
Saat lala sudah merasa tenang tak lama dokter pun sampai. Dokter dengan cepat melihat kondisi lala namun lala yang masih memeluk yon itu tak mau melepaskan pelukan nya membuat dokter itu kesulitan untuk memeriksa lala. Semua juga bingung bagaimana cara nya agar lala mau melepas pelukan nya. Tapi untung nya dokter itu sangat berpengalaman dan pintar dia seakaan sudah tau apa yang di alami lala.
“Seperti nya dia masih sangat ketakutan, sebenarnya apa yang terjadi” tanya dokter pada jun. Jun pun menjelaskan pada saat dia tersadar dia langsung berteriak dan menangis dengan kencang. Lalu dokter menanyakan kepada ketiga kaka nya apa yang sebelum nya terjadi di sekolah. Lalu dengan cepat jimy menjelaskan,
“Seperti nya tadi di sekolah ada beberapa anak yang mencoba menganggu lala, lalu teman nya yang melihat itu memukul beberapa pria yang menganggu nya. Hingga terjadi perkelahian bahkan kami juga ikut membantu teman nya” jelas jimy, dokter yang mendengar penjelasan jimy pun tampak nya sudah mengerti apa yang terjadi pada lala.
“Nona shiella sepertinya masih syok dia sangat ketakutan dengan apa yang dilihatnya, selama ini kalian selalu menyayangi nya. Dia baru pertama kali melihat kejadian itu, jadi wajar saja jika dia sangat ketakutan” jelas dokter
“Aku akan meresepkan obat untuk menghilangkan rasa takut nya dan untuk menenangkan nya aku juga akan menambahkan beberapa vitamin” lanjut dokter itu lagi dokter itu pun pamit kepada semua nya dan bergegas kembali kerumah sakit untuk melanjutkan pekerjaan nya.
Semua pun nampak senang mendengar penjelasan dari dokter. Tiba tiba saja lala yang haus menggerakan badan nya untuk mengambil air, jun yang melihat itu langsung mengambil segelas air yang ada di samping nya lalu memberikan nya pada lala. Setelah itu jun yang mengingat bahwa dia sedang memasak pun segera turun untuk melihat masakan nya.
Jo pun menggantikan posisi jun yang sudah pergi. Semua nampak diam saja dan melihat ke arah lala yang hanya diam memeluk yon.
Tak lama pun jun naik ke atas bersama para pelayan yang membantunya membawa nampan berisi makanan.
“Kalian makan lah dulu aku sudah selesai memasak, jangan sampai kalian tidak makan” titah jun. Semua pun memakan makanan yang di bawa oleh jun, tapi tidak dengan yon karna dia tidak bisa bergerak sama sekali. Jun yang melihat yon diam saja berinisiatif untuk menyuapi yon, tapi karna usia mereka yang sudah terlalu dewasa membuat yon malu. Tapi dengan paksaan dari jun akhirnya yon mau makan.
Lala yang melihat hal itu membuat diri nya tertawa, semua pun menoleh ke arah lala. jun yang mendengar lala tertawa dia malah sengaja menyuapi yon dengan kapal terbang seperti ibu ibu yang sedang menyuapi balita.
Semakin keras lala tertawa, lalu jun juga mengarahkan kapal terbang nya kemulut lala sambil bertingkah lucu agar lala tertawa. Akhirnya lala membuka mulutnya dan memakan kapal terbang tersebut. Semua sangat senang melihat lala, seperti nya lala sudah kembali ke keadaan normalnya. Semua makan sambil tertawa melihat tingkah kaka pertamanya yang seakan menyuapi dua orang bayi di depan nya.
Semua pun sudah menghabiskan makan nya. Tapi semua nya sangat enggan untuk keluar dari kamar lala. Lala yang masih terdiam tiba tiba membuka mulut nya.
__ADS_1
“Ka, aku tadi bermimpi ada seseorang wanita yang memanggil nama ku lalu wanita itu mencium keningku dan saat itu juga aku melihat bayang bayang seorang pria yang sedang mumukul wanita di depan nya. Aku semakin ketakutan saat dia menatap ke arah ku” ucap nya pada para kaka yang ada di depan nya.
“Sudah tidak usah difikirkan itu hanyalah mimpi, jangan takut disini ada kami” ucap yon yang masih memeluk dan mengusap rambut lala. “Benar kata yon kau jangan terlalu memikirkan nya”. Ucap jun juga. Mereka pun terlihat mengobrol bersama, yon yang masih mengenakan jas membuat nya tidak betah. Dia pun ingin melepaskan pelukan lala tapi lala tidak mau melepas nya.
“Tunggu lah sebentar aku akan ganti baju ku setelah itu aku akan disini hingga malam” ucap yon sambil melepas pelukan lala. Jun yang ada di sebelah nya pun lala langsung bergegas memeluk jun. Dia seperti masih ketakutan dia tidak mau jika di tinggal oleh kaka nya. Yon pun keluar dan menuju kamar nya, lalu dia tak lupa mengabari jake yang masih sibuk di kantor dia mengatakan jika dia tidak akan balik lagi ke kantor. Jake pun hanya meng iya kan apa yang di ucap yon.
Lala yang sudah tidak merasa takut lagi kini dia sedang seorang diri di kamar nya. Dia memikirkan tentang mimpi nya, dia bertanya tanya dalam hati nya siapa wanita itu “seperti ingin mengatakan sesuatu kepada ku” gumam nya dalam hati.
Hari pun semakin larut, lala terlihat sedang bermain play station bersama ka yang. sedangkan yang lain nya ada dikamar dan ada juga yang melihat lala bermain. Waktu menunjukan pukul sebelas malam, yang pun menyuruh lala untuk segera tidur. Tapi lala tidak mau tidur, lala sebenar nya masih takut jika dia tidur akan bermimpi hal yang sama lagi. Jo yang juga ada disana menyentil jidat lala “Tidur lahh sudah malam” ucap jo.
“Aaww” rintih nyaa
“Jo sudah jangan meledek lagi” ucap yang, membela lala sambil mengelus dahi lala dengan lembut. Jo hanya diam saja, mereka berdua pun masih menemani lala di ruang keluarga. Yang terlihat sudah mengantuk dia beberapa kali menguap, jo pun yang geregetan dengan lala langsung mengangkat lala ala Bridal style dan berjalan menaiki tangga menuju kamar lala. Yang, yang melihat itu mengikuti dari belakang, jo pasti mengangkat nya karna melihat dia yang sudah mengantuk. Dia pun langsung masuk kamar nya, dia menyuruh jo untuk menemani lala hingga tidur.
“Jo, kau temani lah lala aku sudah sangat mengantuk” ucap nya sambil membelokan badan ke arah kamar nya. Jo hanya tersenyum mengangguk, tentu saja yang tidak mengetahui jika jo menaruh rasa pada lala jadi dia membiarkan jo bersama lala, sedang kan jo juga tidak mengetahui perasaan yang pada lala.
“Jangan pergi jo, aku takut” ucap nya
“Tidak aku tidak akan pergi aku hanya akan menutup pintu balkon kamar mu lalu aku akan duduk di samping mu” sahut nya sambil melepaskan genggaman lala.
Setelah selesai jo pun duduk di samping lala sambil menyenderkan badan nya ke Heardbord kasur. Lala yang juga di samping nya ingin memeluk jo seperti dia memeluk kaka nya namun karna dia merasa canggung pada jo dia mengurungkan niat nya. Dia sering memeluk kaka nya namun saat ingin memeluk jo dia gugup seakan tak berani, dia begitu karna perasaan nya yang sudah lama ia rasakan pada jo. Sementara jo masih sibuk memainkan handphone nya.
“Jo, apa kau ingin menyanyikan ku lagu tidur?” tiba tiba saja lala yang membuka mulut nya untuk berbicara pada jo, jo yang mendengar itu dia langsung menghentikan jari jari nya yang masih memainkan handphone nya.
__ADS_1
“Apa kau sangat menyukai nya jika aku bernyanyi” tanya jo sambil menatap lala yang berada di samping nya, lala hanya terdiam mendengar pertanyaan jo.
“Sudahlah lupakan saja” ucap nya dengan kecewa. Jo yang melihat itu langsung menarik tangan lala seraya meletakan kepala lala di bahu nya untuk bersandar. Lala pun hanya diam saja, lalu setelah itu jo mulai menyanyi kan lagu untuk nya. Lala yang terkejut jo ternyata mau menyanyikan lagu untuk nya pun mulai memejam kan matanya sambil menikmati suara jo yang merdu. Lalu tanpa sadar dia menurun kan kepalanya di dada bidang jo. Jo hanya diam saja tak menghirau kan dia masih sibuk bernyanyi.
Setelah itu lala sudah terlelap, jo yang melihat nya ingin beranjak dari tempat nya duduk. Dia ingin memasuki kamar nya untuk beristirahat, tapi pelukan lala yang sangat erat membuat nya susah bergerak. Akhirnya dia memutuskan untuk bermalam di kamar lala, betapa senang nya jo karna ini sudah ke dua kali nya dia tidur bersama lala. Hati nya sangat berbunga bunga, akhirnya mereka berdua pun terlelap.
Pagi nya jo yang sudah bangun terlebih dahulu menatap wajah lala yang masih tertidur. Di beberapa kali menyium bibir kening hingga pipi lala namun lala hanya diam saja dia tak merasakan pergerakan yang di buat oleh jo. Setelah mencium nya berkali kali jo pun bangun dan keluar untuk bersiap siap karna dia harus berangkat ke sekolah. Dia meninggal kan lala yang masih tertidur.
Setelah itu semua sudah berada di meja makan kecuali dengan lala dia masih tertidur lelap. “Kemana dia mengapa belum turun” ucap jun sambil menata makanan di atas meja. Jo pun yang mengetahui lala masih tertidur dengan santai menjawab pertanyaan jun. “Dia masih tertidur ka” sahut nya.
“Oh yasudah biar kan saja jika dia tidak ingin sekolah aku juga tak akan memarahkan nya, aku sudah meminta dokter kris membuat surat ijin untuk nya. Kalian tolong berikan ini kepada guru nya” ucap jun, setelah itu mereka menyantap makanan di depan nya.
Tak lama lala yang terbangun pun melihat di kamar nya tidak ada orang padahal semalam dia tertidur bersama jo. Dia pun mengingat diri nya harus ke sekolah, tapi dia masih takut jika bertemu oleh pria yang menggangunya lagi. Dia pun turun ke bawah untuk melihat keadaan di sana dia melihat semua kaka nya sedang sarapan. dia turun menghampiri semua nya lalu berdiri melihat para kaka nya. Semua yang melihat itu terheran mengapa dia hanya berdiri mematung.
“Duduk lah mengapa hanya berdiri di sana” ucap jake kepada nya.
“Hari ini aku tidak merasakan sakit tapi aku tidak mau pergi ke sekolah” ucap nya sambil menutup mata karna dia takut jun akan memarahi nya. Tapi lala tidak mendengar ada jawaban dari para kaka nya, dia pun perlahan membuka matanya. Dia melihat kakak nya sedang menatap heran pada diri nya.
“Duduk lah aku menyuruh mu untuk makan bukan untuk pergi ke sekolah” ucap jake lagi. Lala pun lalu duduk dan jun memberi nya sepiring roti dan susu. Setelah itu dia memakan nya dengan lahap.
“Hari ini tak usah bersekolah kau dirumah saja menemaniku” ucap jun. Lala yang mendengar hal itu sangat senang karna dia masih takut untuk pergi ke sekolah. Tak lama mereka pun telah selesai, lala mengantar mereka hingga depan pintu tak lupa dia memeluk dan mencium kaka nya. Akhirnya mereka semua pun telah pergi. Lala masuk dan menutup pintu rumah nya.
Dia masuk ke kamar nya untuk membersihkan diri, saat sudah selesai dia berdiri di depan cermin dia melihat diri nya di pantulan cermin itu. Dia memegangi kalung bintang milik nya. Dia tidak tahu sejak kapan dia memakai kalung itu, tapi dia sudah dari dulu memakai kalung itu bahkan ia tak tahu siapa yang memberinya. Dia sangat menyayangi kalung nya itu. Kalung bintang yang sangat lah cantik sangat pas jika di pakai di tubuh lala membuat diri nya terlihat bersinar. Setelah ia selesai berdandan dia turun ke bawah mencari ka jun. Jun yang tengah di kamar nya sedang bersantai di kasur nya, terdengar lala mengetuk pintu kamar nya.
__ADS_1
“Toktok” suara lala mengetuk pintu
“Masuk lah pintu itu tak di kunci” ucap nya dengan keras. Lala pun masuk dan membuka pintu itu. Dia sudah rapi wangi dan cantik, membuat jun di depan nya terheran. “Mengapa sangat rapi kau mau kemana?” tanya jun pada nya. “Ka, bagaimana kalau kita pergi keluar aku ingin membeli sesuatu” ucap nya sambil duduk di samping jun. Jun yang juga ingin pergi ke super market karna persediaan dirumah hampir habis pun menyetujui nya. Lalu jun pun bersiap dan lala kemudian menunggu nya di ruang keluarga sambil menonton kartun.