
Sementara itu jimy, yang dan jo sedang bersiap untuk pergi ke tempat adrian. Kali ini mereka pergi tak di antar pak andi, mereka memilih berangkat bertiga saja. Jo menyetir di depan, Yang di samping nya sedangkan jimy duduk seorang diri di belakang. Yon dan jake seperti biasa nya ke kantor, di rumah hanya ada jun hans lala dan nenek. Saat lala menuruni tangga jun melihat adik nya sudah rapih dan cantik. Jun yang penasaran lalu bertanya pada nya “Kau mau kemana? Ini masih pagi” tanya jun lala yang mendengar hal itu lalu dengan cepat menjawab nya “Aku ingin ke rumah riana” sahut nya. “Ayo aku yang akan mengantar mu” ucap jun, lala hanya menuruti apa yang di perintah kan oleh kaka sulung nya. Lalu dia berpamitan dengan nenek dan hans yang sedang mengobrol di ruang keluarga. Setelah itu lala menyusul jun yang sedang berjalan ke arah mobil nya. Mereka pun sudah terduduk di dalam mobil, jun dengan cepat menginjak kan pedal gas nya. Saat di tengah perjalanan jun mengatakan sesuatu kepada lala “Jika sedang berada di luar kau harus berhati hati kepada orang asing. Kalau bisa kau jangan terlalu menanggapi orang orang yang terlihat mencuriga kan, bisa saja orang itu adalah penjahat yang sedang menyamar” ucap jun “Di jaman sekarang banyak terjadi kasus pencurian dengan modus menanyakan alamat lalu kita tak sadar jika sedang di hipnotis oleh nya” lanjut jun. Sebenar nya jun mengatakan itu agar lala bisa berhati hati, karna saat ini hengki dan putri nya merencana kan sesuatu yang belum di ketahui apa yang mereka ingin lakukan. Lala hanya mengangguk kan kepala nya sambil berbicara pada diri nya “Tumben sekali ka jun mengatakan hal seperti ini” gumam nya dalam hati. Setelah itu mereka berdua pun telah sampai di rumah riana, lala dengan cepat berpamitan dengan jun. Saat lala sudah masuk ke dalam rumah riana, Jun masih berada di depan dia ingin memastikan jika lala sudah sepenuh nya masuk ke dalam. Jun pun mengeluarkan ponsel nya, dia menyuruh beberapa body guard untuk mengawasi di sekitar toko riana. Dia yang belum merasa puas dengan para body guar nya lalu dia menelfon adrian tak lama panggilan nya pun telah di jawab “Hallo, aku menaruh beberapa body guard di sekitar tempat lala berada, tapi aku merasa khawatir suruh lah anak buah mu juga ikut menjaga bersama mereka” ucap jun, adrian menuruti permintaan teman nya. Setelah itu baru lah jun sudah lega tidak ada lagi yang mengganjal di hati nya. Lalu jun bisa dengan tenang kembali kerumah nya. Karna untuk saat ini jun bersama yang lain nya, memutus kan untuk berhenti sejenak menyelidiki kasus kematian orang tuanya. Karna dia sudah mengetahui latar belakang chandra dia yakin jika pria tua itu tak bersalah. Jadi dia harus mencari lagi jalan untuk membuka masalah ini, terlebih lagi sekarang lala sedang di incar oleh hengki dan anak nya. Dia lebih mengutamakan keselamatan lala, karena dia tak mau jika akan kehilangan adik perempuan nya.
__ADS_1
Sementara adrian yang telah menelfon anak buah nya dia di kaget kan oleh jimy dan adik nya. Memang ketiga anak itu selalu bersikap jahil kepada nya, sedari kecil adrian sering membantu jun untuk menjaga mereka. “Dooorr..” teriak ketiga nya adrian terkejut hingga melempar handphone yang di genggam nya. Jimy dan yang lain nya tertawa melihat adrian yang sangat terkejut hingga membuang handphone nya. “Haduhhh, kalian ini mengaggetkan ku saja. Cepat masuk rupa nya kalian tak sabar ingin bermain dengan ku yaa” ucap adrian dengan menunjukan senyum smirk nya. Jika biasa nya dulu mereka bertiga sangat takut bertanding dengan nya, sekarang mereka malah bersemangat ketiga nya telah berlatih untuk mengalah kan adrian “Ayoo, siapa takut” tantang jo. Sementara adrian hanya di buat melongo oleh tingkah jo “Apa biasanya mereka akan menunjukan ekspresi yang panik. Ada apa sekarang dengan nya?” gumam nya, akhir nya adrian menyusul jo dan yang lain nya, mereka bertiga sudah masuk terelebih dahulu. Jimy dan ke dua adik nya sudah mengganti pakaian mereka begitu pun dengan adrian. Langsung saja mereka bertanding tiga melawan satu, adrian dengan sangat percaya diri melakukan nya karena dia pasti akan menang. Mereka pun memulai nya pertandingan sangat sengit, mereka bertiga berhasil menahan semua serangan dari adrian. “Hhhhh, rupa nya mereka banyak berkembang aku semakin bersemangat” gumam adrian. Mereka bertarung dengan sangat serius Yang dan jimy beberapa kali terbanting oleh adrian, namun mereka masih memiliki tenaga yang cukup. Setelah satu jam akhir nya adrian mampu di kalah kan oleh jimy dan ke dua adik nya. Semua tergeletak di matras mengakhiri pertarungan yang sangat sengit. Adrian kelelahan tapi dia tersenyum puas kini ketiga bocah nakal itu sudah bisa mengalah kan nya. “Hebat, hebat sekarang kalian bisa mengalah kan ku” ucap adrian dengan nada terengah. “Ya tentu saja, sekarang kau sudah bertambah tua ka” sahut jo sambil meledek. Adriam hanya tertawa kecil “Huhh bocah ini hanya mulut nya saja yang tidak berubah” gumam nya dalam hati.
__ADS_1
Sementara itu lala dan riana yan berada di toko, mereka sedang berbincang bincang. Karena toko yang masih sepi riana dan lala bisa meluangkan waktu untuk mengobrol. Sementara kirana terlihat sedang beberes di sekitaran meja casier. Lala dan riana tampak asyik mengobrol, hingga mereka tak memerhatikan ada seorang yang menatap ke arah mereka. Bodyguard yang di perintah kan oleh jun belum mengetahui jika ada yang melihat ke arah nona kecil nya, tapi anak buah adrian yang sangat berpengalaman mereka sudah menyadari nya. Orang yang memerhatikan mereka pun memasuki toko yang ada di depan nya, anak buah adrian mengikuti dari belakang. Seorang pria itu memberikan sebuah kotak ke arah lala dan riana. “Permisi, aku di suruh memberikan ini kepada seseorang untuk di berikan kepada shiella baskara” ucap pria di depan nya. Dari penampilan nya memang terlihat seperti tukang paket pada umum nya, namun sebenar nya dia adalah bodyguard handal yang di miliki oleh jeni. Pria itu meletakan kotak itu di atas meja, lalu menyuruh lala untuk menandatangani tanda terima paket tersebut. Setelah selesai anak buah adrian menghampiri lala “Tunggu..” suara bariton nya menghentikan langkah pria itu juga lala yang ingin membuka isi paket nya. Pria itu merasakan jika aksi nya telah di ketahui “Ahhhg, si*l” umpat nya, lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu. Sementara itu anak buah adrian di dalam menyuruh yang lain nya untuk mengejar pria itu karna terlihat mencurigakan. Beberapa dari mereka mengejar pria itu, dan ada juga yang masih berada di depan toko milik riana. “Nona aku bodyguard yang di tugaskan oleh tuan jun, izinkan aku untuk membuka dan memeriksa nya terlebih dahuly” ucap bodyguard di depan nya. Dia mengatakan itu karena pasti lala tidak mengenal adrian, jadi dia bilang jika dia adalah utusan jun. Lala yang mempercayai pria itu, lalu memberikan nya pada bodyguard nya “Silahkan..” ucap nya, dia juga teringat oleh pesan jun untuk berhati hati pada orang sakit karna mungkin saja pria itu orang yang memiliki niat jahat. Bodyguard itu telah menerima paket yang di berikan lala, saat dia mebuka nya dia terkejut dengan sebuah pisau yang dilumuri dengan cairan merah yang jika dilihat sekilas seperti darah. Bodyguard itu yang melihat kembalu menutup nya lalu mengatakan “Nona sebaik nya anda jangan melihat ini. Aku akan membuang barang yang tak berguna ini. Lanjutkan saja aktifitas nona, kami masih berjaga di depan. Jika membutuh kan kami silahkan nona memanggil kami” ucap bodyguard itu lalu pergi membawa kotak yang berisi pisau. Dia memotret nya dan mengirimkan nya pada boss nya, adrian yang masih berbaring dengan jimy dan yang lain nya dia yang mendengar notif dari handphone nya lalu membuka isi pesan yang telah di kirim anak buah nya. Saat melihat dia terkejut lalu bangkit dari matras yang sedang ua tiduri. Adrian menunjukan wajah kesal sambil memberi tahu hal itu kepada jun. Ketiga orang di samping nya melihat adrian yang memasang wajah kesal nya membuat mereka bertanya “Ada apa ka?” tanya jimy, “Ah, tidak tidak apa apa. Hanya ada sedikit hama yang menganggu ku” sahut adrian “Hah? Siapa siapa katakan pada ku biar aku beri pelajaran pada nya” ucap jo, adrian yang melihat nya tersenyum sambil mengatakan “Aishh, kamu sudah besar bahkan ingin melindungi ku. Kau membuat hati ku senang” ucap adrian meledek, jo yang mendengar adrian mengatakan itu sambil menunjukan muka imut nya dia sangat aneh dengan nya. Dia pun mengurung kan niat nya “Ahh, tidak jadi kau lawan lah sendiri. Aku tidak akan memukul nya untuk mu” ucap jo dengan cemberut, adrian hanya tertawa dia masih meledek ke arah jo “Ohhh, kenapa kau seperti itu. Tega nya kamu kepada ku” ucap nya dengan nada seperti wanita. Sementara jimy dan yang hanya tertawa melihat tingkah laku adrian.
__ADS_1