
Jun dan yang lain nya masih berada di kantor, tiba tiba saja ponsel milik adrian berbunyi “Driing...” adrian pun segera mengangkat nya. “Hallo bos lapor, hengki sedang di kunjungi oleh anak dari istri ke dua nya. Seperti nya mereka merencanakan sesuatu, aku mendengar mereka menyebut nama Shiella” ucap orang yang menelfon nya. Saat mendengar hal itu adrian mengernyitkan kening nya “Apa dia belum puas bermain?” ucap nya dalam hati. “Kau, suruh semua setiap hari untuk mencari masalah dengan nya. Jika perlu bikin dia babak belur” ucap nya dengan tegas lalu mengakhiri panggilan telepon nya. “Ada apa?” tanya jun, “Seperti nya hengki merencanakan sesuatu dengan putri nya untuk menganggu shiella” sahut nya. Ketiga kaka nya memasang wajah yang datar secara bersamaan mereka bertiga sangat kesal saat mendengar ucapan adrian. “Woiwoiwoi.. Jangan panik begitu tenang lah aku bisa menjaga nya selama 24jam” celetuk adrian membuat suasana yang tadi nya sepi menjadi ramai, ketiga nya langsung memegangi badan adrian lalu mereka menggelitiko hingga mempiting nya. “Rasakan ini akibat perkataan mu” ucap yon dengan tangan nya yang berada di leher adrian seakan sedang memiting seperti yang di lakukan para petinju handal. Sementara adrian hanya tertawa saat di keroyoki oleh ketiga kaka beradik itu. “Hahaha, sudah hentikan” ucap adrian yang sudah tidak bisa menahan serangan dari jun dan adiknya. Setelah itu mereka menghentikan aksi nya, “Cepat katakan di mana gadis kecil itu?” tanya adrian. Jake langsung melakukan panggilan ponsel nya dia menghubungi adik bungsu nya. Tak lama lala pun mengangkat nya “Hallo.. Ada apa ka?” tanya lala, “Kau sedang ada dimana? Mengapa terdengar sangat bising sekali” tanya jake “Aku ada di toko riana” ucap nya “Oh, yasudah aku matikan dulu. Jangan pulang terlalu larut” ucap jake lalu mematikan ponsel nya. “Dimana dia?” tanya jun kepada jake, “Ada di toko riana ka” sahut nya. Jun hanya mengangguk lalu mengirimkan alamat rumah riana ke ponsel adrian. Adrian dengan cepat menyuruh anak buah nya untuk berjaga di sekitaran sana.
Saat ini lala sedang berada di toko ice cream milik riana, dia sedang bersama teman nya. Rencana nya mereka akan bepergian menikmati masa libur nya, tapi karna kondisi toko riana yang sangat ramai membuat kedua nya jadi tak bisa pergi. Mereka berdua membantu kirana yang sedang sibuk melayani pelanggan yang banyak. Karna suasana libur, banyak anak kecil berdatangan untuk membeli ice cream. Lala melayani pelanggan dengan lihai seolah dia sudah terbiasa dengan apa yang di lakukan nya sekarang. Satu persatu pelanggan yang mengantri sudah mendapat kan apa yang mereka pesan. Kini saat nya ketiga perempuan itu untuk beristirahat, saat mereka baru saja terduduk datang seorang pelanggan wanita dari arah pintu toko. Tapi kali ini lala berinisiatif untuk bangun dan melayani pelanggan yang baru saja datang. “Silahkan mau pesan apa?” tanya lala dengan nada yang ramah, tapi perempuan itu hanya menatap sinis ke arah lala. “Huhhh, sial ternyata dia sangat cantik. Ku kira dia biasa saja” gumam pelanggan dalam hati, lala yang melihat nya tak kunjung bicara dia pun bertanya sekali lagi “Hallo ka, mau pesan apa?” tanya nya. Pelanggan itu hanya tersenyum “Ahhh maaf aku sedikit melamun. Bisa kau rekomnedasikan untuk ku?” ucap pelanggan itu “Kalau begitu kau bisa memesan yang ini” ucap nya sambil menunjuk ke arah gambar menu yang ada di meja casier “Ini menu favorite di toko kami” lanjut nya. “Kalau begitu aku ingin yang ini” ucap pelanggan di depan nya. “Baik, total nya jadi sekian” ucap lala, lalu pelanggan itu mengeluarkan dompet milik nya dan membayar nyaa. “Silahkan duduk di meja mana saja yang anda mau” ucap lala lagi. Lalu pelanggan itu pergi dan mencari tempat yang masih kosong. Saat sudah menemukan nya dia pun terduduk “Cihhh, kotor sekali jika bukan karna papah aku tidak ingin mencari nya” ucal pelanggan itu. Dia adalah putri dari istri kedua hengki, pada saat dia mengunjungi sang ayah yang berada di tahanan, hengki menyuruh nya untuk menindas lala terserah apa yang di lakukan putri nya asal shiella merasakan sakit yang di alami oleh hengki. Tak lama lala mengantarkan pesanan nya, pelanggan itu dengan cepat mengubah ekspresi nya menjadi wanita yang ramah “Terimakasih” ucap nya saat lala meletakan ice cream nya di atas meja lala pun membalas nya dengan senyuman. Saat ingin kembali bergabung bersama riana langkah nya di hentikan oleh suara yang memanggil nama nya “Lala..”. Dia pun langsung menengok ke arah suara tersebut, ternyata yang memanggil nya adalah bram. “Ehhh, bram sedang apa kau disini” tanya lala “Aku sengaja ingin kesini karna riana mengatakan jika kau berada di sini” ucap bram “Ohhh, kalau begitu ayo kita dudul di sana bersama riana dan kakanya. Bram dan lala pun menghampiri riana yang sedang terduduk di meja dekat kasir. Sementara anak dari hengki menatap sinis ke arah mereka, apalagi dia sangat terkejut dengan kedatangan bram. Sejak kecil diri nya sudah menyukai bram, karna memang ayah mereka yang bersahabat membuat mereka sering bertemu satu sama lain. Namun bram tak melihat jika ada orang yang di kenal nya, pelanggan itu semakin kesal saat melihat bram dan lala yang terlihat sangat akrab. Dia telah terbakar api cemburu, hal itu membuat diri nya semakin menjadi jadi ingin segera menghabisi lala. Namun saat ini dia garus mengurung kan niat nya karna ada bram. Dia tak mau terlihat jahat di depan bram, mata nya seolah tak berkedip saat memandang kedua nya. Bahka ice cream yang di pesan nya sampai meleleh, sudah ada setengah jam dia memerhatikan bram dan lala yang semakin lama terlihat seperti sedang berpacaran. Gadis itu mengepalkan tangan nya, lalu dengan sengaja menyenggol kan kaki nya ke meja dan membuat suara yang sangat keras. Sontak lala bram dan riana yanh sedang asyik mengobrol menoleh ke arah gadis itu. Saat bram melihat dia dengan cepat menghampiri “Jeni, apa kau tidak papa” ucap bram, Ya nama nya adalah Jeni Winarta. “Ahh, bram sedang apa disini” tanya nya “Ini toko teman ku aku sering datang untuk bermain” ucap bram “Apa sakit?” tanya bram yang terlihat mengkhawatir kan nya. Jeni senang karna pasti bram akan perduli pada nya, karna sikap bram dari dulu yang seperti itu dia salah menanggapi nya. Dia mengira jika bram menyukai nya, tetapi nyata nya bram hanya menganggap jeni sebagai adik nya karena usia mereka yang terpaut jauh. Jeni lebih muda 3 tahun di bandingkan oleh bram. “Huaaa, sakit sekali” ucap nya sambil merintih seolah sedang kesakitan padahal dia baik baik saja. Jeni memandang ke arah lala yang sedang menatap ke arah nya “Haha, pasti kau cemburu kan kepadaku” gumam jeni dalam hati. Lala tidak mengetahui jika jeni adalah saudara tiri nya.