7+1 Child

7+1 Child
Awal mula teka teki


__ADS_3

Tak terasa sudah 2hari berlalu, jimy yang dan jo sudah pergi ke sekolah. Karna hukuman nya sudah berakhir. Sementara itu lala yang ber ada di kelasnya masih mengobrol dengan Riana dan Bram. Semenjak kaka nya di skors dia tambah akrab dengan kedua teman nya itu ditambah dengan bram dia semakin leluasa untuk mendekatinya. Karna tidak ada jo yang mengganggunya.


Bel sekolah bunyi semua murid melakukan aktivitas nya seperti biasa sangat giat belajar. Bram yang tadi nya duduk di belakang sekarang dia pindah jadi duduk tepat di belakang lala dan riana. Dia sangat senang jika selalu bisa menatap lala walaupun hanya dari belakang dia tetap bisa melihat kecantikan lala.


Saat istirahat mereka bertiga bergegas ke kantin untuk makan bersama disana mereka tertawa mengobrol seperti biasanya. Tapi lala yang dari tadi celangak clinguk seperti mencari sesuatu pun, dia menoleh kanan kiri tapi tidak melihat ketiga kakanya. Hal itu diperhatikan oleh bram


“Apa yang kamu cari la?, seperti orang bingung saja?” tanya bram yang membuat lala berhenti melirik kanan kiri.


“Aku mencari kaka ku” sahutnya


“Kaka?” bram dan riana secara bersama an karna terlihat bingung, sudah 3hari mereka bersama tapi tidak pernah lala mencritakan jika dia mempunyai kaka.


“Iya, kaka ku” sahutnya lagi


“Siapa kaka mu dan ada dikelas berapa?” tanya riana lagi yan penasaran


“Ada tiga yang dua di kelas 12 sedangkan yang satunya di kelas 11” jawab nya lagi


“kalo boleh aku tahu siapa namanya?” bram yang penasaran pun ikut bertanya


“Ka jimy, ka yang dan jo” jawab nya dengan santai. bram dan riana yang terkejut pun sontak secara bersamaan berteriak.


“Apaaa!” teriak mereka berdua

__ADS_1


Yang berhasil membuat lala kaget dan menjadi pusat perhatian di kantin.


Lalu riana pun seketika tertawa geli


“Hahahaha,,” pasti kau sudah tertular siswi lain tapi kenapa kau malah mengaku ngaku mereka bertiga kaka mu tak seperti yang lainnya menganggap mereka pacarnya.” gumam riana yang terkekeh geli karna tak percaya pada lala. Memang mereka tidak mengetahui di keluarga baskara tidak ada seorang anak wanita. Tapi tidak dengan bram dia melihat lala sepertinya dia tidak berbohong pikirnya. Dan dia pulang sekolah nanti akan menanyakan kepada ayahnya tentang ini.


Lala yang melihat riana pun merasa heran dikiranya dia berbohong padahal memang benar. Lala pun hanya diam saja tak menanggapi riana pikirnya nanti mereka juga akan tahu kalau ia tidak berbohong gumam nya dalam hati.


Saat riana masih tak berhenti tertawa tibatiba di samping kuping nya terdengar seperti ada yang berbicara. “Apa yang sedang kalian bicarakan?” jimy yang entah datang dari mana membuat mereka bertiga terkaget. Riana menengok ke sebelahnya pun merasa jantungnya berdetak kencang, karna ini kali kedua nya dia melihat jimy dari dekat. Ya, dia lah gadis yang hampir terkena bola dan cepat di tangkis oleh jimy. Jantung riana semakin tak karuan. Lalu lala pun berteriak pada jimy


“Ka, mengaggetkan saja lihat tuh teman ku jadi bengong” gumam nya pada jimy


lalu jimy duduk di tengah tengah riana dan lala seakan menjadi pembatas antara mereka berdua. Karna dia sedang bersama yang, yang pun juga ikut duduk tapi dia memilih mengambil kursi duduk diantara kedua belah pihak disisi kiri hanya bram sedang kan di sisi kanan ada riana jimy dan lala. Jimy pun hanya tertawa tawa melihat lala yang menggerutu.


“Ishh ka jangan panggil aku seperti itu di depan teman ku aku malu" gumam lala sambil mengeluarkan ekspresi gemas nya bram yang ada di depannya melihat tingkah lala dia begitu lucu karna ini baru pertama kalinya bram melihat lala yang seperti itu. Sementara yang memerhatikan bram dengan tatapan sinis, yang tahu pasti bram suka kepada lala dia tek berhentinya memandang bram yang sedang terpana melihat ke arah lala.


“Sudah sudah jangan ngambek lagi apa kamu tidak malu, perkenalkan lah teman mu pada ku” ucap jimy.


“Di sebelah kaka itu riana kalau yang di depan kaka dia Bram” jelas lala pada jimy. Jimy melihat bram seperti tak asing dia seperti pernah bertemu tapi dimana. sedangkan waktu dia menengok ke samping dia terkaget dengan penampakan wanita di depan nya, karna dia lah cewe yang waktu itu hampir terkena bola basketnya.


“Wah rupanya kamu teman lala, sudah dua kali kita bertemu” ucap jimy pada gadis di sebelahnya. Riana pun terkaget karna jimy yang masih mengingatnya. Dia pun hanya tersenyum kecil padahal dia sedang menahan rasa nerveus nya karna begitu dekat jarak nya dengan jimy. Bagaimana tidak wajah jimy sangat tampan dan sikap nya yang lembut sukses membuat para cewe cewe melting.


“Apa kau Bramasta putra?” tiba tiba suara yang, sukses memecah suasana.

__ADS_1


“Iya benar” sahut bram kepada yang.


Jimy yang mendengar itu “pantas saja aku seperti tidak asing” gumamnya dalam hati.


Tapi lala dan riana bingung tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan. Tentu saja karna yang dan jimy sering hadir ke acara pesta yang penting bersama kaka nya yang lain. hanya lala saja yang tidak pernah hadir.


“Hem, sepertinya kita akan banyak bekerjasama kedepannya” jimy berbicara kepada bram dan sambil mengulurkan tangan nya ke arah bram. Bram pun membalas salaman tangan jimy seraya berkata “Tentu saja”. Yang sangat malas melihat pemandangan ke duanya karna jimy seperti mengasih sinyal kuning ke bram tanda bahwa dia menyukai jika bram mendekati lala. Tentu saja bram mengerti yang di maksud jimy, bram dalam hati sangat malu malu dan memerah pipinya karna jimy. Tapi dia tetap terlihat cool seperti menjaga image karna di depannya ada jimy dan yang.


“Bruk,” yang tiba tiba berdiri sambil menghentakan meja dan sembari mengajak jimy untuk pergi. Mereka berdua pun pergi yang terlihat dengan wajah yang kesal. Saat mereka sudah tak terlihat riana pun berbicara pada lala.


“Wahh, ternyata memang benar dia kakamu. Tapi kenapa media tidak pernah menyebut mu?” tanya riana pada lala. Bram yang merasa heran juga seperti ingin mengetahui jawaban dari lala.


“Kaka ku tidak mau jika aku di beritakan di media” sahut nya dengan santai sambil memakan cemilan yang di belinya di kantin.


Riana pun mengangguk, tapi tidak dengan bram seperti ada yang di sembunyikan oleh lala. Bram tidak sabar ingin pulang untuk menanyakan hal tersebut kepada ayahnya. Karna pasti ayah nya mengetahui sesuatu, dan pasti ini ada hubungannya dengan bisnis. Tak lama pun waktu istirahat berakhir mereka pun tergesa gesa menuju kelas.


Hari pun sudah malam, dikediaman baskara terlihat semua sedang berada di meja makan. Tak ada suara satu pun mereka sibuk memakan makanan di depannya. Tapi tak lama suara jimy memecah keheningan itu


“Ka kedepan nya kita pasti akan melakukan banyak kerja sama dengan keluarga putra” sambil menatap kearah lala dan sedikit meledek. Yon jun dan jake yang kaget pun berhenti dan saling mentap. namun jimy belum mengetahui hal itu dia masih sibuk meledek sedangkan lala menendang nendang kaki jimy di bawah meja. Dia seperti takut akan di wawancarai oleh semua kaka tertuanya. Tapi lala juga tidak sadar bahwa yang ia tendang ada lah kaki jo. Jo sedari tadi melihat ekspresi lala yang ketakutan pun mengetahui jika jimy sengaja meledek lala.


Tapi yon dengan tenang menjawab perkataan jimy “Benarkah?” sambil melihat ke arah jimy


“Iya ka, seperti nya anak tunggal keluarga mereka menyukai putri kecil kita?” sahutnya lagi. Sontak semua terkejut tapi tidak lebih terkejut seperti yon, jun dan jake. Jun pun berkata “Sudah lah jangan meledek lala lagi cepat habiskan makanan kalian dan bergegas naik untuk tidur. aigoo, lihat lah tuan putri kita pipi nya sudah memerah” dengan tenang dia mengeluarkan suara supaya tidak terlihat aneh di depan lala.

__ADS_1


Semua nya pun sudah menyelesaikan makanannya, tapi jun belum beranjak dari kursi nya. Dia sedang berfikir keras apa sudah saat nya dia memberi tahu semuanya. adik nya pun yang melihat sifat aneh jun, memperhatikan mereka semua juga belum beranjak dari kursinya. Kecuali lala yang sudah lebih dulu ke atas.


__ADS_2