
Keesokan pagi nya saat sedang sarapan jo terus memandangi lala, dia tak berhenti nya menatap ke arah benda yang menonjol di bagian dada lala. Saat lala tengah memakan wortel, jo melebarkan senyum nya mengingat apa yang baru di lihat nya semalam. “Cekrek..” terdengar suara potret dari handphone jo, semua pun terheran kenapa jo memotret lala yang sedang asyik makan. “Ya, ini sama percis dengan kelinci putih yang baru saja ku lihat” ucap jo, sementara lala yang mendengar nya langsung tersedak mekanan yang sedang di kunyah nya. Dengan cepat Yang, yg berada di sebelah lala mengambil gelas air yang ada di depan nya “Minum lah, kenapa bisa tersedak begitu” ucap Yang dengan lembut. Lala pun meminum nya hingga abis dan mengeluarkan nafas nya dengan kasar sambil menatap ke arah jo, sementara jo yang juga menatap lala terlihat menaikan satu alis nya meledek kepada lala yang saat ini berada di hadapan nya. Pipi nya memereh dia sangat malu kepada jo, dia pun langsung memalingkan pandangan nya kemudian kembali melanjutkan makan nya. “Pelan pelan jangan terburu buru” ucap Yang, sambil mengelus ujung kepala adik nya. “Kaa.. sepertinya aku harus membawa mobil ku sendiri” ucap jo kepada jun, memang semua adik nya jika menginginkan sesuatu pasti mereka selalu meminta izin terlebih dulu pada jun. Begitu juga dengan yon walaupun mereka hanya berbeda satu tahun tapi yon sangat menghargai dan selalu menghormati nya. “Memang nya kenapa kau ingin membawa mobil mu sendiri?” tanya jun kepada jo, “Akhir akhir ini nenek dan kaka terlalu sering minta di antar oleh pak andi. Membuat pak andi selalu telat menjemput ku dan lala, biarkan aku membawa mobil ku jadi pak andi hanya fokus kepadada nenek dan ka jun” jelas jo. Jun yang mendengar kan perkataan jo pun tampak memikirkan nya tiba tiba yon melontarkan omongan dari mulut nya “Menurutku itu ide yang bagus, nenek akhir akhir ini selalu minta di antar oleh pak andi, mungkin lebih baik jika pak andi mengantar nenek saja” ucap yon. Jun yang mendengar perkataan adik kedua nya dia pun langsung menyetujui nya semua juga tampak tidak keberatan dengan itu. “Terus bagaimana dengan ku?” ucap lala pada semua kakak nya “Apanya yang bagaimana?, sudah jelas kau ikut bersama jo. Masa kau berjalan kaki” kata jake yang menyauti omongan nya. Jo pun melengkungkan senyum nya "Yess, berhasil akhirnya aku bisa sering berduan dengan kelinci putih ku" gumam nya dalam hati. Lala hanya mengikuti perintah jake, walaupun dia telah memiliki mobil nya sendiri tapi dia belum bisa mengendarai nya. Mau tidak mau dia harus menaiki mobil jo, Akhir nya semua pun berangkat.
__ADS_1
Di jalan jo dan lala diam tanpa kata, suasana saat ini sangat canggung. Dengan kondisi mereka yang hanya berdua saja, terlebih lagi dengan apa yang terjadi tadi pagi. Membuat lala selalu terbayang oleh perkataan jo, saat sudah sampai di sekolah semua siswa di buat terkagum dengan mobil berwarna hitam milik jo. Semua siswa di buat penasaran siapa yang pergi kesekolah mengguna kan mobil semewah itu. Saat jo telah memarkir kan mobil nya, lala yang terburu buru ingin turun membuat nya kesusahan saat ingin membuka sitbel yang melingkari badan nya. Jo yang melihat nya pun tertawa dan membantu lala memencet tombol untuk melepaskan sitbel nya. "Ini sudah terbuka kelinci ku" ucap jo sambil tersenyum, lala yang mendengar kata kelinci wajah nya kembali memerah, dia langsung membuka pintu mobil dan berlari. Saat lala keluar dari dalam mobil jo, dia tak sadar banyak siswa yang menatap ke arah nya. Tapi dia yang masih malu menundukan kepala nya tanpa melihat ke sekeliling nya. "Pantas saja mobil itu sangat mewah ternyata milik keluarga baskara toh" ucap salah satu murid kepada teman di sebelah nya. Namun saat jo keluar dari dalam mobil membuat para siswi ternganga saat melihat nya. Ketampanan nya sukses membuat para siswi terkagum, mereka seperti tak bosan melihat nya di tambah dengan dirinya yang baru saja keluar dari dalam mobil membuat damage nya betambah menjadi 1000X lipat. Dia yang sudah terbiasa dengan tatapan para murid perempuan di sekolah nya, berjalan tanpa memperdulikan mereka dan bergegas pergi ke ruang kelas nya.
__ADS_1
Saat sedang istirahat lala hanya duduk berdua dengan riana di taman belakang. "Kemana sihh bram lama sekali" ucap riana yang kesal, karna biasa nya mereka selalu bertiga. "Minum ini!.." suara bariton jo sukses mengagetkan kedua nya, lala yang menoleh ke arah belakang dan melihat jo dia langsung memalingkan wajah nya sambil mengatakan "Tidak mau". Jo yang melihat sikap lala dia pun mengerti pasti saat ini dia masih sangat malu dengan diri nya. "Baiklah jika tidak mau" ucap jo, lalu dia mengatakan sesuatu pada riana yang berada di samping lala "Riana apa kau tahu aku semalam melihat kelinci pu..” belum sempat melanjutkan omongan nya lala sudah berdiri dan menutup mulut jo, lalu mengambil susu yang berada di tangan jo "Baiklah baiklah, aku akan meminum nya" ucap lala. Jo hanya tertawa melihat muka lala yang terlihat panik, dia hanya tertawa melihat nya. "Sudah sana kau pergi dari sini, cepat!.." ucap lala yang kesal sambil menepuk nepuk punggung jo. Jo pun akhir nya pergi karna sudah puas meledek nya, Riana yang melihat kedua nya dia bertanya kepada lala "Kalian tuh kenapa, kalo di lihat lihat seperti orang yang sedang pacaran saja" ucap riana, "Belakangan ini, aku perhatikan semenjak kita berada di kelas 2 dia selalu saja menimbrung dengan kita" lanjut riana. "Ya begitulah dia, mungkin karena sekarang tidak ada ka jimy dan ka Yang. jadi dia selalu mengganggu ku" sahut lala, riana yang mendengar nama jimy dia pun teringat sesuatu "Oh ya la, aku tidak jadi ikut mendaftar pensi. Kau sendiri saja ya" ucap riana, "Loh kenapa?" tanya lala yang terheran saat mendengar ucapan riana. "Tidak papa, aku hanya bingung sajs apa yang ingin ku tampilakan" sahut riana, "Ya, sudahlahh" ucap lala yang sedikit kecewa kepada teman nya.
__ADS_1
Bunyi bel sekolah yang mengakhiri pelajaran hari ini, semua murid bertebaran di halaman sekolah untuk segera pulang. Sementara lala yang sudah berada di depan mobil jo, dia harus menunggu jo yang belum sampai karna pintu mobil masih terkunci membuat nya tak bisa masuk kedalam mobil. Saat dia melihat jo dia dengan cepat berkata kepada jo "Cepat buka pintu mobil nya ini sangat panas" ucap nya. Jo pun dengan cepat menuruti nya, saat lala telah duduk dia merasakan udara AC yang sangat sejuk di dalam mobil. "Huhhhh, adem sekali sudah tidak panas" gumam nya, sementara jo menyalakan mesin mobil nya dan bergegas pulang. Saat di tangah perjalanan lala mengucapkan sesuatu kepada jo “Jo, apa bisa untuk tidak mengungkit nya?” ucap lala. Jo yang mendengar nya dibuat bingung dan kembali bertanya "Mengungkit apa?" sahut nya. Lala dengan malu mengatakan "Kelinci..!" ucap nya dengan pelan, kemudian jo yang kembali teringat dengan kelinci dia menghentikan mobil nya dan manatap ke arah lala yang berada di samping nya “Tidak mau!..” jawab nya, lala yang mendengar kemudian menatap tajam ke arah jo "Kau, mengapa suka sekali saat membicarakan nya" bentak lala. Jo hanya tertawa dan berkata "Biar bagaimana pun kelinci milik mu sangat lucu" ucap jo, sementara lala yang kesal langsung memukul mukul jo yang sedang tidak menyetir. Dia dengan kesal memukul badan jo, jo hanya bisa menahan nya. Namun saat lala ingin memekul jo dengan keras, tangan nya ditarik oleh jo membuat dirinya lebih dekat dengan wajah jo. Kedua nya saling menatap lala hanyut dalam pikiran nya dia hanya terdiam memandangi jo yang berada di depan nya. Sementara jo mendaratkan mulut nya di bibir lala dan mencium nya “Cup..” (suara kecupan) mata lala membulat, dia hanya diam tak berkutik. Kemudian jo melepas kan nya, dan kembali menjalankan mobil nya. Lala yang tadi nya seperti kucing yang menyakar nyakar tikus, sekarang dia diam tak bergerak seperti patung. "Kenapa, apa mau lagi?" ucap jo yang menyadari lala hanya terdiam di sebelah nya "Anggap saja itu ciuman yann selalu kau lewatkan untuk ku, semenjak masuk sekolah kau tidak pernah lagi memeluk dan mencium ku seperti yang lain" lanjut nya. Dia sengaja mengucapkan kalimat itu agar lala tidak merasa canggung dengan nya.
__ADS_1
Tiba tiba saja ponsel lala berbunyi dan mengeluarkan dering dari handpohe nya. Saat dia melihat tidak ada nama yang tertera dari panggilan itu, dia pun menengok ke arah jo "Kenapa?" tanya jo yang sadar lala menatap ke arah, nya namun pandangan nya masih ke arah kaca depan mobil. "Apa aku harus mengangkat nya? ini berasal dari nomor tidak di kenal" ucap lala, jo yang mendengar nya pun menjawab "Angkat saja, siapa tahu itu ka jake. Dia kan sering mengganti nomor jika kelhilangan handphone nya" ucap jo, "Tapi ini panggilan vidio bagaimana jika orang asing?" sahut lala yang terlihat khawatir, jo pun meminggirkan mobil nya dan merebut ponsel yang berada di tangan lala. "Biar aku saja yang mengangkat nya, kalau kau tidak berani" ucap jo, kemudian jo mengangkat nya dan melihat nenek yang sedang memperhatikan nya. Jo pun tertawa melihat tingkah nenek yang seperti kebingungan saat melihat nya. Lala yang penasaran pun mengintip ternyata yang menelpon nya adalah sang nenek "Lala dimana kamu ko ga keliatan? apa jun memberikan ku handphone rusak?" ucap sang nenek. Jo tertawa mendengar perkataan nenek, lala kembali merebut ponsel milik nya yang berada di tangan jo "Nenek halo, handphone nya tidak rusak tadi jo yang mengangkat nya" ucap lala. Jo kembali melanjutkan perjalanan nya lagi membiarkan lala berbicara dengan nenek nya, "Kau kapan pulang?" tanya nenek, "Ini aku sedang di jalan nek, tunggu lah sebentar lagi sampai" ucap lala. "Baiklah," sahut nenek, namun panggilan nya belum berakhir, lala masih bisa melihat nenek yang kebingungan sembari mengoceh kecil. "Bagaimana cara mematikan ini, benda ini sangat susah untuk di gunakan" gumam nenek. Lala hanya tertawa mendengar ocehan sang nenek, kemudian nenek mendengar suara cucu nya yang masih bisa terdengar di kuping nya. "Lala apa itu kau" ucap nenek sambil mangarahkan handpone yang di tangan nya ke arah kuping. Lala semakin geli tertawa karna tingkah sang nenek, dia pun dengan cepat mematikan panggilan nya. Jo pun merasa lega saat lala tertawa berkat nenek kini suasana kedua nya tidak lagi terasa canggung.
__ADS_1