
Ke esokan pagi nya, Jun jake dan yon sudah berada di kantor. Mereka berangkat setelah menghabis kan sarapan nya, “Jake cepat cari informasi tentang semua orang yang bekerja dengan papah, pasti salah satu dari mereka adalah orang kepercayaan papah. Aku berfikir jika semua berkas papah ada dalam ruangan ini” perintah jun kepada adik nya. “Orang yang di maksud nenek dia adalah tangan kanan papah” lanjut nya lagi. Yon dan jake sedikit kaget, mereka pun mulai melihat sekitar dari mengecek semua map hingga melihat data data di dalam komputer. Mereka bertiga dengan serius mencari, hingga yon yang sedang memeriksa komputer di depan nya. Dia membuka salah satu file yang ada di antara file file lain. Dia mengeklik nya, saat terbuka isi nya yang tak lain adalah riwayat hidup pria yang di cari nya. “Ka, ketemu...” ucap yon, jake dan jun segera pergi menuju yon, mereka berdiri di belakang nya yang teduduk di kursi meja komputer. Yon membaca kan isi dari file itu, Chandra lahir di kota XX 12 april 1972, dia sudah 15 tahun bekerja dengan papah. “Semua hanyalah informasi pribadi biasa, di sini tak tertulis alamat nya” ucap yon. Jun pun heran, jika ini file daftar riwayat hidup mengapa tak tertera alamat rumah nya. Lalu mereka melihat lihat foto pria itu dengan ayah nya yang juga terdapat di sana. Tidak ada yang mencurigakan di dalam foto foto itu, hingga saat layar beralih ke foto berikut nya semua nampak memicing kan kedua mata mereka. Di foto itu terlihat empat orang yang tak lain ayah dan ibu mereka, sedangkan yang kedua nya lagi adalah chandra dan angela ibu kandung lala. Mereka bertiga nampak berfikir keras ada hubungan apa di antara ke empat nya, tiba tiba saja jake mengucap kan sesuatu yang keluar dari mulut nya. “Apa mereka sedang melakukan double date, Lihat lah pria ini merangkul tante angela. Juga tatapan kedua nya seperti sepasang kekasih” ucap jake. Jun dan yon juga menyetujui apa yang di ucap kan jake, tapi bukan kah angela adalah istri sah dari hengki pikir mereka.
__ADS_1
Sementara itu disisi lain, seorang pria paruh baya berjalan menuju ke salah satu rumah. Namun saat di pertengahan jalan dia menyadari jika di sekeliling nya ada yang memperhatikan nya. Dia pun dengan cepat menyadari “Huhhh, ingin bermain dengan ku yaa” gumam pria itu. Dengan cepat dia mengeluarkan aksi nya dia berjalan sangat cepat hingga para pria yang sedang mengawasi nya berhasil di kelabui oleh nya. Setelah itu salah dari mereka mengabarkan berita ini kepada atasan mereka. “Boss, pria yang di cari menampakan diri nya di dekat rumah yang sedang kita jaga. Namun dia dengan cepat menghilang, kami sedang mencari nya” ucap salah satu pria di sana yang tak lain adalah anak buah adrian. Di waktu yang bersamaan adrian baru saja sampai di tempat jun dia dengan cepat mengatakan informasi yang di beri anak buah nya “Kalian sedang apa? Aku mendapat kabar jika pria itu berada di sekitaran rumah yang sedang di jaga. Tapi anak buah ku berhasil di gocek nya hingga pria itu telah hilang dari jejak nya” ucap adrian yang berjalan masuk ke dalam dan mendudukan diri nya di atas sofa. Kemudian jun juga memberi tahu hal yang baru saja di dapat nya. “Seperti nya dia sangat berpengalaman, dia adalah orang kepercayaan papah ku. Jelas saja anak buah mu tak berhasil menangkap nya” ucap jun. Teman nya yang mendengar itu terlihat berfikir “Jika dia tangan kanan papah mu untuk apa kita mengawasi nya? Bukan kah langsung saja kita berbicara baik baik dan memanggil nya untuk datang ke sini” ucap nya, “Hmmm, entahlah kehadiran nya sangat susah di cari. Aku curiga jika dia sedang bersembunyi dari seseorang” sahut jun. Lalu jun dan adrian saling bertatapan mereka mengingat perkataan hengki kemarin saat sedang mengunjungi nya. “Apa kita memikirkan hal yang sama?” ucap adrian, “Ya, kurasa dia bersembunyi dari orang yang ingin membunuh nya. Perkataan hengki kemarin cukup mengejutkan, dia berkata jika pria ini sudah m*ti” ucap jun “Jika hal ini benar, dia pasti telah lama bersembunyi dalam hidup nya” lanjut jun. “Ka apa kau ingat, jika dia yang memberitahu nenek tentang pesta. Seperti nya dia ingin kita memulai penyelidikan lagi, aku merasa keberadaan nya berhubungan dengan masalah ini” ucap yon yang sedari tadi menyimak pembicaraan mereka. “Ya, mungkin orang yang ingin membunuh nya adalah orang yang sama dengan dalang di balik semua ini” jake juga mengeluarkan pendapat nya. Jun dan adrian berfikir sejenak, “Ini sangat masuk akal, jika dalang dari masalah ini ingin membunuh nya. Kemungkinan nya hanya satu dia adalah..” “Saksi..” ucap mereka ber empat secara bersamaan, ke empat nya memang sangat berbakat IQ mereka di atas rata rata, tak heran jika mereka berkata seperti itu. “Cepat tarik kembali semua anak buah mu” ucap jun kepada adrian “Jika kita terus mengawasi nya akan menarik perhatian bagi orang yang ingin membunuh nya” lanjut jun. Adrian dengan cepat menelfon, setelah itu semua anak buah nya tak terlihat di mana mana lagi. Karna kehadiran pria itu sangat penting bagi jun, dia tak ingin kehilangan nya. Hanya dia yan bisa menjawab semua pertanyaan ini.
__ADS_1
Sementara pria paruh baya yang berhasil kabur, dia mengawasi orang yang mengejar nya dari jauh. “Huhhh sangat cepat, memang aku tak salah percaya pada anak mu” gumam pria itu yang tak lain adalah chandra. Dia kembali melanjutkan perjalanan nya menuju rumah yang dulu nya di tempati oleh angela dan ibu nya. Dia terlihat sangat hapal dengan lingkungan di sekitar nya, saat dia memasuki rumah itu dia tak heran melihat setengah barang di rumah itu telah hilang. Dia tahu jika setengah barang telah di bawa ke kota, “Tak sia sia aku menunggu selama ini” ucap nya lalu dia mengambil sebuah foto dari dalam dompet nya. “Selama ini aku telah menjaga mereka, aku juga sudah menyelamatkan anak mu angela. Dia sangat manis seperti mu” gumam nya sambil menitikan air mata sambil menggenggam sebuah foto, yang mana terlihat sama dengan foto yang di lihat oleh jun dan adik nya. Pria itu lalu merebahkan badan nya di sofa yang ia duduki, dia melakukan aktifitas sehari hari. Dia telah menganggap rumah itu sebagai milik nya sendiri. Selama tiga belas tahun dia hidup tersembunyi, sehari hari dia mengandalkan tenaga nya untuk mendapatkan uang. Dia selalu menyamar dengan kumis, jenggot atau pun wik. Hal itu di lakukan nya supaya tidak ada yang mengenali nya. Berkat itu dia bisa bertahan hidup hingga sekarang, dia hanya bisa melakukan kuli panggul di pasar yang ada di desa untuk memenuhi kebutuhan perut nya. Sebenar nya dia tak semiskin itu, tetapi karna keadaan yang sangat kacau dia pergi tanpa memabawa satu pun barang berharga yang di miliki nya, dia hanya membawa dompet yang berisikan beberapa lembar uang saja. Dia berfikir jika isi di dalam nya tak akan cukup untuk waktu yang lama, karena itu dia mulai mencari cara untuk bisa mendapat kan uang.
__ADS_1