
Saat telah sampai di rumah jun terduduk di antara adik adik nya yang tengah bermain di ruang keluarga. Sementara adrian masih mengikuti teman nya, jun menunjukan ekspresi kesal nya. Dia sangat marah saat mendengar nama kevin yang adalah ayah dari bram teman lala. Para adik nya pun melihat wajah jun yang terlihat menakut kan, tidak ada yang berani bertanya pada nya. Begitu juga dengan yon dia memilih diam saja melihat sikap jun yang sangat menakut kan.
“Mulai sekarang kalian harus menjauhi lala dari bram! Apapun itu aku tidak mau melihat nya bersama bram” titah nya dengan nada yang sangat keras.
Semua nya masih terdiam sedangkan jo dan Yang kedua nya merasa senang mendengar ucapan jun. Saat lala menuruni tangga dia melihat suasana yang sangat hening, dia pun menghampiri semua yang berada di ruang keluarga
“Ka, aku ingin pergi ya” ucap lala, tanpa tahu saat ini keadaan sedang menyeramkan. “Kau mau kemana?” tanya yon, seperti mewakili jun yang masih kesal dan enggan berbicara. “Aku ingin pergi bersama riana dan bra..” belum sempat menyelesaikan kata kata nya tapi sudah di potong oleh jun yang mendengar nama bram. “Tidak!!!” bentak nya dengan keras, membuat lala sangat terkejut begitupun yang lain nya. “Ke..” lala yang ingin bertanya kenapa langsung ucapan nya kembali di potong oleh jun “Tidak ada kenapa kenapa, lebih baik kau masuk ke dalam kamar mu dan jangan membantah ku!” teriak nya lagi, lala yang tak tau kenapa jun sangat terlihat marah kepadanya dia meneteskan air mata nya dan pergi ke dalam kamar nya. Sementara nenek yang melihat jun sedang marah ia dengan cepat menyusul lala yang sedang menangis. Jun menghembus kan nafas nya secara kasar dan terduduk lemas dibangku nya. “Aku terlalu kasar kepada nya” ucap nya dalam hati menyesali perbuatan nya. Saat ini dia di penuhi dengan rasa kesal di hati nya, jun terus memikir kan tentang kevin jika dia yang memb*nuh tangan kanan ayah nya pasti dia juga yang telah memb*nuh kedua orang tua nya dan ibu lala. Otak nya tak habis habis berfikir, dia tak bisa memikirkan dengan benar. Para adik nya masih terdiam tak berani berkata apa apa, mereka semua sangat khawatir pada lala yang baru saja di bentak dengan keras oleh jun. Tapi mereka tak bisa berbuat apa apa
Adrian yang melihat adik adik jun hanya terdiam, dia berinisiatif untuk mencairkan suasana yang terlihat tegang. “Jun mari ikut dengan ku lebih baik kita ke basecamp ku untuk membicarakan ini” ajak nya. Tapi jun masih diam tak berkutik dari tempat duduk nya, adrian hanya menghela nafas nya. Dia pun berdiri dan menarik jun bersama nya “Baik lah aku akan langsung menyeret mu dari sini jika tidak mau” saat ingin menghampiri nya, jun langsung berdiri dan keluar. Adrian pun mengedipkan sebelah matanya ke pada semua adik nya sambil memberikan jempol nya, seolah dia berkata sudah beres. Adrian dan jun pun lalu pergi ke basecamp nya
__ADS_1
Di kamar lala masih menangis, dia dipeluk dengan nenek nya. “Kenapa nek, kenapa aku di marahi? aku tidak melakukan kesalahan apapun kan?” ucap nya dengan nada tersendu sendu. Nenek mengusap air mata lala , “Sudah jangan menangis, mungkin kaka mu ada sesuatu yang membuat nya marah. Turuti saja perintah nya, menurutlah dia sudah banyak menuruti mu” ucap nenek menenangkan nya. Tak lama yon dan yang lain nya memasuki kamar lala, mereka melihat lala yang sedang di peluk oleh nenek. Yon pun duduk di sebelah kanan lala yang masih kosong. Mengusap rambut lala “Sudah jangan menangis lagi, kami semua juga sangat terkejut dengan ka jun” ucap yon. Nenek yang sudah melihat ada kaka nya yang lain ia pun melepas pelukan lala dan berdiri dari kasur tempat nya duduk. “Sudah lah aku akan memasak untuk makan siang kalian, jaga lah dia” ucap nenek, lalu keluar dari kamar lala.
“Kenapa ka jun memarahi ku? Apa aku salah?” tanya nya kepada yon. “Tidak kau tidak salah” ucap yon dengan lembut sambil mengusap air mata lala yang masih berjatuhan dari kedua bola mata nya. “Sudah sebaik nya ganti baju mu, tak usah keluar. Dirumah saja bersama kami” ucap jake yang ikut menenangkan. Hans yang melihat lala sangat sedih dia pun segera menghiburnya, hans membuat ekspresi yang imut dan di buat selucu mungkin agar lala bisa tertawa. Yang lain nya ikut membantu hans untuk menghibur lala. Akhirnya lala tertawa kencang melihat tingkah konyol para kaka nya.
Di basecamp, jun dan adrian terduduk di rooftop. Hari masih sangat terik tapi jun sudah memegang segelas wine untuk di minum nya, adrian juga ikut meminum wine yang berada di tangan nya sambil memandang kearah langit yang sangat cerah dengan kaca mata hitam nya.
Adrian mengerutkan kening nya, dia juga berfikir ini sangat tidak masuk akal bagi nya. “Sudah sebaik nya, kita cari tahu dengan mendatangi nya” ucap adrian. Jun pun hanya menganggukan kepala nya, “Sebaik nya besok saja kita kesana” ucap jun, “Aku harus meminta maaf dulu kepada lala, aku terbawa suasana hingga membentak nya” lanjut nya. Adrian pun yang mengingat kejadian tadi dia penasaran dengan sosok lelaki yang bernama bram, karena jun terlihat sangat kesal saat mendengar nama nya. Dia pun mencoba menanyakan nya “Oh iya, siapa bram mengapa sangat marah?” tanya adrian. Jun mengernyitkan kening nya lali menjawab nya “Dia anak dari kevin, dan satu kelas bersama lala. Aku takut jika ayah nya akan menyakiti lala” sahut nya. “Seharus nya kau tidak bisa begitu, kalau memang ayah nya yang salah itu tak ada hubungan dengan anak nya” ucap adrian. “Ya memang, tapi tetap saja aku tidak tenang jika lala bersama nya” sahut jun lagi. Adrian menengguk minuman nya dan berkata “Baiklah itu terserah pada mu” ucap nya.
*Dirumah Bram
__ADS_1
Bram masih bersiap siap di depan cermin nya, ia memilih apa yang akan ia kenakan. Walaupun dia pergi bertiga bersama riana juga, tapi dia tetap senang bisa bertemu lala. Saat sedang ingin mengganti baju nya, dering ponsel nya berbunyi. Dia melihat panggilan dari riana dan segera mengangkat nya, “Kenapa? Sabar aku masih bersiap siap” ucap nya “Sudah tidak perlu bersiap siap, lala mengabari ku dia tidak bisa ikut. Akupun juga tak jadi ikut lah, kita batalkan saja” ucap riana, saat mendengar itu bram terlihat cemberut dia sangay menyayangkan tidak jadi bertemu lala “oh baiklah kalau begitu dahhh” sahut bram lalu mematikan ponsel nya. Bram melempar ponsel nya ke kasur lalu berbaring di kasur nya “Huhhh sayang sekali padahal aku ingin bertemu dengan mu” gumam nya.
“Tok..tok..tok..” (suara ketukan pintu)
Bram yang mendengar nya segera membuka nya, ternyata itu adalah mamah nya “Mamah ada apa?” tanya bram, saat raisa ingin menjawab nya dia terhenti saat melihat kamar bram yang sangat berantakan. “Bram apa apaan ini kenapa seperti kapal pecah kamar mu?” tanya raisa yang adalah mamah nya. “Tidak mah tidak apa, tadi aku ingin pergi tapi bingung ingin mengenakan apa” jelas nya Raisa ingin membantu anak nyaemilihkan baju yang pas untuk anak nya “Mari sini mamah yang akan pilih kan” ucap mamah nya sambil meilih milih baju, bram yang melihat mamah nya segera menghentikan nya “Mahh sudah tidak usah, aku tidak jadi pergi” ucap nya dengan nada layu. “Oh begitukah, ya sudah cepat turun papah mu sudah menunggu untuk makan siang” ucap sang mamah sambil merapikan baju bram. Bram pun hanya mengangguk dan berjalan ke luar kamar nya dengan badan yang sangat lemas. Saat sampai di meja makan papah nya bram (kevin) yang melihat anak nya sangat loyo dia pun menatap dengan heran dan menanyakan nya. “Bram kau kenapa sangat lemas begitu? Apa sedang sakit” tanya nya, bram yang mendengar perkataan ayah nya hanya mengangguk sambil menunjuk ke arah dada nya “Iya pah sakit, disini” ucap nya. Papah nya melihat tingkah anak nya hanya menggelengkan kepala nya. “Kenapa anak ku sangat lemah begini tentang cinta” gumam nya dalam hati. Tak lama raisa bergabung bersama mereka untuk makan siang bersama
*Di kediaman Keluarga Baskara
Jun baru saja pulang, tapi semua orang sudah tertidur. Jun memasuki rumah nya dengan badan yang terhuyung huyung, dia sudah sangat mabuk berat. Saat di basecamp adrian dia menghabiskan banyak minuman, adrian sudah menahan nya untuk pulang tapi jun tetap bersikeras untuk pulang. Jun terus teringat pada lala, dia menyadari kesalahan nya saat membentak lala. Dia bergegas memasuki kamar adik kecil nya, setelah masuk dia melihat lala yang sudah tertidur pulas di balut oleh selimut. Dia menghampiri dan mengoceh tidak jelas, “Maaf kan aku telah membentak mu” ucap jun. Dia terus mengulangi kata kata nya, setelah itu dia mencium kening lala dan keluar dari kamar nya. Tiba tiba saja lala membuka matanya, saat jun mengoceh keras membuat nya terbangun tapi lala masih berpura pura tidur. Kemudian lala menjatuh kan air mata nya, dia sedih karena jun yang meminta maaf pada nya sambil menangis. Dia sangat terharu jadi dia juga ikut meneteskan air mata nya.
__ADS_1