7+1 Child

7+1 Child
Musuh dalam selimut


__ADS_3

Hans baru saja sampai rumah melihat semua sedang berkumpul di ruang keluarga. Dia segera ikut menimbrung bersama mereka, “Dari mana kau hans, apa ada masalah di galeri mu” tanya jake kepada nya. “Ah tidak ka, tidak ada masalah hanya saja aku habis minum dan tertidur di sana” ucap hans dengan gugup, “Syukur lah ku kira ada masalahh” sahut jake lagi. “Kemana ka jun? Aku tidak melihat nya” hans baru saja menyadari jika jun tidak ada di antara mereka. “sejak pagi ka jun sudah pamit aku pun tak tahu dia ingin kemana” timpal yon yang menyauti pertanyaan hans, “Ka, aku mau makan pizza” celetuk lala. “Oke aku akan memesan nya” ucap yon, “Jimy tolong pesan kan!” titah yon, lagi lagi jimy di buat emosi oleh nya “Bukan kah kau mengatakan ingin memesan nya? Mengapa menyuruh ku” sahut nya, “Sudah cepat tidak usah banyak omong!” jawab yon, “Hahhh, baiklah setelah aku memesan nya kau tidak usah makan” gerutu jimy, “Oke, kalau begitu kau saja yang bayar” jimy hanya menarik nafas nya mendengar perkataan yon, dia sangat cape meladeni nya. Akhir nya pesanan mereka sudah datang, semua segera memakan nya.


*Di tempat adrian


“Cepat katakan kepada ku siapa yang menyuruh mu!” bentak adrian kepada wanita. “Sudah adrian, jangan memaksa nya. Ku dengar dia mempunyai ibu yang sedang terbaring dirumah sakit, apakah menurut mu aku harus menutup semua rumah sakit agar ibu nya tak bisa di obati” ucap jun dengan tenang kepada adrian. “Seperti nya ide yang bagus, cepat kau atur semua nya” sahut adrian. “Tak usah terburu buru bukan kah harus mendapat persetujuan dari nona ini dulu. Aku tinggal memencet tombol tombol di handphone ku saja, sudah bisa mengusir ibu mu dari pihak rumah sakit. Saat aku sudah melakukan nya semua rumah sakit di sini akan menolak mu dan ibu mu. Kita liat apa kau bisa mencari kan nya pengobatan yang bagus” ucap jun sambil memainkan handphone dalam genggaman nya.

__ADS_1


“Jangan aku akan mengatakan nya, tapi ku mohon jangan melakukan nya” ucap wanita itu dengan membungkuk di hadapan jun, dia tak tahu siapa jun tapi ucapan jun terlihat sangat meyakinkan. “Baiklah asal kau mau mengatakan nya” sahut jun, “Sekarang cepat katakan siapa orang itu!” pekik adrian, “Diam aku tak berbicara dengan mu” sahut wanita itu dengan sinis, adrian hanya tersenyum heran ada wanita yang berani membentak nya selain lala. “Tipe pemberontak sama seperti adik kecil mu” kata adrian kepada jun.


“Dia bernama hengki” ucap wanita itu, jun dan adrian sama sekali tidak terkejut. “Sepuluh tahun yang lalu aku menolong nya dari jambret yang akan merampas tas nya, saat itu juga ia tertarik kepada ku dan menawarkan pekerjaan. Aku dengan senang hati menerima nya, tapi aku tidak tahu jika harus menjadi seorang mata mata. Aku terpaksa harus menjalani nya karena pria itu sudah membayar ku terlebih dahulu” jelas wanita itu. “Sudah cukup hanya itu yang aku ingin dengar” ucap jun.


Saat kemarin adrian sudah berhasil menangkap nya, namun jun menyuruh untuk di tahan di basecamp nya. Karena di sana banyak anak buah adrian yang berkumpul ada juga yang ikut tinggal di sana jadi tak memungkin kan untuk wanita itu kabur. Jadi jun menyuruh adrian untuk menyuruh emon menjaga nya, dari sekian banyak nya anak buah adrian jun mempercayakan nya kepada emon, karna tak mungkin bagi nya untuk mengambil kesempatan pada wanita itu. Mengingat emon adalah anak buah adrian yang sangat gemulai, tubuh nya kekar seperti pria tapi pergerakan badan nya seperti wanita dan dia memang seorang waria.

__ADS_1


“Tutup mulut mu!, walau aku bekerja bersama nya aku bukan wanita murahan. Aku memang sudah terlahir cantik dari rahim orang tua ku, jangan kau berbicara yang tidak tidak tentang ku” sahut wanita yang kerap di panggil zoy, “Huhh, besar sekali nyali mu, jika bukan karena jun sudah ku patah kan tulang tulang mu” sahut adrian. “Emon!, cepat bawa kembali dia aku tak ingin melihat nya” teriak adrian memanggil anak buah nya.


“Ihhh bos, tidak usah teriak teriak begitu aku mendengar nya kok” pekik emon dengan nada kewanitaan nya. “Ayo! ikut aku sebaik nya kita kembali berbincang jangan bergaul sama pria pria disini, itu akan membuat mu naik darah” ucap emon kepada zoy. “Emon jangan melupakan derajat mu kau juga seorang pria!” bentak adrian yang kesal dengan ucapan anak buah nya. “Bos sudah ahh berisik sekali aku mau tidur bersama zoy, tolong pelankan suara mu” sahut nya. “Mon tapi dia..” adrian hanya mengusap wajah nya dengan kasar, karena omongan nya tak pernah di dengar oleh emon.


“Sudah biarkan saja, sekarang dia jadi punya teman wanita” ucap jun menenangkan teman nya. “Tapi mereka laki laki dan wanita tidak pantas tidur bersama” sahut adrian. “Biarkan saja! Emon tidak mungkin macam macam karena dia menganggap diri nya sebagai wanita. Apa kau cemburu pada nya?” pekik jun sambil meledek adrian yang terlihat kesal. “Cemburu? Tidak mungkin aku cemburu” bantah adrian. Jun hanya tertawa melihat teman nya yang seperti salah tingkah saat mendengar ucapan nya. “Sudah tak usah menertawakan ku, pasti pria itu sedang menahan emosi nya sekarang” ucap adrian

__ADS_1


Di sisi lain, kevin memukul mukul meja kerja nya dia terlihat sangat marah. Bahkan ia sudah menghancurkan seluruh ruang kerja nya. “S*al, mengapa bisa ini terjadi! Apa selama ini dia telah mengawasi ku?, aku menganggap nya bahkan lebih dari teman. Apa ini balasan yang ku dapat kan” gumam nya. Dengan tangan yang terluka dan juga sudah mengalir darah segar dari sela sela jemari tangan nya. Kevin mendengar kan percakapan mereka melalui telfon yang sengaja di pasang jun. Agar kevin bisa mendengarkan nya secara langsung, kini amarah nya memuncak. Dia seperti mendapati musuh dalam selimut, dia tak menyangka dengan apa yang telah di perbuat oleh hengki. Dia tak bisa berkata apa apa lagi, ini sudah menjadi nasib untuk nya.


__ADS_2