7+1 Child

7+1 Child
Penjelasan


__ADS_3

Saat riana masih bingung kenapa tak ada jawaban dari lala, dia pun merasa khawatir. Di pikiran nya terlintas apa kah aku menghubungi ka jimy gumam nya. Ahh tidak tidak bagai mana jika yang semalam itu memang benar ka jimy mencium ku. Riana terlihat sangat kebingungan dia tak tahu harus bagai mana. Dia akhir nya memberani kan diri dia menelpon jimy untuk menanya kan bagai mana keadaan lalaa. Tapi tidak ada jawaban dari jimy dia pun membuang handphone nya ke kasur milik nya “Bodoh tidak mungkin ka jimy mengangkat telfon ku riana apa yang kamu lakukan” gumam nya sambil menguling gulingkan badan nya di tempat tidur nya.


Sementara jimy yang baru keluar dari dalam kamar mandi nya merebahkan tubuh nya di ranjang king size nya. Dia pun mengambil handpone yang tak berada jauh dari samping nya lalu saat melihat ada panggilan tak terjawab dari riana. Dia pun semakin resah mengapa riana menelfon nya apa kah dia ingat apa yang semalam terjadi. jimy akhir nya menelfon balik, karna dia sangat penasaran kenapa riana menelfon nya. Namun bukan nya melakukan panggilan suara dia malah memencet panggilan untuk vidcall saat ingin mematikan nya tapi sudah keburu di angkat oleh riana.


Saat jimy melihat layar di depan nya dia menahan salivanya, dia melihat riana dengan setengah dada riana yang terekspos juga rambut riana yang basah membuat jimy tergugup dengan apa yang di lihat nya. “Halloo.. Ka jimy apa kau mendengar ku” suara riana membuat jimy tersadar. Jimy pun merespon ucapan riana “Ya, ada apa kau menelfon ku, tadi aku sedang ke kamar kecil” ucap jimy. Riana yang mendengar itu pun menjawab nya “Bagaimana keadaan lala apa dia baik baik saja” tanya riana. Jimy seketika merasa kecewa ternyata dia ingin menanya kan lala dia berfikir jika riana menghubungi nya karna ingat tentang kejadian semalam. “ya, dia baik baik saja” ucap jimy. Riana yang mendengar itu pun merasa lega lantas dia ingin mengakhiri panggilan mereka “ka jimy aku hanya ingin menanyakan lala aku akan membantu kaka ku menjaga toko su..” saat ingin melanjutkan omongannya dia di hentikan oleh jimy “Tunggu, apa kau habis mandi?” tanya jimy yang sedari tadi memandangi tubuh riana yang hanya dililitkan oleh handuk. Saat mendengar itu riana melihat tubuh nya dia tidak menyadari jika dia belum memakai baju, badan nya hanya tertutup oleh handuk saja. Namun saat riana ingin berbicara terdengar suara kaka nya yang memanggil nama nya.


“Riana..” dengan cepat riana membalikan handphone nya dan mengakhiri panggilan itu. Tapi karna dia terburu buru dia tak mematikan panggilan itu. Sementara jimy masih melihat layar nya yang sudah terlihat gelap tak ada wajah riana namun dia masih bisa mendengar suara nya. “De, sedang berbicara dengan siapa apa aku mengganggu mu?” tanya kirana pada nya. “Aku berbicara dengan lala aku menanyakan bagai mana ke adaan nya” sahut riana dengan suara yang tergugup. “Benarkah mengapa aku mendengar suara lelaki, apa itu anak muda yang semalam” tanya kaka nya lagi “Ti..tidak ka” jawab riana.


“Oh yaa, kau jangan lupa berterimaksih pada nya, dia telah mengantar mu” namun saat kirana memandangi wajah adik nya dia melihat pipi riana yang kian memerah “Aigoo.. Kenapa wajah mu memerah apa kau menyukai nya” ledek kirana. Riana yang mendengar itu langsung mengalihkan pembicaraan “Sudah sana kaka turun lah aku ingin memakai baju” ucap riana yang kesal karna kaka nya yang meledek. Sementara jimy yang masih mendengarkan nya tertawa kecil dia tersenyum senyum karna mendengar pipi riana yang memerah. Setelah riana selesai dia pun terduduk di kasur nya dia belum mengangkat habdpone nya. jimy yang masih memandangi handphone nya dalam hati mengapa sudah tidak ada suara nya.

__ADS_1


Hufftt mengapa kaka suka sekali meledek ku, tapi apakah dari tadi aku seperti ini ahhh mengapa aku sangat bodohh gumam nya sambil memukul mukul pala nya. Tiba tiba terdengar riana yang sedang mengeluh sendiri. Apa yang akan ka jimy pikirkan tentang ku apa kah dia berfikir aku menggodanya? Aku benar benar lupa jika aku belum memakai baju riana riana sangat bodoh nyaa kamu. ucap riana, tanpa di sadari semua itu di dengar oleh jimy, dia hanya tertawa kecil mendengar perkataan riana. Lalu riana yang meraih ponsel nya dengan cepat jimy yang melihat langsung mengakhiri panggilan itu.


Huffttt untung saja dia belum melihat nya, dia sangat lucu berbeda dari wanita lain. Seperti nya aku tidak salah menyukai nyaa. Ucap pada diri nya sendiri.


Hari pun tak terasa sudah siang lala yang masih di dalam kamar nya dia pun memutus kan untuk keluar. dia ingin meminta maaf pada semua kaka nya terutama jun, dia pun membuka pintu tidak terlihat ada orang dia pun berjalan menuju kamar jun yang juga ber ada di lantai dua. Dia pun membuka melihat jun yang sedang tertidur. Lalu dia memeluk jun sambil merebahkan tubuhnya disamping jun. Jun yang merasa ada pergerakan di kasur nya dia membuka mata nya. Dia melihat adik kecil nya yang menangis, dia pun membalas pelukan lala “Sudah jangan menangis lagi maafkan aku telah membentak mu” ucap nya sambil mengusap bahu lala dan mengecup jidat adik nya. “Ka, maaf kan akuu” ucap lala. “Sudah aku sudah memaaf kan mu, pergilah makan aku sudah membuat steik kesukaan mu, aku juga membeli beberapa mochi untuk mu” lanjut jun.


Di dalam hati lala betapa bersyukur nya dia di kelilingi kaka yang sangat perhatian kepada nya. “Ka, gendong aku sampai ke meja makan” ucap lala. Jun pun menuruti keinginan adik nya lalu jun meletakan bahu nya di depan lala dia pun menggemblok lala turun kebawah. Saat menuruni tangga semua yang ada di ruang keluarga mereka spontan melihat ke arah jun dan lala. dalam hati mereka sangat senang jika lala sudah mau keluar kamar. Sementara jo memandangi lala yang tengah di gemblok oleh jun, dia ingin menghampiri nya tapi takut emosi lala naik lagi jadi dia hanya bisa memandangi lala dari ruang keluarga yang kebetulan bisa langsung melihat ke arah ruang makan.


Lala pun sudah menghabis kan makanan nya, saat ini ia bersama dengan yang lain nya berada di ruang keluarga, walaupun di sana ada jo tapi dia tak memperdulikan nya dia sibuk bercanda dengan yang dan hans. Jo hanya memandangi lala, apakah dia sangat cemburu sampai seperti ini dia tak memandang ku sedari tadi. Hanya karna lala melihat ku memegang hadiah dia jadi salah paham dan sangat marah kepaduku gumam nya dalam hati. Jo pun akhirnya beranjak dari tempat nya dan pergi ke kamar nya dengan wajah yang merenung. Sementara lala diam diam memperhatikan jo.

__ADS_1


Malam pun telah tiba, tampak semua nya duduk di ruang makan mereka melakukan makan malam seperti biasa nya. Lala yang sudah selesai makan ia pun bergegas ke kamar nya, jo yang melihat lala juga cepat cepat mengikuti nya dari belakang. Kali ini jo tak mau di jauhi oleh lala, dia ingin menjelaskan kejadian yang sebenar nya. Saat lala ingin menutup pintu kamar nya jo dengan cepat menahan nya dan bergegas masuk. Dia memojokan badan lala ke pintu dengan tangan yang berada di samping kedua telinga lala. Lala hanya diam saja sama sekali tak memandang wajah jo namun hati nya berdegup kencang.


“La, dengarlah penjelasan ku aku tak mengambil hadiah itu aku menahan gadis itu hanya sekedar membantu nya bukan apa apa. Setelah itu aku mengembalikan hadiah yang di beri oleh nya” ucap jo dengan nada yang gemetar. Sementara lala yang mendengar itu terkaget bagai mana jo mengetahuinya, apakah ia tahu jika aku sedang cemburu. “Kau, mengapa kau mengatakan itu bagai mana kau tahu” ucap lala sambil memandang wajah jo, “Apa kau tidak ingat, semalam kau masuk ke kamar ku dan memberitahu ku bagaimana kau cemburu” ucap jo sambil tersenyum smirk. Lala yang mendengar itu hanya menggrutu di dalam hati nya, ahhh lala mengapa bodoh sekali gumam nya.


Lalu jo melanjut kan omongan nya “Apa kau benar cemburu padaku?” tanya nya lagi. Namun lala diam saja dengan wajah yang memerah. Setelah itu lala membuka mulut nya “Tidak bagai mana bisa aku cemburu pada mu jangan berfikir yang tidak tidak” ucap nyaa. Tapi jo hanya tertawa melihat tingkah lala, tetapi dalam hati lala terasa senang jika dia hanya salah paham terhadap jo. “Apa kau menyukai ku?” tanya jo lagi kali ini tatapan kedua nya semakin dekat mata mereka bertemu satu sama lain. Tapi lala yang hanya terdiam mendengar pertanyaan jo dia tidak tahu harus berkata apa. Bagaimana dia bisa tahu jika aku menyukai nya gumam nya dalam hati.


Lalu lala yang sudah tidak tahan mendorong jo , “Sudah minggir jo aku mau tidur” ucap nya sambil berjalan ke arah kasur nya. Jo yang melihat nya hanya tertawa kecil Cihhh.. Masih tidak mau mengakui nya ucap jo dalam hati. Lalu lala membaringkan tubuh nya di kasur dengan menutupi badan nya dengan selimut sampai ke bagian leher nya. Dia pun membelakangi jo, jo pun berjalan ke arah nya lalu mencium jidat lala.


“Cupp..”

__ADS_1


“Tidur lahh, kau sudah lelah menagis karena ku. Jangan lagi menjauhi ku hati ku sangat sakit jika melihat kau selalu menghindari ku” ucap jo lalu mematikan lampu kamar lala dan keluar dari kamar itu lalu menutup pintu rapat rapat. Lala yang belum tidur pun membuka matanya dia bergerak ke kanan dan ke kiri mengulingkan badan nya. Mengapa dia berbicara seperti ituu, mengapa dia melakukan ku seperti ini ahhh.. Gumam nya.


__ADS_2