
Pagi nya semua sudah bersiap untuk melakukan aktivitas nya. Pagi ini terasa sejuk embun pagi mulai berjatuhan, dari kamar nya lala terlihat sudah siap mengenakan seragam sekolah nya. Dia berkaca di sudut kamar nya sambil memutar badan nya, “Perfect, ini sudah cantik” ucap nya sambil berjalan ke luar kamar dan bergegas menuju meja makan. Dia bergabung bersama semua yang telah memakan sarapan nya, hanya bangku di sebelah jo yang masih kosong dia pun duduk di sana. Saat semua sedang asyik makan tiba tiba saja lala mengucap kan sesuatu dari mulut nya “Ka hans, pulang sekolah aku akan pergi ke galery mu. Aku ingin berlatih di studio sanggar” ucap nya, hans yang senang adik nya ingin ke tempat nya dia pun dengan senang hati memperboleh kan nya “Baik lah, nanti aku akan menunggu mu untuk makan siang bersama. Ingin makan apa?” tanya hans. “Apa saja, itu tidak masalah buat ku” sahut lala, “Seperti nya akhir akhir ini kau sering berlatih” ucap jun yang mendengar ucapan lala. “Di sekolah ku mengadakan pentas seni aku ingin ikut serta dalam acara itu” jelas nya, “Ehh, tapi ngomong ngomong kau yang akan jadi panitia nya kan jo?” lanjut nya sambil menoleh ke arah jo yang berada di samping nya. “Lalu kenapa?” tanya jo tanpa memalingkan muka nya ke hadapan lala “Bisakah kau meloloskan ku untuk pendaftaran?” sahut lala, saat mendengar ucapan lala jo baru menoleh ke arah samping nya dan melihat lala yang masih memperhati kan wajah nya. Untuk beberapa detik kedua nya saling memandang, tiba tiba
__ADS_1
“Plakk..”
__ADS_1
Suara sentilan yang mendarat di kening lala, “Apa kau ingin aku berbuat curang, tidak bisa” ucap jo lalu memalingkan wajah nya ke depan untuk kembali menyuapkan makanan ke mulut nya lagi. “Kaka.. Sakit liat jo suka sekali menyentil kening ku” rintih nya pada semua kaka nya, “Kau pantas mendapat kan nya” ucap jake yang terdengar menyauti keluhan lala. Nenek nya hanya tertawa melihat cucu nya yang sangat manja, “Ka jimy, apakah tidak mau datang? Riana juga akan ikut tampil di acara pensi” tiba tiba saja lala menyeletukan kata kata itu dari mulut nya, membuat jimy yang sedang minum menjadi terselak karna perkataan nya. “Uhuk..uhuk..uhuk” jimy hanya mengeluarkan suara batuk nya. Nenek yang melihat nya dengan cepat mengambil tisu lalu mengarahkan nya pada jimy sambil mengatakan “Pelan pelan minum nya” ucap nenek. “Ada apa dengan mu kenapa saat lala menyebut riana kau langsung terkejut” tanya yon, yang sedari tadi memperhatikan semua obrolan yang terdengar jelas. “Tidak aku hanya tersedak air bukan terkejut” sahut jimy, “Tidak bisa, aku tidak bisa datang” ucap nya yang baru membalas pertanyaan adik perempuan nya. Lala yang mendengar itu menunjukan wajah nya yang datar tanpa ekspresi, “Bagaimana dengan mu ka Yang?” ucap nya yang juga bertanya kepada Yang, sambil menatap Yang, yang berada di tepat hadapan nya. “Apa kau akan tampil disana?” tanya Yang kepada nya, lala hanya mengaggukan kepala nya ke atas dan ke bawah “Baiklah aku akan datang untuk melihat mu” Ucap Yang. Lala pun kegirangan saat Yang mau datang, tapi dia masih bingung memikirkan bagaimana cara nya supaya jimy mau datang. Bukan tanpa alasan lala melakukan itu, waktu kemarin saat setelah istirahat riana meminta tolong kepada lala untuk mengajak jimy pergi ke pensi yang di adakan di halaman sekolah nya. Lala pun menyetujui permintaan teman nya, karna memang dia tahu jika riana menyukai jimy. Dia pun mendukung teman nya untuk mendapat kan hati kaka nya. Akhirnya semua telah menyelesaikan sarapan nya, dan dengan cepat mereka berangkat ke tujuan nya masing masing.
__ADS_1
Saat pulang sekolah lala membuka pintu mobil nya, dia melihat tak ada jo di dalam. Dia pun menanyakan nya kepada pak andi “Pak apa jo belum kesini?” tanya nya, pak andi pun menjawab “Sudah non, tadi dia bilang jika akan pulang naik taxi. Soalnya dia ada tambahan jam pelajaraan” sahut pak andi. “Ohh, ya sudah pak kalau begitu kita ke galeri ya pak” ucap lala. “Oke non” kata pak andi. Saat mobil yang di naiki lala sudah tak terlihat jo yang sedari tadi mengumpat di belakang pohon pun segera keluar. “Maaf, aku terlalu cemburu hingga tak mau pulang bersama mu. Aku takut semakin marah jika melihat wajah mu” ucap nya dengan wajah yang terlihat sedih
__ADS_1