
Dengan cepat pemuda itu menuju ke lantai atas, di mana jun berada. Pintu lift terbuka semua yang berada di ruang itu menoleh ke arah nya. “Heyyy, yoo lama tak ber jumpa” sapa pemuda yang muncul dari dalam lift. Lalu dia duduk menimbrung bersama jun dan adik nya, “Selalu saja tak berubah dari dulu sikap mu, Adrian” ucap jun. Pemuda itu bernama Adrian, dia adalah sahabat baik jun. Tiga belas tahun lalu adrian lah yang membantu jun menyelidiki kasus kematian orang tua nya. Walaupun dia bukan lah seorang detektif, tapi ia bisa sedikit membantu. Karna pengaruh adrian yang adalah ketua gengster terkenal di kota itu, berkat nya jun dengan gampang menyelidiki tempat tkp tanpa di ikut campur tangani oleh polis. Dengan anak buah nya yang sangat banyak dia sering mendapat penghasilan dari para klien yang meminta bantuan nya. Tapi dia tidak menerima jika di suruh membunuh orang, dia sangat membenci hal itu. Karna perinsip nya hanya ingin menjadi gengster yang baik, dan bisa menolong orang yang mendapat kekerasan dari para preman liar atau bahkan orang jahat lain nya. Dahulu adrian hanya lah seorang anak jalanan, hingga suatu hari dia bertemu jun yang sedang di buly oleh teman sebaya nya. Adrian yang melihat itu, dia langsung menolong jun dan pada saat itu juga mereka menjadi teman baik. Bahkan adrian juga yang telah mengajarkan ilmu beladiri kepada jun dan para adik nya. Sebenar nya adrian tidak mau mengajari nya, tapi karna jun memohon kepada nya untuk mengajarkan nya dan juga semua adik nya. Jun melakukan seperti itu karena dia tidak mau jika adik nya mengalami pembulyan yang sama seperti diri nya. Adrian yang merasa iba pada jun dia pun bersedia, sebagai ganti nya jun membesarkan nama adrian hingga menjadi ketua gengster seperti sekarang. “Ayolah jangan kaku seperti itu” ucap adrian yang menyauti perkataan jun. “Bersiap lah kita akan memulai penyelidikan lagi” ucap jun, seketika adrian merubah raut wajah nya. “Apa kau yakin? Dulu kita tak bisa menemukan apa apa” ucap adrian, jun hanya mengangguk kan kepala nya “Kali ini aku sudah menemukan jalan. Aku yakin sekarang kita akan berhasil” ucap jun, “Hmm, baiklah” sahut adrian yang juga penasaran dengan ini. “Oke sekarang kita mulai dari mana” lanjut nya lagi, “Suruh lah anak buah mu berpencar ke seluruh penjuru kota ini. Tempat kan anak buah mu untuk berjaga di alamat ini” ucap jun sambil memberi sebuah alamat kepada teman nya. Adrian pun tak merasa keberatan, tapi dia bingung mengapa harus ke seluruh penjuru kota apa yang di cari gumam nya penasaran. “Oh iya, sisakan juga beberapa di antara hengki dan kevin” ucap yon yang ikut menimbrung. “Tidak masalah, ada beberapa anak buah ku yang di penjara. Aku bisa dengan bebas mengawasi nya” sahut adrian. Walaupun ia tak hadir ke pesta keluarga baskara tapi dia tak pernah tertinggal satu berita pun tentang keluarga jun. Dia juga selama ini yang selalu menjaga jun dan adik adik nya dari jauh, bahkan beberapa bodyguard dirumah jun setengah nya adalah anak buah yang di suruh nya bekerja di rumah jun. Sementara jake mengeluarkan sketsa wajah seorang pria dengan tato bintang di leher nya. “Ini ka, jika anak buah mu ada yang melihat ini langsung saja segera membawa nya. Tapi jangan di beri pukulan yang berat. Aku rasa pria ini mengetahui banyak tentang keluarga ku” ucap nya. Memang pada saat nenek menjelaskan kepada semua, jun tidak bisa membayang kan bagaimana wajah pria yang di maksud sang nenek. Akhir nya dia memanggil ahli seniman untuk membuat sketsa wajah. Dengan bantuan nenek akhir nya seniman bisa menggambarkan nya dengan jelas, nenek pun juga sangat puas dengan hasil sketsan nya, nenek merasa jika wajah yang di gambar sama percis dengan apa yanh di lihat nya. “Baiklah, apa ada lagi?” tanya adrian, jun yang merasa sudah tidak ada lagi dia menggelengkan kepala nya. Setelah itu adrian mengambil ponsel nya, dia memotret sketsa wajah yang di genggam nya. Dengan cepat mengirim kan kepada semua anak buah nya, juga tak lupa dengan alamat yang di berikan jun. Alamat itu adalah tempat tinggal nenek, jun berfikir jika pria itu pasti akan mendatangi rumah itu lagi. Semua telah selesai di lakukan oleh adrian, dia mengernyitkan kening nya dan tersenyum pada jun dan kedua adik nya. “Bagaimana keren kan aku” ucap nya dengan percaya diri. “Terserah kau saja” ucap jun. “ayo pergi ikut lah dengan ku” ajak jun kepada adrian “Kita mau kemana?” tanya adrian. “Sudah ikut saja, aku ingin mengunjungi seseorang” ucap jun “Kalian berdua urus lah pekerjaan kalian di sini, aku hanya pergi sebentar” titah jun kepada adik nya. Jun pun berjalan ke arah pintu lift, adrian mau tak mau dia mengikuti jun dari belakang.
__ADS_1
Mereka berdua bergegas pergi, jun melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Adrian yang sudah terbiasa dengan sikap jun, dia biasa saja bahkan dia terlihat sangat santai duduk di sebelah jun. Jun membelokan mobil nya ke arah polsek, adrian nampak terlihat bingung. Kenapa dia pergi kesini gumam nya dalam hati, setelah itu jun turun dari mobil nya di ikuti oleh adrian. Jun memasuki polsek yang berada di depan nya, dia sudah membuat kunjungan untuk napi bernama hengki. Saat sampai di dalam jun dan adrian menunggu di ruang khusus pengunjung, sementara hengki hanya mengikuti perintah sipir yang memanggil nya. Dia terlihat bingung jika ada yang mengunjungi nya, apa kevin yang mengunjungiku gumam nya. Saat memasuki ruangan mata nya terbelalak, di depan nya terlihat jun dan adrian. Kaki nya gemetar saat menatap mata adrian yang menakutkan, tentu saja dia sangat takut kepada ketua gengster yang terkenal di kota nya. Adrian terkenal dengan sifat nya yang sangat kejam, dia tak segan segan kepada siapa saja yang mengusik diri nya dan keluarga baskara untuk menghajar nya secara habis habisan. Bahkan polisi sampai tidak berani mengganggu nya. Saat hengki terduduk jun langsung memperlihatkan kepada nya sketsa wajah seorang pria, “Apa kau mengenal dia?” tanya jun dengan tatapan sinis. Hengki memperhatikan dengan detail gambar itu, seperti tidak asing bagi nya. Namun setelah dia mengingat ekspresi wajah nya berubah membuat nya ketakutan. “Ahhh si*l, kenapa aku melupakan orang ini” gumam nya dalam hati. Adrian yang melihat hengki tak menjawab dia menggebrak kaca yang membuat pembatas antara mereka.
__ADS_1
“Brukkk..”, “Cepat katakan” bentak adrian, hengki sangat ketakutan melihat ekspresi yang di buat adrian sementara jun hanya diam saja sambil memandang sinis ke arah nya. “Apa kau sangat penasaran? Aku pun juga tidak yakin jika dia masih hidup” ucap hengki dengan menampakan senyum smirk nya. “Hhhh, Apa kau tidak mengetahui nya? Dia masih hidup. Seperti nya dia mengetahui kecelakaan itu, bahkan dia sering mendatangi mertua mu. Dia dengan sangat jelas menceritakan jika cucu nya masih hidup” jelas jun, hengki yang mendengar nya semakin panik. Apa bagaimana bisa? Aku sudah menembak nya dan aku melihat dengan mata kepala ku sendiri dia jatuh ke dalam jurang, gumam nya dalam hati. Hengki yang tak ingin kalah dia pun berdalih “Hahaha, cari saja kemana pun kau mau dia sudah m*ti” ucap hengki. Jun yang melihat hengki semakin yakin jika pria tua di depan nya adalah dalang dari semua ini. “Hmmm, apa kau mau bermain bersama anak buah ku? Kebetulan beberapa anak buah ku berada di sini” ucap adrian yang menimbrungi obrolan mereka berdua, dia sangat geram dengan kelakuan pria tua di depan nya. Hengki yang tadi nya tertawa seketika menjadi diam tak berkutik. “Hhhh, sudah tahu takut malah menantang” cemoh jun. “Seperti nya memang dia ingin bermain” ucap adrian, hengki yang ketakutan pun dia membuka mulut nya “Jangan, siapa kau berani mengancam ku?” ucap nya yang masih tak mau kalah “Aku akan memberitahu mu siapa pria itu. Dia adalah pengikut setia ayah mu” jelas hengki, Jun yang mendengar sangat kaget selama ini dia tak mengetahu jika ayah nya mempunyai orang kepercayaan. Dia bahkan tak pernah melihat nya, “Apa kau tidak tahu? Kau ini anak nya anton apa bukan? Seperti nya memang pantas jika yon yang menjadi CEO untuk perusahaan kalian, kau sangat lah tidak pantas” ucap hengki. Adrian yang melihat dia sangat kesal dia lagi lagi menggubrak kaca di depan nya “Brukkkk”, “Lihat lahh, apa yang akan kau dapat di dalam sana” ucap nya. Jun yang di rasa sudah mendapat kan jawaban nya dia pun bergegas pergi dari ruang itu di ikuti oleh adrian. “Huhhh, si*l berani nya dia memojokan ku seperti ini” gumam hengki. Dia di antar sipir untuk kembali ke dalam sel nya, namun saat dia masuk dia di buat aneh dengan teman kamar nya. Mereka semua menatap nya dengan seram, saat sipir pergi pria pria yang ada di depan nya mendekat pada nya lalu memukul hengki habis habisan hingga dia terkapar di lantai dengan badan yang membiru juga ada darah yang keluar dari pelipis dan mulut nya. Ya, para pria itu yang tak lain adalah anak buah adrian.
__ADS_1