
Saat di rumah jun mendapati jimy dan yang, sedang bermain play station di rung keluarga. Tapi dia tidak melihat keberadaan lala bahkan jo, nenek pun juga tidak tidak terlihat. Dia mencari ke seluruh rumah tapi juga tak kunjung menemukan nya. Lalu jun menanyakan nya kepada kedua adik nya yang sedang bermain, “Kemana lala dan jo? Aku juga tidak melihat ada nenek” ucap jun kepada kedua nya. Mereka berdua hanya menggelengkan kepala dan mengangkat bahu nya. “Sejak kami pulang tidak ada orang di rumah ini” jelas jimy, kemudian kembali melanjutkan permainan nya.
Akhir nya jun mencoba menelfon lala tapi tidak ada jawaban membuat diri nya sangat khawatir. Dia mengingat jelas saat diri nya membentak lala, di dalam hati nya dia berfikir “Apa dia marah kepada ku” gumam nya dalam hati. Lalu dia mencoba menelfon jo setelah beberapa detik panggilan nya di angkat dan juga terdengar suara lala. Jun sangat lega saat mendengar suara adik perempuan nya,
“Halo ka? Ada apa, jo sedang menyetir tidak bisa mengangkat telfon mu” ucap lala. Jun pun segera menjawab nya “Kamu dan jo kemana, mengapa belum pulang?” sahut jun, sambil menanyakan keberadaan mereka. Lala yang mendengar pertanyaan jun dia langsung menatap ke arah jo yang berada di samping nya, dia takut jika mengatakan habis pergi kepantai pasti akan terkena omelan lagi oleh kakak pertama nya. “Tadi kami habis menonton film terlebih dahulu, setelah itu berjalan jalan sebentar. Sekarang kita sudah arah pulang ka” jo dengan cepat menjawab pertanyaan jun yang di dengar nya karena lala mengaktifkan mode load speaker. “Ahh yasudah, hati hati aku akan menutup nya, dahh” ucap jun dan mengakhiri telfon nya.
__ADS_1
Dia yang juga khawatir dengan nenek mencoba menelfon nya. Setelah berkali kali dia melakukan panggilan tidak kunjung ada jawaban. Dia pun memasuki kamar nenek, dia berfikir jika nenek sedang tertidur. Saat membuka kamar nya benar saja nenek sedang terlelap di kamar nya, jun pun kembali menutup pintu kamar nenek tanpa melihat apakah yang terbaring nenek atau bukan. Hari semakin malam satu persatu semua sudah pulang ke rumah, kini semua nya berada di meja makan menikmati makan malam nya. Namun lala terheran saat ia tak melihat nenek nya, dia pun bertanya kepada semua “Kemana nenek? Mengapa tak ikut makan malam?” tanya nya. Jun yang mengetahui nenek sedang tertidur dia segera menjawab pertanyaan lala “Nenek sedang tidur jangan mengganggu nya mungkin dia sangat lelah” sahut jun. Lala hanya mengangguk kan kepala nya dan kembali melanjutkan makan nya.
*Di kediaman Bram*
Sementara itu, ayah bram sedang mengurung diri di ruang kerja yang berada di dalam rumah nya, bahkan ia sampai tak ikut makan malam bersama istri dan anak nya. Membuat raisa selaku istri nya sangat khawatir dengan suami nya, sedangkan bram tak begitu memperdulikan nya. Dia sangat hapal dengan kebiasaan ayah nya, jika sedang ada masalah di perusahaan pasti ayah nya akan mengurung diri di ruang kerja nya. Jadi dia tak terlalu mengkhawtir kan seperti mamah nya.
__ADS_1
“Mengapa jadi seperti ini?, bagaimana jika aku melakukan apa yang di perintah kan hengki?. Mungkin nasib ku lebih buruk dari pada ini” gumam nya, dia terus mencari jalan keluar untuk perusahaan nya tapi otak nya tak bisa berfunsi dengan benar. Setelah itu kevin membuka laci di bawah meja kerja nya, dia terlihat mengambil sebuah map dan langsung membuka nya. “Apa sudah saat nya kita akhiri kesepakatan ini?” gumam nya dengan lirih.
“Mungkin sebaik nya aku tak terlalu dalam terjerumus masalah ini, aku takut akan mengecewakan anak dan istri ku. Bagaimana pun juga bram sangat mencintai gadis itu, jika aku melakukan nya apa bram masih mau menganggap ku sebagai ayah nya” ucap kevin sambil mengeluarkan nafas dengan kasar. “Baiklahh, keputusan ku sudah bulat. Tunggu aku besok hengki!, aku akan mengakhiri ini. Aku tidak mau kehilangan keluarga kecil ku” gumam nya lagi sambil memegang erat map yang berada di tangan nya. Bagaimana pun juga keluarga ku lebih berharga dari apapun.
*Di waktu yang bersamaan*
__ADS_1
Hengki sedang berada di dalam sel nya, malam ini dia tak mendapat pukulan dari anak buah adrian. Membuat diri nya sangat lega dengan hal itu, saat semua teman kamar nya tertidur lelap ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah nya. Lalu orang itu berhenti di depan sel tempat hengki berada, lalu orang itu membuka kan pintu kamar hengki yang tergembok, setelah nya hengki keluar bersama orang itu. Mereka berhenti di sebuah lorong yang sangat gelap, tidak terlihat ada satupun orang di sana. Setelah itu mereka terlihat seperti sedang berbincang, dari bayangan nya bisa terlihat dengan jelas hengki bersama dua orang pria yang bertubuh kekar. Pria di depan nya seperti memberikan sesuatu kepada hengki dari tangan nya. Setelah nya mereka berjabat tangan kemudian pria itu pergi meninggalkan hengki bersama pria satu nya. Dan hengki kembali masuk ke tempat sel nya di temani oleh pria yang mempunyai kunci gembok di tangan nya. Hengki berjalan sambil tersenyum dengan membawa sebuah map di tangan nya.
Saat sudah masuk ke dalam sel nya, dia terduduk menyandar di tembok yang hanya beralas tikar. Diri nya tak sadar jika ada seseorang yang telah melihat apa yang telah di lakukan nya. Orang itu masih menatap ke arah hengki dengan tatapan tajam nya, mata nya tak berkedip dia selalu melihat setiap pergerakan yang di buat oleh hengki. Sementara hengki tak tahu jika ada sepasang mata yang menatap ke arah nya, dia dengan senang membuka map yang baru saja ia dapati. Di dalam nya hanya ada selembar kertas dengan sebuah gambar denah. Dia terus memandangi nya sambil tersenyum licik di bibir nya. “Lihat lah setelah ini apa yang bisa kau lakukan lagi?. Sebentar lagi kesenangan mu akan berakhir” gumam nya.