7+1 Child

7+1 Child
Pelaku insiden pensi


__ADS_3

Keesokan pagi nya nenek yang baru mengetahui lala dengan cepat menuju kamar cucu nya. Sementara yang lain nya berada di lantai bawah untuk memakan sarapan nya. “Hari ini aku akan kesekolah lala untuk membicarakan masalah ini dengan guru nya” ucap jun, semua mengangguk setelah mendengar perkataan jun.


*Di sekolah


Jo sedang berkumpul bersama para teman nya yang kemarin juga ikut berpartisipasi menjadi panitia. Mereka sedang berada di dalam kelas nya, “Jo apa kau tahu ada yang sengaja mencelakai adik mu?” ucap salah satu teman nya. “Ya” ucap jo sambil menaikan alis nya, “Aku tahu pasti salah satu di antara panitia pelaku nya, Aku akan mencari tahu nya” lanjut jo lagi. Setelah itu tak lama bel sekolah berbunyi, ibu guru juga sudah berdiri di depan kelas untuk memulai pelajaran.


Saat istirahat bram dan riana hanya berdua saja di taman belakang sekolah, mereka membicarakan masalah yang menimpa lala. Riana sangat terkejut saat bram memberitahu nya tentang masalah lampu yang terjatuh. Dia pun mengingat sekilas bahwa kemarin ia melihat seseorang dengan pakaian serba hitam dan masker dimulut nya. “Ahhhh, apakah dia” gumam riana, “Dia siapa?” bram yang mendengar riana segera menanyakan nya. “Itu, kemarin aku melihat seseorang yang sangat aneh. Apakah dia pelakunya” ucap riana, “Apa kamu melihat wajah nya, bagaimana bentuk badan nya?” tanya bram lagi. “Dia cukup tinggi, badan nya berisi dengan berpakaian serba hitam” jawab riana, bram yang mendengar riana langsung membantah nya “Bukan dia pelaku nya, ku dengar ada murid yang melihat salah satu panitia menggunting tali yang mengikat pada lampu” timpal bram, “Dan sekarang mungkin dia sudah ada di ruang guru” lanjut nya. Riana hanya terdiam mendengar ucapan bram, dia merasa jika memang orang yang dilihat nya pelaku dari masalah ini.

__ADS_1


Di waktu yang bersamaan jo sudah menghubungi jun untuk segera datang, karena pelaku nya sudah ada di ruang guru. Saat jun dan jo sudah berada di sana, murid di depan nya langsung bertekuk lutut saat melihat mereka. Tentu saja dia sangat ketakutan saat melihat wajah jun yang terlihat dingin. “Maaf saya tak berniat melakukan nya” ucap murid itu sambil menangis, “Hhh, tak berniat tapi kau sudah melakukan nya” ketus jo. “Kenapa kau melakukan nya pada adik ku, apa dia ada salah terhadap mu?” suara bariton jun membuat tubuh nya semakin tergetar. Sementara kepala sekolah dan wali kelas lala masih terdiam membiarkan jun mengintrogasi nya “Tidak, dia tidak ada salah terhadap ku” jawab murid itu, “Lantas mengapa?” sahut jun lagi. Tapi setelah nya tak ada jawaban dari nya, murid itu hanya terdiam tak membuka mulut nya sama sekali. Jun pun menengok ke arah kepala sekolah, “Ayo nak katakan kenapa kau melakukan nya” ucap kepala sekolah yang mengerti dengan tatapan jun. Murid itu masih terdiam di tempat nya, jun yang sangat kesal segera membentak dengan keras “Katakan! Atau aku akan memenjarakan mu” ancam jun dengan nada yang tegas. “Jangan, saya akan mengatakan nya” sahut murid itu, “Cepat katakan!” perintah jun. “Saya di suruh melakukan nya oleh seseorang dan sebagai imbalan nya saya di kasih segepok uang di dalam amplop” jelas murid itu. Jun langsung memicingkan mata nya saat mendengar penjelasan murid di depan nya. “Siapa yang menyuruh mu? beri tahu pada ku” tanya jun lagi, “Di.. Dia bilang namanya kevin, saya juga tidak melihat muka nya karena tertutup masker” ucap murid tersebut dengan nada yang terbata.


Jun kembali memperlihat kan muka dingin dan sangar nya. Jo menatap kakak di sebelah nya, dia sangat di buat penasaran saat nama kevin di sebut jun dengan cepat mengubah raut wajah nya. “Walau kau sudah memberitahu ku aku akan tetap menuntut mu karena menjadi kaki tangan seorang penjahat. Sisa nya akan ku serah kan kepada kepala sekolah” ucap jun sambil beranjak dari tempat duduk nya. “Jika begitu terimakasih atas bantuan mu kepala sekolah, saya sudah tahu siapa pelakunya. Jika begitu saya akan pamit untuk pulang” ucap jun kepada kepala sekolah. “Iya pak, maaf atas apa yang telah di lakukan murid saya. Saya selaku kepala sekolah meminta maaf yang sebesar besar nya” ucap nya sambil menyalami tangan jun. Kemudian jun telah pergi di ikuti oleh jo, dia akan mengantar jun sampai ke mobil nya. “Kaa...” saat ingin menanyakan sesuatu tapi ia mengurung kan niat nya. Jun menoleh ke arah adik nya “Apa? Kau kembali lah ke kelas mu” ucap jun dengan lembut. “Kevin siapa?” tanya jo penasaran, jun pun menatap wajah adik nya yang terlihat bingung “Masuk lah ini urusan ku” jawab jun sambil mengelus dengan lembut pucuk kepala nya. Jo hanya terdiam sang kakak tak berniat menjawab nya, setelah itu jun masuk ke dalam mobil nya dan pergi. “Maaf aku tidak memberitahu mu, aku takut kau akan sangat marah kepada anak nya” gumam jun saat di dalam mobil. Karena dia sangat tahu seperti apa jo saat marah pasti dia akan segera memukul bram jika mengetahui nya.


Sementara jo hanya bisa menahan emosi nya dia terus mengoceh di sepanjang perjalanan nya menuju kelas “Kenapa ka jun tak memberitahu ku, apa karena aku masih anak sekolah. Tapi aku sudah besar mengapa aku tidak boleh tahu masalah ini” ucap jo yang tak ada berhentinya. Saat dalam perjalanan dia teringat kepada jake dia berniat untuk menyakan kepada nya siapa kevin pasti jake mengetahui nya. Di bandingkan dengan yon dia lebih memilih bertanya dengan nya karena pasti yon sama nya dengan jun, berbeda dengan jake yang terkadang suka ceroboh melakukan sesuatu. Dia mengirimi pesan teks kepaada jake, setelah itu kembali menuju kelas nya.


“Brughhhhh”

__ADS_1


Jo langsung menonjok tepat di badan pipi bram hingga berdarah, bram pun yang melihat jo memukul nya dia dengan cepat membalas pukulan jo. Seketika kedua nya berkelahi dengan hebat nya, “Hentikan lah jo! Apa maksud mu ba*ingan” pekik bram sambil menahan semua pukulan jo. “Jangan harap aku akan berhenti, jika tak bisa berbuat apa apa kepada ayah nya aku akan melampiaskan pada buah hati nya” sahut jo yang masih melakukan pukulan bertubi tubi pada bram. Kemudian bram yang tadi nya hanya menahan kini dia bangkit dan melempar jo dari badan yang menindih nya. “Apa maksud mu? Aku tidak mengerti” ucap bram, “Jangan pura pura tidak tahu, ayah mu itulah yang menyebabkan lala terluka” sahut jo dan kembali memukul nya. “Katakan kepada ayah mu untuk berhati hati kepada keluarga ku. Kakak ku pasti akan membalas kalian dengan sangat kejam” teriak jo dengan keras kemudian memukul dengan kencang di dahi bram dan membuat bram terkapar di tanah. Setelah itu jo menendan bram dan pergi meninggalkan nya. Sementara bram menahan sakit nya pukulan yang di berikan oleh jo. Untung nya jarang ada yang mengunjungi taman belakang sekolah, jadi perkelahian mereka tidak dilihat oleh guru dan murid lain nya.


*Di kediaman Riana


Di waktu yang bersamaan, riana tengah melukis kan sesuatu di atas kanvas nya. Kirana yang melihat riana sedang melukis sangat senang, akhir nya setelah sekian lama dia melihat adik nya melukis lagi. Karena kirana bercita cita menjadi pelukis sejak riana kecil dia selalu mengajari nya mode dasar untuk melukis. Tanpa di duga nya riana dengan cepat bisa menguasai semua yang di ajarkan nya. Namun kirana melihat di dalam riana tidak ada keinginan menjadi seorang pelukis, dia hanya melakukan nya ketika bosan saja.


Kirana memperhatikan apa yang di lukis nya, dengan heran dia pun menanyakan kepada adik nya potret pria yang terlihat dari samping dan belakang. “Siapa ini? Apakah kau menyukai pria ini diam diam dan menggambar nya” tanya kirana, namun riana dengan cepat membantah nya “Bukan!..” ucap nya. “Lantas siapa?” kirana kembali bertanya pada riana yang masih belum menyelesaikan lukisan nya. “Saat pensi kemarin lala tertimpa lampu di atas panggung yang sangat besar, setelah itu di terluka parah hingga membuat nya tidak masuk sekolah” jelas riana. “Ohh, gadis manis itu apa dia tidak apa apa? malang sekali nasib nya” ucap kirana yang juga khawatir pada lala, karena lala sudah di anggap sebagai adik nya juga. “Tidak apa apa, tapi kejadian itu memang ada yang sengaja melakukan nya, kemarin aku melihat orang yang terlihat mencurigakan. Aku berasumsi jika dialah yang melakukan nya” ucap riana yang sudah menyelesaikan lukisan nya dan menunjukan nya pada kirana. “Orang ini berarti punya niat tersendiri pasti dia orang yang jahat. Cepat lah kau beri tahu kepada kakak senior mu” ucap kirana. “Ishh kaka jangan membahas nya, dia sudah lama lulus. Lagi pula juga tadi pelaku nya sudah tertangkap” sahut riana dengan pipi yang memerah, karena yang di maksud kaka nya adalah jimy.

__ADS_1


Kirana hanya tersenyum melihat ekspresi riana, dia sangat tahu kedua nya sama sama saling suka namun mereka masih enggan mengakui nya. Hal itu bisa terlihat jelas dengan perlakuan jimy pada riana begitupun sebalik nya. Selama ini kirana selalu memperhatikan kedua nya.


__ADS_2