
Jo sudah sampai di depan rumah riana, tepat di belakang mobil nya terdapat mobil jimy. Lala dan riana berpamitan kepada kirana, setelah nya mereka berdua masuk kedalam mobil. Saat riana ingin ikut ke dalam mobil jo, dengan cepat lala menarik nya ke depan mobil jimy dan menyuruh riana masuk. Mobil kedua nya pun telah berjalan pergi.
Jimy sangat senang bisa kembali bertemu dengan riana, dia masih ingat saat terakhir kali mereka berjumpa. Suasana ke dua nya sangat canggung, jimy memberanikan diri untuk membuka pembicaraan.
“Hm, lama tak berjumpa. Bagaimana kabar mu?” ucap jimy, “Aku.. Baik baik saja, bagaimana dengan mu ka?” sahut riana. “Seperti yang kau lihat aku juga baik baik saja, tak terasa kan sebentar lagi kau akan berkuliah. Apa aku sudah bisa mendapat kan jawaban nya?” ucap jimy, riana kemudian kembali teringat dengan janji terakhir nya, saat jimy menyatakan cinta kepada nya.
*Setahun yang lalu....
Saat pernikahan adrian, jimy mengantar riana untuk pulang. Malam itu jimy tak kuasa melihat wajah riana yang begitu cantik di poles dengan make up tipis. Jimy selalu mencuri pandang kepada gadis yang di suka nya, ia mencoba menahan rasa nerveous nya tetapi tetap tidak bisa.
__ADS_1
“Riana...” panggil jimy dengan nada tergetar, “Hum, iya ada apa ka?” sahut nya. “Apa kau tidak mengingat sesuatu pada saat itu?” tanya jimy, yang penasaran apa benar benar riana tak mengingat waktu pertama kali riana mencium nya. “Yang mana ka?” timpal nya, jimy menghentikan mobil nya dipinggir jalan dan berkata “Aku tidak tahu ini akan membuat mu ingat atau tidak. Tapi sebelum nya kita pernah..” (chup..) bibir jimy mendarat tepat di mulut riana.
Bibir mereka bersentuhan satu sama lain membuat riana terbelalak. jimy meraup bibir kecir riana yang sangat mungil, bibir nya terasa manis membuat jimy kalap dengan perlakuan nya. Saat riana sudah susah untuk bernafas jimy baru melepas nya. “Bagaimana? Apa kau sudah mengingat nya” tanya jimy dengan lembut dan merasa sedikit puas dengan ciuman nya. Riana yang masih terdiam tidak menyangka jimy akan melakukan nya, sebenar nya dia mengingat kejadian waktu itu tapi dia berpura pura tidak tahu. Dia terlalu malu dengan jimy, karena seingat nya dia mengatakan suka kepada jimy dan langsung mencium nya.
“Ka jimy.. Sebenar nya aku mengingat nya hanya saja aku malu..” sahut riana sambil menunduk kan kepala nya. Sementara jimy kaget dengan pernyataan dari riana, selama ini gadis itu menyembunyikan nya jika ia mengingat tentang kejadian itu. “Lantas apa ucapan itu yang ada di hati mu?” tanya jimy, kemudian riana hanya terdiam dan mengangguk. Hati jimy berdetak tak karuan, dia tak kuasa menahan rasa senang di hati nya. Gadis yang di sukai nya selama ini juga menaruh rasa kepada nya.
“Ka jimy.. Begini umur ku masih sangat kecil. Walaupun memang aku menyukai mu tapi bisakah tunggu aku hingga aku lulus? Setelah itu aku akan mempertimbangkan nya” sahut riana. Jimy sedikit kecewa dengan jawaban nya, tapi dia juga setuju dengan riana. Bukan kah lebih bagus jika umur nya sudah matang untuk berpacaran. “Baiklah aku akan menunggu mu, ingat jika aku mencintai mu. Jangan pernah lagi kau berpura pura tak mengingat tentang ciuman yang ku berikan”
...****************...
__ADS_1
“Bagaimana apa kau sudah bisa menjawab ku sekarang” ucap jimy, ingatan riana buyar saat mendengar percakapan nya. “Ka jimy.. Aku sudah memutuskan nya selam itu, sekarang aku sudah siap menjadi pacar kakak” sahut riana dengan cepat, dan jimy yang terkaget mendengar nya. Mengerem mobil nya secara mendadak, membuat badan riana terdorong ke depan. “Awww...” rintih riana, dengan cepat jimy menarik wajah gadis di samping nya. “Maaf, aku terkejut dengan ucapan mu. Biar ku lihat di bagaian mana yang sakit” ucap jimy dengan lembut sambil mengecek di sekitar wajah riana takut ada luka lebam di sekitat kening nya. “Tidak ka, aku tidak apa apa” sahut riana, Jimy menatapi ekspresi riana yang terlihat malu saat kedua nya bertatapan cukup dekat.
“Kau fikirkan lah baik baik, apa benar ingin sudah siap untuk menjadi kekasih ku?” tanya jimy sekali lagi. “Humm, iya ka aku sudah siap” sahut riana, jimy yang sudah sangat senang dengan jawaban riana kembali memandangi nya. “Kalau begitu terimalah ini” Jimy mencium riana tepat di bibir nya dan melepaskan nya. “Ini hanya sebagai tanda kau sudah jadi milik ku” ucap nya. Pipi riana memerah dia tak percaya jika hari ini mereka sudah resmi berpacaran. “Ka, jangan beri tahu ini dulu kepada lala” ucap nya dengan menggenggam baju jimy. “Oke, aku tidak akan mengatakan nya. Tapi cepat atau lambat dia juga akan mengetahui nya” sahut jimy. Kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan yang sempat tertunda, bahkan mobil jo sudah tak terlihat lagi dari pandangan mereka.
Sementara jo dan lala sudah sampai di vila mereka, lala segera memeriksa kamar yang sering ia tiduri jika kesana. “Huhhh, untunglah pakaian ku masih ada di sini” gumam nya. Jo mengitari vila di sekitar nya, ia mencari sebuah pohon yang tumbuh di halaman nya. “Bahkan tulisan mu masih terukir jelas disini” ucap jo sambil mengusap batang pohon yang terdapat nama nya dan lala. Waktu mereka kecil kedua nya sering datang kesana, dan saat bermain lala mengukir nama nya dan jo.
Di dalam vila lala mencari cari jo, namun tak kunjung ketemu. Saat lala berjalan ke balkon kamar ia melihat dari atas jo sedang berada di bawah pohon. Lala segera turun dan menghampiri nya, “Jo.. Sedang apa?” tanya nya sambil berlari, dan saat sudah di dekat jo lala memeluk nya. “Biarkan aku memeluk mu, aku rindu saat kita bermain bersama disini” ucap lala, jo hanya membalas pelukan lala. Sampai sekarang ia masih belum berani menyatakan perasaan nya, walaupun ia sudah mengetahui jika lala menyukai nya.
“Kemana ka jimy dengan riana ya mengapa belum sampai” ucap lala yang teringat dengan teman nya lalu melepas pelukan nya. “Kita tunggu saja disini, sebentar lagi mereka juga akan sampai...”
__ADS_1