7+1 Child

7+1 Child
Nenek Tertusuk


__ADS_3

menit detik telah berlalu tak terasa hari sudah malam. Hati jun sedikit merasa cemas apakah rencana nya akan berhasil atau tidak. Sekarang sudah pukul sembilan malam, biasa nya lala sudah tertidur pulas. Tetapi saat ini ia masih beraktivitas di dalam kamar nya, sementara yang lain nya sudah tertidur.


Seorang dengan pakaian serba hitam menerobos masuk ke dalam kediaman baskara. Dengan berjalan mengendap endap para penjaga tidak ada yang menyadari nya, setelah itu dia menaruh bubuk obat kedalam minuman pria pria itu. Hingga minuman itu telah masuk kedalam perut penjaga dan setelah nya mereka tertidur. Setengah penjaga sudah di lumpuhkan dengan obat, ada juga yang di buat nya pingsan dengan alat setrum yang di bawa nya.


Di waktu yang bersamaan jun juga telah mendapati pembu*uh bayaran sudah mendekat ke arah nya. Ia pura pura berjalan di sekitaran bangunan tua yang sudah di rencanakan nya bersama adrian. Yang lain nya mengumpat di sana, sambil mengamati pergerakan jun. Tiga orang dari anak buah adrian yang berada berpencaran di sekitar atap bangunan juga pohon. Mereka ahli dalam menembak bisa di bilang adalah penembak jitu.


Pria itu dengan cepat berjalan mendekati jun, dan ingin memegang pundak nya. Jun reflek langsung melawan nya, kedua nya tengah bertengkar. Adrian belum mendapat aba aba dari jun, sedangkan penembak jitu juga sudah melihat target. Karena kedua nya yang berkelahi sulit untuk mereka membidik target yang bergerak kesana kemari. Karena musuh yang di lawan jun adalah pemb*unuh bayaran yang cukup hebat jun dengan mudah di kalahkan. Hingga saat pria itu ingin munghujam kan pisau nya di jantung jun, adrian muncul dan menahan nya. Sementara anak buah yang lain memapah jun untuk pindah dari sana. Adrian juga sedikit kewalahan menghadapi pria itu


“Dorr…Dor…Dor…”

__ADS_1


Para penembak jitu telah menekan pelatuk nya, tiga peluru di tembakan namun hanya satu saja yang mengenai kaki pria itu. Hal ini membuat adrian mempunyai cukup celah akhir nya pria itu berhasil di kalah kan, adrian ingin berjalan pergi menghampiri jun. Namun ia tidak tahu jika pria itu masih punya tenaga yang cukup untuk berdiri. Pria itu mengambil pistol dari dalam saku nya, dan menembak ke arah adrian.


“Dorrrr.…”


Adrian terjatuh saat melihat zoya menghadang peluru untuk nya, kini wanita itu terjatuh tergeletak dengan bersimbah darah. Peluru itu tepat mengenai bagian bahu nya, adrian yang melihat nya sangat marah. Dia kembali menghampiri pria itu, dengan mengambil sepotong kayu yang tergeletak di dekat nya. Ia berjalan mendekati nya sementara pria itu menembakan lagi peluru ke arah adrian. Namun adrian dengan santai nya berjalan semua peluru tidak ada yang mengenai nya. Akhir nya pria itu terjatuh saat adrian sudah sedikit dekat dengan nya, pria itu terjatuh karena tembakan dari atas yang tepat mengenai tangan dan bagian badan nya.


Adrian datang dan langsung memukuli nya dengan kayu yang di genggam nya. Dia tak berhenti nya memberi pukulan yang sangat kencang, hingga pria itu tergeletak tak sadarkan diri. Jun yang sudah bisa berdiri menghampiri nya untuk menahan adrian. “Sudahh, jika kau terus memukul nya dia bisa m*ti” ucap jun sambil menahan badan adrian. “Lihatlah zoya masih bisa bertahan, dia sedang melihat ke arah mu sekarang” saat mendengar ucapan jun barusan adrian langsung menoleh dan menghampiri nya. Sementara jun menyuruh anak buah adrian untuk mengangkat tubuh pria itu. Saat ingin menghampiri adrian, handphone nya berbunyi. Saat mendengar nya handphone jun terjatuh ke bawah, dengan cepat ia meninggal kan adrian dan masuk ke dalam mobil nya.


Kemudian seorang suster ke luar membawa ranjang pasien, adrian segera meletakan zoya yang sudah kehabisan banyak darah. Kedua nya bergabung bersama yang lain nya, “Ada apa? Bagaimana keadaan nenek?” tanya jun dengan panik “Nenek tertusuk di bagain dada nya, saat ini kita masih menunggu” sahut jake yang berada di sana bersama yon dan hans. “Lala, dimana dia bagaimana dengan nya” jun kembali bertanya kepada adik nya. “Lala di rumah bersama jimy, yang dan jo dia pasti sangat terkejut saat mendengar tembakan. Untung nya jo dengan cepat masuk ke kamar lala menjaga nya agar tidak keluar” ucap jake, “Sementara aku dan yang lain nya melihat dua orang pria sedang berkelahi, dan nenek sudah tergeletak di bawah dengan dada yang tertusuk” lanjut jake.

__ADS_1


*Beberapa saat yang lalu


Saat nenek tengah ingin mengambil minum nya di dapur, ia melihat pria sedang mengendap endap memasuki rumah. Nenek mengira jika itu adalah perampok, dengan berani nenek mengambil gagang sapu dan menghampiri pria itu. Kedua nya saling bertatap, pria itu terdiam sejenak saat melihat nenek. Setelah nya nenek memukul pria itu dengan gagang sapu, namun saat pria itu membuka masker nya nenek menghentikan pukulan yang di buat nya. Dia merasa tidak percaya saat melihat pria itu ternyata adalah mantu nya sendiri atau hengki.


“Oh ibu, kau sudah melihat ku. Aku tidak akan membiarkan nya, apa kau tidak rindu dengan puteri mu?. Sebagai menantu yang baik aku akan mengantar mu ke tempat puteri mu berada” ucap hengki, nenek yang tidak percaya dengan apa yang di lihat nya ia hanya mematung di tempat nya berdiri. Dan setelah nya nenek terjatuh dengan pisau yang menancap di dada nya.


“Dooorrrrr…”


Suara tembakan yang tepat mengenai tangan hengki, seorang pria masuk untuk menghampiri nya. “Lama tidak bertemu hengki” ucap pria yang ternyata adalah chandra tangan kanan ayah jun. Hengki yang melihat nya terheran saat mendapati orang yang sudah jelas di bu*uh nya masih hidup. “Jangan terkejut hengki, aku tak bodoh seperti mu. Apakah dengan menembak ku, aku bisa langsung m*ti” ucap pria itu. Sementara hengki diam mematung di tempat nya, ia masih tak percaya saat melihat chandra. “Biar ku tebak kau pasti mencari surat wasiat asli keluarga mu kan?, kau tidak akan mendapat kan nya. Besok pagi sudah akan terdengar di manapun, lihat bagaimana reaksi semua orang atas tindakan mu” belum sempat selesai hengki sudah memukul pria itu terlebih dahulu dan terjadi lah perkelahian.

__ADS_1


Saat itu juga yon dan yang lain nya ke bawah melihat kedua nya sedang bertengkar, mereka langsung menghampiri nenek saat melihat nenek sedang tergeletak di bawah. “Cepat bawa nenek kalian kerumah sakit, urusan disini biar aku yang selesaikan” ucap chandra, yang seolah sudah sangat dekat yon dan yang lain nya. Kemudian yon bersama jake dan hans langsung membawa nenek ke rumah sakit, sementara yang dan jimy menunggu di rumah bersama jo dan lala. Sementara hengki dan chandra masih bergelut, kedua nya sampai di halaman depan. Membuat mereka lebih leluasa melakukan perkelahian, saat itu juga kevin datang dengan pistol nya dan menembak tepat di lengan hengki. Dan dengan cepat juga chandra memborgol tangan hengki.


“Kau sedikit terlambat kevin” ucap chandra “Yang penting kita sudah menangkap nya” sahut kevin, hengki sangat terkejut saat melihat sahabat nya mengkhianati nya. Ia ingin memberontak tapi tidak bisa karena tangan nya di borgol dan mulut nya di sumpal dengan kain. Polisi pun berdatangan untuk membawa hengki kembali menuju penjara.


__ADS_2