
Hari pun mulai sore jin dan lala yang baru saja sampai rumah. Mereka melihat rumah nya yang sangat sepi karna seharus nya ketiga adik nya sudah pulang. Lala langsung menuju kamar nya, dia juga sibuk membawa barang yang di bawa nya. Sedang kan jun sibuk menata belanjaan nya dan memasukan ke lemari es.
Lala merebahkan badan nya di kasur karna ia sangat lelah. Karna saat di kantor ia bercanda dengan jake dan yon. Tak lama dia pun sudah tertidur pulas, sementara itu jimy juga telah sampai di rumah nya. Dia habis makan bersama dengan riana, saat di kamar nya dia mengingat saat memegangi pipi riana, rasa nya sangat lembut. Riana juga sangat manis membuat nya salah tingkah sendiri saat di kamar.
Hari pun berlalu, pagi nya lala sudah berani untuk pergi ke sekolah. Mereka ber empat telah berangkat menuju ke sekolah nya. Saat sampai di sana, lala yang berpamitan pada kaka nya sambil membawa paper bag dengan cepat ia mencium kaka nya satu persatu kali ini dia juga mencium jo karna biasa nya dia selalu meledek jo. dia berlari kecil menuju kamar nya.
“Hei jangan berlarian nanti jatuh” ucap yang saat melihat adik nya berlari.
“Anak itu selalu saja terburu buru” ucap jimy menimpali omongan yang, jo hanya tertawa kecil menatap lala yang berlarian .
Akhir nya lala sampai kelas ia pun menghampiri bram dan riana yang tengah mengobrol. kedua nya yang melihat lala pun juga terkejut mengapa dia masuk apakah dia sudah sembuh? Tanya diri mereka masing masing.
“Heeyy, lihat apa yang ku bawa untuk kalian” ucap nya sambil menaruh paper bag yang ia bawa di atas meja. Dia pun mengeluarkan benda dari dalam nya. Riana yang melihat aksesoris lucu di depan nyaa dia pun menyukai apa yang di keluarkan lala.
“Berikan tangan mu, ini untuk mu satu lagi untuk bram masing masing kita memakai satu” ucap nya sambil memakai kan gelang tersebut ke riana dan bram. Riana sangat menyukai nya, sementara bram hanya diam saja dia pun tak merespon hanya menuruti apa yang di perintah kan lala.
“Lalu itu apalagi la?” tanya riana yang melihat masih banyak di dalam isi paper bag itu.
“Ada bando, jepit rambut kunciran dan pulpen. Ini sudah aku persiapkan untuk mu dan untuk ku. aku sengaja membeli nya sama” ucap nya, sementara bram di belakang nya sedikit cemburu melihat bahwa banyak sekali yang di dapat riana. sedangkan dia hanya sebuah gelang saja.
“Lalu di mana punyaku” ucap bram kepada lala. Sontak riana dan lala mendengar itu saling menatap dan mereka tak kuat menahan tawa karna barang yang ia mau semua hanya untuk perempuan, bahkan lala membeli pulpen yang berwarna pink.
“Apa kau mau? Apa kau ingin memakai bando ini jepitan dan juga kuncir rambut ini” ucap lala sembari tertawa. Bram pun hanya terdiam dia tidak mungkin memakai itu semua ucap nya dalam hati. Dia hanya terdiam sementara lala dan riana masih tertawa.
Saat sedang istirahat, mereka bertiga terduduk di taman belakang sekolah sambil melihat gelang persahabatan mereka yang lucu. Mereka tak henti nya tertawa bersama hingga saat lala yang tak sengaja ingin menguncir rambut nya tanpa sadar kalung yang ia pakai terlepas namun ia tidak menyadari. Saat pulang sekolah pun ia belum menyadari namun saat ia sedang menunggu ketiga kaka nya, ia pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil sebentar. Namun saat ia melihat ke arah cermin seperti ada sesuatu yang berbeda, namun dia masih melihat lihat apa yang kurang dari diri nya . Lalu ia pun baru menyadari jika diri nya tak memakai kalung, ia pun langsung panik dan keluar kamar mandi untuk mencari kalung milik nya tapi tak kunjung ketemu.
Dia pun menangis, dia berlari ke arah ketiga kaka nya yang sudah dilihat nya sambil mengeluarkan air mata. Dia langsung memeluk yang, sambil menangis kencang.
“Hey ada apa menangis” tanya ketiga nya dengan serempak. Sambil terheran melihat adik nya yang menangis.
“Kaa, kalung ku hilang” ucap nya dia masih menangis kejar. Mereka bertiga sangat panik karna terakhir kali ia kehilangan kalung nya saat dia berumur 7tahun. Saat itu dia tak hentinya menangis selama 2 hari bahkan dia tidak mau makan. Untung nya jo menemukan kalung itu yang terjatuh di selokan air. Jo tak peduli jika itu sangat bau dan kotor dia nekat mencari nya di selokan itu akhirnya setelah beberapa menit ia menemukan nya.
Mereka sangat takut jika lala akan mogok makan lagi, lalu jo pun menggendong lala membawa nya masuk ke mobil untuk pulang terlebih dahulu. “Pulang lah aku berjanji akan menemukan kalung itu” ucap jo lembut sambil mengusap pipi nya. Namun lala tak menghiraukan dia masih saja menangis. “Pak pulang lah dulu nanti aku akan mengabari pak andi jika sudah ingin pulang, jika dia tak mau turun bapak tolong panggil kan ka jun” ucap jo pada pak andi. “Siap den” sahut nya sambil menginjak kan pedal gas dan menutup kaca mobil lalu pak andi menjalankan.
__ADS_1
Mereka bertiga pun berpencar ke seluruh sekolah untuk mencari kalung adik nya. mereka sangat sibuk mencari dengan luas sekolah yang begitu besar mereka belum menemukan nya. Bram yang belum pulang melihat dari jauh dia memandangi jimy yang sedang mencari sesuatu. Lalu ia pun menghampiri jimy
“Ka, sedang mencari apa?” tanya nya. Tapi jimy tak memandang nya namun ia tau jika yang bertanya adalah bram karna sangat jelas dari suaranya.
“Aku sedang mencari kalung lala, apa kau tahu dia kemana saja tadi saat dia istirahat” ucap jimy yang masih sibuk mencari.
“Tadi kami hanya ke taman belakang apa mungkin terjatuh di sana” ucap nya, namun jimy yang mendengar itu langsung berlari dan menepuk pundak bram sambil mengucap “Terimakasih atas info nya” jimy berlari. Namun bram pun juga ingin ikut mencari lalu ia berlari mengejar jimy di depan nya.
Setelah sampai mereka pun mulai mencari, kini empat orang pemuda sangat serius mencari ke seluruh taman belakang sekolah. Hari mulai sore, tapi tak kunjung bertemu. bodyguard bram yang baru saja datang menghampiri bos kecil nya untuk menyuruh nya segera pulang. Namun bram yang juga masih mencari dia pun menyuruh bodyguard nya untuk membantu mencari kalung itu. Bodyguard nya mengikuti perintah bos kecil nya itu. Kini sudah 7 orang yang ikut mencari namun tak kunjung bertemu juga.
Saat itu waktu nya penjaga sekolah membersihkan area sekolah. Bram yang melihat penjaga sekolah dari jauh menghampiri pria tua yang sedang menyapu walaupun terlihat tua pria itu berbadan kekar.
“Permisi pak saya ingin bertanya, apakah bapak melihat sebuah kalung” tanya nya. Bapak itu pun menjawab “Kalung seperti apa de?” jawab nya. Bram yang hanya beberapa kali melihat dia hanya menjelaskan kalung dengan bandulan bintang, karna hanya itu yang ia tahu. Dengan cepat pria tua itu menjawab dia tidak melihat ada kalung seperti itu.
Bram yang mendengar itu pun berterimakasih pada bapak itu lalu pergi. Saat bram pergi pria itu mengeluarkan sesuatu dari kantong nya dan berkata “Sayang sekali kau belum bisa balik ke tuan mu” ucap nya. Lalu tak lama dia yang melihat seorang anak menghampiri nya dengan cepat memasukan benda yang di pegang nya ke kantung celana nya.
“Permisi pak, apa bapak menemukan sebuah kalung?” tanya pemuda di depan nya yang tak lain adalah jo. Bapak itu pun tersenyum smirk pada jo dan mengatakan
“Kalung seperti apa yang anda maksud?” tanya nya balik pada jo. Dia pun langsung mendeskripsikan dengan detail tentang kalung itu.
Jo pun sangat terkejut dia sangat senang itu adalah kalung lala dia pun berterima kasih kepada penjaga sekolah itu. Dia berulang kali mengucap terimakasih namun saat dia ingin pergi dia diberhentikan oleh suara pria tua itu
“Tunggu, biar ku katakan sesuatu. simpan lah dengan benar kalung ini, pasti ini sangat berharga. Di kalung itu terdapat tulisan kecil namun masih bisa terbaca oleh ku, disitu tertulis kata Pewaris Baskara. Simpan lah dengan benar” ucap pria tua itu lalu pergi sambil tersenyum. Jo pun yang masih terdiam mendengar itu sangat bingung mengapa dia berbicara seperti itu. Mengapa aku baru tahu ini, sedangkan lala bukan lah anak kandung dari keluarga nya.
Tapi dia pun tak mengambil pusing dia langsung menghapari jimy dan yang menyuruh nya untuk pulang. Sementara bram yang masih mencari belum mengetahui jika jo sudah menemukan kalung itu, lalu terlintas di fikiran jo untuk menjahili nya karna dia yang sangat kesal dengan bram.
“Hey, bram apa kau tidak pulang? Aku dan kedua kaka ku akan pulang karna sudah mau larut ucap nya” sambil menahan tawa melihat bram yang sudah seperti anak gembel dengan baju yang dekil.
“Pulang lah dulu aku masih ingin mencari” ucap nya. Lalu jo pergi sambil mengucap kan “Yasudah kalau begitu aku duluan, semoga ketemu ya” ucap jo dengan perasaan puas sambil tertawa. Sementara jimya dan yang juga melihat itu hanya tertawa melihat jo yang usil
“Mengapa kau mengerjai nya jo? Kasihan dia sudah belepotan gitu” ucap jimy. “Sudah biarkan saja ka biar dia mencari sampai malam” timpal yang , mereka pun masuk ke mobil untuk segera pulang.
Di rumah jun dan hans yang sibuk menenangkan lala, mereka sudah sangat pusing mendengar lala menangis. Memang sangat kebetulan saat lala pulang hans juga sudah pulang, jun merasa tenang ada yang membantu nya menemani lala. “Hans tunggu lah disini aku akan mengambil sesuatu ke ruang bawah tanah” ucap jun. hans hanya mengangguk sambil memeluk lala, jun pun berjalan menuju gudang di dalam gudang itu terdapat sebuah pintu. Dia membuka pintu itu melewati tempat penyimpanan minuman, dan lemari lemari buku yang sangat besar. Dia pun sampai di depan 1 rak buku dia membuka nya seperti pintu rahasia. Lalu dia masuk ke dalam nya, dalam ruang itu terdapat banyak sekali perhiasan yang terpajang, ada brankas emas dan juga uang. dia pun membuka salah satu kotak perhiasan dan membuka sesuatu di dalam nya. Dengan cepat dia pun pergi keluar tak lupa untuk menutup pintu lagi.
__ADS_1
Akhir nya dia sampai di kamar lala dia dengan cepat memberikan kalung yang baru di ambil nya, memang sedikit mirip. Tapi terlihat berbeda, lala pun yang melihat hanya diam
“Aku tidak mau ini berbeda dengan punyaku, aku merasa sedih saat kehilangan kalung milik ku. Rasanya seperti aku kehilangan orang yang sangat aku sayangi” ucap nya. Tentu saja dia seperti itu karna kalung itu sudah menemani nya dari kecil, dia berfikir jika kalung itu pemberian dari orang tua nya. Mengingat dia bukan bagian dari keluarga ini.
Hari sudah semakin larut, ketiga adik nya itu juga belum pulang. Dia sangat khawatir apakah mereka belum menemukan nya. Tak lama akhirnya terdengar suara jimy yang dan jo. Jun segera turun dan sangat terkejut saat mendapati adik nya yang sangat kotor dan bau. “Mengapa kalian terlihat sangat kotor, pergi mandi bilas lah diri kalian” ucap nya pada ketiga adik nya. “Oh iya, apa kalian menemukan nya” timpal nya lagi. Jo pun langsung memberi kalung nyaa, jun merasa sangat lega. Dia pun bergegas pergi ke kamar lala. Lalu dia memberi nya kalung tersebut. Dia pun sangat senang, dia yang tadi nya menangis, dengan mata sembab nya dia menciumi jun dan hans tak lupa dia juga memeluk.
“Sudah apa kau tidak cape kau sudah menangis selama 4jam. Berterima kasihlah pada kaka mu yang mencari hingga larut” ucap jun. Lala yang mendengar itu lansung berlari menghampiri kaka nya untung nya mereka yang sudah selesai membersihkan diri terkejut saat lala berlari ke arah nya. “Terimaksihh” ucap nya pada jimy dan yang sambil memeluk dan mencuimi sampai pipi kedua nya basah. Mereka yang sudah tidak betah pun berbicara “Pergi lah ke jo, dia yang menemukan kalung mu” ucap jimy sambil mengelap pipi nya. Lala pun terdiam ini sudah ke dua kali nya jo menemukan kalung milik nya yang hilang. dia mengingat semua yang telah di lalui nya dengan jo dan bergumam “Apakah jo menyukai ku” tanya nya dalam hati. Tapi dia bukan nya pergi menghampiri jo, dia malah menuju kamar nya. Dia bingung harus berbicara apa dengan jo, karna dia merasa sangat canggung saat ini.
Sementara di sekolah bram yang masih mencari kalung milik lala, dia terduduk di lapangan sekolah . Para bodyguard nya juga terlihat sangat lelah, disudut sekolah yang tak jauh dari bram. Terlihat ada seseorang yang menatap ke mereka, namun mereka tidak menyadari. Lalu pria tua itu berkata “Sangat beruntung kau di kelilingi oleh orang baik di sekitar mu”
ucap nya dengan nada sedih dia juga menjatuh kan setitik air mata. Sementara itu para bodyguar bram yang sudah lelah memberanikan diri untuk berbicara pada bos kecil nya.
“Bos, sudah yu kita pulang saja ini sudah sore sebentar lagi akan gelap, kita sangat lemas bos sudah tidak ada tenaga” ucap salah satu dari ketiga bodyguard itu. Bram yang juga sudah mulai lelah iya pun mengangguk dan berdiri, dia berjalan untuk segera pulang.
“Ayo kita pulang” ucap nya dengan nada yang lemah. Semua pun berjalan saling merangkul karna mereka sudah tidak kuat berjalan. Mereka saling menahan satu sama lain agar tidak terjatuh. akhirnya mereka pun pulang.
Lala yang masih di kamar nya ia sama sekali belum menemui jo, untuk mengucap kan terimakasih. Sementara para kaka nya, sedang berkumpul di ruang keluarga. Jun masih memegangi kalung yang sama dengan punya lala. semua melihat itu sangat penasaran kenapa bisa sama persis dengan kalung lala.
“Ka, mengapa itu terlihat sama dengan punya lala?” tanya hans yang penasaran. Semua juga memerhatikan nya dan ingin mengetahui jawaban nya. “Aku juga bingung waktu pertama kali melihat kalung ini, ini sudah ada di ruang perhiasaan bawah tanah” ucap nya yang masih memandangi kalung itu. Semua hanya terdiam mendengar nya, lalu jo mengingat saat pria tua di sekolah nya mengatakan sesuatu dia. juga akan bertanya pada kaka nya.
“Pada saat aku mencari kalung itu aku menanyakan sesuatu kepada penjaga sekolah, aku terkejut dia memberikan kalung ini padaku. Dia mungkin menemukan kalung itu, tapi saat aku ingin pergi pria tua itu berkata jika di kalung lala terdapat tulisan “Pewaris Baskara” ucap jo. Lalu jun yang mendengar itu memang sangat yakin jika itu kalung milik mendiang mama nya Liliana Baskara.
“Seperti nya itu benar kalung mamah, karna hanya mamah satu satu nya yang menjadi pewaris di rumah ini, lalu ini apa mengapa ada dua?” ucap nya yang terlihat bingung.
“Apa mungkin itu punya Tante angela ka?” yon menyauti omongan jun itu. Jun pun berfikir mungkin saja ini milik tante angela. Tapi mengapa lala memakai kalung punya mamah nya bukan milik angela pikir nya. Setelah itu jake mengamati yang terjadi di depan nya, dia pun melontarkan pendapat nya
“Panggil lah, pak dwi ka tanyakan sesuatu mungkin dia mengetahui kalung ini. dia kan sudah bekereja di sini semenjak kakek masih hidup, dia juga kepala pelayan di rumah ini” ucap jake yang tiba tiba saja berbicara.
Jun mendengarkan apa yang di katakan jake, karna memang masuk akal. jun pun menyuruh salah satu pelayan untuk memanggil kepala pelayan tersebut, tak lama pak dwi pun datang ke ruang tamu.
“Ada apa tuan memanggil saya?” ucap nya sambil menunduk memberikan rasa hormat. “Apa pak dwi tau soal kalung ini?” tanya jun, lalu pak dwi melihat kalung itu. “Apa boleh saya melihat nya dari dekat tuan saya ingin memastikan sesuatu” ucap nya lagi , dengan cepat jun memberikan kalung yang sedari tadi di genggam nya ke pak dwi. Saat kepala pelayan tersebut melihat nya, dia meneliti dengan cermat dia membolak balikan kalung tersebut tapi dia tidak menemukan apa yang di cari, dia pun juga sudah mengetahui kalung itu dengan cepat dia memberi tahukan pada semua
“Ini bukan kalung yang asli seperti milik nyonya, saat nyonya angela bermain bersama mamah tuan. nyonya angela selalu membawa nona muda, saat dia masih kecil dia selalu menarik kalung milik nyonya. Nyonya pun memakai kan kalung nya kepada nona, namun saat nyonya angela ingin pulang dia melepaskan kalung itu dari leher nona shiella. Saat melepas nya nona menangis sangat kencang dan tak kunjung berhenti. Setelah itu nyonya memakaikan kalung nya lagi dan nona pun berhenti menangis. Akhirnya nyonya menyuruh sahabat nya untuk pulang membawa kalung tersebut” ucap kepala pelayan.
__ADS_1
“Setelah itu nyonya memanggil perancang perhiasaan dari paris dia menyuruh nya untuk membuat kalung yang sama, karna berlian yang ada di kalung nyonya sangat langka jadi nyonya tidak punya pilihan lain dia pun mencari berlian yang hampir mirip dengan berlian merah di kalung nyonya. Berlian ini walaupun terlihat berbeda tapi harganya juga mahal ini adalah berlian merah muda. Setelah itu, perancang itu berhasil membuat kalung yang sama namun saat di teliti warna berlian nya sangat berbeda. Tapi nyonya tetap senang dan ingin memberikan nya pada nona muda. Tapi hal itu terulang lagi nona tidak mau memakai kalung yang baru di buat oleh nyonya. Akhir nya nyonya membiarkan nona memakai kalung miliknya. Dan menyimpan kalung ini” jelas kepala pelayan itu pada semua.
Mereka pun jadi tahu mengapa ada dua kalung yang terlihat sama. Setelah itu jun yang sudah mengetahui ceritnya menyuruh pak dwi untuk kembali ke ruang nya dan ber istirahat. Semua pun juga ikut beristirahat mereka menuju kamar nya masing masing.