
“Drinngg...”
Handphone lala tiba tiba saja berbunyi, gadis itu masih bersandar di pundak jo. Saat ini dia harus bergerak tapi badan nya seolah tak mau di gerakan. “Cepat angkat telfon mu! Dari tadi berbunyi terus” ucap Yang, dia pun meraih handpone lala yang letak nya lumayan jauh dari nya demi bisa memberikan nya kepada lala. “Apa aku yang harus mengangkat nya? Ini telfon dari teman mu riana” lanjut Yang lagi karena tidak ada jawaban dari lala. Gadis itu langsung merentang kan tangan nya seolah meminta barang milik nya yang berada di tangan kakak nya, “Berikan...” ucap nya dengan nada lesuh.
“Hallo lala apa kau dirumah? Ada sesuatu yang ingin ku bahas. Hari ini toko tak terlalu ramai aku bisa mampir ke sana” ucap riana, “Hmm, baiklah” sahut nya, “Eh tunggu, ada apa dengan suara mu? Apa kau sedang sakit?” tanya riana saat mendengar suara lala. “Tidak, cepat buru kesini aku akan menunggumu!” sahut lala, “Ahhh, jika begitu baiklahh” ucap riana. Sambungan telfon kedua nya pun terputus karena riana sudah mengakhiri nya.
Jimy memerhatikan lala sedari tadi saat Yang, menyebut nama riana. Setelah lala sudah selelsai bertelfon dia pun menanyakan tentang gadis yang di sukai nya pada lala, “Apa riana ingin datang kesini?” tanya nya, “Humm” jawab lala sambil mengangguk kan kepala nya, “Oy jimy, mengapa kau sangat senang saat riana ingin kesini. Kenapa jika aku menuyuruh mu kau tidak pernah senang” celetuk yon yang memerhatikan gerak gerik jimy. “Ka yon, mengapa kau mengatakan nya. Lihat lah sebentar lagi dia akan mengamuk” ucap Yang, yang juga ikut menggoda jimy. Sudah tidak menjadi rahasia lagi semua sudah bisa tahu jika jimy menyukai sahabat lala. “Agghhhh... Sudah lah aku tak ingin berbicara pada mu ka” teriak nya dengan nada sedikit kesal. Setelah itu jimy pergi ke kamar nya, “Jimy ah, oy jimy ah, mengapa kau marah marah” ucap yon yang masih meledek jimy. Sementara jimy tak menghiraukan nya dan terus berjalan ke arah anak tangga.
__ADS_1
Lala juga ingin naik ke atas tapi dia masih tak memiliki tenaga walau telah memakan banyak pizza yang tadi sudah di pesan jimy. “Gendong aku ke kamar” pinta lala kepada jo, kemudian jo langsung mengangkat nya tanpa membantah dia menuruti apa yang di perintah kan lala. Semua pun tak terlalu menanggapi kedua nya, berbeda dengan Yang, yang memerhatikan kedua nya dari tadi. Jo membawa lala menuju kamar nya, saat di jalan dia selalu memerhatikan wajah gadis dalam gendongan nya. Dia sengaja mengangkat nya ala bridal mask agar bisa leluasa memandangi lala. Terlihat gadis itu yang memejam kan mata nya dengan tangan yang melingkat di leher jo. “Apa sangat lemas badan mu? Sampai aku gendong saja kau tertidur” tanya jo kepada nya. “Humm” angguk lala dengan pelan yang hanya tertidur ayam, “Aku akan memberi vitamin untuk mu agar tidak terlalu lemas” ucap jo sambil tersenyum licik, sementara lala tak menanggapi nya karena tak melihat senyum smirk di wajah jo.
Saat sudah sampai di kamar nya jo meletakan lala di ranjang king size nya, “Bergegas lah mandi, aku sudah membawa mu kekamar mu” ucap jo dengan lembut sambil menatap lala, saat jo ingin pergi “Jo katanya ingin memberi ku vitamin, dimana itu apa aku bisa meminum nya sekarang?” ucapan lala menghentikan niat jo untuk pergi. “Apa kau sangat ingin ku berikan vitamin?” tanya jo sambil menatap mata lala yang terlihat kecoklatan. “Ya, mana?” sahut nya, kemudian jo hanya tertawa kecil melihat ekspresi lala, dia mendekat kan wajah nya dan dengan cepat sebuah ciuman sudah mendarat di bibir mungil milik lala
“Chuppp!..”
Saat jo sudah melepaskan kedua bibir nya yang menempel, lala menarik kaos yang dikenakan jo. “Aku mau lagi!” ucap lala yang ketagihan dengan ciuman yang di berikan jo. “Apa kau sedang menggoda ku? Jangan menyesal jika aku tak berhenti melakukan nya” lirih jo. Kemudian jo kembali mencium bibir nya, lala pun juga membalas ciuman jo. Kedua nya kini saling bercumbu mesra, hingga lala sudah kehabisan nafas nya jo baru melepaskan nya. “Sudah sebaik nya kau mandi! Mungkin riana sedang dalam perjalanan ke sini” ucap jo kepada lala, kemudian jo pergi meninggalkan nya tak lupa dia mengelus rambut lala dan mengecup pelan di kening nya. Tanpa sadar ada Yang, yang sejak awal melihat mereka bercumbu Saat jo pergi Yang, sudah keburu pergi menjauhi kamar lala. Jadi mereka tidak saling bertemu atau berpapasan
__ADS_1
Suara bel kembali berbunyi sekali lagi, namun jimy hanya diam tak bergerak di kursi nya. “Apa kau tak membuka nya lagi?” tanya hans pada nya, “Kau saja yang buka ka” ucap jimy yang tak mau berakhri dengan tukang kurir. Hans membuka pintu dan ternyata adalah riana, dia segera menyuruh riana untuk masuk. Hans nampak sedikit tegang saat melihat nya, sekilas dia mengingat kejadian semalam yang terjadi pada nya dan kakak riana. “Ayo ikut aku masuk, kau langsung saja pergi ke kamar nya. Dia sedang berada disana” ucap hans dengan sedikit gerogi, “Baiklah kakak, eh maksud ku ka hans. Entah kenapa aku selalu mengingat kakak ku saat melihat mu” sahut riana dengan senyum, “Ahh santai saja, kau juga bisa memanggil ku kakak jika kau mau” ucap hans yang terlihat senang saat mendengar riana memanggil nya kakak. Akhir nya mereka sudah sampai di ruang keluarga, jimy melihat kedua nya dia sekarang sangat menyesali jika kali ini benar benar riana yang datang.
“Silahkan kau bisa pergi kesana sendiri, bukan kah juga sudah sering kau kesini.” ucap hans, “Ah baiklahh, aku permisi dulu” pamit nya sambil tersenyum kepada semua yang ada di ruang keluarga. Setelah riana pergi menuju ke kamar lala, jimy kembali menjadi bahan ejekan kaka nya. “Ohh sayang sekali kau harus mencoba nya lagi besok” celetuk jake yang terlihat iba dengan jimy tapi mulut nya juga gatal dari tadi ingin ikut menggoda jimy. “Hahahahahaha” semua nya puas dengan apa yang di ucapkan jake hingga mereka hanya bisa tertawa. “Yaaa!, sudah jangan meledek ku. Sebaik nya aku akan pergi ke kamar ku” ucap nya dengan sedikit kesal.
Sementara itu di kamar lala, riana sudah berada di dalam nya. Saat melihat lala yang tersenyum senyum sendiri, riana terheran dengan sikap teman nya. “Oy lala!” panggil nya sambil menepuk punggung lala, sontak lala terkejut dengan kehadiran riana yang tiba tiba. “Riana kau mengagetkan ku saja” sahut nya, “Kau lagi kenapa, apa kau tidak melihat kedatangan ku?” tanya riana. “Ahh sudah lahh lupakan saja!, apa yang ingin kau bicarakan dengan ku?” sahut lala. Riana kemudian malah sibuk membuka tas milik nya, dia mengambil handpone nya dan menunjukan sebuah foto yang telah di ambil nya.
“Coba kau perhatikan mobil ini, aku seperti tidak asing dengan pemilik nya” ucap riana, setelah lala melihat nya dia berkata “Ini seperti mobil ka hans, coba zoom sedikit ke arah plat mobil nya” ujar lala. Saat melihat nya dia yakin jika mobil itu benar milik ka hans, riana mengangguk anggukan kepala nya. “Hmm, ya aku sudah tau sekarang” gumam nya, “Tau apa?” lala yang penasaran segera menyauti ucapan nya. “Sini biar ku kasih tahu, semalam kakak ku pergi dan tidak pulang. Saat tadi pagi ia baru saja pulang, tapi aku melihat dia keluar dari mobil ini. Apakah mereka..” ucapan riana berhenti dan dia menoleh ke arah lala, kedua nya saling mentap mereka seolah tahu jika hans dan kirana memiliki hubungan yang sangat dekat.
__ADS_1
“Aaaaaaaaaa....” teriak kedua nya yang bisa terdengar sampai ke seluruh rumah, mereka tak bisa membayang kan apa yang telah terjadi di antara kedua nya. “Ada apa?” jimy dan jo secara bersamaan yang paling cepat membuka pintu kamar lala. Riana dan lala hanya bersamaan menoleh ke arah nya sambil menggelengkan kepala mereka, Jimy dan jo secara bersamaan menghela nafas nya. Kemudian kembali menutup pintu nya, dan kembali pergi. Melihat yang lain nya juga baru saja sampai “Sudah mereka tidak apa apa” ucap jo, “Huhhh anak itu selalu saja berteriak membuat ku khawatir saja” gumam yon. “Jimy sebaik nya kau membawakan mereka cemilan dan suruh pelayan membuatkan jus untuk kedua nya” titah yon. “Oke..” sahut nya dengan senang tanpa membantah ataupun kesal. “Hhh, tumben sekali dia tidak mengoceh” gumam yon, “Jelas dia tidak marah dia pasti senang bisa masuk ke kamar lala dan melihat gadis itu” sahut jake. Semua kembali melakukan aktivitas nya masing masing
Setelah selesai menyiapkan semua nya jimy dengan senang menuju ke kamar lala, saat sudah masuk ia meletakan nampan berisi cemilan dan dua gelas jus ke atas meja di depan kedua nya. Riana yang melihat jimy tak berhenti nya memandangi jimy, lala yang memerhatikan teman nya segera menjahili nya “Ehem,ehem..”, riana kemudian melepaskan pandangan nya dari jimy. Sementara jimy masih sibuk menata makanan yang di bawa nya. Setelah nya jimy kembali keluar dari kamar lala, “Sudah dong mandang nya, ga berkedip gitu” ucap lala menggoda riana. Sementara riana hanya tertawa tersipu malu