
Hans juga telah sampai di rumah kirana, kaka beradik itu segera turun dari mobil hans. Mereka pamit dan berterimakasih pada nya karna sudah mengantar mereka berdua pulang. Hans pun menjalankan mobil nya dan bergegas pulang. Kirana dan riana lalu masuk ke dalam rumah nya, saat di dalam riana yang bingung dengan kaka nya dia menanyakan sesuatu kepada kirana. “Ka, apa kaka mengenal ka hans?” tanya riana. Kirana yang mendengar itu dengan cepat menjawab “Kami satu kampus, jadi kami saling kenal” ucap nya. Riana hanya mengangguk kan kepala nya, oh syukur lah ku kira ada sesuatu yang lain gumam riana dalam hati. Dia pun bergegas naik untuk menuju kamar nya, dia merebahkan tubuh nya dan bergegas tidur.
Ke esokan pagi nya, di kediaman baskara nenek telah bangun terlebih dulu. Dia melihat sekitar rumah yang sangat luas untuk nya, dia pun menyadari jika para anak anak itu mereka belum terbangun dari tidur nya. Sang nenek bergegas menuju dapur, dia terlihat membuka semua lemari yang ada di sana. “Hmm, sudah ku duga sangat kengkap. Baiklah aku akan memasakan untuk mereka” gumam nya. Dia dengan cepat mengambil semua keperluan nya, dengan keahlian tangan nya dia memotong semua bahan dengan sangat cepat. Dia memasak dengan hati yang riang, karna ini pertama kali nya dia memasak untuk cucu semata wayang nya. Dia juga senang saat ini dia di beri bonus tujuh cucu laki laki yang sangat tampan. Sementara di kamar jun baru terbangun dari tidur nya, dia melihat sudah jam delapan pagi. Dia bergegas untuk bangun dan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Namun saat sudah di sana dia melihat sang nenek yang sedang memasak, dengan cepat dia menghampiri nya. “Nek, duduk lah tidak perlu memasak aku akan melanjutkan ini” ucap jun. Nenek yang mendengar itu dia pun berkata “Cu, kau duduk lah biarkan aku yang memasak untuk kalian. Mulai sekarang hingga kedepan nya aku yang akan memasak” ucap nenek. Jun yang mendengar itu dia terkejut di hati nya seperti sedih tak bisa memasak lagi untuk adik nya, tapi di sisi lain dia senang karna jika nenek yang memasak dia bisa kembali menyelidiki kasus yang terjadi tiga belas tahun lalu, tanpa memikirkan adik nya. Karna saat ini sudah ada nenek yang membantu mengurus nya. “Baiklah nek kalau begitu, aku akan menuruti perintah mu” ucap jun. Nenek hanya tersenyum, sungguh anak yang sangat sopan dia mau mendengarkan ucapan ku gumam nenek dalam hati. “Sebaik nya kau bangun kan adik adik mu, sebentar lagi masakan ku sudah akan siap” ucap nenek. Jun dengan cepat bergegas menuju kamar adik nya satu persatu semua telah di bangun kan nya dengan gampang. Tapi saat dia membangun kan lala adik perempuan nya itu tak kunjung bangun. Dia hanya menghela nafas dalam dalam, mengapa hanya dia satu satu nya yang sangat susah di atur gumam nya. jun akhir nya memiliki ide untuk membangun kan lala dia pun menggelitiki adik nya, dengan cepat lala pun terbangun. “Ayo cepat, nenek sudah membuat sarapan” ucap jun. Lala yang teringat jika sekarang dirumah nya memiliki anggota keluarga baru. Dia dengan cepat berlari menuruni tangga meninggalkan jun. “Huffttt, anak itu selalu saja seperti itu” keluh jun, dia juga menyusul lala untuk pergi ke ruang makan. Semua pun sudah berkumpul di meja makan, namun mereka terlihat heran dengan makanan yang di buat sang nenek. Jun yang melihat semua adik nya menyuruh mereka untuk makan “Tunggu apa lagi makan lah, nenek sudah membuatkan nya untuk kita” ucap jun. Nenek pun menyadari jika anak anak di depan nya mereka tidak tahu makanan tersebut. “Makan lah, ini nama nya bubur. Orang orang seperti ku biasa sarapan dengan ini. Aku juga membuat nya khusus untuk lala, karna ini makanan favorite ibu nya” ucap nenek. Lala yang mendengar itu lalu menyuapkan makanan ke dalam mulut nya dia sangat terlihat senang karna bubur itu terasa enak. Semua yang melihat juga bergegas makan, mereka juga terlihat menikmati. Sang nenek hanya tersenyum kecil melihat semua cucu nya. “Seperti nya aku akan sering memasakan makanan tradisional untuk kalian” ucap nenek. “Masak lah apapun yang nenek bisa, kami akan dengan senang hati memakan nya” ucap jun, “Pasti kau terlalu sibuk mengurus semua adik mu, mulai sekarang makan lah yang banyak badan mu terlihat sangat kurus jika di bandingkan dengan adik mu. Kau memang kaka terbaik untuk mereka” ucap nenek. Jun tersipu malu mendengar pujian dari nenek. Semua sudah menyelesaikan sarapan mereka, seperti biasa nya kaka beradik itu berkumpul di ruang keluarga. Sementara nenek dan jun membereskan bekas makan para adik nya. Jun membantu nenek dengan sangat teliti, “Nek, apa nenek bisa masak rendang?” tanya jun kepada nenek yang sedang mencuci piring. “Tentu saja, semua bisa aku lakukan. Apa kau mau aku membuatkan nya” tanya nenek. Jun dengan senang hati mengangguk kan kepala nya sambil berkata “Mau, mau nek” ucap nya, “Aku terkadang suka membeli rendang buatan di luar. Tapi rasa nya sangat berbeda dengan yang sering di masak mamah ku” ucap jun. Nenek nya yang mendengar itu hanya tersenyum tertawa. Lalu nenek membuka lemari frezer dia mengecek stok daging di dalam kulkas, ternyata hanya sisa beberapa bungkus. jika di masak pasti akan kurang, apalagi saat mengingat lala yang sangat rakus saat sedang menyantap makanan nya, dia terlihat seperti harimau yang kelaparan. “Aku akan pergi ke pasar, untuk membeli beberapa daging” ucap nenek. “Mengapa ke pasar nek?” tanya jun, jelas saja selama ini jun selalu belanja di super market. “Tentu saja jika belanja kita akan pergi ke pasar” ucap nenek. Jun yang mendengar itu dengan cepat dia berbicara pada nenek, “Nek, mulai sekarang biasa kan lah pergi ke super market. Ada supir yang juga akan mengantar mu” ucap jun. Nenek nya hanya mengangguk bagaimana pun dia harus menyesuaikan diri, tempat yang sekarang ia tinggali adalah keluarga nomor satu di negara ini. “Tidak apa nek lama lama juga terbiasa, setelah ini selesai aku akan pergi bersama mu ke super market” ucap jun. “Baiklah aku akan menuruti mu” ujar sang nenek. Mereka berdua sudah menyelesaikan pekerjaan nya, jun pun pamit kepada nenek nya untuk pergi kemar nya. Dia membersihkan diri dan bersiap siap untuk pergi begitu juga dengan nenek. Lala yang memerhatikan nenek dia dengan cepat menghampiri nenek nya, “Nek, nenek mau kemana?” tanya lala. “Aku mau mandi, setelah itu aku akan pergi ke super market bersama kaka mu” jawab nenek. Lala yang mendengar ucapan nenek dia ingin ikut pergi bersama kedua nya, dengan cepat dia menuju kamar nya untuk bersiap siap.