
*Sementara itu di waktu yang bersamaan*
Yon dan shiella sudah sampai rumah, mereka melihat rumah sepi tidak ada jun disana.
“Bi, di mana ka jun?” tanya lala pada salah satu pembantunya.
“Tuan jun sedang kesekolah tuan muda non”
sahut pembantu itu kepada lala.
“Ya,sudah pergilah ke kamar mu aku akan membuatkan susu untuk mu” ucap yon
Lala pun menaiki tangga seraya menuju kamarnya, yon menuju dapur dan membuatkan susu untuk nya. Walaupun yon terlihat seperti gunung es di kantor tapi saat bersama lala seakan gunung es itu mencair, Bahkan yon rela melakukan apa saja untuk nya. Yon memang lebih sering memanjakan lala, karna jika bersama nya membuat yon bahagia dan jika sedang lelah dia merasa saat dengan lala lelah itu hilang.
Yon yang sudah selesai membuatkan susu bergegas menuju kamar lala.
“Tok,tok,” suara yon mengetuk pintu
“Ini susu mu minum lah setelah itu tidur sambil kau menunggu ka jun pulang” serunya sambil duduk dipinggir kasur.
Lala pun meminum susunya sampai habis setelah itu yon mengambil gelas yang di berikan adiknya lalu mencium jidat adiknya
“Istirahat lah aku akan balik ke kantor” ucap yon. Lala yang mendengarnya seperti tak ingin di tinggal pun memeluk yon sambil mengatakan “Tunggu lah sampai ka jun pulang aku sendirian, atau ajak aku ikut bersamamu” ucapnya
“Tidurlah kau harus istirahat, aku akan menunggu disini sampai ka jun sampai” sahut yon
“Mengapa kau tidak mau membawaku”
__ADS_1
Gumam lala kesal sambil menarik selimut.
Yon hanya tertawa kecil melihat adiknya yang merajuk, setelah lala tertidur yon keluar dari kamar tersebut mengambil laptop dikamarnya lalu duduk di ruang tamu sambil menunggu jun pulang dia sembari bekerja memandang laptopnya. Yon benar benar menuruti keinginan adiknya untuk menunggu hingga jun pulang.
Sementara itu, di dalam mobil jun dan ketiga adiknya yang sedang menuju rumah menyetir dengan hati hati. di sebelah nya ada jimy yang duduk menunduk tak berani menengok ke arah yon di belakang yang dan jo juga menunduk tak berani berbicara.
“Kali ini aku maaf kan kalian semua karna sudah membela lala, jika aku di posisi yang sama aku akan melakukan seperti itu” ucap jun kepada adiknya yang membuat ketiganya tenang, “Aku membawa baju ganti untuk kalian ada di belakang, jo ambil lah itu ada di belakang mu. Jangan sampai lala melihat kalian yang berdarah, dia bisa pingsan” jun yang melanjutkan omongan nya.
Ya, lala memiliki phobia darah atau biasa di kenal ,Hemophobia/hematophobia. Phobia ini termasuk jenis phobia spesifik yang ditandai dengan rasa takut atau cemas luar biasa ketika melihat darah, baik darah mereka sendiri, orang lain, binatang, dan bahkan darah dalam bentuk gambar atau tayangan di televisi. Lala sudah dari kecil phobia, jun mengetahui hal itu setelah lala berumur 5tahun saat itu dia sedang bermain bersama jo dia terjatuh dan menangis saat melihat kaki nya berdarah setelah itu dia jatuh pingsan. Jo yang melihat itu menggendong nya dan membawa masuk ke dalam rumah, jun yang melihat langsung memanggil dokter pribadi keluarga kerumahnya. Saat di periksa dokter mengatakan jika lala phobia darah hal ini terjadi karna lala mengeluarkan rasa takut yang sangat berlebihan karna melihat darah membuat dirinya cemas hingga pingsan.
Semenjak itu semua berhati hati jika ada yang berdarah dan lala tidak melihat darah hingga sekarang.
Mereka bertiga kemudian mengganti pakaian nya dan tak lama mereka sampai di pintu depan rumahnya. mereka pun turun dan pak andi menghampiri untuk memarkirkan mobil jun ke garasi. Sementara mereka ber4 masuk saat membuka pintu jun melihat yon ada di ruang tamu.
“Mengapa lama sekali?” ucap yon kepada jun
“Aku menghampiri mereka yang terlibat perkelahian (sambil menunjuk kearah ketiga adiknya). duduk lah di samping yon aku akan mengambil kotak p3k untuk mengobati luka kalian” ucap jun.
“kenapa kalian bertengkar” suara bariton dari yon membuat mereka terkaget.
Tapi mereka masih terdiam bingung karna selain jun, yon juga sangat ditakuti adiknya.
“Mereka hanya membela lala, jangan memarahi mereka jika aku di posisi itu aku juga melakukan yang sama” jelas jun kepada yon karna ketiga adiknya pasti tak berani menjawab. Yon hanya diam tak menanggapi tetapi yon membantu jun mengobati adiknya.
Setelah selesai yon pun pamit kepada jun dia akan ke kantornya lagi karna masih banyak pekerjaan. Jun telah menyiapkan makan untuk yon juga tak lupa pada jake dia memberikan 1tas berisi 2kotak nasi lengkap dengan cemilan dan minumnya untuk di bawa nya. Akhirnya yon pun bergegas ke kantor dengan mobil pribadinya.
“Jimy, yang, jo, makan lah dulu baru kalian naik keatas” ucap jun
__ADS_1
Ke empatnya pun makan berasama, sementara itu jo yang sedari tadi memperhatikan sekitar tidak melihat lala. Baru jo ingin bertanya sudah kedahuluan dengan yang.
“Bi, dimana lala?” tanya yang kepada pembantu nya.
“Nona sedang tidur siang den” sahut bibi sambil membereskan piring bekas mereka makan.
Tak lama lala pun terlihat turun sambil berteriak dari atas “Ka yon..” sambil mengucek matanya yang baru bangun dari tidurnya.
“Heii.. Biasakan jangan berteriak duduk lah sini, ka yon sudah pergi ke kantornya” sahut jun.
“Ka jun sudah pulang?” tanya nya sembari duduk dikursi meja makan bergabung bersama para kakanya yang lain
“Sudah, makan lahh dulu aku sudah makan bersama yang lainnya” ucap jun
Lala hanya mengangguk dia masih setengah sadar rambut nya yang masih acak acakan membuat nya terlihat lucu ditambah wajahnya yang terlihat cantik dan manis membuat yang dan jo tak berhenti menatapnya. Tiba tiba muncul ide jo untuk meledek lala.
“Hahaha.. bagaimana ada lelaki yang tertarik padamu jika melihat mu seperti ini, pasti mereka akan lari” tertawa puas melihat lala
“Jo, sudah cukup kau sudah keterlaluan kau selalu saja menggangguku” ucap lala kesal
“Ka, lihat lah jo meledek ku terus” rengek nya dengan manja kepada yang. Tapu tingkah nya malah membuat jo dan yang tertawa kecil saat melihat nya mereka tambah gemas saat melihat lala mengadu dengan rambut acakacak kan nya.
“Mengapa kalian hanya tertawa, lihat lah sekarang kau bersama jo meledek ku. Ka jimy apa kau diam saja” rengek nya lagi kepada kknya yang lain. Jimy yang sedari tadi memperhatikan mereka juga ingin tertawa tapi takut lala makin merengek. Jimy menenangkan lala sambil memukul pelan jo dan yang.
“Plak..plakk”
“Aduhh sakit” rintih jo dan yang secara bersamaan namun malah membuat lala tertawa terbahak bahak melihat jimy memukulnya seakan puas dengan yang di lakukan kakanya.
__ADS_1
“Rasain, emang enak wlee” ledek nya pada jo dan yang sambil tertawa geli.
Begitulah keharmonisan di keluarga ini walaupun tampak sepi rumah selalu ramai dengan rengekan lala yang tiada henti jika di ledek oleh jo.