7+1 Child

7+1 Child
Teka Teki besar


__ADS_3

*Saat waktu yang bersaamaan


Dirumah bram, yang juga sedang makan malam pun memikirkan tentang lala dia ragu untuk menanyakan nya kepada ayah nya. Tapi ibu bram memerhatikan anaknya yang terlihat sedang melamun. Lalu ibu bram pun menanyakan padanya.


“Ada apa nak?, apa terjadi sesuatu padamu?”


perkataan ibu bram itu mebuat ayah bram melirik kan matanya ke arah sampingnya. Bram pun kaget dia ingin menjawab tapi dia sangat ragu seakan rahang nya tidak mau bergerak. Tapi akhirnya dia pun berbicara


“Pah, aku ingin menanyakan sesuatu” tanya nya kepada sang ayah, ayah bram hanya mengangguk sambil mengatakan “Silahkan”


“Apa di keluarga Baskara ada seorang putri?”


Tanya nya ragu kepada pria tua di depan nya.


Ayah bram pun bingung mengapa menanyakan hal ini padahal media dan seluruh orang di kota itu tau jika mereka hanya tujuh kaka beradik dan semua nya pria tidak ada wanita.


“Mengapa menanyakan itu? Bukan kah sudah jelas tidak ada wanita di keluarganya” sahut ayah bram sambil menyantap makanan nya tanpa curiga kepada anaknya. Bram pun melanjutkan kata kata nya.


“Tapi pah aku punya seorang teman dia mengatakan jika dia adik dari ketujuh kaka itu, bahkan jimy sendiri mengakuinya di depan ku pah” sahutnya lagi.

__ADS_1


Papah bram pun menghentikan makan nya, dia seperti terheran. Di benaknya muncul lah dugaan bahwa itu putri Angela yang telah lama hilang. Ya, seperti yang kita ketahui nama ibu lala ialah Angela winarta. Namun hal ini membuat papah bram semakin bingung ini menjadi teka teki besar. Lalu papah bram pun mengatakan mungkin juga memang ada atau mungkin itu sepupunya. Bram mendengar hal itu seperti tidak puas dengan jawaban nya. Dia pun berfikir bahwa situasi ini sebenarnya sangat rumit. saat tadi ia melihat ekspresi lala, dan sekarang papah nya dia semakin berfikir jika ada sesuatu di balik ini.


Mereka pun melanjutkan makan nya dengan tenang. Tanpa ada yang di bahas lagi tak lama bram dan orang tua nya selesai. Mereka pun menuju ke kamarnya masing masing, sementara ibu nya membereskan meja makan. Tak lama bram yang melewati ruang kerja ayah nya dia melihat bahwa orang tua nya terlihat sedang menelephon seseorang. pintu ruangan itu tidak tertutup rapat membuat bram bisa melihat ayah nya dan mendengar suara ayah nyaa. Dia pun mendengarkan nya,


“Bagaimana jika itu benar anak angela? aku sudah memperingatkan mu untuk menyelidikinya. Jika semua ini terungkap aku dengan terpaksa menjelaskan semua nya. Aku tidak ingin jika berurusan dengan keluarga baskara. Kau cari lah sendiri jalan keluarnya!” bentak nya kepada orang yang sedang ia telephon tapi bram tidak mengetahui siapa orang itu. Lalu bram melihat ayah nya yang tengah mondar mandir kebingungan. bram pun tak sengaja menyentuh lemari kaca yang ada di luar ruang ayah nya. Dia membuat suara yang bisa di dengar ayah nya dari jauh, dia takut ketahuan dia pun segera bergegas ke kamar. Saat ayah nya keluar untuk memeriksa bram sudah tak terlihat.


Di kamar bram yang tengah berdiri di balkon kamar nya pun memikirkan perkataan ayahnya, dia melamun memandang langit langit malam yang bisa dilihat dari balkon kamarnya. Dia selalu teringat pada lala saat itu juga dia pun berjanji pada hatinya. jika ini memang membahaya kan nyawa lala dia akan melindunginya walaupun dia harus mengorbankan dirinya sendiri.


Sementara itu di kediaman keluarga Baskara


 jun yang masih terduduk melamun belum beranjak dari bangkunya, semua adiknya pun juga masih menatap melihat kaka nya itu. karna mereka tak biasa melihat jun yang seperti itu. Yon dan jake tidak penasaran sama sekali, karna yon sudah mengetahui apa yang difikirkan oleh jun. Dia pun sudah tak tahan lagi,karna mengantuk dia pun menyeletuk kan kata kepada jun


“Sudah tidak usah dipikir lagi ka, mungkin memang sudah saat nya mereka tahu karna mereka sudah besar. Mau kita sembunyikan pasti nanti bakal terungkap juga” celetuk yon.


Hans yang juga penasaran dia mewakili ketiga adiknya dan bertanya pada kaka nya. karna mungkin mereka masih ragu untuk bertanya. “Sebenarnya ada apa ka?” tanya hans kepada jun. Dia yang mendengar itu menghela nafas sangat dalam dan mengeluarkan nya secara kasar.


“Ya benar kata yon kalian sudah besar, aku akan memberitahu kalian tapi tidak disini ayo kita ikuti aku” ucap nya sambil berdiri dan berjalan menuju salah satu ruangan di rumahnya. Akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar, kamar yang di tuju nya tak lain adalah kamar kedua orang tua nya yang tak pernah di buka oleh siapapun selain jun. Para adiknya pun sekarang bisa melihat kamar orang tuanya lagi setelah bertahun tahun tidak di buka kondisi kamar itu sangat rapih. Karna memang jun selalu membersihkan nya sendiri, terkadang setiap membersihkannya dia sering meneteskan air mata. Dia sangat merasa rindu kepada orang tuanya setiap masuk ke dalam kamar itu. Jun sebenarnya sangat sedih hatinya rapuh tapi dia harus menunjukan sikap tegas dan berwibawa di depan adiknya.


“Kalian duduk lah dimana pun kalian suka” Titah jun sambil menuju satu lemari, dia terlihat mengambil sesuatu dari sana. Dia pun menarik salah satu kotak yang lumayan besar dari dalam lemari. Lalu dia membuka kotak tersebut, matanya sendu seperti tak kuat lagi menahan air mata yang sudah mengambang di matanya.

__ADS_1


“Inilah saat pertama kali aku menemukan lala di depan rumah, lala sedang menangis dia terduduk di lantai beralaskan kain ini sambil memperlihat kan kain putih yang sudah usang dan kotor. Kemudian aku menggendongnya dan membawa kain ini, saat aku menggendong nya ada kertas yang jatuh. Aku mengambilnya dan membaca nya disitu tertulis


( Jangan percaya pada siapa pun, terus lah mencari tau kebenaran nya, sembunyikan anak ini karna dia adalah jawaban dari semua yang terjadi. Jangan mencari tahu siapa aku sampai kau sudah bisa menemukan jawabannya aku akan datang dengan sendirinya )


Jun selesai membaca dan memberi tulisan itu kepada adiknya untuk dilihat, kertas itu terlihat banyak bercak darah. Lalu dia menegeluarkan satu set pakaian yang di pakai lala dan dia juga mengambil seutas foto sambil berkata ini baju yang di pakai lala waktu aku menemukannya, lihatlah banyak sekali noda darah aku tak bisa membayangkan bagaimana dia bisa bertahan di usia nya kala itu dengan semua yang terjadi. Dan aku memfotonya pada saat itu dia disitu sudah memakai kalung mamah”


 Jun yang tak kuasa lagi membendung air mata nya seketika dia pecah dia menangis di depan adik adik nya, semua juga ikut terharu mereka sedih mengingat mendiang kedua orang tuanya. Betapa mereka menyangi kedua orang tua nya.


“Kalian pasti sudah tahu dengan tante angela yang juga meninggal bersamaan dengan papa dan mamah. Saat itu seharusnya om Hengki merasa terpukul karna kehilangan orang yang di sayangnya,dia bahkan tidak terlihat sedih atas meninggal nya tante angela, bukan nya mencari tahu tentang anaknya dia malah berasumsi jika anak nya sudah mati bahkan jasad nya pun tak terlihat” Yon pun mengambil alih karna mungkin kaka nya tak bisa melanjutkan nya lagi karna terlihat sedang menangis.


“Tadi nya aku dan ka jun ingin memberikan lala pada om hengki tapi saat ingin menemuinya om hengki sudah membuat acara untuk mendiang putri dan istrinya bahwa seakan keduanya telah pergi meninggalkan untuk selamanya. Saat itu aku dan ka jun merasa dia tak mengingin kan kehadiran lala. Dan kami memutuskan mengubah identitas lala nama aslinya adalah JESICA WINARTA PUTRI” sambungnya lagi


“Hingga sekarang aku menyelidiki ini tapi sampai sekarang belum menemukan titik terang. Dan kami berfikir ada sesuatu rahasia yang di sembunyikan oleh om hengki. Itu kenapa kami tidak mempublikasikan lala kami takut jika om hengki mengambil lala. Karna bagai mana pun juga lala memang anak om hengki. Pasti jika mengetahui dia akan melakukan tes DNA dan mebawa lala pergi bersamanya. Mungkin memang benar yang dituliskan oleh kertas itu kami harus menyembunyikan lala. Dan juga kalian mengetahui jika lala phobia melihat darah mungkin karna peristiwa yang dia alami membuat nya menjadi phobia karna di usia nya yang masih kecil walaupun dia tidak mengetahui apa yang terjadi tapi dia sudah bisa merasakan betapa seram nya peristiwa yang dia lihat. pasti dia melihat sesuatu yang sangat bahaya hingga membuat dirinya takut. Untung nya dia masih berumur 3 tahun jadi dia mungkin tidak mengingat apa yang terjadi dengannya” yon pun berhenti berbicara.


Memang sangat lah panjang bahkan itu saja belum cukup untuk memecahkan apa yang sebenarnya terjadi. Mereka pun mendengar penjelasan itu sangat sedihh, seakan mereka mengalami apa yang telah terjadi pada lala. Namun jo masih penasaran apa hubungannya dengan bram? karna kakak nya melamun setelah jimy membahas bram. Dengan ragu jo pun bertanya.


“Ka lantas apa hubungannya dengan bram bukan kah tadi kaka melamun karna ka jimy membahas bram” tanya jo kepada kakanya


“Tentu saja ada hubungannya om hengki dengan ayah nya bram adalah sahabat baik. Jika ayah nya bram mengetahui tentang lala apa kah dia akan diam saja? Dia pasti memberi tahu om hengki cepat atau lambat om hengki akan mengambil lala dari kita” jake juga mengambil alih menjelaskan nya. Karna hanya mereka bertiga yang tahu hal ini.

__ADS_1


Jun yang sudah bisa mengendalikan sedihnya mengelap air matanya dan berbicara .


“Tolong lah kalian jaga lala jangan sampai terjadi sesuatu padanya” ucap jun dengan nada serak basah, tapi walau begitu dia tetap terlihat berwibawa.


__ADS_2