
Ke esokan pagi nya semua terlihat sangat sibuk, sedangkan lala yang baru bangun ia melihat ke sekeliling rumah nya tapi sama sekali tidak ada orang. Saat ia sedang menuruni tangga, kaki nya terpeleset dan badan ia pun terjatuh namun ada yang cepat menangkap nya, membuat lala tidak jadi terjatuh. Lala melihat jo yang sedang memegangi pinggang ramping nya, dia tak berhenti menatap jo. Tiba tiba
“Plak..."
__ADS_1
Sentilan jo mendarat di dahi nya “Jalan lah yang benar” ucap jo lala pun melepas kan tubuh jo yang sangat dekat pada nya sambil memegangi jidat nya yang masih sakit akibat sentilan jo. “Jo, kemana semua yang ada dirumah ini mengapa sepi sekali” tanya lala, “Besok adalah pesta mu, semua sedang sibuk mempersiap kan nya tapi kau malah sibuk tidur” jawab jo, lala pun teringat jika besok hari ulang tahun nya. “Jo, aku lapar” ucap lala, jo yang mendengar pun berinisiatif membuat makan untuk lala “Naik lah ke kamar mu, aku akan mengantar nya kesana” sahut jo sambil mengelus kepala lala. Dia pun segera menuruti jo dan dia masuk kedalam kamar nya, setengah jam pun berlalu lala yang masih di dalam kamar nya sedang memandang keluar dengan berdiri di balkon kamar nya. Tak lama jo yang sudah masuk meletakan nampan yang di bawa nya di atas nakas sedangkan dia melihat lala yang sedang di balkon mengambil selimut. Dia berjalan ke arah lala dia pun menutupi tubuh lala menggunakan selimut “Jangan melihat keluar dengan pakaian seperti ini, bagaimana jika ada yang melihat” ucap jo lala juga menghadap ke arah jo. Karna dia sudah tak tahan melihat jo yang sangat tampan dia pun masuk dan segera duduk di kasur nya untuk memakan apa yang di buat jo. Jo juga ikut duduk di sebelah lala, “Apa kita hanya berdua di rumah ini?” tanya lala kepada jo, “Ya, ka jun pergi ke hotel dia memilih aula hotel untuk pesta mu, ka yon bersama ka jake masih bekerja, ka hans mengawasi dekor ruang itu, jimy dan yang mereka pergi mengurus catering” jelas jo. Lala hanya mengangguk mendengar ucapan jo.
Di aula hotel jun dan hans sedang mengawasi seluruh dekor. Pesta lala di ada kan di hotel bintang lima yang tentu nya salah satu aset yang dimiliki keluarga baskara. Hans sangat teliti saat mengawasi dekor tentu saja dia sangat ahli dalam bidang itu, sementara jun sedang memberi arahan kepada 100 bodyguard nya untuk menjaga di seluruh aula pesta dari pintu masuk, di panggung, tempat pelataran makanan tak lupa di ruang yang nanti nya akan di jadikan ruang rias untuk mereka.
__ADS_1
Dirumah riana, dia terlihat sedang membantu kaka nya yang sedang membuat kue. Kirana sedang menunggu adonan kue nya yang di panggangnya sembari melukis kan sesuatu di kanvas nya yang baru ia beli semalam. Karna bantuan riana kirana bisa dengan cepat menyelesaikan lukisan nya. Saat kaka nya membuka oven satu loyang sudah matang, riana tak sabar ingin menghias kue itu. Namun ternyata kaka nya malah menyuruh nya untuk membantu mengaduk adonan lagi. “Ka, mengapa bikin lagi ini sudah bagus dan tidak ada yang gosong” ucap nya, kaka nya hanya tertawa melihat adik nya yang kebingungan “Aku masih membutuh kan dua loyang lagi, aku akan membuat nya menjadi tiga tingkat” riana yang mendengar itu mata nya berbinar dia tidak sabar melihat hasil kue yang di bikin kakanya.
Di waktu yang bersamaan.... Setelah jun selesai melakukan tugas nya di hotel, dia mengabari jake tak lama terdengar suara dari ponsel nya “Hallo ka ada apa?” sapa jake “Buat lah confersi pers untuk mengumum kan kita akan mengadakan pesta. Ini dilakukan untuk menarik beberapa wartawan supaya berdatangan ke tempat pesta” ucap nya “Pasti, mereka akan berkumpul di loby sebelum acara di mulai dan pasti mereka akan meliput nya untuk di siarkan bagaimana pun keluarga kita keluarga yang paling disoroti di kota ini. Denga begitu seluruh orang akan mengetahui tentang hengki” lanjut nya. Jake hanya menuruti perintah kaka nya, lalu jun mematikan panggilan tersebut.
__ADS_1
Malam telah datang, sekarang semua sudah ada di dalam rumah. mereka yang sedang berkumpul di ruang keluarga menikmati kebersamaan mereka sambil memutar kaset yang di buat Liana. Mereka tak bosan bosan melihat nya, hingga tak terasa sudah pukul sepuluh malam. “Naik lah ke kamar mu, besok pagi kita harus sudah ada di hotel” ucap jun. Lala hanya menuruti dan memeluk satu persatu kaka nya, dia pun naik ke kamar nya. Sementara yang lain nya, masih berkumpul di sana. mereka menunggu hingga jam dua belas teng. Mereka ingin memberi kejutan kepada lala, akhirnya dua jam pun berlalu. Mereka bergegas ke kamar lala, jo membawa sebuah kue ulang tahun di tangan nya. Saat jun membuka pintu kamar lala terlihat lala yang sedang tertidur, mereka berbaris mengitari kasur lala. Setelah itu mereka menyanyikan lagu happy birth day untuk nya.
Lala yang mendengar suara samar samar di telinga nya dia pun terbangun. Saat membuka kedua bola mata nya tujuh orang kaka nya sedang berdiri di hadapan nya dan menyanyi kan lagu untuk diri nya dia pun langsung bangun dan duduk bersandar di heardboard kasur nya. Saat selesai menyanyikan lagu happy birth day, jo mengarah kan kue kepada nya agar ia meniup lilin tersebut. Lala pun meniup tak lupa dia make a wish terlebih dahulu. Dia pun menangis terharu dengan apa yang di berikan kaka nya. Begitu sayang nya ketujuh pria itu dengan lala, dia selalu bersyukur mempunyai kaka yang sangat perhatian pada nya.
__ADS_1