
Tak terasa sudah pukul tiga sore, riana telah sampai memasuki aula hotel. Dia di buat terkejut saat melihat ruang yang sangat besar dan mewah. Dia di antar beberapa bodyguard untuk di arahkan ke ruang di mana lala berada. Akhir nya riana sampai di salah satu ruangan, petugas yang sedang berjaga di depan pintu membuka kan pintu nya. Saat lala menatap ke arah pintu dia yakin jika itu adalah riana, dia pun menghampiri ke arah pintu yang terbuka, dan benar saja jika itu teman nya. Dengan cepat lala menarik nya untuk bergegas masuk kedalam, riana melihat beberapa kaka lala yang sedang di rias. Mata nya tertuju pada jimy yang sedang terduduk di depan meja rias, jimy juga menyadari keberadaan riana. Tapi dia yang tak bisa bergerak hanya melihat riana dari pantulan kaca di depan nya. Lala mengajak sahabat nya untuk duduk di sofa, dia tampak nerveous bergabung bersama para kaka nya yang sudah selesai di make up. Juga sudah terlihat rapi menggunakan jas yang telah di pesan oleh jun.
“Seperti nya kau terlihat senang sekali bersama teman mu ini” ucap hans kepada lala yang berada di depan nya. “Tentu saja sekarang kami tak hanya berteman tapi bersahabat” sahut lala membangga kan diri nya yang sudah memiliki teman. Sementara yon, jun, dan jake hanya tersenyum kecil melihat lala di depan nya. Jimy, Yang dan Jo sudah selesai di rias kini giliran lala dan riana. Mereka berdua duduk di depan meja rias, kali ini jimy memerhatikan riana di depan nya. Yang dan Jo terlihat sedang mengobrol dengan para kaka nya, sesekali mereka berdua melirik ke arah lala. Mereka tak sabar melihat hasil nya. Hari mulai larut para tamu terlihat berdatangan, para kakak tertua segera keluar menyambut para tamu. Karna riana dan lala yang belum selesai di rias, para kaka yang lain sedang menunggu nya terlihat bosan mereka pun keluar dan segera menyusul kaka tertua mereka.
Saat di aula pesta semua sibuk berbincang bincang, yon terlihat sibuk dengan beberapa kerabat nya. Yang lain juga saling bersapa tegur, jo yang tak tertarik pada obrolan para kaka nya dia berdiri di meja yang diatas nya terdapat beberapa gelas minuman yang sudah tersusun disana. Dia mengambil salah satu gelas di depan nya, Yang dan jimy terlihat menghampiri jo. Mereka bertiga kini bergabung bersama, setelah riana dan lala selesai di make up. Mereka berdua terlihat sangat cantik, dengan rambut yang di hias terurai di belakang punggung mereka. Bedanya di rambut lala terdapat beberapa aksesoris yang terlihat sangat mahal. Meskipun begitu riana tak kalah cantik, kini kedua nya terlihat seperti barbie yang ada di tv.
__ADS_1
Tiba tiba semua yang berada di aula terkejut dengan semua lampu yang mati di ruang itu, bahkan para kaka nya juga terkejut. Setelah itu cahaya lampu menyoroti lala yang sudah ada di panggung, hanya satu lampu yang menyoroti nya. Semua mata tertuju pada nya, para kaka hanya melihat. Mereka sangat percaya dengan apa yang akan di lakukan lala. Setelah itu lala terdengar menyanyikan sebuah lagu, yang tak lain adalah lagu favorite mendiang ibu nya. Satu persatu lampu telah menyala, hingga kini semua lampu sudah menerangi aula itu. Para tamu semua menatapi gadis di pelataran panggung. Jimy yang terkaget melihat riana sudah berada di samping nya dia tak berhenti memandangi riana yang terlihat begitu cantik. Jo dan Yang mata nya terfokus pada lala.
Wartawan yang melihat dengan cepat mengarahkan kamera ke arah lala, walaupun mereka sedikit bingung tapi ini tetap akan menjadi bagian terpenting dari pesta. Lala menyanyi dengan suara yang merdu, sementara dari jauh Hengki yang selaku ayah kandung nya memandangi lala dia merasa wanita yang di lihat nya sangat mirip dengan angela. Bram yang baru saja datang bersama keluarga nya dia sangat terpukau melihat lala yang berdiri di depan para tamu undangan. Di tengah tengah lagu handphone riana bergetar dia mendapat panggilan dari kaka nya, diapun mengangkat nya. Kirana ternyata sudah sampai di depan pintu utama tapi karna tak memiliki undangan dia tak di izinkan masuk oleh bodyguard. Riana yang sudah mendengar ucapan kaka nya menoleh ke arah jimy yang berada di samping nya. Dia terkejut saat melihat jimy memandangi nya, astaga sejak kapan ka jimy memandangi ku gumam nya dalam hati. Dia pun menyolek tangan jimy “Ka, kaka ku sudah sampai tapi tidak di izinkan masuk” ucap riana pada jimy, membuat jimy tersadar dari lamunan nya. “Ahh, baiklah ikut lah dengan ku” jimy dan riana meninggalkan aula pesta, hans yang melihat kedua nya dia mengikuti mereka dari belakang. Setelah sampai di pintu masuk hotel riana menghampiri kaka nya yang terlihat kesal, tapi saat kirana melihat adik nya yang begitu cantik seketika dia terlihat sangat ceria. Wajah yang tadi nya kesal kini tersenyum lebar menatap ke arah adik nya. Kaka nya sangat mengaggumi kecantikan adik di depab nya.
“Jimy suruh kepada pelayan untuk mengganti kue yang telah di siapkan dengan kue ini” ucap hans. Jimy menuruti perkataan hans, kirana hanya diam saja dia masih memandangi hans. Mengapa dia ada di mana mana gumam nya dalam hati. Lalu hans menyuruh kirana membawa nya kehadapan lala, tapi kirana menolak dan menyuruh riana yang membawa nya. Saat lala , telah selesai bernyanyi dia terlihat berpose mengakhiri penampilan nya. Lalu riana berjalan ke arah nya dengan membawa kue yang di ikuti oleh ke tujuh kaka lala. Mereka semua juga sedikit heran mengapa kue nya berbeda tapi mereka pun hanya berjalan dan tak memedulikan nya. Mereka berjalan sambil melantunkan lagu happy birth day untuk nya. Lala terkejut saat melihat riana yang membawa kue besar dan terlihat sangat cantik, kue di depan nya yang berwarna lilac dengan hiasan hiasan yang membuat nya terlihat sangat indah. Seteleh kue itu sampai di depan lala, dia segera meniupkan lilin yang berada di atas kue itu. Para tamu masih belum mengerti apa yang ada di depan nya. Tapi mereka tetap menyaksikan pemandangan di depan mereka, sementara kirana berdiri seorang diri di barisan paling depan, mata hans tak bergerak dari pandangan nya. Setelah lala meniup lilin nya, jake meraih mic yang ada di atas panggung. Dia bertugas memberikan kata sambutan untuk tamu, dia juga yang akan menjelaskan semua nya. Sementara riana yang merasa bukan bagian dari keluarga itu, dia pergi dari sana dan bergabung bersama kaka nya.
__ADS_1
“Selamat malam, aku akan memberikan pemberitahuan pada semua tamu yang hadir dan juga pada orang yang mungkin sedang menonton acara ini. Seperti yang kalian lihat di tengah tengah kami berdiri seorang wanita yang sangat cantik. Langsung saja aku akan memberitahukan jika wanita yang berada di sini dia adalah anggota keluarga kami nama nya adalah Shiella Baskara” ucap jake. Semua tamu yang berada di sana terkejut, saat mendengar perkataan jake. Tentu nya tidak pada bram yang sudah mengetahui nya. “Jadi ku harap kalian bisa bekerja sama dengan kami. Selama ini kami sengaja menyembunyikan identitas nya, tapi ini bukan lah waktu yang pas untuk ku beri tahu lebih dalam lagi. Sudah cukup sampai disini saja silahkan menikmati hidangan yang sudah tersedia” lanjut jake menutup kata sambutan nya. Lala merasa lega saat ini diri nya telah di umumkan di depan orang banyak. Lalu dia dengan cepat menghampiri riana yang sedang berdiri bersama kirana. Semua kaka nya juga berpencar ke arah tamu untuk berbincang bincang. Saat lala ingin menghampiri riana, dia mendengar seseorang memanggil nama nya. “Jesicca...” dia memberhentikan langkah nya dan menoleh ke asal suara tersebut. Dan benar saja suara itu adalah suara hengki, “Ternyata memang benar kau putriku jesicca” ucap nya. Semua kaka lala yang mendengar teriakan hengki langsunh menatap ke arah mereka, dengan cepat jo ingin menghampiri nya tapi di tahan oleh jun yang berada di sebelah nya. Jun hanya memberi kode kepada para bodyguard untuk bersiaga melindungi lala.
“Oh,, apakah kau memanggilku? Mengapa kau mengatakan jika aku putri mu, apakah kau sedang bermimpi? Aku mengingat jika aku tak memiliki seorang ayah” ucap nya dengan gaya elegan nya. Saat ini hengki sangat kesal pada gadis di depan nya. Tapi dia sadar jika banyak orang di sekeliling nya, jadi dia berpura pura bersikap baik. “Apakah seperti ini perlakuan mu pada ayah kandung mu?” ucap nya, sontak semua tamu yang mendengar menatap ke arah mereka berdua. “Apakah pantas untuk mu menyebut ku adalah putrimu? Bukan kah kau sudah merayakan kematian atas dirinya?” ucap lala dengan lantang dan sedikit keras agar para tamu mendengar pembicaraan mereka. Para wartawan yang merasa ada sesuatu juga mengarah kan kamera ke arah mereka. Dalam hati hengki sangat kesal, gadis di depan nya sangat susah untuk di takluki. Dia pun mengingat pada saat bertemu dengan nya beberapa waktu lalu di mall, dia terlihat sangat takut pada diri nya. Tapi sekarang dia sudah menunjukan sikap yang berbeda. Hmm memang hebat keluarga ini bisa mengajari gadis seperti ini gumam nya dalam hati. Hengki pun ingin memeluk nya tapi dengan sigap bodyguard menghalangi nya. Jun dan yon yang merasa sudah sangat jauh sikap hengki kepada lala, mereka berdua bergegas menghampiri nya.
“Tolong jangan membuat keributan di pesta adik ku, suasana di sini menjadi sangat tidak nyaman karna perbuatan mu” ucap jun. Hengki yang mendengar itu mengernyitkan kening nya, huhh berani sekali dia jika bukan karna keluarga mereka yang ditakuti hengki pasti sudah dengan cepat memberi pelajaran kepada nya. “Tuan jun, apakah begini sikap mu aku adalah ayah kandung nya. Mengapa kau tega memisah kan kami berdua” ucap hengki yang ingin merasa di kasihani pada seluruh tamu dan mereka akan berasumsi jika jun sangat jahat telah memisahkan kedua nya “Ohh, apakah kau ingat punya seorang putri? Seingat ku putri mu telah meninggal tigabelas tahun yang lalu” ucap jun yang sangat geram melihat lelaki tua di hadapan nya. “Ahh, tenangkan dulu dirimu tuan jun. Sebenar nya aku belum menganggap putri ku meninggal. Aku sengaja membuat pemakaman untuk putriku agar istriku bisa pergi dengan tenang bersama jiwa putri nya” lirih hengki. Jun dan yon semakin geram kepada nya, “Ohh, jika begitu apakah kau sangat penasaran dengan anak gadis di depan mu? Apakah dia putri mu atau bukan.” ucap jun. “Ya, tentu aku sangat penasaran. Tapi aku sudah bisa dengan jelas mengetahui nya jika dia adalah putri kandung ku” ucap hengki. Jun memperlihat kan senyum smirk nya, “seperti nya ini kemauan mu untuk melihat beberapa pertunjukan. Tadi nya aku ingin menunggu saat pesta akan selesai, tapi kau telah menuju penjara mu sendiri” ucap jun. Hengki yang mendengar itu sedikit terguncang di hati nya apa yang di maksud anak ini ? Gumam nya. Tak lama beberapa polisi memasuki area pesta, mereka telah di minta oleh jun untuk menangkap penjahat di pesta nya. Dengan tenang polisi itu berdiri di antara para tamu, semua pun penasaran mengapa ada polisi di aula ini apa ada seorang penjahat, bisik para tamu yang ada di sana. Keluarga bram juga melihat kerah nya, sementara ayah bram yang adalah sahabat dekat hengki merasa seperti ada sesuatu yang telah di rencana kan. Bram dengan serius melihat ke arah jun dan hengki yang sedang beradu mulut. Sementara hengki belum mengetahui jika ada polisi yang menatap ke arah nya.
__ADS_1