun dengan rambut yang acak acak kan. Semua tampak memandangi nya mereka menahan tawa melihat lala yang bertingkah aneh seperti itu, apalagi jo yang senang meledek lala. “Minum lah sup jahe ini untuk menghilangkan sisa rasa mabuk mu” ucap jun dengan meletakan di depan nya. Lala yang masih melamun hanya diam saja tak menjawab jun.
Lala mulai mengingat apa yang terjadi kemarin kenapa kepala nya terasa sangat pusing. Setelah dia mengingat nya dia pun akhirnya sudah tahu apa yang terjadi, dia yang ingat semalam bersama riana. Dia menanyakan ke beradaan teman nya itu. “Riana di mana ka?” tanya nya dengan panik, semua menoleh ke arah nya. “Minum lah sup jahe itu, riana sudah pulang di antar oleh jimy” ucap yang. Lalu lala memerhatikan semua kaka nya dengan senyuman aneh nya. Dia takut jika dia di marahi karna ketahuan minum alkohol. “Mengapa kau melakukan itu, apa kau tahu kau berbuat salah?” ucap jake kepada nya. Lala pun gemetar pasti semua kakak nya sudah mengetahui nya. Mau tak mau dia harus jujur dan mengaku atas perbuatan nya.
“Ka maaf aku mengaku salah” ucap nya sambil menundukan kepala nya. “Sudah tidak papa segera lah minum sup jahe mu” ucap yon yang memaklumi sifat adik nya. “Kau bagaimana aku bisa membesar kan mu seperti ini, aku tidak habis pikir pada mu pergilah minta maaf pada orang tua riana” ucap jun yang sedikit kesal dengan lala. Tapi dia melakukan itu agar lala tahu tentang bagaimana cara nya bertanggung jawab. “Setelah makan pergi lah mandi, aku sendiri yang akan menemani mu ke rumah riana” timpal jun lagi. Lala yang mendengar itu dia sangat takut, karna jika jun marah dia tak berani berkutik dia hanya diam saja. Air mata nya membendung di kedua bola mata nya. Dia menyesali perbuatan nya, betapa bodoh nya aku melakukan hal ini gumam nya.
Jo pun juga sangat terkejut tentu nya dia tahu karna kesalah pahaman ini lah yang membuat lala seperti itu. Dia ingin menjelas kan nya segera supaya lala tidak bersedih lagi. semua melanjutakan makan nya, sementara lala sedang menangis di kamar nya dia menutup rapat pintu kamar nya dan mengunci nya. Lalu jo yang sudah selesai makan dia langsung bergegas ke kamar lala, tapi saat ia ingin membuka pintu di depan nya dia tak bisa membukanya karna sudah di kunci. jo mendengar tangisan yang cukup kencang dari lala. Jo sangat panik dia pun berteriak “Buka pintu nya la, aku inging berbicara” ucap nya, tapi tak ada sautan dari dalam hanya terdengar suara tangisan yang semakin kencang jo kembali berteriak sambil menghentakan pintu lala “La, laa ,la... Buka la jangan mengurung diri di kamar” suara nya sangat kencang membuat semua kaka nya menghampiri nya.
__ADS_1
“Ada apa? Mengapa teriak teriak” ucap hans kepada jo, semu kaka nya sudah berkumpul di depan kamar adik perempuan nya. “Lihat lah dia mengurungkan diri ka” ucap jo sambil menunjukan pintu yang masih terkunci. Semua juga memerhatikan dan berteriak dari luar agar lala mau membuka pintu nya. “Shiella, buka pintu nya” ucap yon dengan kencang tapi juga tidak ada jawaban. “Dengarkan aku, jika aku membuat mu sedih maaf kan lah aku, tidak seharusnya kau mengurung diri seperti ini keluarlah” jun juga ikut berteriak. Saat lala mendengar suara jun dia pun menjawab “Pergilah aku hanya ingin sendiri” teriak lala dari dalam.
“Sudah ka, biarkan saja kita turun lah, biarkan emosi nya meredam dulu” ucap jake. Semua yang mendengar itu akhir nya pun bubar. Mereka melakukan aktifitas nya masing masing jun mencuci piring, yon membuka laptop nya, yang dan hans bermain playstation sedangkan jake sibuk memainkan ponsel nya. Jimy dan jo mereka di kamar nya masing masing. jo memikir kan bagai mana cara menjelaskan nya dengan lala, sedang kan jimy masih mengingat kejadian semalam diri nya sangat campur aduk. Antara senang dan gelisah dia masih bertanya tanya apa kah riana mengingat kejadian semalam.
Sementara itu di rumah riana, dia baru saja terbangun sudah melihat kaka nya di depan mata nya. Kaka nya tersenyum kepada nya sambil memberi segelas susu. Riana langsung membangun kan badan nya dia pun meminum susu itu, dia sembari memgangi kepala nya. “Mengapa kepalu ku sangat pusing ucap nya” sambil memegangi kepala nya. kaka nya yang melihat langsung memijit kepala adik nya yang ada di depan nya. “Jelas saja kau pusing kau habis mabuk semalam” ucap kirana yang masih memijit. Riana yang mendengar itu dia pun menyadari bahwa semalam dia habis minum sebotol minuman dia sangat ketakutan melihat kaka nya yang sudah tau. Dia sangat takut pasti kaka nya akan memerahi diri nya. Namun kirana malah mengecup jidat adik nya itu, “Tak apa aku senang, akhir nya kau bisa bertingkah layak nya remaja pada umum nya. Tapi ini untuk terakhir kali saat kau sudah besar nanti kau boleh meminum nya lagi” ucap kaka nya dengan lembut. Riana sangat lega mendengarkan perkataan kaka nya itu. Lalu kirana yang penasaran dengan pemuda semalam dia pun menanyakan nya kepada riana.
“Ngomong ngomong apakah pemuda semalam itu pacar mu?” ucap kirana dengan sedikit meledek. Tapi riana yang bingung dia tak mengingat siapa yang di maksud “Apakah aku pulang di antar seorang pria?” tanya nya pada kaka nya. “Iya dia mengatakan nama nya jimy” sontak riana yang mendengar itu pipi nya memerah karna hal itu kaka nya menyadari jika adik nya telah jatuh hati dia pun semakin meledek riana yang terlihat malu “Dia sangat perhatian sekali pada mu, seperti nya dia dari kalangan atas bagai mana adik ku ini bisa mendapat kan pria yang sangat tampan” lanjut kaka nya. Riana semakin malu dia pun berdiri dan pergi dari hadapan kaka nya sambil mengatakan “Dia kaka nya teman ku, dia juga bukan pacar ku lagi pula sangat tidak mungkin dia menyukai ku” ucap riana yang sudah menjauh dari kaka nya. Kaka nya hanya tertawa melihat tingkah adik nya.
__ADS_1
Sementara riana yang sudah berada di kamar mandi dia mengingat ngingat kejadian semalam. Di bawah kucuran shower dia berdiri, tapi dia juga masih tak mengingat nya. Seketika dia mengingat saat jimy mencium nya. Dia pun terkejut memegangi mulut nya, apakah itu benar atau hanya mimpi ku saja karna aku mabuk dia masih bertanya tanya dalam hati nya dia ingin menanyakan nya besok kepada jimy sekaligus berterimakasih ke pada jimy karna sudah mengantar nya pulang. Dia pun juga mengingat lala, apakah lala baik baik saja apakah ia di marahi kaka nya. Dia pun mempercepat ritual mandi nya dengan handuk yang menutup tubuh nya ia keluar langsung mengambil ponsel nya lalu menghubungi lala. Tapi tidak ada jawaban bahkan telpon nya hanya memanggil tak berdering.