
Pagi nya lala terbangun melihat jo yang sedang sarapan di meja makan nya. Lalu ia tepat duduk di samping nya, “Jo, aaa...” ucap lala sambil membuka mulut nya. Saat bangun tidur ia sudah merasa sangat lapar, jo yang melihat ke arah lala seperti mengerti jika lala ingin meminta di suapi. Jo pun segera menyuapi nya dan makan bersama.
“Jo habis ini ayo kita jalan k sekeliling villa, aku ingin sekali” ajak lala, “Hum ya, baiklah” angguk jo. “Lalu bagaimana dengan teman mu?” tanya jo, “Biarkan saja dia, aku curiga jika dia ada sesuatu dengan ka jimy. Biarkan mereka menghabis kan waktu nya berdua” sahut lala. Jo dengan sabar nya menyuapi lala hingga makanan di piring nya habis kedua nya baru bersiap siap untuk membersih kan diri meraka masing masing.
Setelah nya lala dan jo pergi keluar, jo menggunakan celana jeans dan hodie nya. Sementara lala mengunakan dress selutut dengan rambut yang di kuncir tengah. Lala memeluk lengan kiri jo untuk menggandeng nya. “Jo, apakah kita harus ke pasar tradisonal yang di dekat pantai” ucap lala, “Apa kau ingin kesana, kalau gitu ayo” sahut jo, kedua nya terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang menikmati hari hari mereka.
__ADS_1
Di waktu yang bersamaan riana baru saja terbangun, namun ia tak melihat lala di samping nya. Riana segera keluar untuk mencari nya namun saat berkeliling villa itu terasa sepi, belum ada satu orangpun yang terbangun. “Biar lah, mungkin lala sedang di pantai. Sebaik nya aku ke dapur saja, perutku terasa sedikit lapar” gumam nya, riana pergi ke dapur untuk melihat apa saja yang bisa di masak nya. Dia hanya melihat setumpuk mie instan, dan beberapa sayur sayuran. Tapi ia sedang tak mau memakan itu, riana terus membuka semua lemari yang berada di dapur akhirnya ia menemukan roti tawar “Sebaik nya aku bikin sandwich saja, kebetulan di kulkas ada sayuran keju dan daging” ucap nya, setelah itu ia membuat nya.
Riana teringat dengan jimy yang saat ini sudah menjadi kekasih nya. “Apa aku harus membuatkan nya juga?, tapi ia belum terbangun. Ya sudah lah aku buatkan saja” riana membuat sandwich dengan hati yang girang sambil bersenandung indah. Jimy baru saja terbangun dan mencium aroma masakan yang begitu harum. Dia segera menuju ke arah dapur, di fikirnya pasti ka jun tengah membuat sesuatu. Namun langkah nya terhenti karena melihat riana, sejenak dia mendengar indah nyanyian yang keluar dari mulut kekasih nya. Jimy berjalan menuju riana dan memeluk nya dari belakang, gadis itu terkejut. Saat menoleh ia melihat jimy yang bersandar di bahu nya sambil memeluk nya.
“Ka jimy...” ucap nya, “Iya sayang ku...” sahut nya. “Kebetulan sekali kakak sudah terbangun, aku sengaja membuat dua sandwich untuk kita makan bersama” ujar riana, “Sampai kapan kau memanggil ku ka, kita sudah resmi berpacaran” ucap jimy. “Kalau begitu, ayo sayang kita sarapan dulu” sahut riana dengan malu malu. Jimy juga sedikit dibuat salting dengan riana yang memanggil nya sayang. Kedua nya pun duduk bersebelahan di meja makan, “Suara mu sangat indah, mengapa aku baru mendengar nya. Aku tak tahu jika kekasih ku memiliki suata yanh bagus” ucap jimy sambil menyantap sandwich yang di buat riana. “Ahhh, ka jimy mendengernya” sahut nya, jimy hanya melirik ke arah riana yang kembali memanggil nua dengan sebutan kaka. “Baiklah tidak papa mungkin kau belum terbiasa” ucap jimy sambil mengelus pucuk kepala riana.
__ADS_1
Tak jauh dari mereka hans mendengar pembicaraan kedua nya, ia baru saja mengetahui jika adik nya jimy berpacaran dengan riana. Di hati hans sedikit senang, tapi disi lain dia memikirkan bagaimana hubungan nya nanti dengan kirana. Hans pun berjalan menghampiri kedua nya “Kalian sedang sarapan?” tanya hans, dan berlaga pura pura tidak tahu tentang hubungan kedua nya. Riana yang melihat hans segera menyapa dan menjawab nya “Pagi ka hans, aku dan ka jimy sedang sarapan. Apa kakak mau ku buatkan sandwich, kebetulan masih ada sisa daging yang tadi aku panggang” ucap riana, “Hum, ya boleh..” sahut hans. Kapan lagi dia bisa dibuatkan sarapan oleh riana, karena cepat atau lambat hans juga akan memacari kaka nya. Hitung hitung sembari mendekatkan diri kepada riana, agara nanti nya tidak terlalu canggung.
*Di pasar
Lala dan jo sudah berada di sana, mereka mengelilingi sekitaran pasar untuk melihat lihat apa yang ingin mereka beli untuk di bawa pulang. Di sepanjang jalan lala memotret sekliling nya menggunakan kamera yang ia bawa di tas nya. Dia juga sedikit memotret jo dengan diam, lala melihat sebuah stand perhiasan ia mengajak jo kesana. Saat di sana ia memilih mana yang ia suka, mata nya tertuju pada sepasang cincin couple. Ia ingin membeli nya tapi saat melihat ke samping nya jo terlihat cuek dan membuang pandangan nya. Lala mengurungkan niat untuk membeli nya, dia kembali menarik tangan jo untuk melihat stand pedagang lain nya.
__ADS_1
Jo hanya mengikuti nya, sekarang lala sudah berada di stand kue tradisional. Ia sedang melihat lihat kue mana yang ia ingin beli, saat sedang mengambil kue nya jo pamit kepada lala untuk ke kamar mandi. Lala pun hanya mengangguk, lala membeli cukup banyak kue untuk di villa. Taklama jo juga sudah kembali dari toilet kedua nya pun segera kembali untuk pulang. Lala berjalan dengan senang, sementara jo membantu membawa hasil belanja yang di beli lala.
Setelah berjalan beberapa menit mereka baru sampai, semua sudah terlihat berkumpul di ruang tamu yang cukup luas. Riana juga terlihat berada di tengah tengah nya, dia duduk tepat bersebelahan dengan jimy. “Taraa... Aku beli banyak kue untuk kita makan” ucap lala. Yang, yang melihat jo dan lala menatap sinis ke arah kedua nya. Tapi ia tetap tersenyum saat lala mentap nya, semua ikut memakan kue yang di beli lala dan jo.