
Hari hari pun berganti sudah saat nya untuk lala pergi sekolah. Karna Yang dan jimy sudah lulus lala hanya pergi berdua saja dengan jo, jimy dan yang berkuliah di universitas yang sama dengan hans. Namun hans juga sudah selesai dari kuliah nya, sekarang dia bisa dengan tenang mengatur galery yang di kelola nya. Yang mengambil jurusan ekonomi, sedangkan jo mengambil jurusan teknik komputer. Semua sudah pergi untuk melakukan aktifitas nya, saat di dalam mobil lala duduk di sebelah jo sedangkan pak andi yang menyupir berada di depan. Keduanya terlihat canggung mereka hanya terdiam dalam perjalanan, akhir nya mobil sudah berhenti di halaman sekolah. Saat ingin turun dari dalam mobil lala mengurungkan niat nya “Hhh.. biasa nya aku akan berpamitan dengan ka jimy dan ka yang, tapi sekarang mereka sudah tidak disini. Apa aku harus melakukan hal seperti biasa nya kepada jo?” gumam nya dalam hati “Ahh.. tidak tidak, itu tidak mungkin bagaimana bisa aku melakukan nya” lala tak habis habis nya berfikir membuat jo yang ada di sebelah nya menatap ke arah nya. “Cepat lah turun, apa yang sedang kau pikir kan? Kita sudah sampai” ucap jo, lala yang mendengar itu langsung membuka pintu mobil nya dan melambai kepada jo “Dahh, aku akan masuk ke kalas ku” ucap nya sambil berlarian kecil, jo yang melihat lala memicingkan mata nya “Cihh, seperti biasa nya tidak mencium dan memeluk ku” gumam nya. Dia pun bergegas turun dan juga berjalan ke arah kelas nya, para siswa siswi baru menatap ke arah nya dengan gaya yang cool jo berjalan melewati kerumunan para siswa yang berdiri di sekitaran sekolah. Sementara itu di dalam kelas lala dia sudah bergabung bersama riana dan bram. Mereka duduk seperti biasa nya, lala dan riana terlihat memakai bando yang sama. Mereka selalu memakai aksesoris yang terlihat sama persis, karna lala yang selalu memberikan nya kepada riana dan membuat meja rias riana penuh dengan barang yang di berikan oleh lala. Tak lama guru yang mewakili kelas nya sudah tiba, mereka bertiga menghentikan obrolan nya. Dan tak lama pelajaran pun telah di mulai, saat ini lala dan teman nya sudah berada di kelas 2 SMA. Membuat diri nya bersemangat untuk belajar lebih giat lagi, karena dia ingin cepat cepat lulus dan berkuliah. Tak sabar bagi nya untuk mengejar cita cita nya menjadi penari balet yang terkenal. Semua murid belajar dengan serius, mereka mendengarkan apa yang di katakan oleh guru di depan nya. Tak lama setelah itu bel sekolah berbunyi, guru pun mengakhiri pelajaran untuk beristirahat. Lala bram dan riana bersama menuju kantin, kali ini lala tidak membawa bekal. Karena melihat bram dan riana yang jarang membawa nya, dia ingin makan di kantin berasama ke dua teman nya. Mereka pun memesan makanan dan mencari tempat duduk yang membuat mereka nyaman. Saat sudah menemukan nya mereka terduduk sembari mengobrol menunggu makanan nya datang. Makanan pun akhirnya datang, mereka menyantap makanan nya. Tiba tiba jo yang datang entah dari mana menimbrung dengan mereka bertiga sambil membawa makanan dan sekotak susu di tangan nya. Sontak membuat lala yan berada di sebelah nya terkejut, “Ihh, kau mengaggetkan saja” ucap lala “Ngomong ngomong sedang apa kau disini?” lala melanjutkan omongan nya. “Ya jelas aku sedang makan apa kau tidak melihat?” sahut jo, lala yang mendengarkan ucapan jo lanjut memakan makanan nya. Sementara bram yang berada di depan lala menatap ke arah jo “Dia lagi dia lagi, kenapa selalu ada dia” ucap nya dalam hati. Riana yang sudah terbiasa dengan tingkah jo, dia pun tak merasa keberatan jika dia bergabung bersama nya. Saat sedanh makan lala tersedak jo dan bram secara bersamaan menjulurkan air untuk nya. Lala hanya menatap heran ke arah kedua nya, dia terbingung ingin memilih yang mana. Akhir nya dia mengambil air nya sendiri dan meminum nya, jo dan bram saling menatap dengan mata yang penuh persaingan. Walaupun bram dan riana tahu jika jo adalah kakak lala tapi tak menutup kemungkinan untuk nya menyukai lala, mengingat mereka bukan terlahir dari orang tua yang sama. Semenjak saat di pesta bram menyadari jika perlakuan jo berbeda dengan kakak nya yang lain. Dan berfikir bahwa jo juga menyukai lala sama seperti diri nya. Saat ini juga bram menyadari sekarang ia punya rival dalam percintaan nya. Riana hanya mentap ketiga nya dengan heran “Ehhh, sepertinya situasi ini seperti cinta segitiga” ucap nya dalam hati. Saat lala sudah mengahabis kan makanan nya, jo meraih susu yang tadi di bawa nya. Lalu menusukan sedotan ke susu tersebut dan memberikan nya kepada lala, kali ini gadis di sebelah nya tak menolak. Karena memang sudah kebiasaan lala meminum susu, bram yang berada di depan nya merasa saat ini kalah bersaing dengan jo. Tapi dia tak berkecil hati masih banyak kesempatan bagi nya untuk mendapat kan hati lala. Karena saat ini status mereka berdua masih tidak jelas. Tak lama bel pun berbunyi mereka pun segera masuk ke kelas nya “Masuk lahh ke kelas mu aku pergi dulu” ucap jo dengan lembut sambil mengelus pucuk kepala lala. Membuat riana meleleh dengan pemandangan di depan nya, saat jo sudah pergi riana pun menghampiri lala yang hanya berjarak tiga langkah. “Ehmehmehm, kenapa aku seperti mencium bau bau aroma cinta di sini” ucap riana meledek nya, pipi lala berubah memerah saat mendengar perkataan riana. Sedangkan bram yang mendengar ucapam riana bergumam “Huh apa nya yang cinta, cinta busuk” ucap nya sambil mengeluarkan ekspresi yang julid. Bram saat ini sedang dilanda api cemburu, dia dengan cepat berjalan ke arah kelas terlebih dulu meninggalkan riana dan lala. Dia sangat kesal dengan apa yang di lihat nya “Heyyy, bram tunggu...” teriak riana dan dia segera menyusul bram. Lala juga ikut berjalan dari di samping riana, “Ada apa dengan nya tumben sekali dia sangat terburu buru” oceh riana. “Sudah tak usah di pikir kan, ayo kita juga cepat sebentar lagi pasti Bu lisa akan datang” ujar lala. Mereka berdua berjalan dengan cepat menyusul bram yang sudah terlihat jauh, bahkan sudah tidak terlihat di depan nya. Saat sudah berada di kelas lala dan riana cepat cepat duduk, bram yang berada di belakang kursi lala dan riana tidak memperdulikan mereka berdua, karena saat ini dia masih terlihat sangat kesal.