
Hans sedang berada di sebuah toko cat yang sangat terkenal di kota itu, dia sibuk mencari apa yang di ingin kan nya. Saat dia menatap salah satu cat di depan nya dia mengarahkan tangan ke cat itu namun saat dia ingin mengambil nya, tangan nya bersentuhan dengan tangan lain, mereka berdua saling menatap untuk waktu yang lama. Hans hanya terdiam menelan saliva nya. Dia sangat terkejut saat melihat wanita yang di sukai nya. “Ah, rupa nya kau ambil lah aku akan mencari yang lain” ucap wanita yang ternyata adalah kirana sambil melepas kan tangan nya yang berada di atas tangan hans. Memang selama ini hans diam diam sudah menyukai kirana dari pertama kali bertemu, namun sangat sulit untuk di dekati. Bahkan menanyakan nama nya saja selalu gagal. Hans pun juga ikut melepaskan tangan nya yang berada di atas cat tersebut.
“, ambil lah aku hanya ingin melihat nya saja ” ucap hans, “Apa kau sedang mencari sesuatu, apakah aku bisa bantu?” lanjut hans. Kirana yang tahu tentang hans dia tak merasa keberatan karena hans adalah mahasiswa terbaik di kelas nya. “Ya dengan senang hati” sahut kirana. Mereka berdua pun berjalan sambil mengelilingi toko yang cukup besar. “Apa kau mendapatkan inspirasi jadi ingin melukis?” tanya hans. “Sejujur nya tidak, aku sedang membantu adik ku membuat kan hadiah untuk sahabat nya” ucap kirana sambil mencari cari cat yang di lihat lihat nya. “oh ya, kalau begitu kita sama memang suatu kebetulan” ucap hans “Kita sudah berapa kali bertemu tapi aku belum mengetahui nama mu, aku hans” lanjut nya sambil menjulurkan tangan kehadapan kirana, dia tak mau pertemuan kali ini sia sia. Wanita itu membalas tangan hans dengan menyalami nya Sambil mengatakan “Aku kirana” .
__ADS_1
“Apa kau bisa memberi ku pendapat?, aku ingin melukis potret seorang gadis SMA tapi aku bingung harus melukis nya dengan gaya apa” ucap kirana. “Hem, memang sedikit susah menarik perhatian remaja jaman sekarang, mungkin kau harus menambah kesan yang terlihat moderen untuk lukisan mu” ucap hans. Kirana hanya mengangguk mendengar perkataan karna dia juga setuju kepada ucapan hans. Mereka berdua selesai mengambil apa yang ingin mereka beli, kedua nya pergi untuk membayar. Namun saat di kasir hans juga ingin membayar apa yang di beli kirana, tapi dengan cepat kirana menolak. Huhh dia menolak ku memang sikap nya membuat ku merasa jika dia berbeda dari wanita lain gumam hans dalam hati. Mereka pergi keluar toko dengan jalan berdampingan, hans yang masih ingin bersama nya dia memutar otak nya apa yang harus di lakukan agar bisa bersama dengan gadis di depan nya. Akhir nya hans pun mengatakan sesuatu kepada kirana “Apa kau lapar, mau kah kau menemani ku untuk makan?” tanya hans kepada gadis itu. Seperti biasa kirana menolak nya “Maaf aku ingin pergi ke toko kue, aku ingin membeli beberapa bahan kue untuk membuat kue ulang tahun” ucap nya. Hans tertawa dalam hati, **** lagi lagi dia menolak ku gumam nya dalam hati.
“Kalau begitu aku akan menemani mu terlebih dahulu, setelah itu kita makan bersama” ucap nya yang masih belum menyerah. Kirana pun sedang memikirkan tawaran hans, apa aku harus menuruti nya? Tapi ini juga sudah malam berbahaya jika aku seorang diri gumam nya. Setelah itu kirana pun menyetujui nya, hans tersenyum menang di hati nya. Setelah sampai di toko, kirana mengambil beberapa barang yang sangat banyak. Membuat hans yang ada di samping nya membantu membawakan barang yang di ambil oleh kirana. “Kau ingin buat kue apa? kenapa banyak sekali?” ucap hans, “Ohh, apa kau keberatan maaf aku ingin membuat kue dengan tiga tingkat” ucap kirana, hans hanya tertawa mendengar perkataan nya
__ADS_1
“Apakah ini toko?” tanya nya sambil menenteng hasil belanjaan kirana. “Yup..” kirana mengangguk dan tersenyum ke arah nya. Hans melihat sekeliling nya sangat sepi di dalam nya “Apa kau tinggal sendirian?” tanya hans sambil duduk di salah satu kursi yang ada di sana “Tidak, aku hanya berdua dengan adik ku. Mungkin saat ini dia sudah tidur” ucap nya, Hans pun berfikir apa dia sendiri yang menjalani toko ini pasti adik nya bersekolah hebat sekali dia bisa menjalankan toko yang lumayan besar ini. Kirana sudah selesai memasak, dia menata nya di meja yang hans duduki. “Apa kau suka minum? Maukah kau menemani ku untuk minum” tanya kirana sambil menyiapkan alat untuk makan “Apakah ada di rumah mu?” tanya hans kirana yang mendengar itu dengan cepat membuka kulkas nya “Lihat ada kan? Memang jika dibandingkan dengan mu, minuman ini tak ada harganya tapi aku suka membeli nya menggunakan uang simpanan ku” ucap nya. Hans mengangguk “Ambil lah beberapa aku tidak masalah” ucap nya.
Kirana dengan cepat membawa dua botol minuman dan duduk di hadapan hans kedua nya memakan makanan nya, sesekali mereka menenggak gelas minuman yang ada di meja nya. “Kau ini perempuan, kenapa suka sekali seperti ini” tanya hans “Ya, bisa di bilang ini hobiku. Saat hari mulai gelap sudah menjadi suatu kebiasaan untuk ku, hal yang aku lakukan ini membuat diriku merasa nyaman. saat tidak ada orang di sisi ku, hati ku sangat tenang dan seketika semua rasa capek ku hilang” jawab nya sambil menengguk minuman nya. Hans hanya terdiam gadis yang terlihat lugu di kampus nya ternyata saat dirumah dia menjadi wanita yang seperti ini memang sangat susah di tebak gumam nya. Mereka melanjutkan makanan nya, saat selesai makan mereka terdiam sejenak akhir nya hans pun berdiri dan berpamitan dengan kirana “Seperti nya ini sudah sangat malam sebaik nya aku pamit, tidak baik jika ada yang melihat” ucap hans, kirana pergi mengantarnya. Setelah itu hans memasuki mobil nya dan bergegas pulang.
__ADS_1