
Lala tidak mengetahui jika jeni adalah saudara tiri nya. Dari kejauhan lala dan riana memandangi bram yang sedang bersama wanita “Wah, apa itu pacar bram? Seperti nya mereka terlihat cocok” ucap lala riana hanya mengangguk kan kepala nya. Sementara jeni masih merasa jika lala saat ini menatap iri ke arah nya, lalu jeni melanjutkan akting nya. “Bram bisa kah kau mengantar ku pulang?” ucap nya dengan wajah yang di buat imut, bram hanya mengiyakan apa yang di mau oleh jeni. Bram pun menyuruh nya untuk menunggu sebentar, dia menghampiri kedua teman nya yang berada tak jauh dari tempat duduk jeni “La, na aku mengantar dia pulang dulu ya” ucap bram. Namun kedua teman nya hanya meledek nya “Ehmehmehm..” ledek mereka tanpa menjawab ucapan bram. “Kalian ini kenapa? Sudah lah aku pamit dulu” ucap nya sambil berjalan meninggalkan ke dua nya. “Haha, apa kau puas shiella? Apa kau sangat iri pada ku?” gumam jeni dalam hati nya. Setelah itu bram dan jeni pergi meninggal kan toko itu, saat di perjalanan bram menanyakan sesuatu kepada jeni. “Apakau tidak tahu?” tanya bram, Jeni pun menjawab ucapan nya “Tahu apa?” sahut nya yang terlihat bingung. “Wanita yang melayani mu tadi dia seharus nya adalah kaka tiri mu” jelas bram, tentu saja jeni mengetahui nya tapi gadis itu berpura pura tidak mengetahui nya “Apa... Apa dia kaka ku? Yang di rumorkan sebagai anak kandung papah” ucap nya “Hhhh, seperti nya kau memang tidak tahu” sahut bram. “Apa kamu lupa? Aku baru pagi ini sampai lalu langsung mengunjungi papah ku. Walaupun aku tahu beritanya aku belum melihat wajah nya. Bahkan papah tidak memberi tahu ku soal nya” dalih nya, jeni memang pada saat itu sedang berlibur ke lyar negeri. Padaa saat sedang libur panjang sekolah dia selalu berpergian dengan mamah nya. Karena itu juga hengki harus datang sendiri ke pesta yang di adakan keluarga baskara. “Hmm iya aku lupa tapi dia memang kaka mu. Seharus nya kau memberi salam pada nya, dia sangat baik dan ramah” jeni yang mendengar itu hati nya sangat panas “Kenapa dia malah memuji wanit itu?” umpat nya dalam hati. “Ahhh iya seharus nya kau juga memberi tahu ku tadi. Jika lain kali aku bertemu lagi dengan nya aku akan memberi salam padanya” ucap jeni yang masih melakukan akting nya. Walaupun jeni lebih muda tiga tahun di bandingkan lala dan bram tapi dia menuruni sifat ayah nya yang kejam. Bahkan di bangku sekolah nya ia sering membuly teman teman nya terlebih lagi dengan anak yang berstatus paling rendah di sekolah, setiap hari dia sering melakukan nya hingga kejam. Dari menjambak, memukul hingga mengunci nya di kamar mandi. Saat ini jeni masih bersekolah di SMP , tapi walaupun begitu otak nya sudah seperti anak dewasa. “Kau ini dari dulu selalu terlihat polos, mungkin kau bisa berteman baik dengan kaka mu kalian memiliki sifat yang tak jauh beda” ucap bram tanpa mengetahui sisi lain dari jeni. Sedangkan wanita di samping nya hanya tersenyum menahan amarah karna ucapan bram “Dia ini kenapa aku sangat muak jika dia terus menyebut nama perempuan itu” gumam nya dalam hati. Untung nya rasa suka jeni bisa menahan semua rasa kesal nya, dia lebih mementingkan image nya di hadapan bram. “Sudah sampai turun lah” ucap bram sambil mengacak ngacak rambut gadis kecil di samping nya. Pipi jeni memerah dia sangat di buat salting oleh bram, setelah itu dia berpamitan dengan bram dan segera turun dari mobil nya. “Dahhh.. Bram, terimakasih” ucap nya sambil tersenyum dan menutup pintu mobil. Bram pun juga menjalan kan mobil nya untuk pulang
Hari sudah semakin sore lala masih bersama dengan riana di toko milik nya. Di rumah nenek yang khawatir dengan cucu nya, dia pun menanyakan kepada jo yang kebetulan sedang bermain playstation di ruang keluarga. “Jo, mengapa lala belum pulang?” tanya nenek dengan khawatir, jo yang mendengar ucapan nenek dia menghentikan permainan nya. “Nek duduk lah dulu, jika nenek khawatir pada nya aku akan menjemput nya” ucap jo. Nenek yang mendengar itu langsung bersemangat “Ya, cepat lah kau jemput lala untuk pulang” titah nenek. Jo hanya mengikuti perintah nya, lalu dia bergegas ke kamar nya untuk mengganti pakaian nya. Setelah selesai dia tak lupa membawa kunci mobil milik nya dan mengenggam nya di tangan. “Nek, aku pamit dulu” ucap jo “Iya, hati hati.. Jangan mengebut” sahut sang nenek. Jo hanya menganggukan kepala nya dan bergegas menuju garasi, dengan cepat dia memanas kan mobil nya. Dia yang sudah mengetahui lala berada di toko riana dengan cepat menyalakan mobil nya dan bergegas menuju ke rumah riana. Saat di jalan dia membuka atap mobil nya dan menggunakan kaca mata hitam, saat ini penampilan nya sukses membuat orang orang yang berada di jalan memandang ke arah nya. Dengan mobil lambo nya dia tampak terlihat keren sambil bersiul senang. Akhir nya jo telah sampai di rumah riana, lalu dia menuruni mobil nya dan bergegas masuk ke dalam toko milik riana. Baru saja dia membuka pintu dia sudah bisa melihat lala dari kejauhan. Jo terus berjalan ke arah nya, “Sudah cukup waktu bermain nya, pulanglah nenek mengkhawatir kan mu” ucap jo yang telah sampai di hadapan lala. “Ahhh, nanti saja jo aku masih ingin di sini” rengek nya seakaan dia tak mau pulang “Cepat ayo, ini sudah senja apa tidak kasihan dengan nenek. Dia terus menanyakan diri mu” ucap jo, riana yang mendengar ucapan jo mencoba berbicara pada sahabat nya “La, benar yang di bilang jo sebaik nya kau pulang. Jika ingin kesini lagi datang lah besok jangan sungkan” ucap riana. Lala yang mendengar itu menghela nafas nya “Hmm, baiklah” sahut nya sambil melepas apron yang di pakai nya. Lalu mengambil tas milik nya yang berada di bawah laci meja casier. Jo hanya menatapi lala yang sedang cemberut, dia hanya tersenyum kecil di hati nya saat melihat kelakuan lala. Setelah itu lala kemudian pamit dengan riana dan kaka nya di ikuti oleh jo, setelah itu mereka berdua pergi menuju ke arah mobil yang terparkir di depan toko. Lala dengan cepat membuka pintu mobil, lalu menutup nya dengan kencang “Brughhh”. Jo hanya diam saja dia tahu jika lala sedang merajuk pada nya, karena dia masih ingin bermain di sana. Lalu jo juga ikut masuk dan menyalakan mesin mobil nya setelah itu dia bergegas pulang. Saat di jalan jo yang ingin mendengar lagu dia langsung menyalakan Head unit mobil. Head unit mobil adalah komponen yang merupakan fitur hiburan bagi pengendara. Tapi baru saja di nyalakan beberapa detik oleh jo sudah di matikan oleh lala “Berisik” ucap nya sambil menekan tombol of yang tertera di sana. Jo hanya menatapi lala, setelah itu dia mengambil kacamata nya tak lama lala juga merebut kacamata milik jo dan memakaikan di wajah nya. Jo yang merasa kesal dia menambah kecepatan mobil nya, saat berada di jalanan yang cukup sepi dia bersiul seperti burung. Lala juga mengikut kan aksi nya, namun dia tidak bisa bersiul perbuatan nya sukses membuat jo geram. Setelah itu jo menghentikan mobil nya lalu mencium bibir lala yang sedang mencoba bersiul “Cup..” bibir jo telah mendarat di bibir lala. Sedangkan lala yang terkejut jo mencium nya dia hanya terdiam mata nya melotot, lalu tak lama jo melepaskan nya dan kembali menjalankan mobil nya. Sementara lala tak tahu harus apa, dia hanya bisa berteriak kepada jo “Kenapa kau mencium ku?” ucap nya dengan kencang, jo yang mendengar lala merengek hanya tersenyum puas. “Kenapa? Apakau akan meniru ku juga untuk mencium ku” ledek jo lala yang mendengar ucapan jo sangat kesal hingga dia memukul kecil pada lengan jo yang sedang menyetir. Kemudian jo menutup atap mobil nya yang masih terbuka setelah itu dia menarik tangan lala dan melakukan ciuman nya lagi. Kali ini jo mencium nya lama sampai lidah nya masuk ke dalam mulut lala, gadis itu memberontak tapi tidak bisa melawan tenaga jo yang besar. Setelah di rasa lala kesulitan bernafas dia melepeaskan nya “Kau.. Mengapa kau berbuat sesuka mu?” bentak lala “Kenapa memang nya? Lagi pula ini bukan yang pertama kali kita berciuman” ucap jo. Membuat lala kembali mengingat semua kejadian saat dia berciuman mesra dengan jo. Pipi nya memerah sementara jo masih fokus menyetir “Diam lah jika kau tak bisa diam aku akan mencium mu lagi” ucap jo. Lala hanya terdiam, dia saat ini masih tersipu malu karena ulah jo.