
Tiga puluh menit berlalu jun dan lala yang sudah sampai di salah satu mall yang ada di sana akhirnya mereka turun. Lala berjalan sambil memeluk tangan jun, terlihat seperti sepasang kekasih namun sebenar nya tidak. Mereka menuju super market yang ada disana langsung saja lala mengambil 2 keranjang troli. Mereka memulai belanja nya lala memasukan semua yang ia suka, sementara jun membeli kebutuhan untuk memasak. lala sangat senang jika dia pergi ke super market karna dia bisa jajan semua yang ia mau.
Keranjang kedua nya pun telah penuh dengan berbagai makanan yang bertumpuk. Tapi masih banyak yang belum terbeli akhirnya lala mengambil 2 troli lagi mereka memulai belanja nya lagi. Dirumah mereka terdapat 8 orang tentu saja 2 troli tidak lah cukup untuk mereka. Dengan cepat keranjang yang baru di ambil nya juga sudah terisi penuh. Mereka pun mengantri di kasir untuk membayar nya. Untung nya tadi jun menyuruh para bodyguard nya untuk mengikuti dari belakang, setelah mereka selesai membayar. Jun menyuruh para bodyguard nya untuk membawa belanjaan mereka ke mobil. Sementara lala dan jun masih berkeliling di dalam mall.
Lala mengajak jun pergi ke salah satu tempat aksesoris dia dengan girang sambil menarik tangan kaka nya. Saat sudah masuk dia mencari sesuatu akhirnya dia melihat sebuah gelang yang lucu. Mata nya tertuju pada gelang bertali hitam dengan bandulan bintang. Dia mengambil tiga buah gelang dan memasukan nya ke kantung belanja yang di sediakan toko tersebut. Saat jun melihat adik nya yang mengambil begitu banyak gelang dia pun menanyakan nya.
“Kenapa mengambil tiga, di lemari aksesoris mu sudah terlalu banyak apakah masih kurang” ucap jun dengan terheran.
“Ka ini bukan untuk ku semua ini untuk bram dan riana” sahut nya. Jun pun hanya mengangguk heran mengapa dia ingin mengasih bram kalau untuk riana tidak masalah tapi kan bram laki laki pikir jun. Dia pun membiar kan saja melihat adik nya berbelanja yang penting dia senang gumam nya dalam hati.
Lalu dia telah selesai di tempat aksesoris itu setelah membayar lala mengajak jun untuk pergi ke salah satu tempat makan. Mereka pun memesan makanan sembari istirahat sejenak.
Sementara itu di sekolah jimy yang memegang amplop surat rumah sakit dia mencari riana. Dia ingin menitip kan saja pada riana, saat sedang mencari nya ia melihat riana yang tengah berjalan dengan wajah nya yang pucat. Jimy pun menghampiri nya, dari jauh riana sudah melihat jimy yang berjalan ke arah nya bertanya tanya apa ka jimy berjalan ke arah nya atau sekedar lewat.
“Hay, riana bisa aku minta tolong padamu?” ucap jimy sangat lembut. Riana hanya mengangguk tersenyum pada jimy.
“Tolong kasih surat ini ke wali kelas mu, lala masih sakit dia perlu beristirahat” sambil memberikan seutas surat yang di genggam nya lalu riana dengan senang hati mengambil surat itu. Namun saat ingin mengambil surat itu tangan nya di tarik oleh jimy.
“Kau, mengapa tangan mu membengkak sperti ini dan juga ada beberapa bekas cakaran?” tanya jimy sambil memperhatikan tangan riana. Riana pun enggan menjawab karna ini perbuatan lala seperti nya lala memang tidak sadar saat mencengkram tangan nya. Jimy pun yang mengingat kejadian kemarin akhirnya dia mengetahui jika ini di sebab kan oleh adik nya.
__ADS_1
“Cepat ikut aku sebentar” titah nya sambil menarik tangan riana yang masih di genggam nya. Riana hanya diam saja mengikuti jimy yang sedang menuntun nya. Mereka pun sampai di halaman sekolah jimy menyuruh riana untuk duduk dan menunggu diri nya, dengan cepat jimy berlari dia pergi ke uks untuk meminta salep dan obat merah serta alkohol untuk membersihkan luka nya. Karna jimy berlari tak sampai 5 menit dia sudah kembali ke riana. Jimy duduk disamping riana dia menarik tangannya dan mulai mengobati dengan pelan. Riana tampak terkejut melihat pria di depan nya sedang mengobati tangan nya, karna jimy dengan lembut menyentuh nya riana tak merasa ke sakitan.
“Ka jimy, mengapa kau mengobati tangan ku?” memberanikan diri nya untuk bertanya. “Sudah jangan banyak bicara, kau seperti ini pasti karna lala yang mencengkram tangan mu, pasti sangat sakit hingga membengkak seperti ini. Sudah seharus nya aku bertanggung jawab atas apa yang di lakukan oleh adik ku” ucap nya yang masih serius mengobati tangan riana. Hem jadi karna lala dia mengobati tangan ku pikir ku karna dia suka pada ku gumam nya dalam hati. Lalu dia yang penasaran dengan lala pun menanyakan pada jimy bagaimana ke adaan lala.
“Ka, bagai mana keadaan lala?” tanya nya
“Dia baik baik saja, dia masih takut untuk pergi kesekolah. Mungkin saat ini dia sedang berbelanja dengan ka jun” ucap nya sembari tertawa. Ya memang benar saat ini lala sedang berbelanja menikmati hari libur nya. Riana hanya mengangguk mendengar penjelasan jimy. Akhirnya jimy juga sudah selesai mengobati tangan nya, lalu tak lama terdengar suara bel sekolah.
“Masuk lah ke kelas mu, jangan lupa memberikan surat itu pada guru mu, aku pergi dulu” ucap nya sambil tersenyum manis. Riana melihat itu sangat tidak tahan melihat jimy yang begitu tampan tersenyum dengan nya. Betapa bersyukur nya aku pagi ini sudah melihat pria yang sangat tampan gumam nya dalam hati.
Sementara itu di mall lala dan jun yang sudah selesai pun pergi ke salah satu butik di sebelah butik itu kebetulan ada petshop. Lala melihat lihat baju yang ada di butik itu, jun sibuk mengambil banyak baju untuk diri nya dan adik nya. Lala pun berhenti melihat baju di depan nya, saat seekor kucing menghampiri diri nya. Dia pun lalu menggendong kucing itu, dia sangat gemas dan bermain main dengan kucing itu. Jun yang melihat lala dari jauh pun melihat dia sambil bergumam kucing siapa yang sedang di gendongnya gumam nya. Jun pun kembali melanjutkan aktifitas nya.
Saat lala sedang bermain dengan kucing itu dia di hampiri oleh wanita yang lumayan cantik. “Permisi, ini kucing saya” ucap wanita itu. Lala pun yang mendengar itu langsung memberikan kucing itu sambil berkata “Ohh maaf ka, tadi kucing ini menghampiri ku karna sangat lucu aku menggendong kucing ini” ucap nya “Ya, aku melihat nya dari jauh dia memang suka bermain” sahut wanita itu. akhir nya wanita itu pun pamit kepada nya “Kalau begitu aku permisi ya” ucap wanita itu sambil tersenyum ke arah nya. lala membalas dengan senyuman, tak lama dia pun menghampiri jun yang masih sibuk mencari baju dia membantu jun untuk memilih baju mana yang bagus. Setelah selesai mereka pun keluar dari butik itu.
“Aku teringat, aku belum memasak sesuatu untuk yon dan jake” ucap nya kepada lala “Kalau begitu sekalian saja kita membeli nya disini kita antarkan ke sana, sekalian aku ingin mengunjungi nya. Boleh yaa ka” ucap nya sambil memasang ekspresi yang imut. Jun sebenar nya tidak masalah jika lala kesana tapi dia hanya takut para karyawan bergosip yang tidak tidak tentang lala, karna mengingat lala masih di rahasiakan identitas nya. Karna jun kasian pada nya iya pun menyetujui lala dan segera mencari sebuah resto untuk membeli makanan. Setelah selesai mereka pun bergegas pergi ke kantor yon.
Akhir nya mereka pun sampai, saat disana securiti yang tak asing lagi dengan mobil yang berhenti di depan gedung dengan cepat membuka kan pintu. Jun dan lala pun turun sambil membawa sebuah paper bag yang berisikan makanan. mereka pun bergegas naik ke lantai paling atas saat memasuki kantor benar saja para karyawan mentap ke arah mereka, banyak karyawan yang berbisik satu sama lain tentang mereka.
“Ohhh, bukan kah itu kaka tertua presdir, wanita di sebelah nya itu apakah pacar, istri atau asisten nya saja” bisik karyawan “Lihat wanita itu seperti anak remaja apakah dia hanya seorang simpanan” sahut karyawan nya lagi. Tapi karna posisi jun yang sangat jauh membuat jun tidak mendengar nya. Mereka pun telah masuk lift dan sampai di lantai paling atas. Disana terlihat kosong karna yon dan jake sedang berada di ruang kerja nya mereka masing masing. Lala yang baru pertama kali melihat ruangan itu sangat terkagum, apalagi dengan banyak foto diri nya yang terpajang di dinding membuat nya seperti sedang dirumah.
__ADS_1
Lalu jun mengeluar kan handphone milik nya dan menghubungi jake, dia menyuruh jake naik ke atas juga membawa yon bersama nya.
“Naik lah, aku dan lala ada di atas kalian” ucap jun lalu mematikan panggilan tersebut. Dengan cepat jake ke ruang yon mengajak nya untuk ke atas bersama.
“Ka, ka jun memanggil ke atas dia bersama lala” ucap jake, yon pun berdiri menghampiri jake yang masih di depan pintu lalu mereka dengan cepat menaiki lift. “Tumben sekali lala kesini ada apa ya” ucap yon. “Kau seperti tidak tahu lala saja dia pasti tidak mau ditinggal sendiri di rumah” sahut jake. Mereka juga telah sampai ke lantai atas. Saat lift terbuka lala melihat yon dan jake, dia pun berlari kecil menghampiri kedua nya.
“Kaka..” ucap nya
Mereka pun telah terduduk di sofa, saat duduk yon bertanya pada jun “Tumben sekali kak, kau sampai naik ke atas ada apa” tanya nya. Jun dengan cepat menjawab “Aku habis berbelanja bersama lala, aku yang teringat belum memasak untuk kalian. akupun membeli makanan untuk kalian makan. Lala juga meminta ku membawa nya kesini jadi aku langsung naik ke atas saja” jelas nya sambil menjajarkan makanan yan dibawanya di meja depan sofa mereka duduk.
“Ka, aku ingin bertanya mengapa disini banyak foto ku?” tanya lala yang masih sibuk melihat seisi ruangan itu. Yon dan jake sedang memakan makanan nya itu pun lantas menjawab. “Tak usah bertanya, kau pun sudah tau. Kau bagaikan matahari untuk kami , tidak hanya di sini semua tempat yang ada ruang pribadi di dalam nya terpasang wajah mu, di kantor ku bahkan juga ada beberapa foto mu” ucap jake. Lala yang mendengar itu terheran lalu kembali bertanya.
“Wahhh apakah kalian sangat menyayangi ku? Seperti nya aku menjadi adik yang paling beruntung ada disisi kalian” ucap nya sambil tersenyum bangga pada diri nya. Mereka hanya tersenyum melihat lala, memang semua tempat terpasang foto lala bahkan di galeri hans pun menumpuk lukisan dan foto lala di ruang han, karna hans yang sering melukis potret adik nya itu.
“Kalian makan lah semua ini, aku dan lala sudah makan. Aku akan istirahat sebentar di sini, aku akan menyuruh ketiga anak itu untuk memesan makanan saja, aku sangat lelah mengikuti lala yang tiada henti nya ingin berbelanja” keluh jun. Lala hanya tersenyum saja melihat kaka nya yang berjalan menuju satu ruangan di depan nya, yang memang juga tersedia kamar tidur untuk beristirahat di sana.
Di sisi lain jimy yang menerima pesan dari jun pun membuka dan membaca nya. Kebetulan mereka yang sudah selesai bersekolah, bergegas pulang. Tapi saat mereka menuju ke halaman sekolah jimy yang melihat riana langsung menghentikan langkah nya seraya berkata “Kalian pulang lah terlebih dulu, ka jun mengirimi ku pesan jika kalian lapar kalian pesan makanan saja. Saat ini ka jun dan lala sedang di kantor ka yon” ucap nya sambil berjalan meninggalkan yang dan jo.
“Ada apa dengan nya, mau kemana dia?” ucap yang, bertanya pada jo. “Tidak tahu” sahut jo. “Sudah kita pulang saja tak usah memikirkan nya dia sudah besar" timpal jo lagi mereka pun masuk ke dalam mobil yang sudah ada sebelum mereka pulang. Pak andi yang melihat tuan muda nya memasuki mobil terheran sepertinya ada yang kurang dia pun menanyakan kepada yang dan jo.
__ADS_1
“Di mana den jimy mengapa cuman berdua" tanya pak andi. “Sudah pak jalan saja dia ada urusan lain” sahut yang, pak andi pun menginjak pedal gas dan menjalan kan mobil yang di kendarai nya.
Sementara itu jimy yang menghampiri riana pun sudah berada di samping nya. “Sedang apa disini, apakah sedang menunggu angkot?” tanya jimy yang mengaget kan riana. “Ka jimy bikin kaget saja” ucap nya sedangkan jimy hanya tertawa kecil. “Aku sedang menunggu ojek online yang ku pesan untuk pulang” lanjut riana. “Berikan handphone mu” jimy merebut handphone yang di genggam riana. Lalu dia mengajak riana untuk menemani nya makan “Apa kau ingin menemaniku aku sangat lapar, aku akan mentraktir mu” ucap jimy. Riana yang mendengar itu langsung berfikir apa tidak salah ka jimy mengajak nya makan ucap nya di dalam hati. Lalu dia yang senang pun mengiyakan ajakan jimy “Aku bersedia ka, tapi dengan ojek nya bagaimana?” tanya nya. “Tak usah dipikirkan sudah aku batalkan” ucap jimy sambil menunjukan layar handphone riana yang tadi di ambil nya. Lalu mereka pun pergi berjalan kaki bersama.