
Ke esokan pagi nya lala terbangun dia pun membuka mata nya secara perlahan. Betapa kaget nya dia karna dia sedang tidur dia atas dada jo dengan tangan yang memeluk jo. Dia pun perlahan melepaskan tangan nya dan mengangkat badan nya. Dia pun yang sudah berhasil tanpa membangun kan jo segera berlari kecil dan mengendap endap. Dia takut jika kaka nya ada yang melihat, lalu dia pun sudah sampai di kamar nya. Dia bergegas mandi dan bersiap siap untuk pergi ke sekolah. Sementara itu jo yang juga terbangun sudah tidak melihat lala. Dia hanya tertawa kecil sambil mengingat kejadian semalam.
Saat sarapan pun dia tak berani memandang wajah jo. Tapi jo yang sedari tadi memerhatikan lala dia sangat terheran dengan tingkah nya itu. Setelah itu mereka pergi untuk kesekolah, mereka duduk di dalam satu mobil yang sama. Jo masih memandangi lala yang diam saja, biasanya dia pasti sudah cerewet seperti burung beo.
Mereka pun akhirnya sudah sampai, saat turun dari mobil nya jo seperti ingin berbicara dengan lala tapi sudah kedahuluan dengan riana yang datang entah dari mana mengajak lala untuk pergi ke kelas bersamanya. Jo pun mengurungkan niat nya, setelah itu murid belajar seperti biasa nya. Sampai waktu istirahat sudah tiba.
Riana bram dan lala seperti biasanya mereka selalu pergi kemana mana bertiga. Mereka pun kali ini tak pergi ke kantin melainkan mereka pergi ke taman belakang sekolah. Saat sudah menemukan tempat untuk duduk, bram pamit sebentar kepada lala dan riana untuk pergi ke toilet. Lala dan riana duduk berdua tanpa bram mereka mengobrol dan tak habis nya tertawa tawa.
Saat lala dan riana sedang mengobrol mereka di hampiri segrombolan pria nakal. Pria itu menggoda riana dan lala, hingga tangan pria itu ingin menyentuh lala tapi lala dengan cepat menghindar. Pria di depan nya yang kesal pun menarik dan mengenggam erat tangan lala dan juga riana mereka berdua memberontak. Tapi karna keadaan di taman belakang sepi jadi tidak ada yang mendengar. Tapi saat tangan pria satu nya ingin memegang wajah lala tiba tiba tangan nya di tahan oleh bram yang sudah selesai dari mandi, saat melihat riana dan lala dalam bahaya ia segera berlari.
Bram masih menahan tangan pria di depan nya dan pria itu melepas tangan yang menggemgam tangan lala dan memukul bram.
“Brukk..”
Bram pun terjatuh, tapi dengan cepat dia berdiri dan membalas pria itu saat itu terjadi lah pertarungan antara bram dan 5pria di depan nya. Dia melawan pria itu sendiri, riana dan lala sangat ketakukan dengan yang dilihat nya apa lagi lala yang tak pernah melihat adegan seperti itu, karna dia tak pernah mendapat perlakuan kasar dari para kaka nya.
Lala memegang tangan riana dan mencengkram nya dengan erat. riana yang merasa sangat kesakitan pun berteriak, dia sudah merintih beberapa kali dan mengeluh sakit tapi lala hanya diam saja dengan wajah yang sangat ketakutan. Sementara di lorong sekolah kakak nya yang sedari tadi mencari lala hingga sekarang pun masih tak kunjung bertemu, namun tiba tiba terdengar suara anak yang sedang berbisik “apa kalian tau di taman belakang ada yang sedang bertengkar” ucap mereka yang sedang membicarakan itu. mereka bertiga yang sedang berjalan pun mendengar hal itu, Mereka saling menatap satu sama lain akhir nya mereka yang penasaran pun pergi menuju taman belakang sekolah.
Dan benar saja mereka melihat adik nya yang tengah berdiri mematung melihat yang terjadi depan nya. Dengan cepat mereka membantu bram yang masih di keroyok oleh 5 orang itu. Tapi saat ketiga kaka nya datang membantu bram, tiba tiba mereka semua dikejutkan dengan suara
“Brukkk..”
Suara lala yang terjatuh pingsan, kaka nya yang melihat adik kecil nya pingsan semakin marah membuat para pria itu babak belur dan tak bisa bangun. Riana yang berada di samping lala sangat panik dia seperti membangunkan lala, “La, la bangun la” gumam nya sambil menggoyang kan wajah lala yang dipegangnya. Tak lama jo pun langsung menggendong lala dan dia dengan cepat membawa nya ke UKS di ikuti oleh yang jimy dan riana.
Akhir nya mereka telah sampai di ruang uks, Dokter sekolah yang sedang duduk dikursi nya dengan cepat langsung berdiri menghampiri jo yang sedang memopong lala. Jo pun langsung meletakan di ranjang kasur yang ada di uks. Dengan cepat dokter pun memeriksa. Saat sedang memeriksa nya jo mengatakan
__ADS_1
“Dok, adik saya punya phobia darah” ucap jo, dokter yang masih sibuk memeriksa lala tiba tiba menyuruh para lelaki itu keluar.
“Kalian berempat keluar lahh, sebentar lagi jam istirahat akan selesai” ucap sang dokter.
Bram pun ingin melangkah kan kaki nya keluar tapi jo dan yang tidak ingin pergi pun berontak ke pada dokter itu.
“Mengapa menyuruh kami keluar kami kaka nya dok, saya tidak mau keluar” ucap jo.
Dokter itu terkejut mendengar omongan jo yanh sedikit membentak nya.
“Aku ingin membuka baju nya untuk melonggarkan dalaman yang ada didada nya agar dia tidak terasa sesak. Walaupun kalian bertiga kaka nya kalian tidak boleh melihat nya kalian semua laki laki” ucap sang dokter
“Lagi pula disini sudah ada riana yang menjaga nya, kalian cepat lah masuk ke kelas kalian masing masing” lanjut dokter itu lagi.
Jimy yang mengerti keadaan itu pun langsung menarik dua adik nya untuk keluar karna saat ini mereka sedang di sekolah bukan dirumah jadi mereka tidak bisa berbuat se enak nya. Saat mereka ber empat keluar, jo yang menatapi bram sangat kesal dan memberhenti kan langkah nya. Bram yang ada di belakang nya pun sontak memberhentikan langkah nya juga.
“Aku menolong adik mu dari para pria itu, jika aku tidak membantu nya mereka berdua akan di lecehkan oleh anak itu” sahut bram dengan sedikit nada tinggi. Tentu saja jo tidak mau kalah dia malah semakin menjadi jadi saat melihat tingkah bram mereka berdua terlibat adu mulut. Jimy dan yang dengan cepat memisahkan mereka, karna mereka takut akan jadi pusat perhatian jika ada guru yang melihat mereka akan di panggil ke ruang BK lagi. Mereka pun akhir nya sudah masuk ke kelas nya masing masing.
Sementara di ruang Uks riana dan dokter yang masih menemani lala pun terheran mengapa dia pingsan nya lama sekali. Dokter terheran karna sudah satu jam berlalu tapi ia tak kunjung bangun juga. dokter pun pamit kepada riana dan pergi ke ruang guru untuk menyuruh salah seorang guru untuk memberi kabar ke keluarga murid tersebut. Guru yang mendengar penjelasan dari sang dokter menelepon wali murid yang tak lain adalah jun. Dirumah jun yang sedang membereskan kamar adik nya terkejut saat mendengar kabar yang di berikan oleh sang guru. Dengan cepat dia menghubungi dokter pribadi kerumah nya, dia pergi ke sekolah untuk menjemput lala.
Saat sudah sampai jun dengan cepat membuka pintu Uks dan membawa dokter bersama nya masuk. Dokter pun memeriksa keadaan nya setelah selesai dokter mengatakan jika kali ini lala seperti nya sangat syok dan sangat ketakutan jadi tubuh nya menolak untuk bangun tapi dia tidak apa apa jelas dokter tersebut kepada jun. Dokter pun menyaran kan agar lala di bawa pulang. Lalu jun meminta izin kepada guru BK dan guru itu pun akan menanyakan nya dulu kepada kepala sekolah.
Jun yang melihat seorang gadis di samping lala teringat dengan teman lala yang pernah kerumah nya dia pun menegur gadis itu yang tak lain adalah riana.
“Apa kau dari tadi menunggu nya?” tanya jun. Riana tergugup saat melihat jun dia hanya mengangguk kecil dan tersenyum. Jun melihat seperti nya lala memiliki teman yang sangat baik pada adik nya. Setelah itu guru BK pun datang untuk mengatakan jika lala sudah boleh pulang. Jun pun berterimakasih pada riana yang sudah menunggu lala selama satu jam. Dan jun pun mengangkat lala untuk membawa nya ke mobil, untung nya dia di antar dengan supir jadi dia bisa dengan tenang memangku lala yang masih pingsan di dalam mobil. Sementara dokter yang juga membawa mobil nya pun juga segera pergi dan riana juga telah kembali ke kelasnya.
__ADS_1
Saat riana balik ke kelas nya bram terheran melihat riana mengapa dia sendiri kemana lala apa terjadi sesuatu pada nya pikir bram dalam hati nya. Karna tempat duduk mereka sangat depan bram tidak bisa menanyakan pada riana apa yang terjadi karna pasti guru nya akan melihat jika dia mengobrol. Bram pun menunggu hingga pulang sekolah.
Dua jam pun berlalu, jam menunjukan pukul 14.30 menandakan pelajaran akan segera selesai tak lama suara bel berbunyi pelajaran pun sudah berakhir. Gurunya juga sudah keluar kelas, anak anak lain segera bergegas pulang. Bram pun mencolek riana yang ada di depan nya.
“Na di mana lala?” tanya bram
Riana yang masih membereskan buku nya pun menjawab
“Lala sudah di bawa pulang oleh kaka pertama nya” ucap nya tanpa menengok ke arah bram. Riana pun mengingat kejadian di uks lalu dia kembali berbicara pada bram.
“Bram kau tau tidak, tadi kaka nya membawa dokter pribad dari rumah nya untuk datang ke sekolah, hanya untuk memeriksa lala, sepertinya ke adaan lala cukup parah, karna dia tak kunjung bangun dari pingsan nya selama satu jam” cemoh nya kepada bram.
Bram yang mendengar itu pun terkejut terlintas dipikiran nya dan mengingat perkataan jo yang bilang jika lala tak pernah melihat kekerasan dia syok karna melihat kejadian di depan nya,belum lagi pasti dia melihat darah di para wajah pria itu. Apa dia sangat ketakutan tanya nya dalam hati. Karna sewaktu bram memukul pria yang menggangu lala, dia memukul nya sangat keras yang membuat para pria itu berdarah akibat pukulan bram.
“Ya sudah ayo kita pulang lala pasti baik baik saja dirumah nya” ucap bram. Lalu mereka pun bergegas pulang.
Sementara jimy yang dan jo saat pulang mereka bertiga bergegas ke uks namun saat sampai di sana sang dokter yang terlihat keluar dari uks juga melihat mereka lalu mengatakan kepada mereka.
“Adik kalian sudah pulang dibawa oleh kaka kalian di dalam sudah tidak ada orang” ucap dokter itu sambil mengunci ruang uks. Mereka yang mendengar itu berterimakasih lalu pamit pada dokter itu dan bergegas untuk ke depan gerbang. Karna pasti pak andi yang selalu menjemput mereka sudah berada di sana. pak andi yang sudah lama bekerja di keluarga baskara dia selalu on-time bahkan tiap bulan nya dia selalu mendapat bonus yang lumayan besar. Yang membuat nya sangat senang, jadi dia selalu tepat waktu menjemput para anak anak itu. Mereka pun memasuki mobil, saat melihat mobil pak andi yang sudah terpakir mereka pun meminta agar pak andi bisa lebih cepat mengendarai mobil nya. Pak andi juga tahu mereka pasti sangat khawatir pada nona shiella. Karna pak andi tadi juga yang menyupiri jun saat jun pergi menjemput lala.
Saat sampai di rumah mereka bertiga bergegas naik ke kamar lala saat membuka pintu disana ada yon yang sedang menjaga lala. Karna saat sampai rumah jun mengabari yon, dia meminta bantuan pada yon untuk menjaga lala di kamar nya karna dia akan memasak untuk adik nya yang sebentar lagi pulang. Jun tahu jika yon tidak terlalu sibuk karna juga masih ada jake yang bisa mengatur perusahaan, jadi dia memutuskan untuk menelpon yon. Mereka bertiga melihat lala yang masih belum bangun juga. Mereka dengan tenang duduk di samping kasur lala.
“Kalian makan lah dulu ka jun sedang memasak di bawah” ucap yon kepada ke tiga adik nya. Tapi mereka serentak menjawab “Nanti saja kak” yon yang tahu jika adik nya sangat khawatir, dia hanya diam saja bahkan diri nya juga belum makan sama seperti ketiga adiknya yang memikirkan keadaan lala yang tak kunjung bangun.
Sementara itu lala yang sedang bermimpi, di dalam mimpinya dia di hampiri oleh sosok wanita cantik yang memanggil nama nya. Lala yang bingung ada di mana diri nya sekarang pun masih memandangi wanita yang dari tadi memanggil nya dengan lembut. Dia ingin melihat wanita itu tapi wajah wanita itu sangat buram dia tak bisa mengenali sosok di depan nya. Lalu sosok wanita itu menghampiri lala yang hanya berdiri saja lalu mencium kening lala. Hal itu membuat diri nya melihat kejadian seram dia melihat bayang bayang seorang laki yang sedang memukuli wanita di depan nya. Saat pria itu menoleh kearah nya dan menatap wajah lala dengan seram. Lala pun berteriak kencang di sangat ketakutan.
__ADS_1
Suara teriakan berlangsung sampai ke telinga para kaka nya. Dengan cepat yon mendekap lala yang masih tertidur dan menenangkan. Jun yang juga mendengar teriakan lala pun bergegas naik. Semua pun bingung ada apa dengan lala mereka semua berdiri mengitari kasur lala. Saat yon masih memeluk lala tiba tiba lala terbangun dan membuat nya sangat ketakutan dan menangis dia semakin kencang memeluk yon. Badan nya gemetar dia tak henti henti nya menangis bahkan tangisan nya terdengar sangat keras. Membuat semua semakin panik, di sebelah kanan yon masih memeluk nya sedangkan jun di sebelah kiri menenangkan nya. Yang dan jo sangat kesakitan melihat lala seperti itu.
Jun pun menggerakan tangan nya seolah mengasih kode pada jimy untuk segera menelpon dokter. Jimy pun langsung mengikuti perintah jun. Lala masih menangis, tapi sudah tidak terlalu kencang speerti saat pertama kali bangun.