
Keesokan paginya semua sudah berada di meja sarapan. Lala yang belum mengetahui jika kakanya di skors membulatkan pandangan nya kepada ketiga kaka nya yang terlihat masih memakai piyama nya dengan rambut yang masih berantakan.
“Ka mengapa kalian belum siap-siap?”
tanya nya kepada ketiga kakanya.
“Kau berangkat lah sendiri kami diskors 3 hari” sahut yang lembut kepada lala.
Jake dan hans yang belum mengetahui mendengar itu pun kaget melihat adiknya kena hukuman, karna ini baru pertama kalinya mereka di hukum guru.
“Apa yang kalian lakukan hingga di skors?”
tanya jake kepada ke tiga adiknya .
“kami terlibat perkelahian” dengan cepat jimy menjawab pertanyaan jake, jake hanya tersenyum kepada ke tiga adiknya. Seraya mengatakan “Tidak apa wajar jika kalian berkelahi karna itu memang biasa terjadi di antara para lelaki” ucap jake sambil memakan sarapannya.
Mereka tidak mengatakan jika ke tiga nya berkelahi karna membela lala. Karena takut lala tidak akan pergi ke sekolah jika ada yang mengejeknya. Karna itu mereka hanya bilang berkelahi saja.
“huh.. Jika seperti ini siapa yang menemaniku aku bosan jika harus duduk sendiri dimobil” gerutu lala di depan semua kaka nya.
Semua melihat kearah adik kecilnya itu dengan senyum kecil karna lala paling lucu jika sudah mengambek. Hans pun yang kemarin merasa bersalah karna membuat lala pingsan dia ingin mengantar lala ke sekolah nya.
“Oh, adik kecil ku come on jangan kesal seperti itu aku akan mengantar mu ke sekolah” ucap hans dengan menghibur lala. Memang hans paling bisa menghibur semua yang ada disana. Dia paling bisa membujuk lala yang sering merajuk.
“Benarkah? Oh aku senang sekali, apa ka hans juga akan menjemputku?” tanya nya lagi
Hans seperti nya tidak bisa menjemput adik kecilnya karna dia ada rapat di galeri nya.
“Hemp.., pasti tidak bisa kan aku tidak mau kalau kau hanya mengantarku saja, lebih baik tidak usah” ucap nya lagi sambil membuang nafas kesal nya .
__ADS_1
Hans melihat tingkah adiknya itu mau tak mau dia menurutinya. Dia setuju untuk menjemputnya dan harus menunggu nya rapat di galerinya. Lala pun menyetujui nya, karna dia sangat suka jika ke galeri hans. Hanya galeri hans tempat yang sering ia kunjungi sedang kan kantor yon dia sama sekali belum pernah kesana. Lalu mereka pun menyelesaikan sarapan nya yon dan jake sudah keluar sambil menenteng godiebag yang berisi kotak makan yang di buat jun. Tak lama hans dan lala juga menyusul keluar untuk berangkat.
Walaupun jimy yang dan jo di skors dari sekolahnya, mereka seperti tidak libur. Kakanya mengajari mereka bertiga tentang bisnis karna nanti mereka juga akan mewarisi aset dari keluarganya. Tak hanya perusahaan saja yang keluarga baskara miliki, meraka masih memiliki apartment, hotel, mall, rumah sakit beberapa bidang tanah yang masih kosong dan juga mereka membangun sebuah panti asuhan.
Lala pun sudah sampai di sekolahnya, Hans pun tidak turun dia langsung jalan setelah lala keluar dari mobilnya, karna letak kampusnya yang lumayan jauh jadi dia terburu-buru. Tapi tak lupa mencium jidat adiknya dan lala pun pasti selalu memeluknya.
Saat lala berjalan menuju kelasnya terlihat anak anak yang memandang ke arah nya. Seperti bertanya tanya “apa dia orang kaya kenapa setiap datang selalu dengan mobil yang berbeda?” bisik bisik murid yang memerhatikan nya. Lala tak memedulikan, dia tak mendengar yang dikatakan anak anak itu dia menyusuri koridor sekolah sambil menggemgam erat buku bukunya namun saat berjalan. Tiba tiba
“Brukk."
Buku lala berhamburan lala pun terjatuh dia bertabrakan dengan salah seorang gadis. Dengan cepat lala mengumpulkan bukunya yang berserakan gadis itu juga terlihat membantunya.
“Maaf aku tidak sengaja menabrak mu saat aku berjalan aku tidak memerhatikan langkahku” ucap gadis itu sambil memberikan buka yang di kumpulkannya kepada lala.
“Iya,tidak apa apa aku juga tidak memerhatikan jalan sehingga menabrakmu” dia membalas ucapan gadis itu sambil tersenyum.
“Tringg..”
Bel sekolah pun berbunyi yang menandakan sudah waktu nya masuk kelas. Mereka berjalan bersama hingga kelas, ternyata mereka satu ruang kelas dan saat itu juga mereka mulai merasa akrab satu sama lain. Sekarang lala sudah memiliki satu teman yang di kenalnya.
Pelajaran pun di mulai, dengan tekun semua murid memerhatikan guru di depannya. Tak terasa sekarang sudah pukul 09.00 sudah seharus nya mereka beristirahat tak lama bel sekolah berbunyi para siswa siswi berhamburan keluar. Lala yang masih merapikan bukunya di hampiri oleh riana dia mengajaknya pergi ke kantin bersama.
“Ayo, la kita kekantin” seraya mengajaknya
Lala pun mengmbil bekalnya dan menuju kantin bersama riana mereka duduk berdua sambil mengobrol layaknya gadis gadis SMA.
saat mereka tengah asik tertawa ada seorang pria yang berjalan mendekati mereka, pria itu sangat tampan dan tinggi yang tak lain adalah bram. lala sudah mengenalinya tapi tidak dengan riana.
“Hey la, aku ikut gabung ya” sambil meletakan makanannya di meja kantin dan duduk di sampingnya. Lala hanya mengangguk dan tersenyum kecil menandakan bram boleh ikut bergabung bersama mereka.
__ADS_1
“Ehem,” suara riana yang seperti ingin di perkenalkan pada pria tampan itu.
“Oh iya bram, ini riana dia satu kelas dengan ku” ucap lala kepada bram.
“Oh iya, aku bram” sambil mengarahkan tangan ke riana.
“Sepertinya aku juga satu kelas dengan kalian apa kalian tak melihatku” bram membuka obrolan pada ketiga nya yang sedari tadi terasa sangat canggung.
“Eh, mengapa aku tak melihat mu” sahut riana
Begitupun lala juga terheran karna tak begitu memperhatikan satu kelas.
“Kalian duduk di depan sedangkan aku duduk di bagian belakang jelas kalian tak melihat ku” sahut bram. Ya, karna memang lala tidak memerhatikan sekitarnya. Berbeda dengn bram saat pertama lala masuk kelas bram sudah melihat lala dia tengah duduk dikursinya. Saat melihat lala bram sangat terpesona, makanya waktu itu bram berinisiatif berkenalan pada lala walau di usir oleh jo.
Mereka pun makan dan berbincang sambil tertawa kecil, Bahkan sesekali bram selalu melirik lala. Tapi riana memerhatikan lirikan bram sepertinya dia tau jika bram menyukai lala. Karna kakanya tidak masuk sekolah lala seperti puas bisa bergaul dengan siapa saja tanpa dirusuh oleh jo.
Sebenarnya bram juga berasal dari keluarga terpandang seperti lala. Keluarga bram ada di urutan nomer 2 tepat dibawah kelurganya, walaupun ada di nomer 2 kekayaannya masih jauh jika dibandingkan dengan keluarga baskara. Tapi bram bahkan juga tidak mengetahui jika lala bagian dari keluarga itu, dia mengira bahwa lala dari keluarga kaya pada umumnya karna dia tak pernah melihat gadis itu memakai barang brandid yang mahal. Dia terlihat sangat sederhana bahkan makan saja dia hanya membawa bekal dari kakanya. Tidak seperti gadis kaya lain yang memakai barang brandid.
Lala seperti itu karna dia tak mau terulang lagi punya teman yang hanya mengincar uang nya saja. Karna waktu dia SMP banyak sekali teman yang mendekatinya karna lala sering menghamburkan uang untuk menraktir teman nya. Tapi jika lala tidak mentraktirnya dia di jauhi teman teman nya, dari situ dia tak pernah lagi mentraktir dan menghabiskan uang nya. Sampai sekarang dia selalu apa adanya agar ada teman yang tulus ingin berteman dengannya.
Sementara itu Dikampus hans yang sedang bersantai di halaman kampus nya terlihat sedang duduk menyender di bawah pohon besar. Sangat sejuk dan tenang sambil menunggu jam kelasnya di mulai. Saat sedang memejam kan mata nya tiba tiba dia menghirup sesuatu yang sangat wangi dia pun membuka matanya perlahan, dia terkejut ada seorang wanita yang berada di depannya.
“Hei, apa kau tertidur? Bangun lahh aku ingin mengembalikan ini pdamu” ucap nya pada hans, sambil mengulurkan sapu tangan yang di genggamnya ke arah hans.
Hans pun mengambil sapu tangan itu dari gadis itu, dia melihat sapu tangannya dengan heran. “Mengapa ada bersamanya” gumam nya dalam hati.
“Kau menjatuhkan ini saat berjalan aku memgambilnya dan mengikutimu hingga kesini” ucap wanita itu lagi seperti menjawab pertanyaan nya dalam hati.
Hans hanya terdiam karna wanita di depan nya adalah gadis yang ia kagumi, kali ini dia harus mengetahui namanya. Saat hans ingin berbicara handphone gadis itu mengeluarkan suara yang keras, dia dengan cepat mengangkat handphone nya sambil beranjak dari tempatnya. Lagi lagi hans kehilangan kesempatan untuk yang kedua kalinya. Hans hanya tersenyum bodoh menatap kepergian wanita itu.
__ADS_1