
Jo yang baru saja pulang dari sekolah nya di tatap dengan tajam nya oleh yon, saat ingin menaiki tangga ia dihentikan oleh suara bariton yon yang memanggil nya “Jo..” ucap yon. Jo menoleh ke arah kaka kedua nya, “Duduk!, aku memanggil mu. tidak kah kau mendengar itu?” lanjut yon, di hati jo sangat berdebar dia tau pasti kaka nya sudah melihat luka lebam di wajah nya. Jo pun terduduk dan berhadap hadapan langsung dengan yon, sementara jake yang ada di sana juga tidak begitu memperhatikan kedua nya dia sedang sibuk menatap laptop nya. Karena lala sedang sakit, mereka berdua sengaja melakukan pekerjaan nya di rumah hitung hitung untuk menjaga lala.
“Kenapa dengan wajah mu?” tanya yon, jo gugup tak menjawab, “Katakan! Aku tidak akan marah” ucap yon dengan nada sedikit lembut tapi masih terasa dingin. “A..aku habis memukuli bram” jo menjawab nya dengan tergagap, jake yang mendengar nya langsung menoleh ke arah jo yang berada di depan nya. “Kenapa?, apakah begini cara mu menggunakan keahlian mu, Kami sengaja mengajari mu untuk menjaga diri, bukan jadi berandal” lirih yon. “Degdegdeg...” jantung jo berdegup kencang saat mendengar perkataan nya, sakit rasa nya karena dia melakukan nya untuk lala.
“Ka, aku sudah tahu siapa dalang insiden itu, makanya aku bisa melakukan seperti ini pada nya. Aku tak tahu orang yang bernama kevin itu, tapi aku sangat akrab dengan putra nya” Jawab jo, yon yang mendengar nya tak mengerti dengan apa yang di ucap kan adik nya dia terheran mengapa jo mengatakan itu.
“Apa yang kau maksud? Aku tidak mengerti” tanya nya lagi, jo hanya bisa menjelaskan secara pelan pada yon “Bla bla bla” setelah itu yon mengangguk anggukan kepala nya, jake juga mendengarkan ucapan jo. Mereka juga sangat kaget saat mengetahui kevin adalah dalang dari kejadian yang menimpa lala.
“JIMY......!” tiba tiba saja yon berteriak dengan kencang memanggil adik nya yang berada di atas, jake dan jo sontak terkaget karena suara keras yang di buat oleh yon. Setelah berkali kali memanggil nya, jimy akhirnya turun untuk menghampiri nya. “Ka, ada apa aku tidak tuli kenapa berteriak?” ucap jimy yang sedikit kesal dengan kelakuan kaka nya. Sementara yon hanya terdiam tidak menanggapi nya, “Cepat bantu jo mengobati luka nya” titah yon, sedangkan jimy menahan amarah nya karena kelakuan kaka kedua nya. Jimy pun menoleh ke arah jo, akhir nya dia hanya bisa melampiaskan amarah nya kepada jo “Yaaa! Apa kau bertengkar? Terus saja kau memukuli semua orang, pukul aku pukul aku sekarang juga” decak jimy yang kesabaran nya setipis tisu, jo hanya menahan cubitan cubitan yang di berikan jimy pada nya. Sementara yon hanya tertawa melihat jimy yang sangat emosi karena nya, jake hanya sekilas melihat mereka dan kembali melanjut kan pekerjaan nya lagi.
__ADS_1
Di sisi lain, jun pergi ke tempat ayah bram tanpa di dampingi siapa pun bahkan teman yang selalu menempel pada nya tak terlihat hadir di sebelah nya. Dengan amarah dia memasuki kantor perusahaan Putra, satpam yang berjaga di depan pintu yang melihat jun segera menahan nya. Karena terlihat seperti orang yang sangat marah, satpam itu takut jika jun akan membuat keributan.
“Siapa kau berani berani nya melarang ku masuk?, apa kau tidak tahu siapa aku” teriak jun dengan lantang. Sementara satpam masih terus menahan nya “Maaf pak jika ingin membuat keributan jangan di sini” ucap nya, jun yang kesal dengan perkataan satpam segera memukul nya. Kejadian itu membuat semua yang berada di sana menatap ke arah mereka, untung ada manajer di perusahaan itu yang ingin keluar kantor. Tentu nya saat melihat jun dia tahu, dia melerai kejadian itu dan mengantar jun ketempat di mana kevin berada. Tanpa jun mengatakan pun sang manajer mengetahui maksud dan kedatangan jun, pasti dia ingin bertemu langsung dengan atasan nya.
Jun mendobrak masuk saat sudah di depan ruang kevin, sementara manajer yang melihat nya sangat terheran. “Seperti nya ini bukan masalah bisnis, aku harus cepat pergi jika pak kevin mengetahui aku yang membawa nya bisa habis aku” dia pun pergi meninggal kan jun tanpa sepatah kata pun. Kevin yang berada di dalam sangat terkejut saat melihat jun menerobos masuk kedalam ruangan nya.
“Braaakkk!....”
“Jun, dari kemarin aku sudah diam untuk menghadapi mu. Tapi lihat apa maksud mu? Aku selalu tak mengerti dengan mu yang selalu berteriak di hadapan ku” sahut kevin untuk menjaga wibawa nya, bagaimana pun juga umur nya lebih tua dari jun yang masih jauh terlihat sangat muda. Dia tak mau jika jun terus menganggap remeh diri nya
__ADS_1
“Langsung saja paman aku juga sudah tak tahan dengan sifat busuk mu. Jangan mentang mentang kau berteman baik dengan papah bisa jadi berbuat seenak nya kepada keluarga ku. Selama ini papah ku sudah sangat memanjakan mu dengan kerja sama yang telah kau buat. Sekarang kau harus menempat kan diri dimana posisi mu berada, dari dulu kau tidak akan pernah bisa berdiri di atas keluarga ku!” ucapan jun sontak membuat kevin terdiam.
“Ya hal itu memang aku akui aku tak bisa bersaing dengan keluarga mu. Yang tidak aku mengerti mengapa kau mengatakan nya, aku pun tidak keberatan jika kau menarik semua kerja sama nya” sahut kevin. Dia memang masih belum mengetahui apa maksud yang di bicarakan oleh jun dia sama sekali tak mengerti dengan ini.
“Kau! Jangan pura pura tidak tahu, kau adalah dalang yang menyebab kan adik perempuan ku terluka. Aku tak bisa membayangkan bagaimana reaksi putra mu saat mengetahui hal ini. Pasti dia sekarang juga akan sangat marah pada mu, mengingat putra mu sangat menyukai adik ku” ucapan jun lagi lagi membuat kevin tercengang, dan sekali lagi dia tidak mengerti apa yang di katakan nya.
“Huhhhh” kevin membuang nafas kasar nya. “Jujur aku masih tidak mengerti dengan mu, jika adik mu mengalami sesuatu aku turut prihatin. Tapi aku tak pernah melakukan hal hal sekotor itu, aku bukan orang yang pendendam. Bisa kau tanya pada manajer perusahaan mu atau bahkan adik mu, aku kemarin bersama dengan mereka untuk memutus kerja sama yang sudah kita jaga selama bertahun tahun” ucap kevin.
“Kau ini pintar, jika melakukan hal dengan memakai otak mu apa tidak bisa?. Jika mengalami suatu masalah cari tahu lah dulu sampai ke akar nya, pantas saja kau masih tidak bisa menemukan kebenaran tentang orang tua mu” lanjut kevin yang masih tersalut emosi dengan semua perlakuan jun.
__ADS_1
“Bawa pelaku itu kehadapan ku sekarang juga, lihat apakah dia mengenali suara ku jika aku memang yang menuyuruh nya!” perintah kevin. Dia juga pasti sudah mengira jika pelaku yang melakukan nya pasti menyebut nama nya untuk menjadikan nya kambing hitam
“Baiklah jika itu mau mu, kelihatan nya kau sangat percaya diri. Aku akan menyuruh adrian untuk membawa nya” ucap jun, lalu mengutak atik handphone nya. “Selesai..” ucap nya, “Aku akan menunggu disini bilang kepada staf mu untuk membuat kan ku secangkir kopi” lanjut jun. Kevin segera menyuruh asisten nya untuk membuat kan nya kopi. Dia sangat frustasi dengan sikap jun yang terlihat seenak nya saat berada di dalam kantor nya.