
Setelah nya jimy dan riana telah sampai di villa, lala langsung mengajak riana untuk bermain di sekitaran pantai. Sedangkan jo memerhatikan jimy yang sedari tadi tersenyum lumrah saat mereka baru sampai. “Kau kenapa?, apa terjadi kecelakaan sehingga membuat mu sedikit gila” ucap jo, jimy langsung menoleh ke arah jo dan sedikit memukul pelan di bagian kepala nya “Apa aku terlihat gila?, hari ini aku hanya sedang senang saja” sahut nya, “Oh iya, yang bilang akan segera menyusul nanti” lanjut jimy, jo hanya menganggukan kepala nya sambil meneguk air yanh di minum nya.
Lala mengganti baju nya dengan summer dress yang ada di lemari nya. Sedangkan riana hanya memakai hotpens dan kaos oblong yang di bawa nya. Lala berlari sambil menarik riana, jo dan jimy yang melihat mereka hanya mengikuti nya. “Hem, sepertinya menarik jika kita bertanding sekarang. Apa kau mau?” ucap jimy, menantang jo untuk balapan dengan speadbot yang juga milik keluarga nya. “Tentu saja, sebaiknya kita perlu mengerjai kedua gadis itu” sahut jo sambil tersenyum smirk. Jimy dan jo berjalan ke tempat speadboat yang berada di pesisir pantai.
Di sana terdapat tujuh speadboat yang memang khusus di beli oleh jun, agar sewaktu waktu saat liburan dia bisa bermain bersama adik adik nya. Hingga sekarang speadboat itu masih terurus, tampilan nya juga masih sangat bagus karena jarang mereka gunakan. Setelah memilih speadbot mereka, jimy dan jo menjalankan nya ke arah lala dan riana. Keduanya menyuruh gadis itu untuk naik di belakang mereka, jo dan jimy mensejajarkan posisi mereka. Lala merasakan keanehan pada kedua nya “Tunggu apa kah kalian ingin balapan?” jimy dan jo hanya terdiam “Riana ayo cepat kita turun” teriak lala namun jo dan jimy sudah menjalankan speadbot mereka. “Aaaaaa.... Sudah terlambat” teriak lala sambil memeluk jo. Berbeda dengan lala riana malah menikmati permainan itu, “Peluk lah jika kamu takut” ucap jimy pada riana. Gadis itu hanya mengangguk dan memeluk nya sambil merasakan angin yang berhembus kencang melewati wajah nya. Lala merasa ketakutan ia terus memluk jo dengan erat, sementara jo hanya tertawa menikmati permainan nya.
Di waktu yang bersamaan yang datang bersama jun dan yon, saat ia ingin pergi kedua kaka nya langsung bergegas mengikuti nya. Ketiga nya melihat jo dan jimy yang sedang bersenang senang bermain di pantai, jun dan yon langsung menyusul mereka. Yang hanya bisa menarik nafas nya “Huhh, jika sudah kesini mereka terlihat seperti anak kecil yang ingin bermain di pantai” gumam nya. Kini ketiga nya sudah berada di pantai, mereka juga telah menggunakan speadbot nya untuk mengejar jimy dan jo. Suasana nya jadi sangat ramai, yang tadi nya jimy dan jo ingin balapan malah tidak jadi Karena kedatangan jun dan yang lain nya. Mereka hanya berputar di sekitaran pantai di pimpin oleh jun yang berada di bagian depan.
__ADS_1
“Wahhh, ka jun... Ka yon... Ka yang... Lihat aku!..” Teriak lala sambil melambaikan tangan nya. Saat riana melihat kakak jimy yang berdatangan ia segera melepaskan pelukan nya, ia takut jika yang lain nya melihat dan mengetahui tentang hubungan mereka. “Kenapa kau lepaskan?” ucap jimy, “Tidak papa begini saja, banyak yang melihat kita” sahut riana. Jimy yang mengerti riana merasa tidak nyaman dengan kedatangan jun dan yang lain nya. “Tidak perlu merasa canggung” timpal nya sambil melepaskan satu tangan nya dan menarik tangan riana untuk memeluk nya. Riana kembali memeluk jimy, lala memerhatikan kedua nya dari belakang. Ia merasa jika ada sesuatu yang terjadi antara kedua nya.
“Jo lihat mereka, apa mereka berpacaran?” teriak lala, jo menoleh kearah yang di tunjuk lala. “Kenapa kau bisa bilang begitu?” sahut jo dengan nada yang sedikit kencang karena desiran ombak yang terdengar keras. “Mereka sedang berpelukan” ucap lala, kemudian jo hanya tertawa “Kau juga sedang memeluk ku, lantas apakah kita berpacaran” tanya jo yang sesikit meledek nya, lala hanya terdiam mendengar ucapan jo. Setelah nya ia hanya memukul mukul punggung jo dengan pelan.
Mereka bermain dengan begitu senang nya, setelah lama bermain jun menggiring semua untuk menyudahi permainan speadboat mereka. “Kenapa ka?” tanya lala yang masih ingin bermain, “Sebentar lagi sudah sore, bantu aku untuk memancing ikan. Aku akan membakar nua untuk kita makan” ucap jun, semua mengikuti nya. Mereka bersemangat untuk membantu jun menangkap ikan, lala juga terlihat bersemangat walaupun dia tidak suka memakan nya, ia tetap ikut memabantu mereka.
Tak lama handphone jun berdering, saat mengangkat nya langsung terdengar omelan dari adik nya jake. “Dimana kalian berada? Mengapa saat aku dan hans pulang sangat sepi” ucap jake, “Ahh iya, aku lupa memberitahu mu. Kemarilah dengan hans aku dan yang lain nya berada di villa yang dekat pantai” ucap jun. “Oke.." jake mematikan nya dan segera menyusul kesana bersama hans.
__ADS_1
Jimy telah selesai mengasah ujung batang nya menjadi lancip, riana segera mengambil kacamata renang yang tergeletak di dekat lala. Dia memakai nya dan berjalan jauh ke arah pantai, “Tunggu..., apa yang ingin kau lakukan” ucap jimy, semua pun terheran dengan apa yang ingin dilakukan riana. “Ya tentu saja untuk menyari ikan” sahut nya, “Apa kau ingin menyelam?” jimy sedikit khawatir jika riana ingin menyelam untuk menombak ikan. Riana hanya tertawa dan tersenyum “Ya tentu saja...” ucap nya dan berjalan semakin jauh kedalam pantai hingga sudah ingin seatas lutut. Jimy dengan cepat berlari dan menarik nya, namun karena kaget membuat riana kehilangan keseimbangan nya dan terjatuh di menimpa badan jimy.
“Aaaaahhhhhh.....”
Semua pun terkejut melihat pemandangan di depan mata mereka, bagaimana tidak riana terjtuh tepat di atas jimy dengan bibir kedua nya yang menempel. Lala segera mengambil handphone dan memotret nya, “Cekrekk...” riana yang mendengar nya langsung berdiri dari tempat nya terjatuh. Dia menunduk menahan malu sedang kan yon dan jun yang melihat adik nya telah berciuman sedikit merasa geregetan dengan kelakuan jimy. “Yaaa! Kesini kau dasar anak nakal” teriak jun sambil berjalan ke arah nya dan menarik kuping jimy, riana sangat terkejut dengan sikap jun kepada jimy. Namun ia sedikit tertawa melihat jun yang memerahi jimy, “Cepat minta maaf pada riana, katakan kau tidak sengaja melakukan nya” bentak jun, jimy menahan rasa sakit di kuping nya yang di tarik cukup keras oleh kakak nya. “Tidak mau” sahut nya. Jimy berfikir kenapa harus meminta maaf, bukan kah memang wajar jika hal itu yang sering terjadi diantara sepasang kekasih.
Jun kembali menarik kuping jimy dan mengarahkan nya kedepan riana. “Riana tolong maafkan jimy, ia pasti tak sengaja melakukan nya” ucap jun sambil membungkukan kepala nya dan juga menyuruh jimy melakukan hal yang sama. Riana hanya menganggukan kepala nya dan tersenyum kemudian tertawa ke arah jimy. “Sepertinya kau sangat senang ya, lihat saja nanti aku akan membalas mu” gumam jimy dalam hati sambil menatap wanita yang kini menjadi kekasih nya.
__ADS_1