7+1 Child

7+1 Child
Menemukan Bukti


__ADS_3

Tulisan itu berisi :


“Untuk sahabat ku Angela..


Maaf aku telah membawa mu menuju jurang, maaf jika ini sangat menyakitkan untuk mu. Setiap hari kau selalu merasakan penderitaan yang aku pun tak tahu. Pasti kau sangat tersiksa, ingat lah suatu hari aku akan memberitahukan kepada semua betapa kejam nya Hengki terhadap kau dan putri mu. Aku telah menyiapkan bukti dan menyimpan semua nya di dalam kaset ku. Aku akan membalaskan nya untuk mu. Aku juga akan melindungi dirimu dan juga putri kecil mu. Maafkan aku karena telah membawa ke tempat yang sangat menakutkan untukmu..”


Saat semua telah membaca nya, mereka sangat terkejut apa maksud nya? Kejahatan apa yang telah om hengki perbuat lalu jun membawa kotak itu, dan semua berada di ruang tamu. Mereka melihat satu persatu semua hanya berisi kan foto angela dengan wajah yang babak belur, juga ada foto lala yang sangat malang. Terlihat di dalam foto itu lala yang bersimbah darah di hidung nya juga beberapa bekas pukulan yang sudah terlihat membiru. Hati mereka sanga sakit melihat nya begitu pun dengan jun di hatinya sangat hancur melihat lala di dalam foto itu. satu persatu mereka menyetel kaset itu diantaranya terlihat juga ada beberapa kenangan manis liana dan angela saat bermain bersama lala. Juga beberapa kenangan liana dan anton bersama anak anak nya. Mereka sangat sedih hingga keluar air mata, semua memandangi wajah ibu dan ayah nya. Dalam hati mereka terasa rindu ingin sekali mereka bertemu dengan kedua nya.


Kaset terakhir pun di putar nya, terlihat angela yang bernyanyi merdu dengan liana yang sedang memain kan piano. Mereka berdua menyanyi sangat indah seperti seorang diva. Setelah rekaman itu habis. Liana merekam angela yang tengah menyanyikan lagu Westlife - MyLove betapa merdu nya suara ibu lala. Lalu setelah selesai liana mengucapkan sesuatu kepada angela.

__ADS_1


“Wahhh betapa beruntung nya Jesica mempunyai ibu yang pintar bernyanyi. Kelak aku akan menjodoh kan anak ku pada putri mu” ucap liana angela hanya tertawa tawa sambil memangku bayi dalam pelukan nya. Saat itu mereka yang tak sadar di belakang nya ada lala yang sedari tadi ikut menonton nya. kaki nya bergetar lalu ia terjatuh lemas


“Bruk...”


Semua sontak melihat ke arah suara tersebut lalu dengan cepat jun menghampiri lala dan mengangkat nya ke sofa yang mereka duduki. Lala hanya menangis sambil mengatakan “Apa dia ibu ku” tanya nya dengan suara yang sesak karna menangis. Mereka semua mengangguk, lala semakin menangis kencang membuat jo yang dan jimy turun ke bawah. Mereka terkejut saat melihat kaka nya sedang menangis bersama lala. mereka pun ikut terduduk di sofa.


“Maaf, maaf kan aku. Aku memang salah tak memberitahu siapa orang tua mu, aku melakukan nya demi kebaikan mu” ucap jun yang juga menangis. Jo memeluk lala sedangkan yon memegangi tubuh kaka nya yang sedang berlutut di hadapan lala. Semua yang menyaksikan juga ikut mengeluarkan air mata nya. Lalu jake pun memecah kan suasana “Sudah jangan menangis lagi, duduklah dengan tenang aku akan mewakili ka jun untuk berbicara pada kalian” ucap nya. Semua pun terduduk


“Jujur memang ini semua salah ku, ka yon dan ka jun, yang memang sengaja merahasiakan nya. Tapi kotak ini kami baru saja menemukan nya tadi di ruang bawah tanah. Saat melihat nya kami juga terkejut melihat isi dari kotak ini, seperti yang kalian lihat di meja banyak sekali kaset di sebelah kiri itu peninggalan mamah untuk mendiang tante angela. Sedangkan di sebelah kanan berisi vidio keharmonisan keluarga kita.” jelas jake.

__ADS_1


“Untuk shiella aku juga akan meminta maaf karna tak memberitahu siapa orang tua mu. Tapi percayalah ini semua demi kebaikan mu, saat kami menemukan mu di depan rumah kami membawa mu masuk kedalam, lalu dari badan mu terjatuh sebuah kertas yang berisi sebuah tulisan Kalian harus menyembunyi kan anak ini. Saat itu juga kami memutuskan merawat mu, di malam saat kami menemukan mu juga bertepatan dengan kematian orang tua kita dan juga ibu mu. Namun kami tak melihat ada ayah mu, kami pun ingin mengembalikan mu pada ayah mu. Tapi saat kami ingin pergi kesana, ayah mu sudah membuat ritual pemakaman untuk ibu mu dan juga kau. Padahal tubuh mu sama sekali tak ada di tempat kejadian” lanjut jake, semua juga menyimak nya


“Saat itu juga kami berfikir tidak akan mengembalikan mu kepada nya. Kami merasa dia sangat ingin kehilangan putri nya, tak ada yang di lakukan oleh ayah mu bahkan mencari mu pun tidak pernah. Kami memutuskan mengganti identitas mu nama asli mu Jesicca Winarta kami mengganti nya menjadi Shiella Baskara. Dan benar saja saat kami menemukan ini, kami melihat semua foto ibu mu dan diri mu yang babak belur bahkan berlumuran darah. Itu disebab kan oleh ayah kandung mu sendiri dia selalu menyiksa kau dan ibu mu” ucapan nya sekaligus mengakhiri penjelasan jake.


Lala yang mendengar itu pun semakin menangis apa yang terjadi dulu sampai ayah nya membenci dia dan ibu nya. Semua menenangi lala yang menangis, sedang kan jun tak henti henti nya meminta maaf pada shiella. Tak lama lala pun membuka mulut nya “Ka aku ingin melihat bagaimana aku dan ibu ku dengan badan yang babak belur” ucap nya dengan tangisan yang sudah mengecil. Jake yang mendengar itu tanpa berfikir dia langsung mengambil satu kaset di sebelah kiri. Jake yang sedikit ceroboh dia lupa jika lala mempunyai phobia darah. Jake pun memasukan kaset dan ingin memutar nya, lalu dengan serempak semua berteriak


“Jangan...”


Jake sangat terkaget dengan wajah yang memelas dia memandang ke arah semua nya. “Apa kau ingin melihat lala pingsan?” ucap yang. Seketika jake mengingat dan menepuk jidat nya hampir saja dia melakukan sesuatu yang salah ucap nya dalam hati. Lala yang juga menyadari phobia nya dia pun mengurungkan niat nya. Akhir nya jake pun menyetel kaset di sebelah kanan dia memutar satu persatu, suasana yang tadi nya sedih kini sudah berubah mereka tertawa bersama saat melihat dirinya yang masih kecil. Begitupun lala dia juga menertawakan semua kaka nya. Hingga kaset terakhir lala yang herada di samping jun memeluk nya dengan erat. “Maaf aku tlah berprasangka buruk padamu” ucap nya sambil menciumi pipi jun. Jun membalas nya dengan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2