7+1 Child

7+1 Child
Hari Pemakaman Nenek


__ADS_3

“Selamat pagi permisa, malam tadi dikejutkan dengan peristiwa yang terjadi di kediaman baskara. Seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah nenek dari shiella dinyatakan telah meninggal dunia. Korban mengalami luka tusuk tepat di jantung nya, pelaku yang tak lain adalah menantu nya sendiri yaitu Hengki winarta saat ini sudah di amankan oleh petugas bersama dengan satu pembunuh bayaran yang juga berkomplotan dengan nya. Tersangka memiliki motif untuk mengambil surat wasiat keluarga besar nya yang berada di dalam kediaman baskara. Namun naas nya korban terlihat memergoki nya dan pelaku dengan cepat mengarahkan pisau ke dada korban hingga tewas tak sadarkan diri. Saat ini belum ada keterangan langsung dari keluarga korban tentang surat wasiat yang dicari oleh tersangka, hanya ini saja berita yang bisa saya sampaikan sekian dan terimakasih...”


Kini berita nya sudah tersebar diseluruh penjuru, banyak warga yang berdatangan ke kantor dan kediaman hengki untuk melemparkan buah busuk serta benda yang lain nya. Semua orang di buat kesal dengan apa yang telah di buat nya, para bejabat yang bekerja sama dengan hengki juga kecewa dengan peristiwa yang sedang terjadi dan memutuskan kontrak kerja sama dengan nya.


Sementara itu di kediaman baskara, semua tengah duduk di ruang keluarga. Mereka menyaksikan berita yang sudah ramai tersebar. Chandra juga terlihat di antara mereka, setelah melihat berita itu dia menjelaskan tentang surat wasiat yang telah diumumkan oleh pembawa berita di tv.


“Seperti yang kalian dengar barusan, aku akan menceritakan apa yang terjadi 13 tahun yang lalu” ucap chandra, semua tampak mendengarkan begitu juga dengan lala yang berada di sana. Saat sudah selesai menceritakan nya, semua nampak sedih mendengar kejadian lewat cerita chandra.


“Lalu bagaimana aku bisa berakhir disini paman?” tanya lala, semua juga sangat di buat penasaran dengan kelanjutan nya. Bukan kah seharusnya setelah melompat dari jurang pasti siapa saja akan m*ti. Tapi kenyataan kedua nya telah selamat


“Hm, saat aku melompat kejurang bersama lala. Tangan ku menggenggam sebuah pohon yang berada di tepi jurang. Namun membuat pohon itu tak kuat menahan ku, tapi setelah pohon nya sedikit ingin tumbang. Aku melihat ada sebuah celah untuk ku berdiri, jadi aku terus menggapai nya. Dan saat sudah di sana aku menjatuhkam pohon itu, seolah olah aku sudah tercebur kedalam nya. Hengki pun juga terlihat percaya dengan yang ku lakukan” jelas nya.

__ADS_1


“Setelah keadaan sudah membaik, aku memanjat ke atas untuk membawa lala pulang. Saat sudah sampai di sini, aku meletakan nya dengan sebuah catatan yang ku tinggal kan. Dan aku pergi untuk mengaman kan surat wasiat ini” lanjut nya sambil mennujukan map yang sudah sangat usang.


“Paman terimakasih telah menyelamatkan ku” ucap lala sambil menangis dalam pelukan nya. Chandra merasakan hangat nya pelukan lala, setelah kejadian itu dia tak lagi merasakan kehangatan ini. Selama ini ia hanya bisa memandangi lala dari jauh. Memang lala bukan putri kandung nya, tapi dia sangat menyayangi nya. Terlebih lagi lala lahir dari kandungan perempuan yang selalu mengisi hati nya.


“Sebaik nya kita lanjutkan ini nanti, kita harus mengurus pemakaman nenek” ucap jun. Semua pun mengikuti perintah nya begitu juga dengan chandra, banyak orang yang datang mengucapkan bela sungkawa kepada lala. Begitupun dengan riana dan kirana yang terlihat hadir, di sana juga ada bram dengan kedua orang tua nya. Saat ini ia ingin sekali mendekati lala tapi takut di tahan oleh yang lain nya. Kevin yang melihat putra nya pun mengerti sudah beberapa hari ini jun melarang lala untuk bertemu bram. Kevin tahu jika bram sangat ingin berada di dekat lala saat ini.


“Pergilahh temui dia!, sekarang sudah tidak apa apa” ucap kevin kepada putra nya. Karena ucapan kevin bram memberanikan diri menghampiri lala yang mengenakan baju serba hitam. Kedua nya saling menatap, bram dengan cepat memeluk lala saat tak kuasa melihat gadis di depan nya sangat bersedih. “Aku turut prihatin, kuharap kau bisa mengikhlaskan kepergian nenek mu” ucap bram. Lala juga membalas pelukan bram, jo dan yang terus memandangi kedua nya dari jauh. Semua juga nampak terheran melihat jun yang tidak marah saat bram memeluk lala.


Semua pun bergegas untuk pulang, saat semua sudah berada dirumah, lala pergi ke dalam kamar nya. Sementara jun dan yang lain nya berada di ruang keluarga bersama chandra. Mereka kembali akan membahas masalah hengki dan surat wasiat.


“Bagaimana ini kelanjutan nya?” ucap jake membuka obrolan. “Tentu saja, aku akan mengambil semua apa yang menjadi hak lala. Dan memastikan hengki agar tidak bisa menyakiti nya lagi” sahut jun. “Ya kau benar jun, aku akan bersedia jadi saksi” timpal chandra.

__ADS_1


“Setelah jimy dan yang lulus, mereka yang akan memimpin perusahaan atas nama lala. Pasti lala juga tidak akan mau melakukan hal seperti itu. Kau berdua belajarlah dengan giat, aku juga akan ikut menambahkan pelajaran bisnis kepada kalian” ucap jun.


“Tapi sebelum itu kita harus mengadakan konfrensi pers, diluar sana sudah banyak yang bertanya tanya tentang apa yang terjadi” ujar yon.


“Ya betul dengan apa yang dikatakan yon. Paman, apakah bersedia menjelaskan nya pada media?” tanya jun kepada chandra.


Chandra hanya menganggukan kepala nya seolah ia setuju dengan apa yang di ucapkan oleh jun. Setelah itu chandra pamit pergi untuk melihat apartment nya, yang sudah lama tak terpakai. Tak lama ia telah sampai di sana, saat membuka nya dia terkejut dengan keadaan nya yang terlihat bersih. Tak ada debu satupun di tempat tinggal nya,


“Hmm, mbok yem sungguh menepati janji nya. Setelah ini aku akan menemui nya dan memberikan bonus yang banyak untuk nya” ucap chandra.


Mbok yem sendiri adalah pengurus apartment nya dari sejak dulu, suatu hari chandra pernah berpesan. “Jika aku tidak ada teruslah bersihkan rumah ini, aku tak mau ada sedikit debu saja menempel di dalam nya”. Chandra seolah tahu kejadian itu akan terjadi, dan benar saja dia tidak pernah pulang untuk waktu yang lama. Di dalam nya juga terlihat masih sama dengan apa yang terakhir kali di lihat nya, foto foto angela masih terpajang di dinding nya. Saat ia membuka brankas pun isi nya tidak ada yang kurang, sungguh ia takjub dengan mbok yem. Chandra hanya tersenyum senang saat ini, dia sangat puas dengan pekerjaan mbok yem.

__ADS_1


__ADS_2