
Sementara itu jimy dan lala telah sampai di sebuah rumah di bawah nya terdapat toko eskrim. lala yang belum tahu jika itu rumah riana hati nya sangat senang ternyata jimy ingin membelikan dia eskrim terlebih dahulu. “Ka jimy seperti nya kamu ingin membelikan ku eskrim” ucap lala dengan penuh percaya diri. Lalu jimy melihat adik nya hanya tertawa kecil “Bagaimana aku ingin membelikan mu eskrim aku hanya mengantar mu, turun lah kita sudah sampai” sahut jimy. Lala yang mendengar itu terkejut. Apa, apa benar ini rumah riana tanya nya dalam hati.
Dia sudah berteman lama tapi dia tidak mengetahui semua tentang riana. Dia merasa menjadi teman yang sangat buruk untuk riana. Kedua nya pun memasuki toko itu, jimy terlihat menghampiri kaka riana yang berada di meja kasir. Lala hanya membuntuti di belakang, dari tadi dia masih sibuk melihat kanan kiri tapi tak menemukan keberadaan riana. “Permisi kak apa riana ada” tanya jimy pada kirana. Dia pun menengok ke arah asal suara itu “Ahhh.. rupa nya kamu, riana ada di kamar nya. duduk lah dulu dimana pun kalian suka aku akan memanggil kan nya” ucap kaka nya dengan wajah yang terlihat sangat ramah, lalu kirana pun pergi ke arah tangga untuk menghampiri riana yang berada di kamar nya.
Jimy dan lala juga terlihat sudah menduduki tempat yang nyaman. Kirana juga telah sampai di kamar adik nya “De, turun lah pria itu mencari mu” ucap kaka nya. Riana yang sedang belajar di dalam kamar nya pun terkejut apa yang di maksud ka kirana adalah jimy tanya nya dalam hati. Lalu ia pun terlihat merapikan penampilan nya, dia segera turun ke bawah untuk melihat. Kaka nya juga sudah turun sedari tadi. Lalu riana terkejut benar saja ternyata itu ka jimy dan lala, dia pun menghampiri mereka. Jimy dan lala dari jauh juga sudah melihat riana yang turun, jimy melihat riana seperti biasa nya dia tak berkedip walaupun hanya memakai kaos oblong dan hotpens membuat riana terlihat sangat cantik.
__ADS_1
“Ka jimy, lala ada apa datang kemari?” tanya nya sambil duduk di kursi yang kosong. Lala dengan cepat pun menjawab “Sudah ku bilang aku akan menemui mu aku akan meminta maaf pada kaka mu, panggil lah kaka mu cepat agar kita bisa mengobrol untuk waktu yang lama” ucap lala. Jimy yang mendengar perkataan lala dalam hati jimy berkata rupanya dia juga ingin main lantas sampai kapan aku menunggu nya tapi tidak papa asal aku bisa melihat riana aku bersedia menemani nya gumam jimy. tak lama kirana pun datang membawa minuman untuk ke tiga nya, “Minum lah dulu ini aku buat kan khusus untuk teman riana” ucap kaka nya. Lala yang melirik ke arah riana seperti memberi sinyal kepada nya agar menyuruh kaka nya untuk duduk. “Ka.. Duduklah teman ku ingin berbicara” ucap riana. Dengan senang hati kirana terduduk diantara riana dan jimy.
“Kak saya lala teman riana, saya ingin meminta maaf karena telah mengajak riana untuk melakukan hal yang tidak baik. Karna itu terimalah permintaan maaf ku” sambil mengarah kan paperbag ke arah kaka nya riana. Kirana yang melihat itu menghargai apa yang di berikan gadis di depan nya dia pun mengambil nya sambil mengatakan “Ah tidak papa, jadi kamu yang mengajak nya seharus nya aku berterimakasih karna kamu bisa mengubah dunia nya. Terus lah bermain dengan riana aku sangat senang jika kau yang menjadi teman nya” ucap kirana sambil tersenyum. Lala terheran dengan wanita yang lebih tua dari nya, mengapa dia malah senang apa dia tidak marah dengan ku aneh sekali gumam nya.
“Seperti nya sudah tidak ada lagi yang ingin dibicarakan, kalu begitu aku menerima permintaan maaf mu. Maaf aku tidak bisa ikut berbicara pada kalian aku harus melayani pelanggan, kalian berdua beraantai lahh anggap saja rumah sendiri riana akan menemani kalian” ucap kaka nya sambil pergi tanpa melihat apa yang ada di dalam paperbag itu. lala yang terlihat aneh melihat kaka nya riana dia pun menanyakan “Na, mengapa kaka mu tidak marah mengapa dia sangat sedikit aneh” tanya nya. Riana hanya menghela nafas nya dengan panjang, “Sini biar ku ceritakan sesuatu pada mu” ucap riana sambil menyuruh lala agar lebih mendekat dengan nya.
__ADS_1
“Tapi meski begitu dia tak pernah memarahi ku jika aku salah dia hanya menegur ku namun saat malam dia akan mabuk lagi dan seperti meminta maaf kepada ku karna dia menegur ku. Aku tak tahu harus bagaimana sejak saat itu aku memutuskan untuk bekerja di galery yang di ingin kaka ku. Aku ingib mewujudkan impian kaka ku, agar dia bisa senang seperti dulu. Bahkan sekarang aku bisa sekolah karna beasiswa jika tidak aku pasti akan membuat nya susah jika harus membayar uang bulanan” lanjut nya lagi. Lala hanya terdiam kisah riana sedikit mirip pada nya tapi lala masih jauh beruntung di banding nya. Sementara jimy terkagum pada riana dia wanita yang mau berusaha dan bekerja keras.
Riana dan lala terlihat sangat mellow jimy yang melihat itu segera mencairkan suasana “Sudahh tak usah berdiam diam seperti itu, bagai mana kalau kita memain kan sebuah permainan” ucap nya. Lala yang bersemangat mendengar permainan langsung bertanya pada jimy “Permainan seperti apa cepat katakan” ucap lala yang tak sabar. “Baiklah aku akan memberitahu kalian. Aku akan memutar botol ini jika botol ini berhenti di antara kita kedua dari kita akan mengajukan satu pertanyaan mereka harus berkata jujur tidak boleh berbohong” jelas jimy sambil tersenyum smirk seperti merencanakan sesuatu.
Langsung saja jimy memutar botol ditangan nya, botol itu berhenti ke arah lala. Langsung saja jimy dan riana bergantian memberi pertanyaan pada lala. Riana yang belum mengerti dia hanya menanyakan apa cita cita lala, dengan gampang nya ia menjawab menjadi penari balet. Lalu jimy juga menanyakan pertanyaan kepada lala “Apa kau yang memakan coklat milik ku” tanya jimy. Lala juga dengan senang hati menjawab ya benar, namun dia malah mendapat sentilan di jidat nya dari jimy. Dia merasa kesakitan menahan sentilan jimy sementara riana dan jimy tertawa sangat geli. Lalu jimy memutar botol di depan nya lagi, kali ini botol itu berhenti ke arah riana.
__ADS_1
Dengan cepat lala bertanya, lala yang bingung ingin menanyakan apa dia malah menanyakan hal yang konyol “Apa kau bersedia menjual toko ini” ucap nya, riana hanya tertawa dan menjawab “Tentu tidak” jawab riana yang masih terkekeh geli. Lalu jimy juga memberikan pertanyaan kepada riana “Apa kau menyukai seseorang” pertanyaan jimy membuat kedua nya terdiam. Riana pun yang memang menyukai jimy dia pun menjawab “Iyaa, saat ini aku sedang menyukai seseorang” jawab nya. Jantung jimy berdebar kencang dia bertanya tanya apakah itu diri nya atau orang lain tapi mendengar cerita riana yang tak pernah keluar seperti nya sangat mustahil dia menyukai pria lain. dia dengan percaya diri merasa sepertinya memang benar yang di sukai riana adalah diri nya.
Lala yang mendengar itu berteriak hebohhh “Waw, riana kau seperti nya telah menyembunyikan sesuatu besar besok kau harus memberitahu ku” ucap lala. Kali ini lala ingin memutar botol, setelah botol itu berputar botol itu berhenti menujuk ke arah jimy. Langsung saja lala memberikan pertanyaan pada nya “Apa kau sedang menyukai seseorang” tanya lala jimy pun menatap riana sambil berkata “Ya, ada” riana terkejut mendengar jawaban jimy, dihati nya hilang lah harapan untuk menjadi pacar jimy. Lalu riana yang penasaran dengan kejadian waktu itu. sepertinya ini momen yang pas untuk menanyakan tentang sesuatu yang sangat terasa seperti nyata. “Kapan terakhir kali kau mencium seseorang” ucap nya. Di dalam hati jimy tiba tiba berdegup kencang dia bertanya tanya apa kah dia mengingat nya atau hanya sekedar asal bertanya. Akhirnya dia pun menjawab “Terakhir kali aku mencium seseorang waktu kalian berdua mabuk” ucap nya sekarang riana merasakan jantung nya juga berdegup cepat. Sementara lala dia menatapi jimy dia pun menanyakan siapa yang di cium oleh jimy. “Ka, siapa wanita yang kau cium jawab aku, kalau tidak aku akan memberitahu pada ka jun” ucap nya dengan nada marah. Jimy yang mendengar itu kembali menyentil jidat lala “Bodoh apa tidak ingat jika aku mencium mu” ucap jimy. Padahal dia sengaja mengucapkan itu agar riana mendengar nya jimy berfikir seperti nya riana mengingat itu. “Oh, kapan kenapa aku lupa” tanya lala lagi. “Tentu saja kau lupa saat itu kau sangat mabuk jadi tidak mungkin mengingat nya” jawab jimy lagi. Riana yang mendengar itu seperti merasa kenapa seertinya jimy sedang berbicara kepada nya tapi obrolan nya terdengar nyambung dengan lala, Kenapa aku bisa berfikir seperti itu ah sudahlah gumam riana. Jimy hanya menatap tajam ke arah riana, apa dia tidak mengerti dengan kode yang ku buat? ucap jimy dalam hati