
Adrian sudah berada di ruangan kevin bersama murid yang mencelakai lala, namun saat murid itu memperhatikan kevin dia terlihat bingung, postur tubuh yang dilihat nya sangat berbeda dengan orang yang menyuruh nya bahkan suara nya pun berbeda. Sementara jun dan adrian memerhatikan ke arah kedua nya.
“Bukan dia!, Orang yang mendatangi ku sedikit lebih pendek dari bapak ini, dan juga tubuh nya sedikit gendut suara nya juga jauh berbeda” ucap murid itu kepada jun. Kevin yang mendengar nya pun tersenyum “Hahahaha, sudah ku katakan gunakan otak mu. Bukan nafsu mu!” ucap nya. Sementara jun masih terdiam, jika bukan kevin siapa? Apa ada orang lain lagi yang ingin menghancurkan keluarga nya. Apakah hengki, tapi dia berada di jeruji besi, otak jun tak henti henti nya berfikir dia bingung dengan semua ini dia merasa jika musuh nya bertambah satu.
Adrian langsung berdiri, “Jangan mengucap kan kalimat seperti itu pak tua, seperti nya kamu juga tidak punya cukup otak untuk di gunakan” ucap adrian yang kesal saat kevin melontarkan kata yang tidak pantas kepada jun. “Apa maksud mu?” sahut kevin. Adrian hanya mengangkat satu bibir nya dan memberikan tatapan tajam pada kevin.
“Baiklah akan ku katakan, jika saja dia menyebut nama mu pada murid itu. Itu artinya dia ingin menyingkirkan mu, apa kau tidak bisa berfikir kau sudah menjadi kambing hitam sekarang” ucap adrian. Jun dan kevin baru tersadar, mungkin memang benar jika ada orang lain lagi dengan peristiwa ini.
“Tapi siapa yang ingin menyingkirkan ku? Aku sama sekali tak punya musuh untuk ku lawan. Mengapa kau berfikir seperti itu?” ucap kevin. Sementar adrian hanya teryawa geli mendengar ucapan kevin.
“Jangan berbesar hati, apakah musuh harus terlihat secara terang terangan untuk memulai peperangan. Apa kau tidak pernah menonton drama?, banyak musuh yang menjelma menjadi orang terdekat kita. Apa kau yakin tak punya musuh dalam hidup mu? Jika begitu mungkin kau sudah masuk ke dalam perangkap nya” ucap adrian sambil menyeringai kan bibir nya.
Saat ucapan adrian terhenti, salah satu staf datang memasuki ruangan kantor kevin sambil membawa nampan berisi kopi di tangan nya. Adrian menatap nya lalu tersenyum, setelah nya dia menendang nampan kopi yang di bawa oleh staf wanita di depan nya.
__ADS_1
“Prannnnng”
Gelas kopi itu pecah berkeping keping, sementara staf wanita itu terkejut sekujur tubuh nya terasa gemetar. Jun hanya terdiam melihat apa yang di lakukan teman nya, dia tahu pasti bukan tanpa alasan adrian melakukan nya. Kevin yang masih terkejut dengan perbuatan adrian kembali membentak nya “Kau apa apaan?, mengapa kau menendang nya dia tidak bersalah” ucap kevin.
“Ssstt.. Jangan kencang kencang bagaimana jika dia mendengar nya” ucap adrian lalu berjalan ke arah staf wanita dan membuka secara paksa rambut yang tergerai panjang di bagian leher wanita itu. Dia mengambil sebuah alat berukuran cukup kecil dari daun telinga nya, setelah itu kevin terkejut melihat alat penyadap suara yang baru saja di ambil adrian dari bagian telinga wanita itu.
“Sudah ku katakan pada mu pak tua, musuh tak seharus nya orang luar bisa jadi orang terdekat yang menjadi musuh mu.” saat mendengar perkataan adrian wanita yang masih di genggam nya memberontak, dia berhasil melepaskan genggaman adrian yang sangat erat. Wanita itu mengeluarkan beberapa jurus nya agar bisa melarikan diri. Dengan cepat wanita itu kabur, adrian lalu mengejar nya sambil mengatakan “Kau tunggulah aku akan mengejar nya” ucap nya kepada jun.
Sementara jun hanya duduk santai sambil menenggak kopi nya, kevin masih tak beranjak dari tempat nya seakan tubuh nya mematung. Dia tak sadar jika selama ini staf yang sudah lama bekerja bersama nya ternyata adalah mata mata.
“Jangan menatap ku seperti itu, aku tahu aku sangat hebat tak perlu mengaggumi ku dalam diam katakan saja. Aku dengan senang hati menerima pujian mu” lanjut jun.
“Hey, apa maksud mu?, Katakan!.. Apa maksud dari semua ini?” ucap kevin yang masih terheran. “Sepertinya kau harus sering menggerakan saraf otakmu, aku takut semakin usia mu menua kau tidak bisa berfikir dengan jernih” jun membalas ucapan nya.
__ADS_1
“Aku tidak b*doh! Aku hanya sedang bermain, apa kau ingin ikut bermain bersama ku?” tanya jun. Mata mereka saling bertemu kedua nya memandang dengan waktu yang lama. Kevin tampak ingin ikut ke dalam nya, dia juga ingin bermain karena sudah lama ia tak pernah melakukan nya, terakhir kali dia memainkan ini saat beberapa tahun yang lalu dengan sahabat nya hengki.
Dengan sebuah senyuman dan tatapan yang tampak bertanya tanya, dia ingin mengetahui lebih jauh lagi. Karena ia ingin mengetahui siapa sosok di balik ini yang sudah menyatakan jadi musuh nya. “Sayang nya tidak ada hengki, dia pasti akan membantu ku untuk menyelesaikan ini” gumam nya. Kevin merindukan sosok hengki yang selalu ada untuk nya kapan pun dan di manapun. Mereka sudah seperti saudara kandung sejak dulu masih di bangku sekolah.
*Di galery hans
Hans tengah terduduk melamun menatapi buku sketsa yang sudah bersama nya dalam beberapa hari, dia ingin memberikan nya kepada kirana. Tapi diri nya bingung harus berkata apa, “Ternyata kamu adalah orang nya, Sejak hari itu aku mencari pemilik mu” ucap nya sambil memandangi lukisan yang tergambar di dalam buku sketsa nya. Gambar yang sangat mirip dengan lukisan yang terpajang di galery nya.
“Tenoneng”
Tiba tiba saja handphone nya menyala ada sebuah pesan masuk, hans membuka dan membaca nya. Pesan itu berisi
Malam nanti temui aku di jalan mawar no.17, jangan sampai tidak datang. Aku mempunyai sesuatu untuk dikatakan. #Kirana#
__ADS_1
Seketika hans tersenyum, baru saja dia memikirkan nya gadis itu sudah mengirim pesan terlebih dahulu pada nya dan mengajak nya bertemu. “Woahh, apa ini nama nya kontak batin” gumam hans sambil terkekeh. Saat ini hati nya sangat senang gadis yang di sukai nya mengajak nya untuk bertemu. Dia meregangkan otot otot nya sambil menari nari dengan senang. Dia bergegas pulang kerumah nya untuk menyiapkan baju apa yang harus di pakai nya nanti malam