7+1 Child

7+1 Child
Shiella di ejek


__ADS_3

Sudah tiba saat nya waktu ujian kenaikan kelas di mulai. Lala yang terlihat gugup karna sebentar lagi dia sampai ke ruang kelas nya, sebelum masuk kelas dia menghentikan langkah nya dia mulai berdoa agar ujian nya berjalan dengan lancar. Tak lama ia pun sudah berada di dalam kelas, kali ini tak terdengar suara sama sekali. Para murid sangat serius mengisi kertas di atas meja nya. Karna ini akan menjadi penentuan mereka apakah mereka akan naik kelas atau tidak.


Hari-hari pun terulang, hingga hari ini sudah hari terakhir mereka melakukan ujian. Saat pulang sekolah lala menarik tangan riana, dia meminta agar riana menemani nya ke salah satu mall. Riana yang bingung kenapa lala menarik tangan nya dia tidak bergerak mengikuti lala, lala yang menoleh pun dia berkata “Temani lah aku, aku ingin sekali berbelanja. Please..” ucap nya. Riana yang menatap lala hanya bisa pasrah melihat teman nya yang memang ingin meminta bantuan nya. Riana mau tak mau menuruti nya, mereka pun masuk ke dalam mobil. Lala dan riana memilih duduk di kursi paling belakang sedang kan jimy dan jo di tengah, dan Yang duduk bersama pak andi di depan.


Jimy pun terkejut saat riana ikut masuk ke dalam mobil nya. Jimy yang terakhir kali melihat riana bersama bram dia masih terbakar api cemburu hingga sekarang. Karna sejak saat itu dia juga jarang bertemu dengan riana.


“Pak turunkan kami di mall ** ” ucap lala ke pada pak andi. Supir itu hanya mengangguk kepada nona muda nya. Sementara mereka bertiga secara bersamaan menoleh ke arah belakang yang membuat riana sangat nerveous di tatapi oleh tiga pria tampan.


“Kalian ingin kemana” tanya jimy “Aku ingin membeli sesuatu” jawab lala. “Apa hanya berdua tidak ada yang lain” jo juga ikut menanyakan pertanyaan kepada lala. “Tidak karna aku hanya ingin bersama riana” sahut lala. “Sebaik nya kalian pergi bersama beberapa bodyguard” ucap Yang, dia merasa sangat khawatir jika hanya berdua saja.


“Tidak, aku hanya ingin bersama riana” bentak nya. Riana hanya diam saja melihat pemandangan di depan nya. Tapi dia merasa gugup melihat jimy yang terus menatap ke arah nya. “Hmm baik lah” ucap Yang. Setelah itu riana dan lala hanya sibuk mengobrol berdua saja dia tak menghiraukan yang lain nya. Dia asik tertawa tawa berdua. Sementara jimy melihat nya dari kaca spion yang ada di dalam mobil riana sangat manis jika tertawa. Dia beberapa kali curi curi pandang kepada riana.

__ADS_1


Akhir nya pak andi memberhentikan mobil nya di mall yang di ucapkan oleh lala. Mereka berdua pun turun, lala yang telah mencium Yang dan jo dia juga ingin mencium jimy, tapi jimy menghindar dari nya. lala yang melihat jimy menolak ciuman nya dia pun marah,. jimy melakukan itu karna ada riana di depan nya. Dia yang tak ingin riana melihat lala menciumnya, dia hanya bisa menahan pukulan dari lala.


Setelah lala selesai memukul jimy, dia pun masuk kedalam mall tersebut yang masih menggunakan pakaian sekolah, tapi kedua nya memakai sweater yang selalu di bawa mereka hanya rok mereka saja yang terlihat tapi tetap saja siapapun yang melihat mereka pun tahu jika mereka berdua hanyalah seorang pelajar.


Mereka mengelilingi mall tersebut, sambil melihat lihat apa yang ingin di beli. Lala memberhentikan langkah nya di salah satu toko kosmetik. Dia mengajak riana masuk, lau dengan cepat dia melihat dan mengambil beberapa barang yang di suka nya, setiap barang yang di ambil nya dia selalu mengambil 2pcs. Riana hanya mengerutkan kening nya melihat lala yang banyak sekali mengambil barang dia hanya melihat teman nya. Lalu mereka membayar nya lala meminta kasir untuk membagi nya menjadi dua kantong. Lala membayar dengan black card nya pegawai itu melihat nya tapi dia tidak terlalu memikirkan karna dia hanya bekerja di sana.


Saat mereka memasuki sebuah toko dengan brand terkenal mereka di persilahkan masuk untuk melihat lihat. Mata mereka tertuju pada sebuah kotak kaca di dalam nya terdapat 2set dompet yang hampir sama terlihat sangat cantik. lala dan riana sangat menyukai apa yang ada di dalam kotak itu, saat lala menyuruh pelayan untuk membungkus nya. Pelayan itu menatap nya dengan ragu karna mereka hanyalah seorang pelajar mana mungkin bisa membayar dengan haraga yang begitu mahal “Maaf de, sebaik nya lihat yang lain saja ini terlalu mahal untuk kalian” ucap pelayan itu. “Tidak saya ingin yang ini, tidak masalah berapa harga nya” sahut lala. Pelayan pun hanya tertawa melihat seorang anak kecil yang berbicara layak nya orang dewasa.


Lala hanya melihat pelayan itu, dia tahu jika diri nya sedang di ejek. Dengan cepat dia mengeluarkan black card milik nya, “Apabisa aku bayar dengan ini” suara lala yang sangat mendominasi. Pelayan itu hanya terdiam dan semakin tertawa kencang. “Sudah jangan bermain lagi di toko ini sebaik nya kalian pulang dan beristirahat. Ini pasti hanya kartu mainan kan” ucap nya sambil tertawa geli. Riana yang melihat itu menarik lala untuk segera pergi, dia tak mau ada keributan yang terjadi. Tapi lala tidak mau beranjak dari tempat nya, dan semakin menantang pelayan itu. “Kau, mengapa tertawa panggil kan manajer toko ini aku ingin berbicara” ucap nya. Pelayan itu sekarang merubah ekspresi nya menjadi sangat marah “Kalian pergilah, ini bukan tempat bermain” ucap pelayan itu. Lala yang tak bisa apa apa lagi dia mengancam nya untuk menelpon kaka nya


Lala pun mendudukan diri nya di sofa yang ada di toko itu sambil berbicara “Tunggu lah saja aku akan membuat perhitungan dengan mu” ucap nya sambil menelfon Yon, sebenar nya ia ingin menelfon jun tapi dia juga takut di marahi karna tak membawa beberapa bodyguard.

__ADS_1


Sementara Yang jo dan jimy sudah sampai di rumah nya. Jun melihat mereka tak bersama lala dia pun menanyakan di mana keberadaan lala mereka pun menjawab jika lala pergi bersama riana ke mall tanpa membawa body guard. Jun yang mendengar itu dengan cepat masuk ke kamar nya mengganti pakaian nya dengan baju yang terlihat bagus. Karna dia saat ini hanya memakai kaos oblong dan celana pendek sedengkul saja. Setelah selesai dia pun pergi mengendarai mobil nya menyusul lala.


Di kantor yon yang menerima telfon dari lala dia segera mengangkat nya. “Ada apa?” ucap nya. Lala pun mengaktifkan mode loadspeak agar pelayan toko itu juga mendengar “Ka, bagaimana jika ada yang bicara tidak baik dan mengejek ku” ucap lala sambil melirik ke arah pelayan itu. “Siapa yang berbuat seperti itu aku akan merobek mulut nya” jawab yon semua yang mendengar itu pun ada yang percaya pada bocah SMA itu dan juga ada yang tidak percaya. “Kalau begitu datang lah kesini, aku ingin membeli barang tapi mereka tak mengizin kan ku membeli nya mereka malah mengejek ku. Huuhhh sedih nya aku, apa aku terlihat sangat miskin” ucap lala sambil memain kan mimik muka nya agar terlihat sedih. Yon yang sangat marah mendengar itu bergegas menghampiri lala. Dia tidak terima jika ada yang merundung adik nya, saat ingin keluar jake yang baru saja ingin menghampiri nya langsung di ajak pergi bersama nya. “Cepat ikut aku” dengan nada dingin dan datar, jake melihat yon yang sangat kesal dia pun hanya mengikuti yon dari belakang untuk pergi menemui lala.


Di toko itu lala tak henti henti nya bertengkar dengan pelayan itu, sementara riana tidak tahu harus berbuat apa karna semakin lama semakin banyak orang yang menyaksikan. Saat pelayan itu ingin menampar lala, tangan nya di tahan oleh seseorang dan itu adalah tangan Yon. “Singkirkan tangan mu dari adik ku, jangan sampai tangan kotor mu menyentuh nya” ucap yon. lala yang melihat yon dan jake segera berdiri dan memeluk nya, pelayan yang melihat itu ingin menyingkir kan lala agar tak memeluk yon dan jake, dia yakin jika lala hanya bermain main saja. Dengan cepat dia di dorong oleh jake “Apa kau tuli jangan menyentuh nya” ucap jake, sementara lala yang memeluk yon hanya meledek nya dengan lidah yang menjulur keluar.


“Ada apa ini, mengapa ramai sekali?” tanya yon sambil memegangi pipi adik nya yang chuby. “Aku hanya ingin membeli ini, dia bilang aku tidak punya uang, dan dia bilang kartu yang kaka kasih ini hanyalah mainan” ucap lala memasang wajah yang sedih agar kaka nya terlihat marah “Jake kau uruslah, aku tidak mau berurusan dengan orang rendahan ini” ucap yon. Jake pun mengerti dan dia segera menelfon pemilik toko itu. “Bagaimana anda bisa menerima pegawai yang sangat tak bermoral, pilih lah aku akan mengusir toko mu atau kau akan memecat nya” ucap jake, pelayan nya itu sangat gemetar dan ketakutan. Apakah dia langsung menelfon pemilik toko ini gumam nya dalam hati.


“Sepertinya memang benar permpuan itu adik nya, lihat saja kedua kaka beradik itu terlihat sangat marah” bisik bisik orang yang melihat itu tapi mereka di buat heran juga mereka baru tahu jika ada seorang anak perempuan di keluarga baskara. Sementara jake yang sudah selesai berbicara dengan pemilik toko itu, tak lama pemilik toko tersebut datang bersama manajer toko itu. “Maaf tuan saya akan memberi pelajaran kepada pelayan yang tidak tahu diri ini” pelayan yang melihat manajer toko sangat ketakutan dia pun segera bersujud di kaki jake. “Tuan maaf kan saya, saya tidak tahu jika dia adalah adik tuan” ucap pelayan itu dengan nada yang ingin menangis jake yang melihat itu dengan cepat berkata “Singkirkan tubuh mu dari kaki ku aku sangat jijik melihat mu” ucap jake. Saat itu juga menajer memecat nya di depan umum lalu pemilik toko itu juga sangat ketakutan saat melihat kedua orang yang sangat di takuti di negara ini.


Tak lama jun yang melihat ada kerumunan dia pun melihat nya, dia terkejut saat melihat ada adik adik nya di sana. Dia pun menghampiri “Ada apa ini” suara bariton yang memecah para kerumunan. semua sangat di buat ketakutan karena aura nya yang sangat mendominasi. Lala yang melihat jun dia mengumpat di belakang badan yon, dia takut jika kaka nya akan memarahi nya. Jake pun menjelaskan, dan saat mendengar nya jun juga terlihat sangat marah. Lalu ia berbicara pada adik nya “Yon, blokir toko ini dari semua mall kita aku tidak akan membiarkan mereka menginjakan diri ditempat ku” ucap jun. Semua sangat terkejut mendengar omongan jun, memang sebaik nya mereka tak menyinggung keluarga itu. Pemilik toko itu terus meminta maaf tapi ketiga nya tak mendengarkan nya.

__ADS_1


“Kalian ayo pergi dari sini, aku muak melihat wajah orang disini” ucap jun. yon jake riana dan lala mengikuti nya. Jun membawa nya ke sebuah restoran yang ada di dalam mall itu dan memesan ruangan VIP saat semua nya sudah masuk kedalam begitu juga dengan riana dia hanya mengikuti lala yang sedari tadi menggandeng tangan nya.


“Kau, sudah berapa kali aku katakan pergi lah bersama beberapa bodyguard, untuk apa aku membayar nya jika kau tidak membawa mereka bersama mu” ucap jun yang sangat marah. Lala hanya mengumpatkan wajah nya di bahu yon, “Sudah ka, sudah ada aku yang menangani nya tidak usah memarahi nya” ucap yon. “Kau selalu saja membela nya” ucap yon sambil memalingkan muka nya kesamping seolah sedang marah. Semua ingin tertawa melihat kelakuan jun yang seperti anak anak. Akhir nya mereka semua makan dengan tenang saat makanan mereka sudah siap.


__ADS_2