7+1 Child

7+1 Child
Bertemu orang asing


__ADS_3

Sementara itu bram yang di kelilingi oleh 7pria di depan nya, seketika ia merasa sedikit gugup karna semua menatap nya dengan sangat dingin. Dia tapi tetap berusaha terlihat tenang dan tak gugup.


“Sebenar nya aku tak menyetujui jika lala pergi keluar dengan mu” suara jun yang memulai berbicara sambil meminum teh yang di siapkan di atas meja oleh pembantunya.


“Begini saja, berterus terang lah apa tujuan mu datang kemari?” lanjut jun lagi.


Bram yang mendengar itu terkaget dia sepertinya tak bisa meremehkan pria yang ada di depan nya, mengapa dia bisa tahu jika aku ada maksud lain pikir nya. Tapi dia menjawab dengan tanang dan santai supaya mereka tidak terlalu birfikir yang negative tentang nya.


“Aku tidak ada maksud apa-apa, aku hanya ingin mengisi kekosongan hari ini dengan bermain bersama lala dan riana” ucap nya sambil tersenyum tipis.


“Benarkah? Tapi aku mengapa merasa tidak sesederhana itu?” tanya jun lagi kepadanya. Karna sewaktu dulu saat belajar tentang bisnis, dia juga mempelajari bagaimana cara melihat raut wajah seseorang. Jadi dia dengan gampang membaca arti raut wajah dari para klien nya. Tentu saja hingga sekarang dia masih bisa menggunakan keahlian nya itu, jun kini yang melihat bram bahwa sepertinya ada maksud lain di pikiran bram.


“Ah tidak, aku sama sekali punya niat buruk” ucap nya lagi dengan keringat yang bercucuran di dadanya. Dia sangat gerogi karna jun seolah memojokan nya.


“Tenang saja aku hanya bercanda” ucap jun lagi sambil tersenyum padanya.


“Ka apa kau benar mengijinkan lala pergi?” pertanyaan yang sukses membuat semua nya terdiam. Yang , merasa sangat khawatir jika lala pergi dengan bram dia juga sebenar nya sangat cemburu.


“Tentu saja tidak” sahut jun menjawab pertanyaan yang. Semua pun lebih terkejut, padahal beberapa menit yang lalu dia mengijinkan nya tapi kenapa sekarang berbeda pikir semua orang itu.


“Terus mengapa tadi kaka mengijinkannya?” tanya jo yang juga penasaran dengan kaka nya. Di dalam hati dia sangat terbakar api cemburu dengan kehadiran bram. Tapi dia menyembunyikan dalam dalam perasaan nya.


“Oke, baiklah jika kau ingin pergi bersama lala aku akan mengajukan syarat, Apa kau bersedia memenuhi syarat dariku?” ucap jun lagi dia tak menghiraukan pertanyaan jo sama sekali. Bram pun berfikir sejenak, dan akhir nya dia pun setuju dengan jun. Dia merasa tidak masalah jika ada syarat, karna apa pun itu pasti ia lakukan supaya bisa dekat dengan lala


“Yang pertama aku akan menyuruh bodyguard untuk mengikuti kalian. Yang kedua jangan terlalu dekat dengan lala, dan jangan mencuri kesempatan dengan lala, yang ketiga kau harus menonton di mall milik keluarga ku dan tidak boleh ada yang tahu jika lala bagian dari keluarga kami” ucap jun menjelaskan semua syarat pada bram.


Bram yang nampak bingung dengan syarat terakhir semakin lebih penasaraan lagi saat jun mengatakan hal itu tapi saat bram ingin membuka mulut untuk menanyakan nya.


“Tidak usah banyak bertanya, nasib baik kaka ku mengijinkan lala untuk pergi bersama mu” omongan yon pun membuat bram mengurungkan niat nya untuk bertanya karna sedari tadi yon sangat geram melihat bram.


“Hmmm, baiklah tidak apa apa” sahut bram.


Tak lama lala yang sudah siap pun turun bersama riana. Saat turun lala terlihat sangat cantik dan anggun riana pun tampak sedikit berbeda dia juga terlihat sangat cantik, baju nya juga nampak berbeda. Tentu saja itu karna lala. saat di kamar nya, lala yang melihat riana ingin mengubah penampilan nya tapi riana menolak. Tapi lala tetap membujuk riana dan akhir nya riana menurut saja dengan lala.

__ADS_1


Hal itu membuat jimy semakin terpesona dengan riana, jo yang dan bram pun juga tak berkedip menatap lala yang turun dari tangga. Saat sudah di ruang tamu riana yang melihat ke arah jimy seperti tidak percaya diri. Dia merasa jimy melihatnya sembari bergumam di dalam hati apa aku terlihat aneh?. Sementara itu lala pun mengajak bram untuk pergi, “Ayo bram” ajak nya bram pun segera berdiri mendengar ajakan lala. Saat mereka ingin berjalan keluar, tiba tiba di hentikan dengan suara jake.


“Tunggu, bawalah ini” sambil mengeluarkan black card nya. Lala yang mendengar dan melihat itu pun menjawab. “Memang nya kenapa dengan yang ini?” tanya nya sambil mengeluarkan black card milik nya dari dompet nya. Riana yang melihat itu melongo melihat 2 kartu hitam di pandangan nya, tapi berbeda dengan bram yang terlihat seperti biasa saja. Ya, karna dia juga mempunyai black card mengingat dia orang terkaya nomor dua di negara itu.


“Tidak apa bawalah ini, simpan lah yang itu untuk kebutuhan mu sendiri. Jika ingin pergi pakai lah yang ini” jelas jake lagi. Lala pun mengambil kartu yang di berikan jake dan bergegas ingin jalan. Namun saat mereka ingin jalan langkah mereka di hentikan lagi oleh suara jun.


“Apakah kau menganggap kita patung? Mengapa ingin pergi begitu saja” ucap nya. Karna biasa nya lala selalu berpamitan jika ingin keluar.


“Kaaaa, aku malu disini ada teman ku yang melihat” jawab nya kepada jun. Karna dia mengerti maksud jun. Dia juga sebenarnya ingin mencium dan memeluk kakanya tapi dia malu karna ada riana dan bram.


“Huhhh, seperti nya kita sudah di lupakan” ucap jun sambil mengeluarkan ekspresi sedih dan mengelap mata seakan dia sedang menangis. Jun tidak memedulikan di depan nya ada bram dia bersikap cuek seolah tidak ada siapa siapa karna mereka sedang di rumah nya. jadi terserah jun ingin melakukan apa. Lala yang melihat kaka nya bertingkah aneh itu mau tak mau memeluk jun dan menciumi jun setelah itu satu persatu dia juga menciumi yang lain nya. Tapi saat di depan jo, jo sudah siap menerima pelukan dan ciuman dari lala tapi ternyata lala hanya meledek nya dengan kedua tangan di kepala dan menjulurkan lidah nya sambil meledek jo


“Wleee” lala pun berlari menarik kedua teman nya untuk segera keluar, dia sengaja meledek jo. Tapi jo yang melihat itu terdiam jantung nya berdegup kencang tak beraturan karna melihat kelakuan lala bukan nya jengkel tapi jo malah sangat menyukai nya, itu membuat lala terlihat lebih imut dan lucu. Sementara kaka nya yang melihat itu tertawa melihat lala dan jo yang tak pernah akur.


Hingga suara mobil pun terdengar menanda kan mereka sudah pergi menuju mall. Kaka beradik itu pun masih terduduk di sofa muka yang tadi nya di pasang wajah baik kini berubah menjadi tatapan yang sangat dingin. Bagaimana tidak ini pertama kali nya lala pergi dengan seorang pria walaupun ada riana dan bodyguard yang mengikuti tapi tetap saja semua kaka nya sangat cemas khawatir dan kesal.


“Jake minta lah sistem keamanan di mall untuk menautkan nya ke komputer kita” ucap yon dia seakan mengerti dengan tatapan jun yang melihat ke arah nya. Setelah itu semua pergi ke ruang keluarga, jake berjalan dengan tangan sambil menggenggam hape nya untuk menelpon sistem keamanan di mall. Lalu semua pun terduduk jimy yang membuka sebuah laptop lalu menyambungkan nya ke layar proyektor yang memang sudah ada di ruang itu lalu dengan cepat cctv mall terlihat.


Jun memang sengaja menyuruh mereka untuk pergi ke mall milik nya, itu karna agar dia bisa memantau lala. Sementara jake masih terlihat menelpon dia juga memberi tahu agar memperketat keaamanan di mall. Ini untuk berjaga jaga jika ada hal yang tidak di ingin kan mereka bisa dengan cepat melindungi lala.


*Semantara itu di kediaman baskara


 “Sepertinya memang tidak ada niat buruk”


Gumam hans, sambil memainkan handphone nya. Semua masih tetap fokus memandangi layar di depan nya. “Ka aku lapar” tiba tiba jo mengatakan sesuatu, memang sedari tadi mereka belum sarapan karna lala yang masih tertidur. Jun pun sampai lupa untuk memasak karna dia sangat fokus untuk mengawasi lala.


“Pesan lah makanan, aku sampai lupa sekalian untuk semua disini” titah jun kepada jo. Akhirnya jo memesan makanan secara acak dia memesan semua menu yang ia pesan di salah satu restoran. 10 menit pun berlalu pesanan pun datang, dengan cepat pelayan meletakan pesanan itu di atas meja yang tadi diambil nya dari depan rumah. Semua pun makan dan mereka masih berada di ruang keluarga sampai mereka semua makan di sana.


Saat sedang makan tiba tiba terdengar suara


"Brukkkk” yon memukul meja dengan sangat kencang. Sontak semua pun panik dengan tingkah yon. “Ada apa” tanya jun yang masih merasa kaget. Yon pun terlihat memandangi salah satu layar cctv. Dia melihat seorang pria tua yang tak lain adalah Hengki winarta ayah kandung lala, dia terlihat berjalan bersama beberapa teman nya yang mengenakan jas salah satu teman nya ialah ayah bram.Semua pun juga melihat nya mereka sangat khawatir dan cemas jika lala sampai berpapasan dengan hengki. “Apa ini hanya kebetulan” gumam jake seraya penasaran. “Kita lihat saja apakah bram memang sengaja melakukan ini” ucap yon dengan aura dingin nya.


Dan benar saja saat bram lala dan riana keluar dari bioskop, mereka berpapasan dengan romobongan ayah bram. Sontak semua yang melihat itu berdiri seperti ingin cepat cepat menyusul lala. Tapi bram belum mengetahui keberadaan ayah nya, tapi ayah nya dari jauh sudah mengenali bram. Ayah nya pun memanggil nama nya “Bram..”.

__ADS_1


Bram yang mendengar itu menoleh ke belakang tapi lala dan riana tidak mendengar dan menyadari mereka masih sibuk tertawa sambil berjalan. Bram yang melihat ayah nya dengan cepat ingin mengajak lala dan riana agar pergi dari tempatnya berdiri sekarang. Karna dia takut jika ayah nya sampai melihat lala, walaupun dia belum mengatahui apa yang terjadi dia tidak ingin lala dilihat oleh ayah nya. Namun saat ia membalikan badan dia menabrak seseorang di depan nya yang membuat kedua nya terjatuh lala dan riana pun menengok ke arah belakang betapa terkejut mereka melihat bram yang terduduk di lantai.


Bram pun berdiri dan meminta maaf pada orang tersebut. Saat ingin berjalan tapi ayah nya sudah dekat dan mata nya saling bertemu. Membuat nya tak bisa pergi lagi, jadi mau tak mau dia menyapa ayah nya.


“Papah sedang apa disini” sapa nya


“Papah sedang mengadakan pertemuan di restoran tak sengaja papah melihat mu disini” sahut nya. “Aku habis menonton bersama teman ku” sahut nya lagi. Papah nya pun melihat dua anak gadis di depan nya. Saat melihat kearah riana dan lala mereka seperti nya tahu kalau yang di depan nya ayah bram mereka pun tersenyum sambil berkata “Hallo om..” secara bersamaan. Papah nya hanya tertawa dia seperti mengingat masa muda nya yang di kelilingi para gadis cantik.


Tak lama hengki datang menghampiri teman nya yang sedang berbincang dengan anaknya. “Ayo cepat mereka sudah menunggu” ucap nya kepada ayah bram. Namun saat lala melihat pria itu dia seperti ketakutan dia menyembunyikan dirinya di belakang bram yang badan nya jauh lebih besar dari nya cukup untuk menutupi badan lala yang kecil. Hengki yang melihat lala terheran ada apa dengan nya apa aku terlihat seperti orang aneh dia seperti ketakutan tak lama mereka pun pergi ayah bram berpamitan kepada bram. Bram pun dengan lega menarik nafas dalam dalam.


Sementara itu semua kakanya lala hanya bisa memandangi, tadi nya mereka ingin ke sana tapi ternyata hengki sudah pergi. Jadi mereka pun sudah merasa sedikit lega.


“Apa kau melihat ka? Lala seperti ketakutan saat melihat om hengky” ucap yang kepada kaka nya. Semua pun juga tampak bingung dan heran. Karna mungkin seharusnya waktu terakhir kali dia melihat ayah nya pasti saat itu masih berumur 3 tahun, dia pasti tidak mungkin mengingat nya. semua mampak berfikir keras, apa yang sebenar nya terjadi.


Setelah itu mereka ber tiga yang habis menonton pun membelokan jalan nya ke arah time zone yang ada di dalam mall tersebut. Dan mereka membeli kartu mereka pun langsung bermain semua mesin mainan yang ada di sana. Betapa senang nya mereka riana dan lala terlihat sangat senang. Hingga hari pun sudah mau sore, sekarang mereka sudah ada di sebuah tempat makan. Mereka mengisi perut mereka terlebih dahulu sebelum pulang.


Sementara itu jimy yang tak berhenti nya menatap riana di dalam cctv itu tak sadar jika kaka dan adik nya menatap ke arahnya. Mereka seperti berbicara lewat tatapan mata sambil tertawa melihat jimy yang sama sekali tak berkedip.


 “Ohhh, seperti nya sedari tadi ada yang tak berkedip memandang seseorang” Suara yang, yang meledek jimy. Jimy yang mendengar itu langsung kaget dan menjadi salah tingkah.


“Tidak aku sedang melihat lala” keluh nya


Sontak semua pun tertawa melihat jimy yang salah tingkah. Bagaimana tidak dia seperti itu, pasti para kaka dan adik nya berfikir bahwa dia menyukai riana padahal memang benar.


Dalam hati jun berbicara pada diri nya sendiri “Mereka sudah pada besar pasti mereka akan merasakan yang nama nya jatuh cinta” gumam nya.


“Telpon lah lala bilang pada nya jangan pulang terlalu larut malam” titah jun kepada adik nya. Dengan cepat yang, menelepon lala dan mengatakan apa yang di bilang ka jun.


Tak lama hari pun sudah mulai sore, suara pintu rumah yang terbuka membuat kaka nya mematikan layar seraya berpura pura sibuk dengan urusan nya masing masing. Karna mereka tidak mau ketahuan jika mereka sedang mengawasi lala.


“Kaka...” teriak nya sambil berlari setelah itu lala yang jahil menjatuhkan badan nya ke arah kaka nya yang tengah bersantai


“Brukkk..”

__ADS_1


Sontak kakanya yang tertiban badan nya berteriak secara bersamaan “Akhhhh..” sambil merintih ke sakitan. Tak lama tangan jake menarik telinga nya dengan pelan sambil berkata “Anak nakal baru saja pulang sudah membuat ulah” ucap nya dengan nada lembut. Lalu jake yang tadi nya menjewer kuping lala sekarang dia mencubit pipi adik nya yang chuby dengan gemas.Lala hanya diam saja karna tidak sakit sama sekali, tentu saja jake mencubit nya dengan sangat lembut.


“Lala cepat pergi mandi dulu bersihkan badan mu terlebih dahulu” ucap jun kepada lala. Dengan cepat lala berdiri sambil mengatakan “Siap bos” dia pun menaiki tangga dan menuju ke kamar nya.


__ADS_2