7+1 Child

7+1 Child
Pernikan Adrian


__ADS_3

*Di Rumah Baskara


Semua baru saja sampai begitu juga dengan adrian dan zoya. Adrian mengajak zoya untuk masuk, akhirnya semua berkumpul di ruang keluarga. Yon dan semua adik nya menatap heran ke arah adrian, mereka seperti ingin mendapat jawaban dari nya tentang gadis yang bersama nya. Sementara zoya menatap senyum ke arah lala, begitupun sebalik nya.


“Aku kesini mau mengantar nya, ia sangat tak sabar bertemu dengan lala” ucap adrian. “Yaa.. Benar, aku ingin mengucapkan terimaksih pada mu telah mendonorkan darah mu pada ku” timpal zoya. Lala pun tersenyum “Ya.. Sama sama, aku tidak keberatan mendonorkan darah untuk calon istri ka ardian” goda lala, kedua nya hanya tersipu malu karena ucapan lala. Setelah nya mereka saling mengobrol satu sama lain.


“Jadi lusa kau baru membuat acara pesta nya?” tanya jun, adrian hanya mengangguk. Dia hanya ingin memberitahu acara pernikahan nya dengan zoya, juga sekalian ingin menemani zoya mengucapkan terimakasih pada lala. Semua sangat senang mendapat kabar baik dari adrian terutama lala yang sangat tak sabar menanti hari pernikahan kedua nya.


“Wah ka adrian coba ceritakan bagaimana kalian bertemu dan mengapa bisa jatug cinta” ucap lala, adrian yang sedang menenggak air ia menyemburkan nya keluar dan sedikit terdesak. Pipi zoya juga memerah saat mendengar pertanyaan lala, jun hanya tertawa melihat ekspresi kedua nya. Adrian pun mengingat kejadian malam itu, dia mengetahui jika ini ulah jun. Dia akan membuat perhitungan kepada teman nya.

__ADS_1


“Tidak usah di tanya lagi, kau sebaiknya bertanya dengan kakak mu” ucap adrian sambil menatap jun. “Hahaha, rasain kamu jun setelah ini lala pasti akan merengek agar kau menceritakan nya. Dan kita lihat pasti lala akan memarahi mu” gumam adrian dalam hati. Lala pun menoleh ke arah jun, “Tidak ada cerita antara mereka, kedua nya hanya menghabiskan malam bersama dan setelah itu menikah” jelas jun. Lala hanya mengangguk kan kepala nya, tentu saja otak lala tak sampai dengan maksud yang di bicarakan jun. Sementara yang lain nya menatap ke arah adrian dengan senyuman di bibir mereka. Zoya menundukan kepala nya saat mendengat ucapan jun, setelah itu ia pamit untuk ke kamar mandi.


Yang lain masih menatap adrian, sedangkan adrian sendiri berdecik kesal. “Ck, sia*an dia bisa mengatasi lala dengan mudah” umpat nya, jun yang tahu saat ini adrian sangat kesal dengan nya menatap adrian dengan ekspresi kemenangan nya. Sementara yang lain masih menatap dan meledek adrian, mereka memaksa adrian untuk menceritakan bagaimana kejadian nya. Tapi tak lama zoya sudah kembali dan semua sontak terdiam, zoya meminta adrian untuk membawa nya pulang. Setelah itu kedua nya berpamit pulang, “Huhh, untung zoya meminta pulang. Aku jadi tidak usah repot mengurusi mereka, kakak dan adik sama sama menyebalkan” gumam nya.


Hari hari berlalu, kini saat nya acara resepsi adrian dan zoya di mulai. Kedua nya melangsungkan pernikahan dengan begitu megah, banyak pejabat yang sering meminta bantuan nya terlihat hadir. Tapi disisi lain zoya sangat sedih ibu nya tak hadir di acara penting nya karena masih terbaring lemas di rumah sakit. Lala tak pernah lupa selalu mengajak riana, dengan teman nya dia berkeliling aula pesta untuk menikmati hidangan yang ada di sana.


Acaranya begitu megah dan ramai, ditambah dengan anak buah adrian yang berkumpul. Tapi acaranya bisa berjalan dengan baik tanpa ada kendala sedikit pun. Para tamu juga terlihat menikmati dengan musik dan penyanyi cantik yang mengiringi mereka. Lala menarik riana untuk ke tempat panggung hiburan, lala ingin menyanyikan lagu untuk adrian dan zoya. Penyanyi itu pun mempersilahkan lala untuk bernyanyi, namun riana sangat bingung mengapa lala ikut menarik nya sampai kesini.


“Duduk lah, bantu aku memainkan piano” ucap lala dengan pelan kepada riana, teman nya hanya mengikuti perintah nya. “Hm..hmm.., hadirin semua nya saya akan menyanyikan satu lagu, Ini adalah permintaan dari ka adrian sendiri untuk mempelai wanita” setelah nya lala menoleh ke arah riana untuk memainkan piano nya. Semua tamu menghadap ke arah kedua nya, begitu juga dengan semua kakak lala. Saat melihat nya adrian hanya menepuk kening nya sendiri “Yaa Tuhan, apa yang sekarang ingin dia perbuat” gumam nya, karena ia sama sekali tak meminta lala untuk menyanyikan sebuah lagu.

__ADS_1


Lala menyanyikan lagu Beautiful in White - Shane Filan, riana memainkan piano dengan kedua tangan nya. Jari jari nya terlihat seperti sudah sangat terlatih, jimy tak berhenti menatap ke arah riana. Dia semakin terkagum dengan riana yang bisa memainkan nya, yang lain juga di buat terkagum dengan suara indah lala. Saat lagu sudah berakhir para tamu bertepuk tangan, semua sangat senang dengan nyanyian lala.


Hari sudah sore acara sebentar lagi akan selesai, jun dan semua adik nya berpamit pulang kepada adrian. Riana juga ikut bersama lala di dalam mobil, mereka membawa mobil nya masing masing. Tadi nya riana akan ikut bersama lala di mobil jo, tapi jimy dengan cepat mengajak riana masuk kedalam mobil nya.


Semua nya bergegas pulang, kecuali jimy yang harus mengantar riana terlebih dulu. Saat semua nya sudah sampai rumah mereka menuju kamar masing masing. Setelah beberapa menit jimy baru saja tiba dirumah, dia berjalan dengan perasaan senang dan riang. Yon dan hans yang masih berada di ruang keluarga melirik ke arah jimy, kedua nya di buat heran dengan sikap nya.


Lala di kamar nya kembali meratapi kepergian nenek, walaupun sudah lewat beberapa hari dia masih mersakan kehadiran nenek di samping nya. Dia juga memikirkan tentang warisan nya, lala sama sekali tak menginginkan nya. Lala hanya ingin fokus pada cita cita nya, impian nya menjadi penari balet terkenal harus di gapai nya. ia harus membuktikan kepada kaka nya jika dia bisa melakukan nya.


Setelah lulus dari SMA rencana nya ia akan memasuki sekolah balet, tapi dia masih bingung dengan keputusan nya sendiri. Karena sekolah balet yang berada di luar negeri, ia takut para kakak nya tidak akan mengizinkan nya tinggal di luar negeri. Sampai sekarang ia masih belum menemukan keputusan nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2