
Lala pun sampai di galeri hans, dia dengan cepat bergegas menuju ruang pribadi hans. Dia pun bergegas masuk, saat setiba nya di sana dia langsung memeluk dan mencium hans. “Sudah sampai, cepat sekali” ucap hans yang masih mendekap lala “Aku belum memasan makanan, pesan lah apa saja yang kau mau” lanjut nya. “Aku belum lapar ka, nanti saja makan nya” ucap lala sambil melepaskan pelukan nya. Lalu, lala masuk ke dalam kamar yang ada di sana untuk mengganti baju nya setelah selesai dia pun keluar “Ikutlah dengan ku ka, bantu aku untuk melihat tarian ku” ucap nya. Hans hanya menuruti perintah adik kecil nya, mereka berdua kemudian pergi ke studio yang tak jauh dari tempat di mana mereka berada. Setelah sampai lala menghela nafas nya “Untung sepi tidak terlihat ada anak anak sanggar” gumam nya. Lala memutarkan musik, tubuh nya pun mulai bergerak mengikuti alunan lagu, hans menatap mengawasi tarian adik nya. Lala menari dengan begitu indah nya, tubuh nya yang kecil dan lentur membuat tarian nya terlihat sangat indah. Hans dengan mata yang tajam masih mengawasi pergerakan nya. Tarian pun selesai hans bertepuk tangan, lala berjalan menghampiri nya. “Bagaimana ka? apa ada yang kurang?” tanya nya, “Tidak itu sudah sangat bagus” sahut hans. lala pun juga merasa puas dengan kemampuan nya, “Jika masih ingin berlatih teruslah, aku akan kembali dan memesankan makanan untuk kita makan” ucap nya sambil mencium pucuk kepala adik nya. lalu bergegas jalan, kemudian lala berlatih lagi sampai berulang ulang musik di putar dia masih terus menari. Hingga saat musik berhenti dia pun merasa lelah, dia pun tergeletak di lantai merasakan nafas nya yang tak beraturan. Setelah beberapa detik dia pun bangun dan segera kembali menuju ruang hans, “Haduhh, cape sekali” gumam nya yang sudah masuk ke ruangan hans dan duduk di atas sofa. “Ini minum lah dulu” ucap hans sambil menyodor kan segelas air putih kepada nya. Lala pun meminum nya hingga habis, “Istirahat lah dulu, sebentar lagi pesanan nya datang” ucap hans dengan lembut sambil mengusap rambut lala, “Hum” sahut lala sambil menganggukan kepala nya. Tak lama terdengar suara ketukan pintu, hans pun membuka nya ternyata salah satu staf nya “Ini pak makanan nya” kata staf itu, hans pun segera mengambil nya dan mengucapkan terimakasih. Setelah itu dia pun menyiapkan semua nya di atas meja sofa, lala yang melihat makanan di bawa jun dia pun tidak sabar ingin memakan nya.
__ADS_1
Sementara jo yang baru saja sampai rumah langsung naik ke atas kamar nya, dia langsung merebahkan badan nya ke kasur milik nya. “Huhhh, panas sekali di luar” ucap nya, dia kembali mengingat saat lala memegang tangan bram, wajah nya berubah sangat kesal “Lihat saja aku akan memberikan perhitungan dengan mu” gumam nya sambil tersenyum smirk. Entah apa yang di fikir kan nya hingga membuat nya tersenyum senyum sendiri. Hari sudah malam tapi lala tak kunjung pulang membuat nenek khawatir, dia pun pergi mencari jun untuk bertanya pada nya saat sudah melihat jun dia pun menghampiri nya “Jun, mengapa lala belum pulang?” tanya nya, jun yang melihat nenek sedang khawatir pun menenangkan nya “Jangan khawatir nek, tadi hans mengabari ku jika lala di tempat nya sekarang lala sedang tidur di galeri hans. Mungkin dia akan pulang larut bersama nya” jelas jun. “Oh syukur lah ku kira dia kemana” sahut nenek, jun yang melihat nenek pun dia baru saja tersadar jika nenek tidak memiliki handphone. Dia pun berinisiatif untuk membelikan nya besok, agar bisa berhubungan dengan lala saat sedang tak berada di rumah.
__ADS_1
Lala yang sudah selesai makan bergegas menuju kamar nya. Jo yang melihat nya menunjukan senyum licik nya, dia juga bergegas pergi ke kamar nya. Saat melihat pintu lala masih belum tertutup rapat dia pun membuka nya, dia ingin menakut nakuti lala untuk menjahili nya. Namun saat jo masuk ke dalam kamar lala malah diri nya yang terkejut, ia melihat lala yang sedang ingin membuka baju. Namun saat baru sampai setengah dada nya yang terekspos, untung nya lala menengok ke arah pintu dan melihat jo yang sedang berdiri menatap kearah ny. Kedua nya pun saling memandang, jo menelan saliva nya saat melihat ke arah buah dada lala yang hanya di tutupi dengan Bra berwarna putih bergambar kelinci. Walaupun penutup nya terlihat seperti gambar anak kecil, tapi bisa terlihat oleh jo jika ukuran di dalam nya lumayan besar. Jo yang sadar lala melihat ke arah nya dia langsung membalikan badan nya dan segera keluar dari kamar lala. Sementara lala hanya terdiam dan menundukan kepala nya ke arah badan nya “Aaaaaa, bagaimana bisa dia melihat nya” ucap lala. Lalu lala cepat cepat mengunci pintu kamar nya, dia pun mengacak ngacak rambut nya “Ahhh, b*d*h nya, kenapa dia melihat saat aku mengenakan kelinci ini” gumam nya sambil memukul pelan kepala nya. Sementara jo baru saja terduduk di sudut bibir kasur nya, nafas nya terengah “Bagaimana bisa aku melihat nya, dan ukuran nya sangat.. ah sudahlah” gumam nya. Tapi dia juga tertawa saat mengingat diri nya melihat gambar kelinci di bagian Bra yang menutupi gunung milik lala. “Hhh, kelinci? itu terlihat sangat lucu sama seperti diri nya” ucap jo
__ADS_1