7+1 Child

7+1 Child
Belanja bersama Nenek


__ADS_3

Lala yang sudah terlihat rapih, dia menunggu jun dan nenek. Jo melihat lala dengan pakaian yang sangat rapih dia pun bertanya kepada nya “Kau ingin kemana?” tanya jo, lala dengan cepat menjawab “Tak usah kepo dengan urusan ku.. Wlee” ucap nya dengan sedikit meledek. Jo yang melihat lala bertingkah konyol dia ingin membalas nya, tapi tak lama jun dan nenek keluar dengan bersamaan. Lala pun langsung menghampiri mereka “Ka, ayoo kita pergi” ucap nya. Jun yang melihat lala hanya mengiya kan, mereka pun berjalan bersama. Lala selalu menggandeng tangan nenek nya, mereka berbelanja dengan sangat senang nya. Jun dan nenek terlihat sedang memilih bahan makanan, sementara lala sibuk berkeliling membawa troli di tangan nya, dia memasukan apa saja yang ia suka. Jun dan nenek sudah selesai keranjang yang mereka bawa pun sudah terisi penuh, tapi jun tak melihat lala. Dia mencari lala sementara nenek sedang mengantri di kasir. Jun mencari adik perempuan nya ke segela super market, ternyata adik kecil nya sedang melihat ke arah dua barang di depan nya. Jun pun menghampiri lala, “Ada apa, apa yang kau lihat” tanya jun kepada adik perempuan nya. Lala hanya diam saja masih melihat dua snack dengan rasa berbeda. “Ka, lihat lah aku harus mengambil yang mana?” tanya nya, “Jika kau bingung ambil saja kedua nya” ucap jun sambil menghela nafas melihat tingkah lala. “Oh iya, baiklah kalau begitu aku akan ambil kedua nya” ujar lala. Mereka pun akhir nya menyusul nenek yang sedang berada di kasir. Saat nenek melihat keranjang lala dia sangat terkaget dengan isi di dalam nya, “Mengapa banyak sekali?” tanya nenek. Lala dengan cepat menjawab “Nek, ini bukan untuk ku saja tapi ini untuk semua yang ada di rumah” jelas nya. Nenek pun menghela nafas, kasir pun telah menghitung belanjaan semua nya total nya mencapai kisaran lima juta. Nenek hanya terdiam mendengar nominal yang di sebutkan, tapi dia juga tak heran lima juta bagi keluarga ini pun terasa kecil. Mereka pun telah selesai membayar nya dan bergegas pulang. Saat sampai di rumah lala membawa tas belanja yang di tenteng nya ke arah kaka nya yang sedang bermain. Dengan cepat semua yang melihat, menyerbu nya. Mereka melanjutkan waktu berkumpul nya di ruang keluarga, sementara nenek dan jun sibuk menata belanjaan mereka di dapur. Semua menikmati hari libur dengan senang, mereka seperti tak ada bosan nya berkumpul bersama. Setelah menata belanjaan nenek dan jun ikut berkumpul bersama, nenek terlihat bahagia melihat anak anak di depan nya yang sedang bercanda. Tapi jun sedari tadi memerhatika sang nenek, ada sesuatu yanh ingin di sampaikan nya. Jun pun beranikan diri untuk bertanya “Nek, apa aku boleh bertanya” ucap nya, “Silahkan saja kau boleh bertanya apa pun” jawab nenek. Jun merasa lega dengan ucapan nenek dia pun segera meluapkan yang ada di fikiran nya “Pada saat kemarin nenek bilang ada seorang lelaki yang mendatangi mu. Apa nenek tau siapa orang itu” tanya jun. Nenek yang mendengar ucapan jun dia teringat jika selama ini dia tak mengetahui siapa pria itu “Aku tidak pernah menanyakan nama nya, waktu dia pertama kali datang hanya mengatakan jika cucu ku masih hidup. Pada saat itu dibaju nya terdapat banyak sekali darah, ditangan nya juga ada banyak luka gores” jelas nenek. “Aku yang kasihan melihat nya lalu mengobati pria itu. Dia pun menginap beberapa hari di rumah ku, saat dia sudah sehat dia pergi dan mengatakan pada ku untuk tidak mencari keberadaan cucu ku. Karna dia bilang cucu ku hidup dengan sangat terjamin” lanjut nya lagi. “Pria itu pun pergi saat itu juga, namun dia sering beberapa kali datang membawa beberapa foto cucu ku. Aku tak mengerti apa yang di perbuat nya, tapi dia tak ada niat jahat kepada ku” ucap nya. Semua yang ada di ruang itu pun di buat bingung saat mendengar penjelasaan sang nenek. Karna jika begitu selama ini lala telah diam diam di awasi. “Apa nenek tahu ciri ciri orang itu” tanya jun lagi, nenek pun terlihat berfikir mengingat ngingat sosok pria itu dia pun akhir nya menjawab “Pria itu sudah tua tapi badan nya sangat gagah, wajah pria itu brewokan. Kalau tidak salah di leher nya terdapat tato bintang” jawab nenek. Semua pun terkejut dengan ciri ciri yang di jelaskan nenek, karna ayah mereka juga mempunyai tato bintang di leher nya. Lalu jake menunjuk ke arah sebuah bingkai foto yang berada di sana “Apa seperti itu nek kelihatan nya?” tanya jake, nenek melihat dan memperhatikan postur nya sama tapi muka nya berbeda. “Tidak ini sangat berbeda” sahut sang nenek, jun juga menyadari bagaimana jika orang yang sudah mati hidup kembali itu sangat tidak mungkin. “Oh iya nek, nenek bilang jika banyak barang ibu ku yang masih ada. Bisa ceritakan apa saja” tiba tiba saja lala menimbrungi obrolan nenek dan yang lain nya. “Tentu, banyak sekali barang ibu mu yang masih bersama ku salah satu nya gelang yang ada di tangan mu. Lihat lah di gelang itu terukir nama ibu mu, itu pemberian dari mendiang kakek mu untuk di berikan nya sebagai hadiah ulang tahun” ucap nenek. Lala langsung melihat gelang nya memang benar tertulis nama Angela, “Apa ada lagi yang lain nek?” tanya lala. “Ada foto ibu mu, beberapa piala yang di dapat ibu mu dan masih banyak yang lain” ucap nenek. Lala yang mendengar kata piala dia sangat antusias lomba apa yang di ikuti ibu nya dulu sewaktu masih muda, “Ibu ku mengikuti lomba nek?” tanya lala lagi. Nenek hanya mengangguk “Ya, ibu mu sering mengikuti lomba menyanyi dan menari dia selalu mendapat juara satu” jelas nenek. Yon yang mendengar itu dia ikut berbicara “Memang buah jatuh tak jauh dari pohon nya” ucap yon, lala yang mendengar itu langsung mengatakan kepada nenek nya. “Lihat nek, aku juga punya banyak piala semua nya juga juara satu” ucap nya sambil menunjuk ke lemari kaca yang berisi banyak piala. “Wahhh, hebat kau memang menuruni ibu mu” ucap sang nenek dengan terkagum. Nenek beberapa kali tetlihat menciumi pipi lala, walau pun baru satu hari bersama dia ingin terus menciumi cucu perempuan nya. Sekaligus mengobati rindu bertahun tahun yang selama ini di rasakan nya. Walaupun sedikit canggung untuk lala tapi dia tetap senang di cium oleh nenek nya. Sementara yang lain melihat nya hanya tertawa melihat lala, karna biasa nya lala yang menciumi mereka sampai pipi mereka dibuat basah oleh nya.


__ADS_2