
Sementara itu dikantor yon dan jake sedang berada di lantai paling atas gedung kantor nya, mereka akan makan siang bersama di sana. Mereka ber dua memang sering menghabiskan waktu bersama untuk makan di ruang pribadi nya. Tak pernah ada satu pun karyawan yang pergi kesana hanya satu pelayan untuk membersihkan ruangan disana, bahkan itu pelayan yang ada di rumahnya. Karna mereka tak mengizinkan siapapun untuk masuk kesana.
Hingga waktu pun tak terasa sudah sore, hans yang tengah bersiap pulang pun tak lupa menjemput lala. Tak lama dia sudah sampai di halaman sekolah adiknya, lala yang melihat mobil kaka nya pun dengan cepat masuk ke dalam mobil tak lupa dia menciumi kakanya. Mereka pun kemudian pergi menuju galeri hans, seperti janjinya tadi pagi kepada kaka nya bahwa ia akan menunggu hingga kakanya kelar rapat baru dia akan kembali ke rumah.
Mereka pun sudah sampai di galeri. Hans yang sudah merasa telat terburu buru pergi ke ruang rapatnya, sedangkan lala yang sudah hapal dengan galeri tersebut dia pergi ke salah satu ruangan. Dia pun pergi ke gedung sebelah yang tak jauh dari tempat nya berdiri. Memang tak hanya galeri, disitu ada Sanggar yang sengaja di buat hans untuk siapa saja yang ingin berlatih seni. Karna hans menguasai semua seni dari menari,melukis, menyanyi, bahkan dia bisa berakting layaknya aktor aktor di tv. Bukan untuk menghasil kan lebih banyak uang, bahkan dia tidak menerima uang yang diberi. karna dia tulus ingin memberikan ilmu tentang seni. Dia sangat senang jika di sanggarnya banyak remaja seumuran lala, karna biasa nya di jaman moderen banyak remaja yang melupakan tentang seni. Mereka terlalu asik dengan gadget dan sosial media. Karna itu hans ingin para remaja itu mengerti tentang seni agar bisa lebih menghargai budaya indonesia.
Lala pun sampai dia masuk ke gedung itu, dia langsung menuju studio. Setelah sampai dia ke ruang ganti untuk mengganti baju nya yang sudah ia bawa di dalam tas nya. Setelah selesai ia keluar dia terlihat sangat cantik memakai Leotard (Baju Ballet), dengan rambut yang sudah di sanggul ke atas. walaupun hanya sanggul biasa tapi dia terlihat seperti balerina yang profesional. Dia pun langsung terduduk di lantai sambil mengenakan Pointe shoes (Sepatu balet).
Setelah lagu di putar dia menari mengikuti irama gerakan nya sangat cantik seperti angsa putih yang sedang menari-nari. Menjadi penari balet memang lah impian shiella dia ingin sekali menjadi balerina yang terkenal. Saat dia duduk di bangku sd dia sudah mengikuti lomba lomba hingga sekarang. Dia bisa memenangkan semua lomba yang di ikutinya itu membuat semua kakanya sangat bangga kepadanya.
Dia yang sedang menari tak sadar ada beberapa anak sanggar yang memerhatikan nya dari tadi. Tapi dia tetap tenang menari, dia sangat senang menari karna itu bisa membuat hatinya tenang. Saat dia selesai menunjukan pose yang cantik dan anggun setelah itu terdengar tepukan meriah seraya memberikan apresiasi untuk penampilannya. Lala pun terkaget karna ada suara tepuk tangan, dia memang tidak menyadari saat dia melihat beberapa anak dia pun tersipu malu.
Tak lama hans yang sudah kelar rapat sedari tadi mencari lala tak kunjung ketemu. Dia langsung pergi ke studio tempat menari, karna dia pasti mengetahui bahwa adiknya pasti berada di sana. Dan benar saja saat sampai dia melihat anak anak yang sedang bergerombolan memberi tepuk tangan untuk gadis yang terlihat seperti balerina itu. Hans yang melihat pemandangan di depannya pun memecah suasana itu
__ADS_1
“Ehm,ehm.. Apakah sudah selesai menonton apakah bagus pertunjukannya? Semuanya dengar ini adalah adik ku yang terakhir” jelas nya kepada anak sanggar di depannya sambil berjalab melewati kerumunan anak anak itu.
Lala malu malu saat kakanya mengenalkan nya kepada murid sanggarnya, tak lama
“Ka apa kaka bersedia mengajari kami?” terdengar suara anak kecil melengking bertanya dan berjalan ke arah lala anak itu sangat gemas dan lucu dia tampak seperti baru berumur 8tahun. Lala pun menyambut anak itu dan tersenyum seraya mengatakan
“Tentu saja..” sambil mengacak acak rambut anak itu. Lala di buat gemas saat melihat anak di depannya dia ingin mencubit pipi anak itu yang terlihat sangat chuby. dia hanya tersenyum lebar. Lalu beberapa anak pun juga meng hampirinya mereka juga ingin di ajari oleh nya. 10 orang anak berdiri di hadapannya dia pun tak berdaya melihat anak anak yang imut. dia pun berjanji akan sering sering main ke sana untuk mengajari mereka tari balet.
Hans pun mengajak nya pulang karna ka jun sudah menanyakan lala. Begitu lah ka jun dia selalu tidak ingin jauh dari lala jun sangat takut jika kehilangan adik kecilnya itu. Selesai mengganti baju dia pun pamit kepada anak anak itu. Dan berjalan mengikuti hans di belakangnya.
“Ka jun,” suara nya lembut menyapa jun yang sedang memasak.
“Sudah pulang pergi lah mandi terlebih dahulu sebentar lagi makanan mu jadi” ucap ka jun dengan tangan yang masih sibuk memgang pisau
__ADS_1
“Ka dimana yang lain?” tanya nya lagi
“Jangan mengganggunya mereka sedang belajar di ruang kerja yon” jawabnya pada lala
Lala yang mendengar itu pun tahu bahwa mereka sedang di ajarkan cara mengelola perusahaan. Dia tertawa jahil ingin mengganggu ketiga kaka nya itu, walaupun sudah di larang tetap saja dia akan mengganggu nya. Dia pun melepaskan pelukan nya dan bergegas pergi ke ruang kerja yon. Saat membuka pintu dia langsung berlari mengacaukan kaka nya yang sedang serius belajar di bantu asisten dari kantor yon. Jimy yang dan jo pun seketika menghentikan pelajaran nya dan akan mengeroyok lala karna sudah mengganggu waktu mereka belajar akhirnya terjadilah kejar kejar an. Asisten yang melihat kejadian di depnnya hanya menarik nafas panjang
“Huhhh, ini sudah biasa terjadi. Nona muda selalu mengacaukan tapi jika dia tidak mengacau kan pasti aku akan sampai larut malam disini. Terimakasih nona” gumam nya dalam hati dia merasa senang.
“Nona, tuan jika tidak ada lagi yang bisa saya bantu mohon saya pamit undur diri” ucap asisten itu sambil berjalan keluar. Dia tau pasti mereka tidak akan menanggapinya karna asik bercanda. Jun yang mendengar suara ketawa bergegas naik menuju arah suara itu benar saja dugaan nya pasti ulah lala dia membuka pintu lalu
“Lala apa kamu sudah mandi, sudah ku duga kau tidak akan mendengarkan ku, pergi lah mandi jangan bercanda lagi!. Sudah berantakan ruangan ini kau buat, kalian bertiga juga pergi lah mandi kita akan makan siang bersama hans sudah menunggu kalian dibawah" ucap jun kepada adiknya.
Semua adiknya itu langsung menuruti nya dan keluar dari ruangan itu untuk membersihkan diri. Walaupun begitu jun tidak pernah memarahi adiknya itu. Malah dia sangat senang jika adiknya sering bercanda. Akhirnya semua sudah selesai membersihkan diri mereka pun makan bersama. Walaupun mereka jauh dari orang tua tapi mereka seperti tak kehilangan orang tua. Jun yang selalu berada dengan mereka seperti menjadi ayah sekaligus ibu untuknya. Bahkan yon dan jake yang sudah dewasa saja terkadang bisa sangat manja dengan jun.
__ADS_1
Malam pun tiba, yon dan jake yang baru pulang di sambut oleh adik kecilnya. Lala memeluk kedua nha dan menciumi kedua kaka nya walau pun kedua nya sangat cape tapi dia tidak marah dengan yang di lakukan lala.