
Setelah makan mereka pun bergegas pulang, sementara yon dan jake mereka kembali ke kantor nya. Jun bersama riana dan lala, sebelum pulang mereka berdua mengantar riana terlebih dahulu. Saat di perjalanan lala yang tidak sabar ingin cepat cepat merayakan pesta dia dengan senang memberi tahu suatu hal kepada riana. “Na, Dua hari lagi pesta ku akan tiba” ucap nya, riana yang mendengar itu ikut senang dan memberikan semangat pada nya “Wahhh, selamat la” jawab nya. Riana belum tahu jika lala secara khusus memesankan gaun untuk nya. Sedangkan riana di dalam hati nya dia bersedih tak bisa menghadiri pesta sahabat nya.
“Na, kau datang lah temani aku. Pasti semua kaka ku sibuk berbicara dengan para tamu, sedangkan aku tak mengenal siapa pun di sana” ucap lala yang ingin sekali jika riana datang ke pesta nya. Gadis di sebelah nya pun terkejut, bagaimana bisa dia datang ke pesta sedang kan di sana pasti banyak keluarga terpandang. Apa kah aku pantas berada di sana? Gumam riana dalam hati “Apakah tidak salah kau mengajak ku?, aku merasa tidak pantas berada di sana” sahut nya. Jun yang mendengar riana berkata seperti itu dia tahu jika riana merasa minder. Tapi jun tersenyum karna lala berteman dengan orang yang tidak melihat harta nya, bahkan ia seperti tak bersemangat menghadiri pesta.
__ADS_1
“Datang lah, bagaimanapun ini pesta ulang tahun sahabat mu, apa kau tidak ingin datang? Jangan memikirkan perbedaan status. Aku tidak memandang nya, semua orang bisa datang ke pesta itu asalkan mereka bersikap sopan kami akan senang hati menyambut nya” ucap jun meyakin kan teman lala itu. “Iya, aku tidak mau tahu kau harus datang aku sudah menyiapkan gaun untuk mu” lala yang juga ikut menimbrungi perkataan itu. Riana yang mendengar itu sangat terkejut, hati nya tersentuh saat mendengar lala mengatakan hal itu. Karna difikir nya dia tidak akan di undang kesana. Riana pun tersenyum kepada lala dan menganggukan kepala nya “Hmm,baiklah” ucap nya. Kedua gadis itu berpelukan, jun melihat nya dari kaca mobil yang ada di depan dia tersenyum melihat adik nya yang terlihat sangat senang jika bersama riana. Karna dia tidak pernah melihat satu pun teman lala yang membuat nya seperti ini.
Akhir nya mereka pun sampai di depan rumah riana, jun yang melihat ada sebuah toko eskrim dia memperhatikan nya. Riana pun berpamitan dengan lala dan jun, setelah itu dia bergegas masuk kerumah nya. Saat ia masuk ke dalam dia terlihat sangat tidak percaya diri, dia terbingung dia harus memberi hadiah apa untuk lala. Karna pasti yang di beri nya tak sebanding dengan hadiah yang di berikan para tamu lain nya. Kirana melihat adik nya dari kejauhan dia pun menghampiri adik nya yang sedari tadi berjalan dengan kepala yang menunduk ke bawah. “Ohh, adik kecilku ada apa dengan muka mu mengapa terlihat sangat murung” tanya kaka di depan nya sambil menghibur nya. Riana yang melihat kaka nya dia pun menjawab “Tidak apa ka, aku hanya lelah aku naik dulu ya ka” sahut nya. Kaka nya pun terheran dengan sikap adik nya.
__ADS_1
Riana yang masih bingung dia pun bertanya lagi pada kirana “Ka, menurut mu aku harus memberi nya apa?” tanya riana “Saat memberi hadiah untuk seseorang itu memang lah sulit tapi coba kamu fikirkan apa yang di sukai nya. jika memberi yang di gemari oleh nya pasti dia akan senang” sahut kirana. “Baiklah aku akan memikir kan nya” ucap riana. Saat kirana ingin keluar dia tak lupa menanyakan sesuatu pada adik nya “Oh iya, kapan pesta nya?” tanya kirana dengan cepat riana menjawab “Tanggal 20, tepat nya dua hari lagi” sahut nya Kirana pun bangun dan keluar kamar meninggalkan adik nya sambil berkata “Baiklah...”
Sementara itu jun dan lala yang baru saja sampai rumah disambut oleh ketiga adik nya yang berada di ruang keluarga. “Ka kenapa lama sekali, kami sudah lapar” ucap jo. Jun yang teringat dia pergi tanpa mengatakan apa apa kepada adik nya, dia pun memukul jidat nya “Maaf aku lupa, tunggu lah aku akan membuat kan kalian makan” ucap jun. Lalu jun bergegas pergi kedapur nya, sementara lala naik ke atas kamar nya untuk mengganti baju nya. Setelah 3 menit jun sudah selesai membuatkan spageti untuk adik nya. “Makan ini lah dulu, karna hanya ini yan paling cepat matang” ucap jun. Mereka pun memakan yang di buatkan oleh jun, lala yang baru saja turun dia mencium aroma yang sangat wangi. Dia bergegas menuruni tangga “Ka, wangi sekali aku mau juga” ucap nya yang sudah sampai di ruang makan. “Mengapa tidak mengatakan nya dari tadi, aku hanya membuat tiga piring saja. Kau juga tadi sudah makan apa masih lapar” oceh jun, lala hanya tersenyum melihat ke arah jun.
__ADS_1
“Kemari, duduk lah aku akan menyuapi mu” ucap Yang, lala pun segera duduk di sebelah Yang. Jo tak mau kalah dia pun ikut menyuapi lala, tak lama jimy pun juga ikut menyuapi lala. “Makan lah cepat telan semua nya” ucap jimy yang gemas melihat lala. Jun hanya tertawa melihat kebersamaan mereka, apalagi saat melihat mulut lala yang penuh banyak makanan di dalamnya. Malam pun tiba, kali ini hans tidak pulang kerumah. Membuat yon yang baru saja pulang bertanya tanya “Kemana hans, mengapa aku tak melihat nya” tanya Yon yang sedang duduk di meja makan. “Dia sedang mencari beberapa alat lukis, dia juga mencari bahan yang ingin di beli nya” jelas jun. Mereka pun melanjut kan makan malam nya.