7+1 Child

7+1 Child
Berdansa


__ADS_3

Saat di tengah tengah berdansa, bram memandangi lala yang terlihat sangat anggun. Jo dan Yang menatapi lala, mereka berdua berdansa tapi tak memandang wanita di depan nya. Meraka terus melirik ke arah lala. Ayah bram melihat putra nya yang sedang berdansa dengan gadis yang saat ini berada di pelukan anak nya. Dia sangat senang tapi di sisi lain dia merasa gelisah. Sementara jimy terus memandangi wajah riana membuat riana sangat gugup, sesekali kaki jimy terinjak oleh nya. Berbeda dengan kaka nya kirana, hans yang sedang berdansa bersama nya kini terlihat sangat profesional kedua nya sangat pintar dalam berdansa. Hingga kini kedua nya memimpin di barisan paling depan. Ketiga kaka nya di panggung hanya menatapi para adik nya yang berdansa, “Ohhh, ada apa dengan mereka semua. Apalagi dengan hans lihat lah dia terlihat sangat bersemangat” gumam yon. “Apa itu kaka nya riana? Sungguh gadis yang sexsi” jake menyauti omongan yon. Tapi jun di sebelah nya hanya diam saja, matanya tak berhenti memandang lala.

__ADS_1


Sudah saat nya untuk mereka menukar pasangan. Yang, ingin menangkap lala tapi jo dengan dulu menggapai nya. Saat jun melihat lala dengan jo dia membuang nafas dengan lega. Lala yang melihat jo sekarang dia memandangi jo dengan muka yang terlihat tidak seperti biasa nya. “Kenapa? Kau terlihat tidak suka dengan kehadiran ku” ucap nya sambil menari mengikuti irama. “Apa kau senang berdansa dengan nya? Apa kau menyukai nya?” lanjut jo lagi. Lala yang terheran dengan sikap jo dia mengernyitkan kening nya, ada apa dengan nya? Apa dia cemburu? Ah tidak mungkin gumam nya dalam hati. Lala pun mengatakan “Jika ingin membuat keributan di rumah saja jangan di pesta ku” ucap lala. Jo hanya diam mereka berdansa dengan tenang setelah itu, kedua nya saling memandang satu sama lain. Sebentar lagi musik akan berakhir sekarang jo dan lala memimpin di barisan paling depan. Saat musik berhenti lala dan jo membuat pose yan sangat indah. Tentu saja lala berbakat dengan hal ini mengingat diri nya adalah penari balet, walaupun belum terkenal. Semua yang melihat pun bertepuk tangan, pesta menjadi sangat meriah. Lala kembali ke atas panggung, lalu jun menjadi orang pertama yang memberi hadiah. Di susul oleh yon serta adik nya yang lain, setelah semua kakanya telah memberi hadiah bram juga berjalan ke arah lala. Memberinya sekotak kado yang di bawa nya, lala menerima nya dengan senang hati. Tak lama kirana juga berjalan ke arah nya sambil membawa sebuah bingkai yang ada di tangan nya. Lalu dia memberikan nya kepada teman riana, “Terimalah, walaupun tak seberapa di bandingkan hadiah yang lain nya. Aku membuat nya dengan tulus. Terimakasih karna ingin berteman dengan riana” ucap kirana, lala memeluk gadis yang lebih tua di depan nya sambil mengucapkan terimakasih. Lala pun melihat bingkai itu, ternyata di bingkai itu terdapat sebuah lukisan. Dia terkagum saat melihat potret diri nya. Sangat terlihat nyata dan asli gumam nya. Hans yang menatapi lukisan itu dia menyuruh pelayan untuk mematikan semua lampu. Semua nya terheran, tapi kirana hanya melirik nya. “Huh, sudah ku duga dia akan mengetahui nya” gumam nya dalam hati. Saat lampu padam lala terkagum melihat lukisan nya yang menyala. Dia sangat senang, lukisan ini sangat keren gumam nya. Para tamu juga di buat terkagum dengan lukisan itu. Setelah itu, lampu kembali menyala. “Wahh, ka lihat ini sangat keren. Bagaimana bisa ini menyala” ucap nya lalu dia menatap ke arah kirana. “Ka kirana, terimakasih aku sangat suka dengan ini. Aku akan memasang nya dikamar ku” ucap lala. Kirana hanya tersenyum mendengar perkataan lala.

__ADS_1


Sementara itu para tamu di buat iri karena mereka tak bisa memberi hadiah. Mereka tak tahu jika ini acara ulang tahun jadi mereka tak menyiapkan hadiah. Jake yang melihat kerumunan tamu berbisik bisik dia kembali berbicara dengan mic nya. “Semua nya maaf, aku tak memberi tahu jika ini acara ulang tahun" ucap nya. Salah satu tamu pun mengangkat tangan nya, lalu pelayan memberi kan mic kepada nenek tua yang terlihat ingin berbicara. “Tidak apa, aku mewakilkan para tamu disini. Aku ucapkan selamat kepada mu, semoga kau selalu bahagia dalam hidup mu. Aku akan memberikan hadiah untuk mu besok. Terimakasihh” ucap nenek itu, membuat para tamu juga akan melakukan hal yang sama seperti nya. Lala pun meminta mic yang ada di genggaman jake, lalu dia memberikan nya pada lala. “Terimakasih untuk semua nya yang telah hadir di pesta ini, hari ini aku sangat senang. Tapi walaupun nama asli ku jesicca aku akan tetap menggunakan nama yang diberikan oleh kaka ku. Aku berharap kalian akan mengenali ku sebagai shiella bukan jesicca” ucap nya. Jake kembali merebut mic dari adik kecil nya, dia seperti tak ingin kehilangan mic nya. Dengan cepat dia mengangkat mic dan mengata kan “Ku rasa cukup sampai disini saja, perdansaan tadi menutup acara ini” ucap nya. Para tamu satu per satu pun berjalan ke arah mereka untuk menyalami mereka, sampai tamu terakhir menyalami nya dan memasangkan gelang di pergelangan tangan lala. “Ini pakailah aku telah menyiapkan nya untuk mu” ucap tamu yang ternyata adalah nenek nenek yang tadi berbicara. Semua terheran mengapa nenek ini tahu, dengan cepat jun menjauhkan lala dari hadapan nenek itu. Lala terlihat tidak mengerti apa yang di lakukan oleh jun.

__ADS_1


Akhir nya riana dan kirana pamit kepada lala. “La aku dan kaka ku pamit ya” ucap riana, “Hmm, ya baiklah terimakasih telah menemaniku. Aku akan menyuruh supir untuk mengantar mu pulang” ucap lala. Namun hans yang mendengar itu langsung berbicara “Tidak perlu aku akan mengantar mereka pulang” ucap hans. Lala dan yang lain nya mendengar itu menatap kearah hans, “Ehemm ehemm” lala yang terdengar meledek hans. Dengan cepat hans pun pergi tak menghiraukan lala, mereka semua juga bergegas pulang. Begitu juga dengan nenek nya, lala sangat senang akhir nya dia memiliki keluarga kandung nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2