7+1 Child

7+1 Child
Mengiklaskan


__ADS_3

Setelah berhari hari lala sudah bisa menerima kepergian nenek nya. Bahkan sekarang sudah berganti tahun, jo dan lala sudah lulus bersekolah. Jo sudah lebih dulu berkuliah di tempat jimy dan yang berada, sedangkan lala masih bingung dalam mengambil keputusan nya. Kini ia bimbang dengan pilihan nya sendiri, di satu sisi ia ingin menjadi penari balet terkenal. Tapi, disisi lain dia tidak bisa jauh dari rumah dan ketujuh kakak laki laki nya.


Lala dengan wajah lesu nya berjalan ke arah ruang keluarga, disana hanya ada jun dan yon yang kebetulan sedang berada di rumah. Lala duduk di antar kedu nya, dengan napas yang baru saja ia hembuskan dengan sedikit keras. “Kau kenapa? Apa masih belum menemukan universitas yang ingin kamu masuki?” tanya yon, sementara jun masih asik menonton tv di depan nya. “Apa kaka bisa pilihkan diantara ketiga sekolah yang sudah kupilih” ucap nya. “Katakan apa saja sekolah itu!” sahut yon, “Vaganova scholl, Paris Balet Scholl, atau Royall balet scholl” ucap lala.


Saat jun mendengar nya dia merasa sekolah yang di sebutkan lala tidak berada di negara nya. Jun tahu sedari dulu memang lala sangat ingin masuk ke sekolah balet terbaik yang berada di luar negera nya. “Apa sudah yakin ingin kesana?” tanya jun yang menoleh ke arah lala. “Tidak tahu..” sahut nya sambil menggelengkan kepala. “Di antara ketiga nya mana yang nomor satu?” celetuk yon, lala dengan cepat menjawab “Vaganova Scholl..” sahut nya. Jun langsung meraih handphone nya dan mencari di internet dimana sekolah itu berada saat sudah menemukan nya jun berteriak dengan kenacang “APA!....”, yon dan lala sontak terkejut dengan teriakan jun. “Yang benar saja! Apa harus sejauh ini hanya untuk bersekolah balet. Apa sekolah disini tidak ada satupun yang membuat mu tertarik” oceh jun, “Memang nya ada dimana, sampai kau berteriak seperti itu ka?” timpal yon. “Rusia...” sahut nya. Yon juga sedikit terkejut jika sekolah itu berada di luar negeri. Kedua nya tidak ingin berjauhan dengan lala, seharian bekerja saja sudah membuat yon sangat rindu dengan lala. Bagaimana jika lala pergi ke paris, dia tak bisa membayangkan nya.


Sekarang ketiga nya sangat bingung mereka juga tak tahu harus bagaimana, ingin memasukan lala ke sekolah dalam negeri tapi ia tak berminat. Saat jun menyuruh lala mengelola warisan milik nya ia juga tidak mau. Kedua nya hanya bisa melakukan hal yang sama dengan lala yaitu terdiam sambil termenung duduk di sofa mereka. “Ahh sudahlah ka, aku akan pergi mengunjungi riana. Siapa tahu aku bisa mendapatkan masukan dari nya” ucap lala dengan berjalan pergi meninggalkan kedua nya.

__ADS_1


Setelah sampai di toko milik riana, kedatangan nya di sambut senang dengan kirana. Kedua nya bercipika cipiki, karena sudah cukup lama mereka tak berjumpa. “Lala.. Masuklah, aku akan panggilkan riana” ucap kirana, “Tidak perlu repot repot ka, biar aku saja yang pergi kekamar nya. Apa boleh?” tanya lala, “Ohh baiklah, tentu saja boleh” sahut kirana, setelah itu lala bergegas pergu kemar riana.


Saat sudah di sana ia mengetuk pintu dan riana membuka kan nya. Riana sedikit terkejut dengan kedatangan lala yang tiba tiba, lala masuk menyelonong ke dalam kamar riana. Setelah itu ia merebahkan badan nya di kasur milik riana, sambil menghela nafasnya. “Ada apa? Kenapa sangat tak bersemangat” tanya riana yang melihat teman nya sangat lesuh. “Apa kau sudah mendapatkan kampus pilihan mu” sahut lala dan bertanya kepada nya. “Tentu saja sudah, kakak ku mendaftarkan ku di Universitas Bangsa. Dia ingin sekali aku menjadi pelukis seperti cita cita nya dulu” jelas riana.


“Apa kau dengan senang hati menuruti nya?” tanya lala, “Hum.. Ya, mau tak mau. Aku harus membuat keinginan nya tercapai, selama ini juga ia telah bekerja keras untuk merawat ku seorang diri. Aku tak ingin mengecewakan nya” sahut riana, lala hanya terdiam mendengar perkataan riana. Selama ini lala jarang memenuhi keinginan para kakak nya, sangat berbeda dengan riana yang selalu menuruti semua kemauan kakak nya.


Setelah berlarut larut dalam fikiran nya, akhir nya ia memutuskan untuk melanjutkan kuliah nya saja. “Baiklah aku juga akan berkuliah, kita akan kembali bersama. Seperti di sma” ucap lala, riana pun juga senang karena dia tidak perlu repot repot mencari teman jika lala satu kampus dengan nya. Riana tipe orang yang tidak terlalu suka berbaur dengan orang lain. Dia selalu menghabiskan waktu nya untuk belajar, baru lala saja yang bisa membawa nya untuk beraktivitas di luar seperti belanja menonton dan lain lain. Lala mengambil ponsel nya untuk mengirimkan pesan kepada jun.

__ADS_1


Ka, aku sudah memutuskan nya. Aku akan berkuliah di universitas harapan, aku ingin bersama dengan riana. Tolong kerjasama nya kaka yang paling tertampan... Sore nanti aku baru pulang, aku masih ingin bermain sebentar dengan riana. Peluk jauh:*


Saat jun membaca pesan lala dia sangat senang, dia memang mengingin kan lala masuk ke universitas harapan. Karena disana ada ketiga kaka nya yang bisa menjaga lala. Tapi jun berfikir apakah hanya kebetulan saja riana juga akan berkuliah disana, tapi berkat gadis itu lala mengurungkan niat nya untuk pergi ke sekolah balet yang ada di luar negeri. Sementara riana yang belum tahu jika jimy berkuliah disana sedikit di ledek oleh lala yang memandangi nya dengan memicingkan kedua mata nya.


“Seperti nya nanti akan ada yang lebih sering bertemu lagi. Tidak tahu apakah ini keberuntungan atau hadiah yang di dapat dari Tuhan karena menuruti kemauan kakak mu” ucap lala. riana yang tak mengerti dengan ucapan lala dia sedikit terheran dengan apa yang di maksud kan nya. “Haah? Apa maksud mu, aku tak mengerti” sahut riana. Lala hanya tersenyum smirk ke arah teman nya, “Apa kau tidak tahu atau pura pura tak tahu, ka jimy juga berkuliah di sana” jelas lala. Riana yang memang tidak tahu ia jadi bersemangat untuk berkuliah disana. Karena ada lelaki yang di sukai nya.


Tinggal seminggu lagi waktu liburan mereka berakhir, lala mengajak riana untuk bersenang senang menikmati hari kelulusan mereka. Lala mengajak nya untuk pergi ke villa milik keluarga nya yang terletak di pesisir pantai. Riana juga sangat antusias dengan ajakan lala, jarang jarang ia pergi ke pantai. Saat lala sedang menunggu riana bersiap siap dia mengatakan sesuatu “Tapi tunggu, dengan siapa kita kesana apa hanya berdua?, siapa yang akan menyetir mobil. Apa kau bisa?” tanya nya kepada riana, “Ishh, kau ini bagaimana aku mana bisa menyetir mobil” sahut riana yang sedikit kesal dengan ucapan lala.

__ADS_1


“Hm, yasudah cepat kemasi barang mu. Aku sudah tahu ingin mengajak siapa, dandan lah yang cantik kau akan melihat pangeran mu” ucap lala, riana yanh mengerti dengan ucapan lala pipi nya memerah. Ia tahu pasti lala mengajak jimy untuk ikut bersama mereka. Lala mengirim pesan kepada jo untuk segera menjemput nya dengan riana, sesuai kemauan lala jo juga mengajak jimy dan yang untuk menemani lala dan riana liburan bersama di vila milik keluarga nya.


__ADS_2