
Dan tibalah hari di mana pesta akan segera di mulai. Sekarang sudah pukul delapan pagi, jun berada di dapur dia sedang membuat sarapan untuk semua adik nya. Tak lama satu persatu telah kumpul di meja makan, hanya lala yang belum terlihat. Jun mulai menata makanan nya, “Dimana anak itu mengapa belum bangun juga” ucap nya “Kalian makan lah dulu aku akan membangun kan nya” lanjut jun dan bergegas meninggalkan ruang makan. Saat di kamar lala, dia membangun kan adik kecil nya. Dia mencium kening nya yang sedang tertidur, tak lama setelah itu lala membuka kedua bola mata nya dia melihat ka jun yang ada di pandangan nya. “Bangun lahh, mari kita sarapan bersama, yang lain nya sudah berada di ruang makan” ucap jun lembut kepadanya sambil mencium kening adik nya. Lala mengangkat tangan nya seolah dia ingin meminta jun menggendong nya, kaka nya hanya menuruti. mereka pun segera pergi ke ruang makan bersama.
Saat sudah sampai di sana jun mendarat kan lala di salah satu bangku yang kosong. lala dan jun ikut bergabung bersama yang lain nya untuk memulai sarapan. “Ka, kapan kita pergi ke hotel?” tanya lala yang sudah tak sabar ingin pergi ke tempat pesta nya. “Kita akan berangkat siang nanti” ucap jake yang menyauti pertanyaan lala. “Lalu bagaimana dengan riana?” tanya nya lagi, “Aku akan menyuruh supir untuk menjemput nya” sahut jake lagi. Jimy yang mendengar nama riana langsung terkejut, apa riana juga datang? Gumam nya dalam hati. Kalau memang riana datang ini kesempatan untuk jimy, dia akan mengajak nya berdansa. Jimy yang ingin memastikan nya dia pun bertanya “Apa riana datang?” dengan nada yang sedikit malu malu ia bertanya, “Tentu saja aku mengajak nya, bahkan aku telah memesan gaun khusus untuk nya” jawab lala.
__ADS_1
Jimy yang mendangar itu dia sangat penasaran, bagaimana nanti penampilan nya. Jimy jadi tak sabar ingin melihat riana yang menggunakan gaun. Di dalam hati nya dia tersenyum senang, dia memikirkan bagaimana nanti saat dia sedang berdansa bersama riana pasti sangat indah pikir nya. Semua telah menyelesaikan sarapan pagi mereka, satu persatu dari mereka meninggalkan ruang makan. Mereka bergegas membersihkan diri, tak lupa semua nya diam diam menyiapkan hadiah untuk sang adik. Semua kaka nya telah membelikan nya hadiah tanpa sepengetahuan diri nya.
Lala yang telah berada di kamar nya, dia mengambil handpone nya untuk menelfon riana. Saat riana mengangkat nya riana pun berbicara ke arah handpone nya “Hallo la, ada apa” ucap nya “Aku ingin memberitahu mu, nanti salah satu supir ku akan menjemput mu” balas lala, riana yang mendengar nya terdiam sejenak “Ehh, tunggu la...” belum sempat riana menjawab sudah di potong oleh lala “Tidak ada tapi tapi naik lah mobil itu, aku akan bersiap siap untuk ke tempat pesta. dahhh sampai bertemu nanti. Oh ya, ajak lah ka kirana, pasti dia sangat menyukai nya disana banyak minuman yang sangat enak” ucap nya, lala dengan cepat mematikan panggilan mereka. Riana yang masih bingung, kenapa dia ingin menjemput ku lalu bagaimana aku membawa kue ini? nanti dia tahu, padahal aku ingin memberi suprise untuk nya. Riana berfikir jika lala akan ikut menjemputnya, padahal dia hanya salah menangkap omongan lala. Dia yang kebingungan pun tak tahu bagaimana jika memang benar lala menjemput nya. Tiba tiba terlintas di fikiran nya untuk menelfon jimy dia ingin meminta bantuan pada nya.
__ADS_1
Supir yang datang menjemput riana sudah datang, dia dengan cepat keluar dari kamar nya. Tapi dia teringat bagaimana dengan kue dan kakak nya, Riana menuruni tangga dan melihat kaka nya yang masih menghias kue “Ka, bagaimana apa sudah selesai?” tanya nya. Memang kirana yang belum menyelesai kan menghias kue nya, dia sekarang masih sibuk melanjutkan nya. “Ah, pergilah dulu aku belum menyelesaikan nya kirimi aku di mana tempat nya. Aku akan menyusul mu saat sudah di sana aku menghubungi mu nanti” ucap kirana. Riana yang teringat omongan lala dia pun memberi tahu kakanya “Oh iya ka, lala berpesan kepada ku dia juga mengajak mu untuk ikut. Gunakan lah gaun sexsi mu, disana akan ada banyak lelaki tampan dan juga minuman pasti kau akan menyukai nya” ucap riana. Kaka nya yang mendengar ucapan adik nya dia tersipu malu, karna dulu waktu orang tua nya masih ada. Dia sering bepergian dengan teman kerja nya, sering kali kirana pergi ke bar. Namun saat ini dia sudah lama sekali meninggalkan kebiasaan nya itu karna dia ingin dengan serius mengurus adik nya. Di hati kirana kini meenggebu gebu, dia merasa jiwa nya yang lama telah pudar kini bangkit kembali. Sementara riana sudah dari tadi pergi menaiki mobil yang berada di depan rumah nya.
Lala dan semua kaka nya telah sampai, aula hotel pun telah di sulap menjadi ruang pesta yang sangat megah. Lala berjalan di antara kerumunan kaka nya, dan benar saja kehadiran mereka langsung di soroti para wartawan. Dengan sigap semua kaka nya mengitari lala dan melindungi nya. Mereka juga di aman kan oleh bodyguard nya, berkat keamanan yang ketat mereka pun bisa berjalan melewati kerumunan itu. Akhirnya mereka sampai di ruang hias, disana sudah tersedia bangku yang khusus di taruh untuk mereka duduk dan menunggu sampai pesta di mulai. Lala memandangi keluar jendela, dari sana dia bisa melihat banyak sekali wartawan yang berkumpul.
__ADS_1
“Ka, mengapa riana belum datang?” tanya nya pada semua kaka nya. “Tunggu lah mungkin di jalan sedang macet” ucap jake menyauti nya. Lala pun terdiam mendengar perkataan jake, dia duduk di sofa dan mengambil handphone nya untuk menghubungi riana. “Halloo... Mengapa kau belum sampai juga” ucap lala, “Tunggu lahh, aku sedang terjebak macet” sahut riana. lala hanya terdiam dia sudah tak sabar ingin cepat cepat bersama dengan riana.