
Pagi nya mereka kembali sekolah. Di sekolah lala melihat bram yang wajah nya terlihat seperti mata panda pun bertanya pada bram.
“Mengapa kau seperti itu bram apa kau sakit” tanya lala sambil menempelkan telapak tangan nya di jidat bram. Tiba tiba saja
“Deg deg deg deg”
suara jantung bram yang berdegup sangat kencang membuat nya terdiam. Bagai mana tak berdegup lala menempelkan tangan nya di jidat bram seperti seorang kekasih yang menghawatirkan pasangan nya, tentu membuat bram salah tingkah sendiri.
“Tidak, aku hanya tak bisa tidur semalam” ucap bram dengan santai sambil menyembunyikan rasa gerogi nya. Saat dia menghadap kan matanya ke arah lala dia melihat jika lala sudah memakai kalung nya. Dia pun dengan cepat bertanya,
“Apa kau sudah menemukan kalung mu?” ucap bram sambil menatap ke arah kalung milik lala. “Sudah jo menemukan kalung ini” sahut nya. Bram yang mendengar itu senang tapi dia juga berfikir mengapa jo tidak memberi tahu nya. Apa jo sengaja mengerjai nya tanya bram dalam hati. Bram pun tak mengambil pusing yang penting sudah ketemu kalung milik nya.
Saat istirahat lala yang berniat untuk memberi coklat kepada jo untuk berterimakasih malah di perlihatkan dengan adegan yang membuat nya kesal. Dia melihat salah satu murid perempuan memberikan sesuatu pada jo.
Jo juga terlihat mengambil hadiah itu, perempuan di depan nya sangat senang. Hingga pada saat perempuan itu ingin pergi dari tempat nya berdiri, dia tersandung dan ingin terjatuh tapi jo yang ada di depan nya dengan cepat menahan wanita itu. Lala yang melihat nya sangat kesal dan di bakar api cemburu dengan cepat dia membuang coklat yang di genggam nya lalu pergi ke taman belakang sekolah. Dia terlihat murung dan sangat kesal atas apa yang baru di lihat nya.
Waktu pun dengan cepat berlalu, sudah waktu nya untuk para murid pulang. Lala yang memikirkan jo otak nya tak karuan, hanya ingin mengucap kan terimakasih saja tapi sangat susah untuk diri nya. Terlebih lagi melihat pemandangan yang membuat nya kesal. Lala pulang bersama ketiga kaka nya, kali ini dia tak mengeluarkan suara sedikit pun. Hal itu membuat yang bertanya tanya
“Apa kau tidak papa? Mengapa hari ini terlihat berbeda tak seperti biasa nya” tanya yang pada lala dia berada di kursi depan mobil bersama pak andi. Lala pun menjawab nya dengan tenang
“Tidak papa ka, aku hanya memikirkan nilai ku yang turun. Tidak ada apa apa pada diriku” dalih nya. jo yang mendengar itu pun mulut nya gatal ingin meledek lala “Apa kau ingin kelas tambahan? Aku bisa mengajari mu semua pelajaran” ucap jo sambil meledek. Lala yang tadi nya ingin berniat meminta maaf jadi mengurung kan niat nya karna dia kesal dengan jo saat ini.
Mereka yang sudah di rumah pun masuk ke kamar mereka masing masing untuk membersih kan diri. Setelah itu mereka ke ruang makan untuk mengisi perut mereka yang lapar. Saat di meja makan lala yang masih terdiam dia tak terlihat mengoceh sama sekali. Selesai makan ia pun pergi ke kamar nya. Jo memandangi nya dengan heran mengapa dia seperti menjauhiku, apa dia masih marah karna aku meledek nya tanya nya dalam hati. setelah itu dia melanjut kan makan nya.
Di kamar lala yang terlihat masih murung lantas menghubungi riana dia melakukan vidcall dengan riana. Tak lama riana pun mengankat nya, “Ada apa la?” ucap nya yang terlihat sedang berada di toko ice krim nya. “Tidak tau aku hanya merasa kesal saat ini fikiran ku tak karuan” sahut nya dengan menujukan ekspresi yang tak bersemangat. Riana yang melihat lala pun akhir nya memberikan ide pada nya. “La aku akan memberitahukan sesuatu pada mu” ucap nya. Lala yang penasaran pun bertanya “Apa na katakan cepat” sahut nya dengan nada yang bersemangat. Setelah itu riana berbisik memberi tahu lala “Pergi lah untuk minum, aku sering melihat kaka ku saat dia sedang ada masalah dia selalu meminum alkohol. Setelah itu dia tak memikir kan masalah nya lagi” ucap riana sambil berbisik di handphone nys dengan pelan karna dia takut di dengar oleh kakanya.
Lala yang mendengar itu pun dengan cepat menyetujui nya tapi dia meminta riana untuk pergi bersama nya membeli alkohol ringan yang ada di supermaket. Riana pun menyetujui nya mereka mematikan telepon nya dan bersiap. Mereka janjian untuk bertemu di super maket dekat sekolah nya. Setelah itu lala yang sudah rapi turun ke bawah kaka nya melihat ke arah nya. Tapi lala hanya lewat saja tak melihat jika ada seorang kaka yang melihat nya.
“Stop, mau ke mana?” suara dingin jun membuat nya memberhentikan langkah nya. Lala yang deg deg kan sangat panik tapi dia membalikan badan nya, dengan tenang ia menjawab.
“Eh, ada ka jun yang sangat tampan. Maaf aku tidak melihat mu, aku ingin keluar bersama riana untuk pergi ke cafe dekat sekolah di sana ada menu baru yang paling enak aku penasaran ingin mencoba nya. Apa kau mengizin kan ku keluar?” ucap nya sambil mengedipkan mata bertingkah imut pada jun agar mendapat izin darinya. Jun yang tak berdaya melihat lala pun memberinya izin
“Apakah hanya riana tidak ada yang lain? Apa cowo itu tidak ikut bersama kalian?” tanya nya “Tidak ka, aku hanya berdua saja dengan riana” ucap lala. Jun yang mendengar itu sangat lega dia pun dengan senang hati mengizin kan nya.
__ADS_1
“Baiklah, minta lah pak andi untuk mengantar mu” ucap jun lagi. Tapi lala langsung menjawab nya “Tidak usah ka, aku akan naik taxi” smbil berjalan ke arah pintu rumah.
Lala pun telah sampai disana riana juga terlihat sedang menunggu. Mereka pun terduduk di meja yang di sediakan di luar supermaket.
“Bagaimana membeli nya kita kan masih di bawah umur?” tanya lala pada riana. Dia juga nampak bingung karna mereka yang masih di bawah umur pasti pelayan toko tidak mengizinkan nya untuk membeli. Mereka pun nekat mencoba nya tapi pelayan toko tak membolehkan nya, karna mereka tak menunjukan kartu identitas milik mereka. Jadi pelayan toko takut memberikan mereka minuman itu, bagaimana jika pelayan tersebut akan di tangkap oleh polisi atas tindakan menjual alkohol kepada anak di bawah umur.
Mereka pun kembali duduk di tempat mereka sebelum nya. Mereka tak tahu harus gimana sperti nya mereka gagal. Tiba tiba riana yang memiliki ide pun dia membuka layar handphone nya dan menelpon salah satu kontak nya, dia terlihat menghubungi bram. Dia menyuruh bram untuk menghampiri diri nya dan lala. Bram yang mendengar riana bersama lala dengan cepat dia bersiap siap dan menuju ke tempat mereka berada. Setelah sampai bram pun duduk di antara kedua nya.
Bram memandangi kedua nya yang saling menatap seperti berkomunikasi lewat telepati. Bram pun menaruh dua tangan nya di atas meja lalu meletakan di atas dagu nya dan bertanya. “Sebenar nya ada apa?” tanya bram.
“Begini kau masuk lah kedalam beli lah beberapa bir untuk kami” ucap lala. Lalu bram yang mendengar itu ingin berbicara “Kalian.. Baru saja ingin melanjutkan nya mulut nya di tahan oleh jari lala sambil mengatakan “Sudah tak usah banyak bicara, cepatlah ke dalam” ucap nya sambil mendorong bram untuk pergi ke dalam super market.
Bram mau tak mau akhir nya dia masuk juga, tapi saat ingin membayar dia juga disuruh menunjukan identitas nya. Karna dia juga masih di bawah umur dia pun juga tak berhasil membeli nya. Lala dan riana yang mengintip dari luar juga merasa kecewa. Mereka bertiga terduduk di tempat nya lagi, sekarang pun bram juga tidak mengerti mengapa ia ikut merenung bersama kedua nya.
“Sebenar nya kalian kenapa, kenapa ingin sekali meminum minuman beralkohol” tanya bram tapi riana dan lala tak menghiraukan bukan nya menjawab lala hanya melontarkan pertanyaan untuk nya.
“Apa kau pernah minum bram?” tanya lala “Tentu saja pernah” ucap bram menjawab pertanyaan lala “Dimana saat kau membeli minuman itu,dan kenapa kau meminum nya” tanya nya lagi. Bram pun menghela nafas dia seolah tak mengerti dengan kedua wanita yang ada di depan nya tapi walau begitu dia tetap menjawab pertanyaan lala
“Aku tak membeli nya, aku mengambil nya di gudang penyimpanan milik ayah ku” ucap nya Lala yang mendengar itu teringat jika dirumah nya juga ada tempat penyimpanan minum sama seperti yang di katakan bram . Lalu lala tiba tiba menggebrak meja di depan nya.
Hal itu sontak membuat bram dan riana terkaget. Dengan senyum licik nya lala membuka mulut nya dan mengatakan “Bodoh nya aku kenapa harus membeli nya, dirumah ku juga ada tempat seperti itu” ucap nya.
“Astagaa, la tidak usah membuat kita kaget juga jantung ku hampir copot saat melihat mu menggubrak meja” ucap riana. Bram yang mendengar omongan lala sejenak dia terdiam pasti itu semua milik kaka nya, dan pasti semua minuman dengan alkohol yang berkadar tinggi bagaimana kalau mereka sampai mabuk ucap nya dalam hati.
“Tunggu tunggu itu pasti minuman yang alkohol nya tinggi kalian jangan coba coba pasti kalian belum pernah minum kan?” ucap bram dengan wajah yang panik.
“Tidak apa bram kami sanggup menahan nya, terimakasih telah memberikan ide untuk ku” ucap lala dengan percaya diri.
“Pasti kaka mu tidak akan mengizinkan nya kan” ucap bram lagi dia ingin mencegah supaya lala tidak berbuat yang aneh.
“Tentu saja tidak, maka itu aku akan mengendap endap untuk mengambil nya” ucap lala lagi. Bram merasa sangat frustasi mengapa ia bisa mengatakan hal itu, karna diri nya lala dan riana jadi ingin melakukan hal yang sama dengan nya. saat lala dan riana ingin pulang mereka di tahan oleh bram
“Tunggu, biarkan aku mengantar kalian setidak nya kalian sampai dengan aman. Jika kalian ingin melakukan itu lakukan lah. kalian para wanita susah sekali untuk di bujuk” ucap bram sambil berjalan menuju mobil nya. Riana dan lala pun ikut masuk.
__ADS_1
Tak lama mereka pun sudah sampai di rumah lala, bram hanya mengantar nya sampai gerbang dia tak ikut masuk dan setelah itu bram pun pergi. Mereka berdua pun masuk riana tampak deg deg an karna ini akan jadi kali pertama nya minum. Tapi lala dengan santai nya berjalan sambil menggandeng riana. Kebetulan jimy yang dan jo sedang berada di ruang keluarga otomatis mereka melihat lala dan riana. Jimy pun sangat senang melihat riana, kedua nya berjalan dan tak menghiraukan mereka. lalu saat ingin menaiki tangga lala menyuruh riana untuk pergi ke kamar nya duluan.
Riana hanya meng iyakan, karna lala ingin mengambil sesuatu untuk di makan bersama nya dan riana. sambil mengambil beberapa snack dan minuman berasa yang ada di lemari es. Sebelum naik lala menoleh ke arah kaka nya yang sedang bermain game. “Kalian jangan ada yang memasuki kamar ku, jangan mengganggu ku dan riana” ucap nya lalu dia menaiki tangga rumah nya menuju kamar nya. Setelah itu lala meletakan apa yang di bawa nya ke meja kecil yang berada di depan sofa kecil milik nya.
“La, kamu yakin akan melakukan nya bagaimana kalau kaka mu melihat kita” ucap riana yang sudah terlihat sangat panik. “Tenang saja kaka ku tidak akan memarahi ku, aku juga sudah bilang kepada trio kwek kwek agar tidak menganggu ku” ucap nya, riana yang mendengar itu pun tertawa saat mendengar trio kwek kwek, bisa bisa nya lala menyebut mereka bertiga seperti itu.
Lalu lala mengajak riana untuk ikut bersama nya dan membawa salah satu paper bag dari dalam kamar nya. Dia mengajak riana ke gudang, tidak ada yang memperhatikan mereka di luar sangat sepi. Lala pun membuka pintu yang ada di dalam gudang saat masuk ke dalam nya riana sangat terkejut, dengan yang di lihat nya begitu tinggi rak rak yang ada di depan nya terlebih lagi semua nya berisi minuman. Riana yang sangat asing melihat minuman minuman itu dia tak mengetahui ada minuman seperti ini. Dia mengingat ngingat kaka nya tak meminum minuman seperti ini. Dia pun takut jika yang di katakan bram benar, jika di depan nya adalah minuman berkadar tinggi.
Lala dengan asal mengambil satu botol di depan nya dia memasukan nya ke dalam paper bag yang sudah ia bawa. Dia pun juga mengambil beberapa buku agar kaka nya tidak merasa curiga. Saat mereka keluar dari gudang mereka terkejut dengan jo yang ada di depan pintu gudang mereka berdua terkaget. Dan berteriak sangat kencang
“Aaaahhhh”
Karna kondisi ruangan di dalam gudang yang juga terlihat seram mereka pun terkejut. Lalu lala memukul mukul jo yang ada di depan nya. Jo pun tertawa melihat ekspresi mereka yang ketakutan. “Sudah hentikan sakit” ucap jo lala yang masih kesal tak menghiraukan nya dan pergi ke atas kamar nya. Dia masih sangat kesal pada jo hingga dia ingin menghilang kan pikiran nya yang tak karuan.
Mereka berdua telah sampai di dalam kamarnya, kedua nya masih memandangi botol yang telah di ambil nya. Mereka berdua ingin meminum nya tapi masih ragu, akhir nya lala memberanikan diri membuka botol itu. Tanpa tau apa nama minuman itu, mereka pun meminum nya saat menelan itu mereka merasakan pahit di mulut nya karna kedua nya baru pertama kali meminum minuman mabuk dan parah nya mereka langsung meminum whiskey untuk pertama kali nya.
Whiskey adalah salah satu minuman dengan kadar alkohol yang tinggi, kadar nya berkisar 20 hinga 50%. Hal ini dapat mengakibatkan seseorang lebih cepat mabuk. Menurut Inoue, hal ini disebabkan oleh terganggunya kadar PH dalam tubuh manusia, diakibatkan oleh minuman tersebut.
Tapi mereka tetap meminum nya lagi dan lagi walau terasa pahit mereka merasakan hal yang belum pernah mereka rasakan. Sementara itu bram yang panik hanya bisa mondar mandir di kamar nya, bagai mana kalau sesuatu terjadi pada nya. Tapi karna posisi mereka yang ada di dalam rumah, bram pun sedikit lega karna ada banyak orang di sana, selama ini dia juga telah melihat jika kaka nya selalu bersikap baik pada lala.
Jam sudah menunjukan pukul delapan malam, sudah tiga jam berlalu tapi lala dan teman nya tak juga turun padahal jun telah menyiapkan makanan yang lebih banyak agar teman lala bisa ikut makan malam bersama. Tak lama yon dan jake sudah tiba, dia merasa aneh tidak ada lala yang menyambut nya, karna biasanya saat pulang lala selalu berlari memeluk nya. Yon pun bergabung kepada adik nya dan menanyakan ke beradaan lala “Di mana lala? Mengapa aku tidak melihat nya” sambil membuka jas nya. Jake pun juga baru menyadari dia tidak melihat lala
“Dia ada di kamar nya bersama riana” sahut jo. Tumben sekali dia membawa teman nya apa karna besok libur sekolah jadi dia bermain hingga larut pikir yon. Dia pun duduk di sofa yang ada di depan nya. Tak lama jun telah selesai menyiapkan makan malam lalu jun pun menyuruh jo untuk memanggil lala untuk turun makan. Jimy yang mendengar itu dia tiba tiba saja berdiri membuntut di belakang jo dia hanya ingin melihat riana, sedangkan yang lain telah pindah dari ruang keluarga ke ruang makan. Mereka masih terduduk menunggu lala dan teman nya turun
Namun saat jo membuka pintu dia mencium aroma yang sangat ia kenal, dengan cepat jimy dan jo pun masuk ke dalam. Betapa terkejut nya mereka melihat lala dan riana yang tergeletak mabuk. Bagai mana tidak mereka menghabiskan sebotol wiski berdua pasti lah mereka mabuk. Jo dan jimy tak tahu harus berbuat apa, lala dan riana yang masih bisa melihat di depan nya dia pun mengajak jo dan jimy untuk bergabung. Namun jo mengangkat tubuh lala dan membaringkan nya ke kasur, sedangkan jimy masih nemandangi riana yang tengah mengoceh tak jelas. Dia tertawa kecil saat melihat riana.
Lalu jo dengan cepat mengabari kaka nya yang masih menunggu untuk makan “Ka sepertinya lala dan teman nya mabuk, dia telah meminum whiskey” ucap jo, semua pun terkejut dan menuju ke kamar lala untuk melihat nya. Semua pun telah sampai jun memegang jidat nya yang terasa pusing. “Mengapa dia selalu saja membuat ulah” ucap nya. Tapi semua tertawa melihat tingkah konyol lala bagai mana bisa anak yang masih bau kencur meminum whiskey, pasti ini baru pertama kali bagi mereka jadi meraka cepat mabuk, padahal baru satu botol saja yang mereka minum.
Setelah itu riana yang melihat di depan nya sangat ramai dia pun membuka mulut nya dan berbicara pada jimy. “Ka jimy, aku sudah melarang nya tapi dia tetap memaksa ku untuk ikut mengambil minuman di dalam gudang. Aku sudah melarang nya tapi dia tak menghirau kan ku” ucap riana dengan keadaan yang sangat mabuk. Semua di kejutkan lagi dengan perkataan riana, tentu saja perkataan riana membuat jun semakin pusing bagaimana dia bisa kecolongan oleh seorang bocah kecil yang bisa mengambil minuman di bawah gudang pikir nya.
“Seperti nya aku kurang keras mendidik nya” ucap jun. tapi semua merasa sangat lucu dengan ke adaan sekarang dua anak kecil yang sedang mabuk karna sebotol whiskey. “Jimy antarkan lah riana pulang, sampaikan permintaan maaf untuk kedua orang tua nya” titah jun. Jimy dengan senang hati menuruti perintah nya. Dia membawa mobil nya yang terparkir di garasi rumah. sebenar nya, yang jo dan jimy sudah bisa mengendarai mobil. Karna mereka belum memiliki sim jadi jun belum berani jika mereka ke sekolah membawa mobil nya masing masing.
Jimy pun menggendong riana dan membawa nya pulang, padahal dia tidak tahu di mana rumah riana. Tapi saat dia memasuki mobil ada sebuah pesan masuk. Jake telah mengirim kan alamat rumah riana pada nya, karna sewaktu teman nya datang jake dan yon selalu mencari tahu asal usul nya. Jimy yang tak heran lagi segera melajukan mobil nya. Saat di tengah jalan riana membuka mulutnya dan berkata. “Ka jimy, mengapa kau sangat tampan” ucap nya dengan mata yang tertutup, jimy yang mendengar itu menoleh dan tersenyum lebar mendengar itu. Biasa nya jika orang sedang mabuk cenderung akan berkata jujur dengan apa yang ada di dalam hati dan pikiran nya. Jimy jadi di buat salah tingkah oleh riana dia pun membalas “Iya aku tahu, aku sangat lah tampan” jawab jimy. pikir nya toh riana juga tidak akan mengingat omongan nya jadi dia dengab blak blak kan berbicara lantang pada riana. Lalu tiba tiba jimy menanyakan pertanyaan yang spontan keluar dari mulut nya “Apa kau menyukai ku?” ucap nya, jimy yang berfikir tidak mungkin itu hanya tertawa.
__ADS_1
“Iya aku menyukai mu ka”