
Pagi nya semua bangun dengan mata yang sedikit sembap. Hanya jun dan lala yang jelas sekali jika mereka habis menangis, saat sebelum pergi ke sekolah jun mengompres mata lala dengan air hangat dan membuat nya terlihat lebih mengecil dari pada saat pertama kali bangun tidur. Di kamar nya lala juga menutupi dengan make up nya, namun masih terlihat jika matanya seperti seorang yang habis menangis namun itu sudah terlihat sangat lumayan. Di ruang makan semua menikmati sarapan nya, hari ini lala terlihat lebih senang dia bersenandung menyanyikan lagu yang sering di nyanyikan oleh mendiang ibu nya.
“Belajar lah dengan giat sebentar lagi kalian akan mengikuti ujian kenaikan kelas, untuk yang dan jimy pikirkan lah kalian ingin berkuliah di mana“ ucap jun. Adik nya pun mendengar kan perkataan nya. Semua memakan makanan nya dengan tenang tanpa suara, setelah selesai mereka pergi ketujuan nya masing masing. lala sudah tak sabar ingin bertemu dengan riana untuk menceritakan jika dia sudah mengetahui ibu nya. Ibu nya sangat cantik dan anggun juga memiliki suara yang merdu seperti nya pasti aku menuruni sifat ibu ku gumam nya. Saat sampai di dalam mobil dia menciumi kaka nya satu persatu setelah itu dia berlari menuju ke kelas nya.
“Haduhh.. Anak itu mengapa sangat suka berlarian” ucap Yang sambil menatap ke arah lala. Mereka bertiga juga menuju ke kelas nya masing masing. Mereka semua belajar dengan giat mendengarkan apa yang di jelaskan guru di depan nya. Hingga waktu istirahat pun tiba, lala dengan cepat mengajak bram dan riana pergi ke taman belakang sekolah. Saat mereka sampai mereka dengan tenang terduduk di sana, sejak saat pertama kali mereka ke sana mereka sangat suka dengan suasana di sana karna sangat sepi tak ada murid yang sering kesana. Bram dan riana yang sedari tadi memerhatikan mata lala yang sangat sembab mereka pun menanyakan “Ada apa dengan mu apa kau baik baik saja?” tanya bram pada lala “Apa kau habis menangis semalam?” riana juga ikut bertanya pada nya.
Lala pun menjawab “Ini air mata bahagia” ucap nya. Riana dan bram merasa lega difikir nya ada apa. “Kalau begitu ceritakan lah apa yang membuat mu bahagia” ucap riana. Lala hanya tersenyum lalu dia pun menceritakan nya.
“Aku sudah mengetahui siapa ibu ku, aku sangat senang saat melihat foto ibu ku dia sangat cantik dan anggun tapi sayang nya aku tak bisa melihat nya” ucap lala. Riana pun sangat senang sementara bram penasaran siapa sosok ibu nya lala ini yang ia pertanyakan dari dulu “Lalu siapa nama ibu mu? lalu bagaimana dengan ayah mu?” tanya bram. Lala yang tadi nya terlihat senang seketika menunjukan ekspresi yang datar. Dia pun dengan berat hati mengatakan
__ADS_1
“Aku tahu siapa ayah ku dan aku juga tahu bagaimana perlakuan nya kepada aku dan ibu ku. Tapi aku belum boleh memberitahu siapa dia, tunggu lah saat keluarga ku mengadakan pesta penyambutan untuk ku” ucap nya. Riana yang mendengar itu seperti tidak bersemangat pasti yang hadir di sana dari keluarga kaya semua apakah dia bisa kesana tapi tak mungkin, karna keluarga nya dari kalangan rendah. Sementara bram yang mendengar tampak senang karna keluarga nya pasti akan menghadiri pesta itu dan kali ini dia pasti akan datang.
Tak lama saat mereka sedang mengobrol jo yang entah dari mana memanggil nama lala dia pun menghampiri ketiga nya yang sedang terduduk. “Ini minum lah aku membelikan susu untuk mu” ucap jo sambil mengarah kan sekotak susu yang di pegang nya ke arah lala. Lala pun mengambil susu itu dan menghampiri jo yang berdiri di depan nya. Dia sangat senang saat jo menghampiri nya, dia ingin mencium jo tapi di tahan oleh tangan jo. “Hentikan ini di sekolah, lihat lah ada teman mu apa kau tidak malu” ucap jo sambil melirik ke arah bram dan riana. Sementara kedua nya menyaksikan pemandangan itu, di hati bram sangat terasa sakit melihat kedekatan jo dan lala ini berbeda dengan perbuatan yang dan jimy kepada nya, mereka terlihat seperti sepasang kekasih pikir bram. Lala pun mengurung kan niat nya jo pun pergi sambil mengacak ngacak rambut lala. Dia pun kembali terduduk bersama riana dan bram.
Sudah waktu nya para murid untuk pulang, lala berpisah dengan riana dan bram dia pun memasuki mobil nya. Sementara bram yang melihat riana di sebelah nya mengajak riana ikut ke dalam mobil nya untuk pulang bersama. Dari jauh jimy yang melihat bram dan riana naik mobil bersama dia sangat terbakar api cemburu. Dia hanya bisa mengpalkan kedua tangan nya, setelah itu dia pergi bersama yang untuk menyusul jo dan riana yang sudah berada di mobil. Saat di mobil jimy memasang wajah yang di tekuk cemberut.
Mereka yang sudah sampai rumah segera masuk ke dalam. Jimy langsung naik ke atas kamar nya, sementara lala yang dan jo membaringkan badan nya ke sofa yang ada di ruang keluarga. Mereka tak melihat ada jun, lalu tak lama seorang pelayan menghampiri mereka. “Tuan dan nona muda, tuan berpesan jika ingin makan tuan sudah menyiapkan nya di meja makan. Tuan akan pulang larut” ucap pelayan itu. Mereka bertiga yang mendengar pun bingung kemana ka jun pergi. Pelayan itu pun juga sudah pergi dari tempat nya tadi.
“Ka bagaimana acara ini di selenggarakan pada saat lala ulang tahun” ucap hans. Mereka semua juga sangat setuju dengan perkataan hans, karna pada saat itu juga tanggal di mana lala di temukan dan menjadikan sebagai tanggal lahir lala.
__ADS_1
“Ya benar pada saat itu dia juga sudah berlibur panjang” ucap yon. Akhir nya mereka memutuskan tanggal 20 juni, dan pada saat itu juga mereka akan memberitahu semua atas apa yang diperbuat oleh hengki kepada istri dan anak nya. Akhir nya selesai mereka membicarakan nya , jun pun pamit untuk pergi ke salah satu restoran dia sudah ada janji bertemu dengan desainer kondang dari paris yang sangat terkenal. Bahkan nomor satu di dunia...
Di sebuah restoran yang megah jun terduduk menunggu seseorang. Kemudian datang lah seorang pria tampan ke bule bule an menghampiri diri nya. Dari jauh pria itu terlihat melambai pada jun..
(Anggap aja mereka ngomong bahasa inggris ya, othor ga bisa bahasa asing)
“Heyy,, bro apa kabar?" sapa pria asing itu, jun yang sudah melihat pun lalu berdiri untuk menyambut nya.. “Yeahh, aku baik baik saja” sahut jun. Mereka pun duduk bersama lalu memesan makanan, setelah itu jun pun mengajak nya berbicara.
“Sebentar lagi aku ingin mengadakan pesta, kau atur lahh baju untuk ku dan adik ku. Dan ini buatkan dua gaun dengan ukuran ini” ucap jun sambil memberikan kertas yang sudah tertulis ukuran badan lala dan riana. Memang lala secara khusus meminta jun untuk membuat kan riana gaun juga, karna dia pasti butuh teman yang selalu bersama nya di pesta itu. Jun juga merasa tidak keberatan dengan permintaan sang adik. Sedang kan pria di depan nya sangat senang saat mendengar pesta, tapi dia juga sedikit terheran karna baru kali ini jun memesan baju untuk perempuan.
__ADS_1
“Oh, apa kah ada yang ingin menikah? Siapa yang menikah?” ucap pria asing itu. Jun hanya terdiam sesaat lalu dia mengatakan “Tak usah banyak bertanya mark, buat kan saja dan datang lah ke pesta ku, aku akan mengundang mu nanti kau akan mengetahui nya” sahut jun.Ya, Pria asing itu bernama mark mereka memang sudah kenal lama kedua nya pun kini seperti berteman bahkan mereka telah menjadi teman baik. “Oh satu lagi, aku minta gaun yang ukuran ini di buat sangat indah, apa bisa gaun dengan warna lilac?” lanjut jun. Mark mengerutkan dahi nya seperti berfikir akhirnya pun dia menjawab pertanyaan jun “Apa kau meremehkan ku? Aku bisa mengatasi semua ini” jawab nya dengan percaya diri. “Semua baju ini harus sudah di kirim kerumah ku sehari sebelum pesta, kirim kan saja list nya aku akan mentransfer mu” ucap jun. Mark hanya mengiyakan omongan jun.
Setelah membicarakan itu mereka pun mengobrol seperti biasa nya selayak nya teman sambil melepas rindu karna mereka sudah lama tak bertemu.